Arsip Kategori: TPQ Taman Pendidikan Al Qur’an

Sebutan Pucuk Pimpinan Lembaga TPQ di Indonesia

Berbagai nama sebutan untuk pucuk pimpinan taman pendidikan Al-Qur’an yang ada pada masyarakat sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas maju mundurnya TPQ yang menjadi tanggungjawabnya.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, karena kehabisan bahan baku untuk menulis hal serius tentang TPQ, mari kita sejenak menikmati tulisan ringan sebagai tambahan asupan otak untuk membaca.

Yup, seperti pada judul, tidak ada satu kata kompak untuk menyebut pucuk pemimpin lembaga TPQ, ada berbagai macam sebutannya.

Berikut adalah beberapa sebutan untuk pengurus berkedudukan paling tinggi pangkat jabatannya pada Taman Pendidikan Al-Qur’an.

Kepala TPQ

Yang pertama adalah sebutan pucuk pimpinan Taman Pendidikan Al-Qur’an yaitu Kepala.

Kepala TPQ merupakan sebutan yang banyak dipergunakan oleh Lembaga.

sebutan pimpinan lembaga TPQ

Cocoknya sebutan ini karena adanya kesamaan dengan sebutan pada lembaga pendidikan formal seperti Kepala Sekolah untuk Kemendikbud dan Kepala Madrasah pada Kemenag.

Ketua

Ketua TPQ, begitulah sebutan untuk pucuk tertinggi pengurus Taman Pendidikan Al-Qur’an.

Sebagai orang yang pernah berada pada sekolah dasar atau MI, biasanya kita mengasosiasikan ketua ini dengan kelas. Maksudnya adalah ketua kelas.

Ketua TPQ pada lembaga tidaklah sama dengan ketua kelas pada sekolahan.

Pada TPQ, maksud dengan ketua adalah sama sebagaimana posisi kepala madrasah pada MI.

Pimpinan Lembaga TPQ

Yang kedua yaitu sebutan Pimpinan TPQ.

Beberapa lembaga menyebut pada surat pernyataan lembaga dengan pimpinan TPQ sebagai orang yang berhak mengesahkan surat pernyataan mengajar guru ustadz ustadzah dalam mengajukan bantuan insentif.

Contoh misalnya Pimpinan TPQ Baiturrahman Gadungan Girimulyo Ngargoyoso Karanganyar.

Sebutan pimpinan ini biasanya untuk menyebut nama istilah secara umum suatu jabatan tertentu. Misalnya pimpinan pondok pesantren, pimpinan pada Kapolsek, Kapolres, Kantor Kemenag dan lain sebagainya.

Akan tetapi pada sebagian TPQ kemudian menjadikan kata pimpinan ini menjadi bahasa baku atau resmi dalam struktur organisasi lembaga.

Direktur (Pimpinan Lembaga TPQ)

Nah ini agak keren dan terdengar modern, tetapi tidak terlalu banyak lembaga TPQ yang menggunakannya.

Sebagaimana dahulu tempat saya mengajar TPQ, ketua atau kepala TPQ disebut dengan Direktur.

Lembaga tempat saya mengajar dulu bernama “LPQ Yo”.

Karena pimpinannya pada waktu itu adalah lady yang imut-imut maka kita menyebutnya dengan Direktris LPQ Yogyakarta.

Itulah beberapa istilah sebutan kepala TPQ yang pernah saya dengar, mungkin saja pada pulau Sumatera Bali Kalimantan Sulawesi Papua maupun Jawa memiliki penyebutan lainnya, jangan sungkan untuk menuliskan pada kolom komentar.

Selamat menunggu waktu berbuka puasa, wilujeng petang, wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Materi TPQ di Bulan Puasa Ramadhan

materi-tpq-di-bulan-ramadhan

Pontren.com – informasi tentang contoh materi pembelajaran Taman Pendidikan Al Qur’an Selama bulan Ramadhan yang bisa dijadikan acuan dalam kegiatan belajar mengajar di saat syahrus siyam pegangan guru ustadz ustadzah TKQ TPQ maupun TQA.

Bulan ramadhan memang bulan yang istimewa, salah satu contoh kongkritnya yaitu peningkatan jumlah santri dan pengajar atau guru pada lembaga pendidikan al Qur’an baik itu TKQ TPQ maupun TQA.

baca : ucapan Selamat puasa ramadan Bahasa Arab

Baik itu Taman Pendidikan al-Quran yang di selenggarakan pada masjid, mushola maupun gedung tersendiri. Adapula TPQ insidentil Cuma ada di bulan ramadhan pada masjid masjid tertentu.

Seperti judul diatas, kali ini akan diulas mengenai materi apa saja yang bisa dijadikan bahan pengajaran untuk para anak didik TPA selama bulan ramadhan di tahun hijriyah.

Baca;

Berikut ulasannya.

Kegiatan TPQ masih seputar privat dan pembelajaran klasikal

Walaupun sudah dirancang mengenai pembelajaran bagi siswa siswi, akan tetapi umumnya lembaga penyelenggara LPQ tetap terpancang dengan metode klasikal dan privat mengajar.

Pada kegiatan privat atau lumrah disebut dengan semaan atau menyimak bacaan murid satu persatu atau dua anak langsung dihadapan ustadz, memakan porsi waktu yang lumayan banyak, asumsinya 2/3 waktu dipakai untuk kegiatan ini.

Sedangkan sisa waktu yang lain alias 1/3 dipergunakan untuk pembukaan, klasikal sebelum privat dan akhir klasikal sebelum penutupan kegiatan mengaji.

Berikut jadwal yang umumnya dipergunakan TPQ selama bulan ramadhan dengan asumsi masuk mulai pembelajaran jam 15.30 WIB.

Jam Kegiatan

  • 15.30-15.50 Pembukaan dan klasikal
  • 15.50-17.00 Privat semaan dan hafalan
  • 17.00-17.20 Klasikal dan penutupan
  • 17.20-adzan magrib Persiapan jaburan dan sholat jamaah

Diatas merupakan contoh pembagian kegiatan belajar mengajar selama bulan ramadhan yang tentunya bersifat fleksibel menyesuaikan dengan kondisi madrasah pembelajaran alquran.

Materi TPQ selama bulan ramadhan

materi-TPQ-bulan-Puasa

Karena bulan istimewa, sering terjadi pengelola lembaga melakukan hal spesial dalam kegiatan belajar mengajar, adapula yang konsisten dengan materi pembelajaran yang telah dirancang selama satu semester. Berikut contoh materi.

Materi sesuai dengan kurikulum yang telah dirancang.

Pada sebagian tpq yang maju, mestinya telah memiliki kurikulum bagi anak didik yang di ejawantahkan dalam kalender pendidikan maupun RPP.

Dengan konsistensi pembelajaran yang ada maka materi yang diberikan menyesuaikan jadwal pada kaldik maupun RPP yang telah dibuat sebelumnya.

Materi Dalil Puasa Ramadhan

Bagi TPQ yang menginginkan penekanan materi puasa, maka salah satu yang perlu diberikan kepada santri mengenai dasar kewajiban alias dalil naqli mengenai puasa ramadhan.

Adapun dalil yang paling sering dipakai adalah dalam surat al Baqarah ayat 183;

يأَيُّهَا الَّذِينَءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [Al-Baqoroh: 183]

Santri didorong supaya mengetahui dasar surat dan ayat mengenai puasa.

Selanjutnya untuk yang sudah dewasa bisa dipacu untuk menghafalkan dan menuliskan dalam media yang dibawa sebagai salah satu pelajaran khot atau kaligrafi atau tahsinul kitabah.

Siapa saja yang wajib berpuasa ramadhan

Disampaikan kepada anak anak tentang kewajiban puasa ramadhan itu diperuntukkan kepada siapa saja.

