Ati Bengkong Oleh Oncong Tegese, Aksara Jawa, Purwakanthi

ati bengkong oleh oncong
Share

Ati bengkong oleh oncong Tegese yaiku wong duwe niyat ala oleh dalan artinya hati yang bengkok mendapatkan alat jebakan burung, maksudnya yaitu orang yang memiliki niat jahat serta busuk hatinya mendapatkan cara sarana dan prasarana.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, wilujeng siyang. Kali ini kita akan membahas peribahasa Basa Jawa yang maksudnya yaitu orang mempunyai niat jahat dan mendapatkan jalan untuk menjalankan niatnya.

Bagaimana bisa seperti itu arti kata dalam bebasan ini?

Mari kita mencari dasanama atau persamaan kata yang ada pada ukara tembung unen unen ini.

  • Ati tegese yaiku manah, artinya adalah hati, perasaan.
  • Bengkong tegese ora lurus, menggok, artinya adalah bengkok, berbelok, tidak lurus.
  • Oleh tegese yaiku entuk, artinya mendapatkan; dan
  • Oncong tegese yaiku sarana kanggo njebak manuk gaweane saka anyaman tali kang lembut, kira kira sak benang kanggo njait. Alat penjerat burung yang terbuat dari anyaman tali yang halus (kira-kira sebesar benang jahit).

Jadi arti secara harfiah ati bengkong oleh oncong adalah hati yang bengkok mendapatkan suatu alat jebakan untuk burung.

Paribasan ati bengkong oleh oncong ukara ing dhuwur iku kalebu unen – unen migunakake purwakanthi guru sastra.

Ati bengkong oleh oncong Tegese yaiku wong duwe niyat ala oleh dalan

Kira kira seperti apa sih paribasan ini dalam trap trapane atau pengejawantahannya kedalam kehidupan sehari hari? Maksudnya contohnya seperti apa?

Contohnya yaitu semisal ada orang yang suka KKN (kolusi, korupsi dan Nepotisme), dalam hatinya sudah melirak lirik uang atau anggaran yang bisa disikat, serta menempatkan keluarganya serta kawannya dalam posisi yang strategis.

Malah orang yang seperti itu bisa mendapatkan suatu jabatan dalam posisi yang menguntungkan.

Padahal dalam hatinya dia hendak menjarah duit anggaran serta memberi kedudukan kepada kawan dan kroni kroninya.

Maka bisa saja dia memberikan jabatan semisal pengawas kepada orang yang menjadi pembawa tas maupun sepatu istrinya saat rapat.

Padahal masih banyak yang memiliki pangkat lebih tinggi serta layak dalam prestasi, atau setidaknya minimal sama kemampuannya.

Kemudian apabila ada berita atau laporan apapun dia mengabaikan dari siapapun serta hanya mendengar dari bolo atau kroninya.

Nah kira kira seperti itulah contoh dalam kehidupan sehari hari yaitu orang yang hatinya memiliki niat jahat malah mendapatkan jalan.

Akhirnya demikian informasi mengenai paribasan Basa Jawa kang unine ukarane yaiku Ati bengkong oleh oncong Tegese yaiku wong duwe niat ala oleh dalan, tulisan Aksara Jawa kaya ngene iki;

ukara ing dhuwur iku kalebu unen – unen migunakake purwakanthi guru sastra. Wilujeng sonten, wassalaamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.