Tinon Pindha Panjrahing Puspita tegese yaiku katon kaya sumebaring wrata kembang, artinya adalah tampak kelihatan bagaikan tersebarnya secara merata bunga.
pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, dalam lakon wayang utamanya wayang kulit, pada suluk pedhalangan kita akan mendengar kosakata Bahasa Jawa kuno (kawi).
Salah satunya misalnya yaitu ungkapan kata-kata yang berbunyi “Warna-warna busananing para prajurit tinon saking mandrawa pindha panjrahing puspita”.
Yang artinya yaitu warna-warna busana/pakaian para prajurit tampak dari kejauhan bagaikan bersebarnya secara merata bunga (bunga).
Maksudnya kata anjrahing (mekar) disini adalah bermekarannya beberapa atau bahkan banyak kembang atau bunga. Bukan hanya setangkai kembang saja.
Adapun maksud dari ungkapan ini yaitu beraneka warna busana yang menjadi pakaian para prajurit.
Pada kata-kata Jawa, ungkapan ini juga memberikan arti mengenai pakaian atau busana yang tampak warna warni yang dikenakan oleh seorang tokoh wayang.
Misalnya dalam kalimat “Samya mangagem busana ingkang maneka warna, tinon saking mandrawa pindha panjrahing puspita”.
Dalam bahasa biasa artinya adalah “padha nganggo klambi/pakaian kang werna-werna, katon saka adoh kaya mekroking kembang.
Artinya yaitu = sama memakai pakaian/kostum yang warnanya bermacam-macam, tampak kelihatan dari kejauhan bagaikan bermekaran bunga.
Contoh ungkapan lainnya yaitu “Saking kathahing pra wadya ingkang sami ngagem busana maneka warna katinon saking mandrawa pindha panjrahing puspita.”.
Arti Tinon Pindha Panjrahing Puspita
Berikut ini adalah arti secara harfiah dalam kosakata Bahasa Jawa yang mudah dan artinya kedalam Bahasa Indonesia.
Tinon tegese yaiku katon, ketok, artinya adalah tampak, kelihatan.
Pindha tegese yaiku kaya, memper, artinya adalah seperti, mirip, bagaikan.
Panjrahing asale saka panjrah kang ateges sumebar wrata. Arti panjrahing adalah tersebar secara merata.
Puspita tegese yaiku kembang yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah bunga.
Jadi jika kita memaknai arti dari ungkapan dalam suluk pedalangan kata-kata ini maksudnya adalah dari kejauhan tampak kelihatan bagaikan tersebar yang merata dengan berwarna – warni bunga.
Dan lazimnya ungakapan ini penggunaannya untuk penggambaran pakaian pasukan perang yang banyak dan memiliki kostum dengan aneka warna.
Dalam kisah wayang biasanya ada peperangan yang sifatnya kolosal melibatkan banyak prajurit bahkan berjumlah ribuan. Saking banyaknya prajurit inilah menjadikan kalimat penggambarannya bagaikan kembang atau bunga yang tampak merata dari kejauhan dengan aneka warnanya.
Sehingga penggambaran singkatnya yaitu kelihatan dari kejauhan bagai bunga-bunga yang tersebar merata dengan warnanya yang berwarna warni. Demikian, maturnuwun salam kenal dan wassalamu’alaikum.