Berikut yang diwajibkan untuk berpuasa di bulan shiyam;

  • Islam
  • Baligh dan berakal
  • Qudrah alias mampu untuk berpuasa

Keterangan syarat yang diwajibkan untuk berpuasa adalah

Islam karena orang non muslim tidak diwajibkan berpuasa dengan ketidakislamannya akan membuat ibadah puasa orang yang non muslim tidak diterima.

Baligh berakal berarti dia telah mencapai umur baligh, umumnya laki laki ditandai dengan mimpi basah dan wanita telah haid.

Berakal juga syarat yang mendampingi baligh dimana untuk orang yang gila atau sakit jiwa akan gugur kewajiban berpuasa.

Qudrah atau mampu puasa, dalam artian kondisi badan yang sehat mampu puasa dan tidak ada udzur, contoh tidak mampu puasa yaitu orang yang sedang sakit menahun, orang tua renta, udzur dalam perjalanan (di qodho pada hari yang lain diluar ramadhan).

Keutamaan bulan ramadhan

Materi ini guna memberikan semangat kepada santri dalam kegiatan ibadah dan berbuat baik lebih mendalam di bulan ramadhan, contoh keutamaan bulan ini adalah;

  1. Ramadhan adalah bulan diturunkan alquran
  2. Setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan surga dibuka
  3. Terdapat malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan
  4. Merupakan bulan yang salah satu waktu doa dikabulkan

Itulah beberapa hal yang bisa disampaikan untuk materi keutamaan ramadhan

Zakat fitrah sebelum sholat idul fitri

Menginformasikan tentang kewajiban zakat fitrah bagi setiap jiwa kaum muslim merdeka atau budak, besar kecil, laki laki perempuan bagi yang mampu.

Adapun ukurannya aalah satu sha kurma atau gandum, di indonesia telah terkenal dengan ukuran 2,5 kilogram bahan pokok makan yang umumnya berupa beras.

Zakat ini diinformasikan supaya anak mengetahui bahwa zakat fitrah bukan hanya diperuntukkan mereka yang sedang berpuasa saja, akan tetapi setiap jiwa muslim yang memiliki kekuatan untuk membayar.

Pembagian waktu materi pada bulan ramadhan

materi-TPQ-di-bulan-puasa-ramadhan

Diketahui bahwa Ramadhan kisaran 29-30 hari dengan masa 4 minggu.

Dari waktu tersebut pada minggu pertama ditekankan tentang dalil puasa, anak anak didorong hafal dasar puasa yaitu Q.S. al Baqarah 183, bagi yang agak besar bisa diajak untuk menghafalkan dan menuliskan ayat sebagai materi tahsinul kitabah.

Jika agak stagnan bisa ditambahi dengan materi pengenalan kelebihan bulan ramadhan serta siapa saja yang wajib untuk berpuasa.

Pada minggu keduam, diterangkan kewajiban puasa untuk siapa saja dengan agak mendetail dan bisa dilakukan tanya jawab menguji ingatan tentang dalil kewajiban puasa.

Di Minggu ketiga, anak anak diterangkan apa saja keutamaan bulan ramadhan dengan keterangan yang lebih detil serta contoh ibadah yang bisa mengundang untuk kebaikan, misalnya lebih taat kepada orang tua, rajin mengaji, tarawih yang tertib dan tidak bikin keributan pada saat sholat.

Pada minggu keempat, yaitu pengenalan materi mengenai zakat fitrah dan dilanjutkan siapa saja yang memiliki kewajiban untuk berzakat fitrah.

Itulah contoh materi TPQ bulan puasa, bisa jadi anda memiliki pendapat yang berbeda dalam materi ini. Bukan masalah karena memang belum ada kurikulum yang mengikat untuk TPQ utamanya di bulan puasa.

Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan, semoga diterima segala amalan dan diampuni semua salah dan khilaf. Amiin. salam kenal, wilujeng enjang dan wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Kegiatan TPQ di Bulan puasa Ramadan

kegiatan-TPQ-di-Bulan-Ramadhan
kegiatan santri TPQ di Bulan Ramadhan

Pontren.com – tulisan tentang berbagai kegiatan puasa bulan ramadan yang dilaksanakan oleh pengurus Taman Pendidikan Al Qur’an ( TPQ/TPA ) dalam rangka mengisi kegiatan semarak bulan puasa ramadhan tahun 2021.

Sebagai agenda tahunan dalam kegiatan pembelajaran Belajar mengajar pada Lembaga Pendidikan Al Qur’an (TPQ/TPQ), ramadan adalah momen bisa menarik santri yan biasanya tidak masuk, bahkan guru dadakan juga pada muncul.

Ramadhan yang penuh berkah memiliki dampak yang nyata dalam kesemarakan lembaga pendidikan keagamaan utamanya Taman Pendidikan Al Qur’an.

Selain TPA, masih banyak kegiatan lain yang dilaksanakan dalam rangka ramadhan oleh takmir masjid maupun pemuda pemudi serta remaja penggiat keagamaan Islam.

Dalam hal ini yang menjadi fokus bahasan adalah kegiatan yang umum dilaksanakan oleh pengelola lembaga pendidikan alquran baik TKQ TPQ maupun TQA pada masa bulan soum atau siyam romadhon.

Berikut adalah macam kegiatan yang umum dilaksanakan pada lembaga TPQ

TPQ masuk setiap hari pada bulan puasa

Umumnya TPQ memiliki jadwal masuk antara 2,3 sampai 4 hari masuk dalam satu minggu.

Pada bulan ramadhan jadwal masuk berubah menjadi setiap hari karena suasana puasa yang penuh barakah.

Adanya tambahan murid pun berbanding lurus dengan pertambahan guru mengajar selain reguler (biasanya siswa siswi SMA maupun anak kuliahan).

Karena waktu pembelajaran yang lebih pendek dan bisa memiliki waktu luang di sore hari karena mengajar dan terbawa suasana ramdhan.

Hidangan untuk berbuka puasa juga sudah jamak lumrah diperuntukkan bagi santri TPQ yang sering disebut dengan jaburan.

bagaimana materi untuk santri pada saat puasa ramadhan? anda bisa meneruskan pembelajaran saat hari biasa atau mengambil tema khusus saat pembelajaran TPQ saat puasa.

lebih mendalam anda bisa menyimak pada tulisan materi TPQ di bulan puasa ramadhan

Lomba internal Antar Santri Kegiatan TPQ bulan Ramadan)

Pada saat puasa di hari libur sekolah (minggu atau tanggal merah) biasanya para pemuda atau remaja masjid mengadakan perlombaan bagi para santri.

lomba-busana-muslim-TPQ
ilustrasi lomba busana muslimah

Adapun beberapa cabang lomba yang sering diperlombakan yaitu;

  • Mengaji/Tartil/Qiroah
  • Hafalan Juz amma dan doa harian
  • Adzan iqamah
  • Mewarnai menggambar atau kaligrafi
  • Cerdas cermat
  • Praktek sholat berjamaah atau munfarid
  • Lomba permainan (kelereng, memasukkan pena dalam botol, dll)
  • Dan lomba lainnya.

Ada baiknya untuk penyemangat santri diberikan hadiah beserta piagam penghargaan bagi pemenang lomba.

baca : lomba untuk Anak TPQ

Jalan jalan di sekitar kampung sambil menunggu adzan magrib waktu buka puasa

Guna menghindari kebosanan dan kejenuhan anak didik dalam belajar mengaji, sesekali ada TPQ yang mengajak para santri jalan jalan tadabbur alam sambil menungggu waktu berbuka puasa.

Pada waktu istirahat di perjalanan (biasanya sudah dirancang lokasi untuk berhenti pada tempat yang lumayan luas) dilakukan kegiatan bermain semisal outbond.

baca : Game Permainan TPA/TPQ

Permainan bermacam macam sesuai dengan pengetahuan para ustadz ustadzah semisal lari tangkap, menyanyi tebak tebakan, pertandingan suit batu gunting kertas dengan berbagai modifikasi.

Anjang sana ke TPQ yang dekat (Kegiatan TPQ Bulan Ramadan)

Bagi wilayah yang ramai semarak kegiatan TPQ, sesekali kunjungan dilakukan oleh tetangga pengelola dengan mengajak santri mengunjungi Lembaga yang berdekatan.

Cara kunjungan bisa dengan jalan kaki (kalau jarak relatif dekat) atau menyewa sepur kelinci dalam menuju lokasi.

Naik kereta kelinci juga merupakan hiburan tersendiri bagi anak anak dan ustadz ustadzahnya.

Lomba pertandingan antar TPQ

Bagi Badko TPQ yang berfungsi secara baik dan aktif pada bulan ramadhan merupakan moment yang pas dalam rangka pertandingan antara TPQ guna menyemarakkan kegiatan ramadhan dan mengukur kemampuan siswa serta menanamkan mentalitas dalam berkompetisi dan tampil di muka umum.

Lomba antar TPQ ini sebaiknya dirancang jauh hari sebelum pelaksanaan lomba guna kesuksesan kegiatan.

Adapun yang perlu dipersiapkan yaitu koordinasi tempat waktu dan jenis perlombaan untuk di sosialisasikan kepada para pengelola TPQ yang di undang.

baca : ucapan selamat puasa ramadan Bahasa Arab

Persiapan aturan dan ketentuan lomba beserta blangko kriteria penilaian untuk menghindari adanya protes komplain dari official ustadz ustadzah pendamping.

Menghubungi pihak pihak yang dijadikan juri atau dewan hakim guna melonggarkan waktu pada saat kegiatan dilangsungkan.

Pengumpulan pendanaan kegiatan agar pelaksanaan lomba bisa semarak dan hadiah yang patut bagi para pemenang kejuaraan.

Pesantren Kilat

Entah kenapa masjid ada yang melakukankegiatan ini jika sudah ada TPQ.

Dengan adanya kegiatan khusus dengan nama pesantren kilat bisa memberikan kesempatan bagi semua santri untuk mendapatkan sertifikat sebagai peserta dalam mengikuti kegiatan.

Keberadaan sertifikat atau piagam akan membuat anak anak senang gembira karena mendapatkan selembar kertas piagam atas partisipasi pada saat kegiatan pesantren kilat (perskil).

Saya sendiri mengalami kegembiraan disaat kecil mendapatkan piagam.

Takbir Keliling

Pada malam 1 syawal selesai ramadhan, kegiatan lumrah yang ada yaitu takbir keliling kampung atau lingkungan.

Pada masa dahulu banyak membawa oncor dari dengan bahan bakar minyak tanah.

Entah kenapa saat ini semaraknya berkurang greget dengan membawa obor keliling kampung (menurut saya).

Momen takbir keliling merupakan salah satu kegiatan mengasyikkan bagi para santri TPQ.

Akan tetapi dalam kegiatan ini sebaiknya santri yang dirasa layak ikut keliling yang diperbolehkan mengikuti.

Untuk anak yang masih TK atau PAUD sebaiknya disarankan takbiran di masjid saja atau dirumah bersama orang tua masing masing.

Pembagian dan Penyerahan Hadiah serta Piagam pada saat pengajian atau selesai takbiran

penyerahan-hadiah
penyerahan hadiah

Kebiasaaan bulan ramadhan yaitu adanya pengajian umum atau pada saat takbiran para warga jamaah berkumpul di Masjid atau mushola.

Pada saat momen ini sering dijadikan kesempatan penyerahan bagi para santri pemenang lomba yang telah diadakan sebelumnya.

Dengan dihadiri orang tua wali santri diharapkan dengan adanya pembagian hadiah serta piagam penghargaan atau sertifikat pemenang menjadikan semangat orang tua dan santri dalam keaktifan anak belajar mengaji pada TPQ.

Penutup

Itulah beberapa kegiatan TPQ yang sering dilaksanakan pada saat bulan puasa romadlon pada Lembaga Pendidikan Al qur’an.

Jika anda memiliki pengalaman yang sama atau berbeda dalam rutinitas kegiatan bulan ramadhan, silakan anda tuliskan pengalaman anda pada saat kegiatan TPQ di bulan ramadhan.

Siapa tahu tulisan anda dalam kolom komentar bisa memberikan inspirasi rekan yang lain untuk melakukan kegiatan pada saat puasa.

Salam ayo TPQ.

Logo STQ Nasional Maluku Utara, filosofi & download gambar

Logo STQ Nasional ke 26 tahun 2021 di Maluku Utara, filosofi maknanya dan unduh gratis free download gambar logo Seleksi Tilawatil Qur’an tingkat nasional XXVI format png Jpeg.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, logo yang memenangkan sayembara cipta logo ini mampu menyisihkan 59 peserta yang berasal dari penjuru tanah air indonesia.

Adapun yang memenangkannya adalah seorang pria bernama Muchilis. Berasal dari Kelurahan Tanah Tinggi Kota Ternate.

Panitia lomba menyebutkan bahwa apabila dewan juri atau siapapun menemukan plagiat pada karya ini maka secara hukum dapat dibatalkan.

Menurut ketua dewan juri lomba (Makbul A.H. Din) sayembara logo ini menyebutkan bahwa karya ini mempunyai keselarasan dengan kearifan lokal, kebangsaan, dan agama. Dalam hal ini tentu adalah agama Islam.

Makna Logo STQ Nasional XXVI Maluku Utara

Adapun penjelasan logo Seleksi Tilawatil Qur’an Nasional (STQN) Maluku Utara dan maknanya adalah sebagai berikut;

“Masjid Kesultanan sebagai kepala dari Burung Bidadari dengan bentuk masjid.

Masjid ini terdiri dari empat atap, empat pintu, empat sayap kanan dan empat sayap kiri, serta empat hiasan sayap di bagian belakang.

Keempatnya memberikan gambaran tentang empat Moloku Kie Raha atau empat Kesultanan Islam dan budaya Islam di Maluku Utara,”.

Untuk sisi tampak objek gambar Logo STQ Tingkat Nasional melambangkan Burung Bidadari dan Masjid Kesultanan yang berada di Maluku Utara.

Sebagai tambahan informasi, bahwasanya burung bidadari merupakan satwa unik yang hanya ditemukan di Hutan Halmahera.

Teks latin Tulisan STQ pada logo sebagai kaki pada Burung Bidadari yang menjadikan penopang/tumpuan bagi generasi muda Islam Maluku Utara dalam mempertahankan budaya membaca Al-Qur’an,”.

Secara keseluruan gambar dari logo menggambarkan kubah masjid yang merupakan simbol bahwa Islam memberikan kesempatan untuk menjadi kreatif dan menggambarkan kreativitas masyarakat dalam berbagai seni, salah satunya seni membaca Al-Qur’an,”.

Bergitulah keterangan dewan juri dalam menjabarkan makna logo yang menjadi pemenang sayembara ini.

Download Gambar Logo STQ Nasional PNG PDF

Berikut adalah penampakan gambar logo seleksi tilawatil Qur’an dalam format JPG ataupun PNG yang bisa anda unduh gratis free download.

Bisa sebagai cover laporan, membuat stiker menyemarakkan kegiatan, untuk DP Whatsapp maupun status pada facebook.

Tanpa basa basi, here it is the logo.

logo stq XXVI maluku utara

Demikian informasi kali ini, semoga menambah semarak kegiatan seleksi tilawatil Qur’an ke 26 di Maluku Utara pada tahun 2021, semoga berjalan sukses dan semakin memajukan Islam.

Wilujeng enjang, selamat pagi dan wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

TPQ Modern, Modernisasi metode mengajar dan manajemen

TPQ Modern, mengajari ngaji tanpa meninggalkan kearifan lokal, modernisasi metode mengajar dan manajemen pengelolaan. Kata modern biasanya merujuk kepada sesuatu yang baru dan kekinian mutakhir canggih, tidak usang.

Dengan begitu maka TPQ modern maksudnya Taman Pendidikan al-Qur’an yang kekinian mengikuti perkembangan zaman.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, barusan saya membaca artikel Modernisasi Pengelolaan TPQ Dalam Menjawab Tantangan Global kiriman Kemenag Kabupaten cilacap yang dipasang pada website resmi Kanwil Kemenag Jateng.

Dalam salah satu sambutannya, penyelenggara syariah yang mewakili Kankemenag dalam peresmian Baitul Muttaqin menyebutkan bahwa saat ini zamannya canggih, serba memakai teknologi utamanya bidang IT.

Untuk itu TPQ juga harus dikelola secara canggih dan modern.

Demikian salah satu arahan dalam sambutannya.

tpq modern

Entah bagaimana jika ditanyakan seperti apa kongkrit mengelola TPQ secara canggih, dan contoh model Taman Pendidikan a-Qur’an yang modern.

Saya tidak bisa membayangkan atau menganalisa seperti apa jawabannya.

Utamanya dalam contoh kongkrit dan model TPQ modern sebagai acuan.

Paling pol mentok nanti pada pembiayaan yang tidak ada dananya untuk membiayai TPQ yang modern dan canggih sebagaimana harapan.

TPQ yang Canggih dan Modern

Kalau menurut Kemenag, praktisnya TPQ yang canggih adalah;

  • Pertama, TPQ yang telah mendaftar dan memiliki SK Tanda Daftar LPQ dari Kepala Kantor Kemenag.
  • Yang kedua, yaitu TPQ yang aktif entry data EMIS.
  • Ketiga, taat pada aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Percaya atau tidak kriterianya seperti itu, coba saja anda tanya ke pihak yang berkaitan.

Wah, semuanya berkaitan dengan administrasi kelembagaan dong? Iya karena salah satu tugasnya kemenag utamanya PD Pontren dan Seksi Pakis ya mendata keberadaan LPQ yang termasuk didalamnya TPQ baik modern maupun yang sudah kuno.

Bagaimana sih TPQ yang modern? Seperti apa? Adakah buku panduannya?

Mari kita jawab satu persatu.

Untuk buku panduan dalam membuat TPQ yang modern, tidak ada buku yang secara eksplisit memiliki judul seperti itu yang dikeluarkan oleh kementerian Agama (sepanjang yang saya tahu).

Buku panduan paling akhir yang saya temukan (terbitan Kemenag) release pada tahun 2013 (8 tahun yang lalu).

Itupun prosentase sudah berapa banyak TPQ yang paham saya yakin juga belum mencapai 80% dari akumulasi TPQ di Indonesia.

Untuk mengarahkan dan menuju Taman Pendidikan Al-Qur’an yang canggih dan modern maka perlu mengetahui komponen pokok dalam lembaga ini.

Apa saja?

  • Manajemen Pengelolaan
  • Para Pengelola
  • Kurikulum
  • Jajaran Pendidik dan tenaga kependidikan (ustadz-ustadzah & tata usaha)
  • Santri murid anak didik TPQ.
  • Fasilitas lembaga
  • Mengarahkan lembaga menjadi tempat belajar yang modern maka komponen ini harus bergerak kearah yang canggih.

Kenapa bergerak kearah yang canggih?

Kalau mau jujur, mayoritas penataan lembaga serta pengelola, ustadz pengajar, anak didik serta fasilitas lembaga masih jauh dari kata ideal untuk modernisasi, jika tidak mau dikatakan ketinggalan zaman.

Bagaimana mengarahkannya? Entah seperti apa, tetapi begini opini saya.

Menuju Manajemen pengelolaan TPQ Modern

Saya berasumsi, masih banyak lembaga TPQ yang manajemennya masih memprihatinkan.

Beberapa model manajemen TPQ yang menyandera TPQ menuju era modern misalnya;

Manajemen Ala Tukang Cukur

Manajemen tukang cukur, dimana pengelolaan TPQ ini seperti model tukang cukur.

Maksudnya?

Anda tau tukang cukur itu semuanya dikelola sendiri, mulai menyiapkan tempat, menerima pembayaran, memberikan uang kembalian, mencukur klien, intinya semuanya dilakukan sendiri.

Pada lembaga yang kekurangan guru, kejadiannya mirip seperti ini yaitu ustadz pengajarnya sebagai guru juga menjadi bagian tata usaha, yang mencari dana, yang mengabsen santri, yang bikin kurikulum, intinya guru TPQ menghandle semua urusan TPQ.

Idealnya bagaimana?

Mestinya guru TPQ bisa fokus mendidik santri tanpa perlu bingung mengenai pendanaan, takmir masjid atau yayasan maupun para pemangku kebijakan seharusnya mengambil alih dalam menggali dana untuk keberlangsungan TPQ.

Urusan administrasi lembaga, mestinya ada pihak khusus yang bertindak sebagai tenaga administrasi, mengelola data emis, surat keluar masuk, raport santri, termasuk apapun itu berkaitan dengan kegiatan administrasi.

Intinya pembagian tugas masing masing person jelas sehingga manajemen lembaga bisa berjalan dengan baik.

Model Mengajar Seingatnya

Yang kedua yaitu model manajemen mengajar seingatnya, termasuk salah satu ciri manajemen TPQ yang masih ora karu-karuan.

Maksudnya?

Yaitu materi mengajar TPQ tidak memiliki arah tujuan dan target yang jelas. Pemberian materi tergantung pada keinginan guru menyampaikannya, seingat dia apa, tidak urut dengan panduan dan target KBM tertentu.

Tidak semua lembaga memakai model manajemen seingatnya, tetapi menurut saya pribadi masih ada saja TPQ yang seperti itu.

Manajemen anak ayam kehilangan induknya.

Kalau ini bukan manajemen juga, tetapi keadaan pengelola TPQ yang seperti anak yatim piatu.

Bagaimana bisa?

Ya bisa saja, lumrah terjadi TPQ yang kegiatan belajar mengajarnya pada masjid, tetapi kenyataan dalam hal pendanaan, bimbingan dan support takmir masjid bisa dikatakan nol kontribusi.

Palingan saat lebaran saja ada tali asih (dalam pendanaan), untuk support lembaga supaya maju bagaimana caranya juga hampir-hampir pesimis jika mengharap gerak dari pengurus masjid.

Selanjutnya arahan dan bimbingan dari Kemenag. Anggaran yang minim serta banyaknya lembaga membuat lembaga TPQ seperti tidak tersentuh pendampingan secara nyata.

Modernisasi TPQ, jangan Bingung Kurikulumya

Contohnya, saat lembaga TPQ bingung seperti apa kurikulum TPQ, ternyata masih banyak lembaga yang belum mengetahui buku panduan dari Kemenag.

Padahal syarat mendaftarkan Lembaga TPQ ke Kemenag mensyaratkan 1 set kurikulum.

Untuk madrasah pendidikan formal saja mereka memiliki panduan. Anda tentu tahu yang namanya guru madrasah tentunya memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman jam terbang jika anda bandingkan dengan guru TPQ secara umum.

Lha urusan kurikulum saja banyak guru TPQ yang tidak tahu harus bagaimana melangkah, ujung-ujungnya pendidikan TPQ materinya adalah seingat guru yang mengajar.

Untuk menuju TPQ modern maka berbagai situasi minus diatas perlu tindakan kongkrit dan eksekusi.

Mengubah Manajemen yang kurang Baik menuju modernitas tata kelola TPQ

Perihal manajemen tukang cukur, maka kepala TPQ mulai melakukan penataan lembaga, berkoordinasi dengan takmir masjid dan tokoh masyarakat.

Sebelumnya perlu membuat desain seperti apa nanti TPQ hendak dijalankan, selembar dua lembar kertas uraian bisa menjadi pendamping dalam membuat rancangan arah TPQ, misalnya pendanaan dengan SPP santri, donatur tetap lingkungan kiri kanan, 10 persen infaq masjid dan lain sebagainya.

Yang kedua menghilangkan model pembelajaran seingat guru. Caranya membuat kurikulum atau mengaplikasikan panduan dari Kemenag. Jangan lupa laksanakan kurikulum ini semendekati mungkin.

Jujur saja saya agak ragu jika TPQ bisa mengadaptasikan matriks pembelajaran TPQ secara komprehensif.

Kenapa begitu? TPQ tingkat c pada panduan Kemenag sudah selesai ilmu tajwid bacaan gharib.

Guru TPQ berapa banyak yang menguasai bacaan gharib?

Urusan anak ayam kehilangan induknya, maka perlu ustadz ustadzah TPQ berkomunikasi dengan takmir masjid.

Menyampaikan program selama satu tahun, dan membuat surat pemberitahuan anggaran biaya. Perkara diberi atau tidak yang penting sudah berusaha.

Karena perekonomian masjid juga tidak semua sama, maka dalam menyusun anggaran anda perlu melihat kondisi kas masjidnya.

Jika memang seret buatlah sederhana saja, misalnya untuk keperluan ATK kegiatan belajar mengajar selama satu tahun.

Guru TPQ yang modern

Saya pribadi tidak melihat bahwa seorang guru TPQ harus memiliki ijazah tertentu pada pendidikan formal.

Sebenarnya syarat menjadi guru TPQ (menurut opini saya) itu ada 3;

  • Mau mengajar rutin
  • Memiliki keinginan belajar yang kuat (dalam keilmuan KBM TPQ)
  • Mengaplikasikan teori mendidik santri TPQ secara sungguh-sungguh

Berijazah S.Ag, atau SHI, S.Pd.I maupun gelar pendidikan yang ada keagamaan Islamnya tidak menjamin para sarjana ini mau terjun mengajar TPQ.

Kebanyakan memburu aktivitas ekonomi maupun pekerjaan yang lain.

Memang ada yang mengajar, tapi apabila anda rasio berapa banyak alumni sarjana agama yang mengajar TPQ maka anda akan menemukan angka yang tidak terlalu banyak dalam prosentase.

Makanya saya beranggapan gelar pendidikan bukan syarat untuk menjadi guru TPQ, tetapi kemauan dan kompetensi keilmuan lebih penting.

Menjadi Guru pada TPQ Modern

Bagaimana menjadi guru TPQ yang modern?

Ada 3 kemampuan pokok yang harus gur TPQ miliki yaitu;

  • Menguasai materi pembelajaran TPQ;
  • Memiliki pengetahuan psikologi anak;
  • Mempunyai bekal keilmuan dalam metode dan menyampaikan materi pembelajaran

Apapun basic anda, apapun ijazah sampean, jika menguasai ketiga hal ini menurut saya pribadi sudah cukup untuk menjadi guru TPQ yang berkompeten.

Tidak peduli ijazah anda hanya SD atau bahkan tidak punya ijazah formal sekalipun, kalau anda memiliki ketiga kemampuan diatas maka menurut saya anda adalah guru TPQ yang berkompeten.

Sarana Prasarana

Jujur saja, sudah bertahun tahun semenjak saya kecil, urusan sarana prasarana TPQ ya berkutat itu-itu saja.

Apa saja coba?

  • Buku atau kitab untuk belajar membaca
  • Papan tulis beserta kapur spidolnya
  • Meja untuk belajar

Jarang saya menemukan TPQ yang full ac dan setiap kelas ada lcd proyektornya, malah sejujurnya saya belum pernah menemukannya.

Apakah arahnya harus memiliki LCD projector?

Menurut saya engga juga sih, lagian duitnya siapa, untuk nyari SK Kemenkumham sebagai syarat mendaftarkan TPQ ke Kemenag sudah membuat pusing seribu keliling. Apalagi mikir beli LCD.

Yang jelas begini, urusan alat gadget dan lainnya berbanding lurus dengan kemampuan keahlian IT pengajarnya.

Kalau gurunya masih gaptek, maka alat-alat canggih kurang maksimal dalam menggunakannya.

Memanfaatkan Media Yang Modern

Kalau guru gurunya jago IT tentu bisa memanfaatkan celah keterbatasan keadaan dengan kemampuannya.

Misalnya membuat blog, channel youtube untuk pembelajaran TPQ, animasi dan lain sebagainya, masih jauh, tapi kalau mau modern juga perlu mulai untuk menuju kesana.

Nah yang terakhir yaitu TPQ tidak meninggalkan kearifan lokal, saya agak bingung sendiri kenapa bikin judul seperti itu.

Sepanjang yang saya tahu memang islam sifatnya universal untuk seluruh umat manusia, jadi tentu bukan yang sifatnya lokal.

Tapi ya entahlah, kurang paham juga, yang jelas dalam kearifan lokal selama tidak berupa maksiat dan hal berdosa atau perbuatan syirik tentunya bukan hal yang masalah bagi lembaga TPQ dalam mensikapi kearifan lokal.

Nglantur kemana saja ini, jika anda punya opini TPQ modern, silakan anda tuliskan pada kolom komentar, wilujeng enjang, wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Cara Mengelola TPA TPQ Teladan Terbaik Percontohan

TPQ Terbaik di indonesia (ilustrasi)
TPQ Terbaik di indonesia (ilustrasi)

pontren.com – cara mngelola TPA atau TPQ teladan terbaik percontohan. tulisan lama tanggal 16 Oktober 2017 yang saya perbarui kembai sebagai bacaan ringan para guru pendidik Taman pendidikan Al-Qur’an dimanapun anda berada. salam kenal.

Bagi para penggiat kegiatan keagamaan khususnya pada pendidikan Al Qur’an yang berpikiran maju, progressif dan semangat tinggi serta daya juang yang mumpuni, mestinya memiliki mimpi bagaimana supaya Lembaga Keagamaan yang di kelola, dalam hal ini TPQ bisa menjadi maju, berkembang dengan baik dan menjadi Lembaga TPA teladan bagi Taman Pendidikan Al Quran yang lain.

Mestinya ada komponen serta hal hal yang menjadi acuan serta parameter suatu lembaga TPQ dapat dikategorikan sebagai lembaga yang representatif dalam pengelolaan yang baik.

Komponen tersebut mencakup bidang administrasi, KBM (kegiatan Belajar Mengajar) serta sektor pendanaan, tidak lupa pada ketersediaan rasio guru dengan santri yang cukup.

Untuk lebih detail tentang barometer suatu lembaga TPQ bisa dikategorikan tertata dengan baik bisa disimak sebagai berikut

Administrasi TPQ yang baik

Pada tataran administrasi, ada dua hal yang perlu diperhatikan.

Pertama administrasi secara eksternal dengan instansi terkait, yang kedua administrasi internal kelembagaan terkait dengan ketertiban berbagai macam administrasi yang sebaiknya dimiliki oleh lembaga

Struktur Pengurus TPQ yang jelas dan berjalan dengan kondusif saling bersinergi

ilustrasi guru tpq teladan sedang rapat
ilustrasi pengurus dan guru tpq teladan sedang rapat

Hal pokok yang diperlukan guna menjalankan administrasi yang baik diperlukan personal yang berkompeten di bidangnya serta sikap yang baik dan semangat yang mumpuni serta ketelatenan dalam membuat adminisitrasi TPQ.

Dengan kepengurusan yang jelas serta masing-masing person menjalankan tugas masing-masing dengan baik maka berdampak kepada keteraturan dalam banyak bidang. Mulai dari administrasi, KBM, maupun gathering dana.

Terdaftar di Kementerian Agama (administrasi eksternal)

Hal yang pertama perlu di perhatikan adalah diakuinya secara legal oleh instansi yang menaungi lembaga TPQ ataupun TPA yaitu Kementerian Agama.

Suatu TPQ di anggap sebagai lembaga diakui oleh Kementerian Agama (dalam hal ini TPQ) adalah dengan adanya piagam terdaftar yang dikeluarkan oleh Kemenag Kabupaten, atau minimal memiliki nomor statistik lembaga.

Untuk pendaftaran TPQ bisa disimak pada Proses mendapatkan nomor statistik TPQ di Kemenag

Kelengkapan Administrasi Lembaga Taman Pendidikan Al Qur’an

Bagi TPQ yang masih seadanya, umumnya kegiatan TPQ hanya berkutat kepada santri berkumpul di ruangan, kemudian di berikan pelajaran oleh ustadz atau ustadzah.

Jika para pengelola TPQ menginginkan naik kelas menjadi TPQ yang berkualitas, diperlukan usaha yang baik guna perkembangan kualitas lembaga.

Salah satu parameternya adalah kelengkapan administrasi Lembaga, semisal, buku induk, buku tamu, absen ustadz, absen santri, dan buku keuangan serta kelengkapan administrasi yang lainnya.

Untuk lengkap serta download file administrasi tpq bisa disimak pada kelengkapan administrasi TPQ

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) TPQ yang baik

Pada sektor kegiatan belajar mengajar, hal yang perlu diperhatikan guna pengelolaan yang baik adalah tentang pembagian kelas-kelas bagi santri TPQ, kurikulum pengajaran, matriks pembelajaran dan juga kegiatan ujian semesteran serta pembagian raport.

Pembagian Kelas Santri TPQ

Mestinya tidak semua santri TPQ mempunyai umur dan kemampuan yang sama. Guna tersampaikan materi pendidikan yang bisa diserap maksimal oleh santri.

Maka diperlukan pembagian kelas serta jenjang pada pendidikan TPQ. Dalam buku panduan TPQ disebutkan bahwasanya tingkat pembelajaran TPQ dibagi menjadi :

  1. Taman Kanak Kanak Al Qur’an
  2. Taman Pendidikan Al Qur’an
  3. Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Kemudian pada 3 (tiga) jenjang tingkatan diatas dipilah pilah lagi menjadi beberapa level. Lebih lengkapnya bisa dibaca pada jenjang pendidikan Al Qur’an

ilustrasi santri TPQ mengaji
ilustrasi santri TPQ mengaji

pada buku panduan pengelolaan TPQ, disebutkan tentang bagaimana pembagian waktu dalam kegiatan belajar mengajar ketika kelas umum dan kelas privat.

Disebutkan juga pembagian waktu serta matriks pembelajaran TPQ dalam satu tahun dengan model semesteran.

Kurikulum Taman Pendidikan Al Qur’an dan Matriks Pembelajaran

TPQ yang dikelola dengan baik mestinya dalam dataran pengajaran tidak hanya guru datang, mengajarkan materi seingatnya (tidak terprogram dengan rapi), kemudian menyimak hafalan santri.

Sukur-sukur ada jadwal harian yang bisa ditaati dalam penyampaian materi.

Apabila masih bingung terkait membuat jadwal serta kurikulum TPQ, dan juga cara penyampaian pengajaran yang sistemik serta runtut dan terporgram, Kementerian Agama RI di Jakarta memberikan panduan.

Panduan kurikulum TPQ dapat di cermati pada tulisan Struktur Kurikulum TPQ. Sedangkan jadwal penyampaian materi secara semesteran dalam satu tahun bisa dilihat contohnya dalam matriks pembelajaran TPQ Level A.

dengan mengikuti panduan tersebut, insyaallah kualitas TPQ akan meningkat seiring sejalan dengan waktu jika dilaksanakan dengan sungguh sungguh dan konsisten.

Rasio Jumlah ustadz dan santri yang seimbang

Beberapa kasus ditemukan bahwasanya mati nya atau bubarnya TPQ bukan dikarenakan kurangnya santri yang belajar, akan tetapi karena ketidaktersediaan guru yang mengajar.

Hal ini terjadi umumnya disebabkan faktor pengajar yang masih bujang kemudian menikah, sehingga meninggalkan kegiatan mengajar.

Bisa juga karena ustadznya adalah anak-anak sma sehingga pada waktu melanjutkan kuliah tidak ada guru lain yang menggantikan.

Begitulah beberapa kasus yang terjadi penyebab pupus suatu lembaga TPQ.

Dengan kekurangan guru mengajar menjadikan jumlah guru dan santri tidak sebanding, adakalanya santri dengan jumlah 70 hanya di ampu sebanyak 2 orang.

Hal ini menjadikan penyampaian materi yang tidak maksimal. Dengan terpenuhi jumlah guru yang baik dalam mengajar menjadikan kesempatan santri menjadi lebih baik dalam menerima pelajaran meningkat.

ilustrasi ustadzah TPQ TPA
ilustrasi ustadzah TPQ TPA

Ujian semesteran dan pembagian raport santri TPQ

Sebagai kegiatan evaluasi santri serta mengetahui sejauh mana kemampuan dan keberhasilan dalam kegiatan mengajar, TPQ yang berkualitas harusnya mempunyai jadwal ujian semesteran yang terjadwal.

Adapun saran pelaksanaan ujian adalah masa dimana para santri selesai melakukan kegiatan semesteran di sekolahan, dimana waktu hari tenang sebelum penerimaan raport sekolahan bisa dimanfaatkan untuk ujian semesteran pada TPQ.

Selesai evaluasi pendidikan dengan cara ujian semester, selanjutnya pembagian raport merupakan bagian yang sangat diperlukan sebagai perwujudan kesungguhan pengelolaan lembaga.

Sebagai contoh raport TPQ bisa mengunjungi raport Taman Pendidikan Al Qur’an.

Dengan adanya kegiatan ujian serta pembagian raport, ada hal positif yang di dapat oleh santri maupun lembaga. Bagi santri bisa diketahui sejauh mana kemampuannya, kemudian semangat belajar karena ujian.

Bagi lembaga TPQ akan mendapatkan kredit poin dari wali santri karena memandang adanya keseriusan dalam pengelolaan lembaga.

Apalagi jika nantinya pada saat akhir tahun dilaksanakan kegiatan wisuda santri serta penyerahan ijazah TPQ.

Pastinya sedikit banyak akan membuat orang tua lebih percaya kepada lembaga dan ngoyak-oyak anaknya mengaji di TPQ yang berkualitas.

Sebagai contoh ijazah TPQ serta cara penulisan silakan mengunjungi Ijazah Taman Pendidikan Al Qur’an

ilustrasi santri TPQ belajar
ilustrasi santri TPQ belajar

Pendanaan TPQ yang cukup

Beberapa hal diatas mestinya akan berjalan dengan baik jika ada dana yang murwat guna operasional kegiatan TPQ. Adalah sangat memprihatinkan kondisi umum terkait keuangan TPQ.

Tidak menutup mata adanya TPQ yang kuat secara dana, akan tetapi berapa persen?

Pada kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemenag dan diisi seorang dosen dari IAIN Surakarta bernama Abu Choir, (sekaligus pemilik pondok pesantren) menyebutkan tentang beberapa tips mendapatkan dana bagi lembaga.

Beberapa diantaranya adalah (bagi TPQ di desa) dengan cara menitipkan 1 benih pohon pisang kepada 1 orang santri dimana nanti kalau berbuah maka menjadi biaya spp santri, atau dengan memberikan anak ayam 1 kepada santri dan di saat besar untuk dijual.

Pada dasarnya hal yang umum dalam penggalian dana adalah sebagai berikut :

Dana dari masjid. Akan tetapi entah kenapa umumnya takmir masjid mengabaikan pendanaan bagi TPQ, bisa jadi karena miss komunikasi (atau tidak adanya komunikasi?) takmir dengan pengelola TPQ.

Dimana umumnya takmir masjid adalah orang orang senior dan terpandang, sedangkan penggiat TPQ adalah anak anak muda ataupun orang tua yang secara perhitungan bukan dari kalangan yang diperhitungkan.

Hal ini menjadikan pengurus TPQ menjadi inferior dihadapan para takmir masjid sehingga tidak punya bargaining position yang bagus dalam penganggaran dana bagi TPQ.

Donatur tetap : ada beberapa TPQ di perkotaan atau bahkan di desa yang mempunyai donatur tetap bagi kalangan yang menginginkan untuk menjadi donatur.

Adapula donatur yang tersadarkan karena diketuk oleh pengurus TPQ.

Jika pengelolaan ini dengan baik dan laporan rutin serta tertib, insyaallah akan tetap ada donatur yang bersedia untuk menjadi kontributor ekonomi (seberapapun itu)

Infaq santri : ada beberapa kotak amal yang bisa dibuat khusus bagi santri TPQ sehingga ada sedikit dana guna penunjang kegiatan TPQ

ilustrasi guru TPQ menata administrasi Donatur bagi lembaga
ilustrasi guru TPQ menata administrasi Donatur bagi lembaga

SPP uang Syahriah : Berdasarkan pengamatan dari beberapa TPQ yang maju, baik serta tertata dengan profesional, ternyata banyak orang tua yang tidak keberatan untuk membayar RPP secara rutin.

Pada era sekarang ini ternyata memburu kualitas lebih diutamakan oleh sebagian orang daripada memburu hal yang gratis akan tetapi kualitas memprihatinkan.

Jadi bisa dikatakan bahwa dengan peningkatan kualitas TPQ maka kans untuk mendapatkan dana operasional TPQ menjadi lebih terbuka.

Begitulah beberapa parameter untuk bisa menyebut suatu lembaga TPQ yang berkualitas ditinjau dari segi KBM dan keberadaan guru.

Belum lagi berbicara tentang kualifikasi guru serta ketersediaan sarana prasarana baik bangunan maupun alat peraga.

Masih jauh dari harapan kalau semua hal dimasukkan kedalam standar TPQ yang maju.

Demikian untuk menjadi catatan dan penyemangat para asatidz tarbiyatul aulad dalam pendidikan membaca alquran.

Keberadaan Paudqu sebagai pelengkap ekosistem pendidikan Pesantren

keberadaan paudqu pelengkap pesantren , sebenarnya saya dulu pernah menganalisa, untuk apa Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an diadakan. Tokh kemenag sudah mempunyai Raudhatul athfal dan Bustanul Athfal sama sama berada pada naungan Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

pontren.com – assalaamu’alaikum, Keduanya sama untuk melayani pendidikan bagi anak-anak yang usia masih dini (sebelum masuk pendidkan dasar pada sekolah SD atau MI). Dan bahkan sama sama berada pada dirjen pendis.

Apa urgensinya?

Untuk menjawab ini, anda bisa menyimak urutan pendidikan mulai dari bawah sampai dengan tinggi yang jika anda tarik garis lurus ada hubungan korelasi antar jenjang pendidikan dan yang lainnya.

Jenjang pendidikan Formal pada Madrasah dan Pondok Pesantren

Berikut urutan jenjang pendidikan formal lembaga madrasah mulai yang paling bawah ke tingkat tinggi.

  • Raudhatul Athfal (RA)/ Bustanul Athfal (BA)
  • Madrasah Ibtidaiyah
  • MTs (Madrasah Tsanawiyah)
  • Madrasah Aliyah
  • Universitas Islam/Institut Agama Islam/Sekolah Tinggi Agama Islam.

Jika anda mencermati maka jenjang urutan pendidikan ini merupakan lembaga yang berada pada Direktorat Madrasah.

Kemudian, sekarang mari kita mengurutkan lembaga pendidikan pada direktorat PD Pontren

  • Pendidikan Anak Usia Dini
  • PDF/Muadahalah Ula
  • Pendidikan Diniyah Formal(PDF)/Muadahalah Wustha
  • PDF/Muadahalah Ulya
  • Ma’had Aly

Setelah anda melihat bagan ini, tentu sampean paham, kenapa pada tahun 2020 muncul Paudqu yang kepanjangan dari Pendidikan Anak Usia Dini.

pendidik PAUDQU

Pada madrasah, pendidikan formalnya mulai dari RA BA, kemudian MI, MTs, MA dan lanjut ke perguruan tinggi.

Sedangkan pada jenjang pendidikan formal pondok pesantren pesantren awal mula Paudqu, Jenjang Ula, Tingkat Wustha, marhalah Ulya, kemudian Ma’had Aly.

PAUDQu melengkapi ekosistem pendidikan (keberadaan paudqu pelengkap pesantren)

Dengan begitu, keberadaan PAUDQu adalah untuk melengkapi ekosistem jenjang pendidikan pada pondok pesantren yang berada pada naungan Direktorat PD Pontren.

Apabila PAUDQu tidak ada, maka jenjang pendidikan Anak Usia Dini pada pondok pesantren menjadi hilang alias tidak ada eksistensinya.

Dengan adanya paudqu ini menjadikan lengkap ekosistem jenjang pendidikan pondok pesantren mulai dari awal mula sampai dengan pendidikan perguruan tinggi.

Nah seperti itulah yang saya tangkap dari uraian Non Vinalia Putri yang menjadi salah satu punggawa PD Pontren pada salah satu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi di Indonesia ini.

Semoga bisa menjawab apabila ada yang bertanya kenapa ada paudqu jika sudah ada RA dan BA milik Ditjen Pendis Kementerian Agama.

Wilujeng siang, selamat maksi, salam kenal dan wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

tpq enggan mendaftarkan Ke Kemenag karena Syarat Berbadan Hukum

Keengganan pengelola lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) atau yang biasa masyarakat menyebutnya TPA untuk mendaftarkan lembaganya ke Kementerian Agama karena merasa syarat yang begitu memberatkan utamanya berada pada naungan organisasi lembaga yang berbadan hukum.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, sore kemarin saya bersua dengan salah satu penyuluh NON PNS yang sedang mendata masjid karena permintaan KUA untuk mendapatkan piagam surat keterangan nomor statistik.

Selain sebagai penyuluh, beliau juga mengelola sebuah lembaga pendidikan yang fokus kepada hafalan dengan sokongan dari seorang dokter kondang.

Sayangnya pak dokter meninggal dunia, sehingga dukungan dana menjadi surut dan terasa dalam perjalanan pengelolaan lembaga ini.

Sebagai warga negara yang baik, beliau datang ke Kantor Kabupaten tempat lembaganya berdomisili untuk mendaftarkan lembaganya pada rumpun LPQ, memilik Taman Pendidikan Al-Qur’an sebagai jenisnya.

Apa lacur ternyata dua kali mencoba mendaftarkan dan dua kali pula mendapatkan penolakan.

Alasannya karena lembaganya tidak memiliki badan hukum. Jika dalam bahasa Juknis TPQ yang bersangkutan tidak berada dibawah organisasi atau yayasan yang berbadan hukum.

Syarat mendapatkan izin operasional TPQ memberatkan lembaga (tpq enggan mendaftarkan ke Kemenag)

Akhirnya dengan nada yang tampak jengkel dan menahan gemas mengungkapkan tidak akan mendaftarkan lembaga TPQ nya ke Kemenag karena merasa persyaratan pendaftaran yang begitu memberatkan.

Maksudnya memberatkan disini adalah harus berada dibawah organisasi lembaga berbadan hukum.

Kenapa memberatkan?

ilustrasi guru tpq teladan sedang rapat
ilustrasi guru tpq teladan sedang rapat

Karena untuk memiliki yayasan atau organisasi berbadan hukum memerlukan biaya yang tidak sedikit bagi lembaga TPQ.

Uang berjuta juta rupiah perlu ada untuk mewujudkan SK Kemenkumham yang menyatakan lembaga ini berbadan hukum.

Lha duit darimana TPQ bisa menghimpun sejumlah uang berjuta juta?

Untuk kegiatan operasional pembelajaran sehari-hari saja mereka irit dan hemat. Alasannya karena memang kas TPQ sangat sedikit.

Apesnya lagi, dia berada di Wilayah Jawa Tengah, yaitu pemberlakuan badan hukum yang sangat ketat.

Bagaimana ketatnya?

Menurut penuturan dari berbagai sumber yang valid beritanya, TPQ boleh saja menginduk kepada yayasan yang berbadan hukum.

Tahukah sampean bahwa Kasi Kanwil yang memegang TPQ memberi ultimatum bahwa organisasi atau yayasan tempat menginduk ini harus yang bonafide.

Bonafide bagaimana? Embuh batasannya piye, Cuma memberi gambaran yang samar tanpa kejelasan ketentuan bonafide nya seperti apa.

Sekilas menyebutkan bahwa yayasan atau organisasi ini sekupnya harus nasional.

Makanya saya hanya menahan tawa takut dosa, disaat badko LPQ ditolak sebagai tempat bernaung TPQ untuk mendapatkan izin operasional dari Kemenag.

Alasannya kenapa?

Karena Badko LPQ (dulu bernama Badko TPQ) kelasnya hanya Jawa Tengah, kelas Provinsi doank, bukan nasional.

Dan yang bikin lebih mengelus elus dada lagi yaitu keberadaan pondok pesantren yang diselenggarakan perorangan ternyata tidak menyaratkan harus berada dibawah organisasi lembaga berbadan hukum.

Padahal pondok pesantren secara lembaga pendidikan lebih serius dan besar apabila berbanding dengan TPQ.

Entah apa yang ada dibenak pembuat juknis penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an yang mencantumkan keharusan berada dibawah yayasan atau organisasi berbadan hukum.

Mungkin mereka hendak memberikan bantuan untuk pembadanhukuman lembaga TPQ seluruh indonesia atau kerjasama dengan notaris, wallahu a’lam.

Engga Entry Data EMIS masih tetap dapat Bantuan BOP TPQ Masa Covid

Yang jelas situasi ini membuat TPQ banyak enggan untuk mendaftarkan diri Ke Kemenag.

bantuan TPQ

Apalagi jika nanti musim tidak ada bantuan, akan tertawa sedih para operator emis kabupaten melihat para pengelola TPQ mengabaikan EMIS dan memandang emis hanyalah sebagai beban hidup dan beban sejarah Lembaga Pendidikan Al-Qur’an.

Ada saja pertanyaan pengelola TPQ menanyakan apa manfaatnya Entry data EMIS untuk TPQ secara langsung?

Tokh pada saat guyuran dana BOP Covid ternyata banyak lembaga TPQ yang tidak entry data emis tetap saja dapat bantuan 10 juta. Bener ga?

Wilujeng siang, selamat melakukan kalkulasi dana untuk biaya pembuatan SK Kemenkumham yayasan atau organisasi berbadan hukum, wassalaamu’alaikum.

Alasan Badko TPQ berubah nama menjadi Badko LPQ

Badko LPQ berubah LPQ. Alasan Badko TPQ Jawa Tengah berubah nama menjadi Badko LPQ. Perubahan penamaan Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur’an ganti menjadi Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah, awalnya saya mengira organisasi Badko TPQ (yang saat ini telah berubah nama menjadi Badko LPQ) merupakan ormas yang memiliki cakupan secara nasional.

Ternyata saya salah, karena keberadaan Badko ini hanya ada di Jawa Tengah (sepanjang yang saya tahu).

Hal ini (mengetahui cakupan hanya jawa tengah) karena urusan konsultasi mengenai ijop / izin operasional TPQ berupa SK Tanda daftar lembaga Pendidikan Al-Qur’an berkaitan dengan organisasi berbadan hukum.

Dalam hal ini Kasi kanwil mensyaratkan bahwa lembaga TPQ yang hendak menginduk pada organisasi haruslah suatu organisasi berbadan hukum yang bonafide.

Entah apa kriteria bonafide ini yang jelas salah satu unsurnya yaitu sekup keberadaannya secara nasional.

Contoh yang diberikan semisal organisasi Muhammadiyah atau Nahdlatul Ulama (NU).

Dengan persyaratan ini sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Seksi pada Kanwil yang menangani TPQ.

Maka apabila TPQ menginduk kepada Yayasan Badko TPQ akan serta merta ditolak, alasannya tidak bonafide, karena cakupannya hanya pada Provinsi Jawa Tengah.

Kita kesampingkan dahulu mengenai kontroversi TPQ harus berbadan hukum yang membuat banyak pengelola malas mendaftarkan lembaganya ke Kemenag karena keberatan dengan besaran biaya yang dikeluarkan untuk mengurus organisasi berbadan hukum.

Alasan Badko TPQ berubah Nama Menjadi Badko LPQ

kegiatan-badko-TPQ-Tasikmadu
kegiatan-badko-TPQ-Tasikmadu-dihadiri-Bupati-Karanganyar

Perubahan nama ini bisa anda lihat dalam AD ART Badko LPQ Kota semarang.

Adapun secara lengkap kutipan berkenaan dengan perubahan nama Badko LPQ Jawa Tengah adalah sebagai berikut;

Sejalan dengan adanya perubahan kebijakan pemerintah tentang penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an.

Hal ini sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI Nomor 91 tahun 2020.

yaitu tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an.

Maka penamaan Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (Badko TPQ) diubah menjadi Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Provinsi Jawa Tengah.

Yang selanjutnya disebut Badko LPQ Jawa Tengah, dengan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Dengan begitu, secara ringkasnya alasan perubahan adalah;

  • Adanya perubahan kebijakan pemerintah tentang Pendidikan Al-Qur’an (SK Dirjen Pendis no 91 th 2020)
  • Penamaan Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (Badko TPQ) diubah menjadi Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an. Selanjutnya disebut Badko LPQ Jawa Tengah.

Perubahan nama ini secara keseluruhan tidak terlalu memberikan dampak dan perubahan yang signifikan,

Hanya ada reorganisasi yaitu adanya penambahan dalam struktur pengelola yaitu tambahan;

  • dewan pembina;
  • dewan pengawas;
  • dan dewan pakar

demikian informasi berkenaan dengan perubahan nama Badko Jawa Tengah dari TPQ menjadi LPQ karena efek perubahan ketentuan tentang Pendidikan Al-Qur’an. Wilujeng sonten, wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.