Cathok Gawel (paribasan Basa Jawa)

paribasan cathok gawel artinya

Tegese Cathók gawèl yaiku Sênêng cawé cawé mêsthi ora diajak gunêman. Artinya adalah suka berurusan, turut mengurusi meskipun tidak diajak untuk berembug.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakatuhu, dalam khazanah bahasa Jawa memiliki banyak istilah tentang hal seperti ini.

Yaitu situasi seseorang yang suka mengurusi sesuatu sesuatu hal meskipun dia tidak ikut berembug.

Nyaris pada setiap tempat, lokasi, perkumpulan ada orang yang berwatak seperti itu.

Yaitu perilaku suka turut campur meskipun orang itu tidak diajak untuk membahas permasalahan. Istilah gaulnya orla (orang lain).

Apakah hal ini menyenangkan atau menjengkelkan?

Lebih banyak menjegkelkannya karena tidak diajak kok ikutan.
Bisa saja urusannya merupakan sesuatu hal yang rahasia, atau persoalan pribadi, atau orang yang suka turut campur ini perangainya buruk. Makanya tidak diajak dalam pembicaraan.

Lazimnya orang yang suka turut campur berwatak sok tau, suka merasa dianggap penting, dan adakalanya memiliki sifat merasa pendapatnya yang paling top.

Kenapa bisa situasi ini memiliki paribasan cathok gawel? Bagaimana penjelasannya?

Jadi secara bahasa tegese cathok yaiku tali, wilahan wesi lan sak piturute sing dianggo nyathok sambungan kayu lan sak piturute, artinya adalah kayu, bagian besi dan lain sebagainya yang dipakai untuk mencatok sambungan kayu ataupun yang lainnya.

Adapun tembung gawel tegese yaiku tansah nyakot, maoni, (nacad, mancahi). Artinya yaitu senantiasa menggigit, menghina merendahkan.

Maoni asale saka tembung lingga waon sing tegese yaiku tansah mada, nacad. Kata maoni berasal dari kata dasar waon yang artinya yatu senantiasa menghina merendahkan, suka mencela.

Jadi secara harfiah apabila kita menerjemahkan tembung paribasan cathok gawel artinya adalah mencatok atau mengaitkan yang senantiasa atau suka menggigit ataupun mencela.

Maksudnya yaitu orang yang suka ikut campur meskipun dia tidak ikut untuk diajak bicara ataupun berembug.

Bisa dalam hal rapat, sekedar ngobrol pembicaraan nonformal, atau rembug yang penting dalam suatu pembahasan.

Demikianlah tambahan sekedar informasi tentang tembung paribasan basa Jawa sing tegese seneng melu cawe cawe mesti ora diajak guneman. Maturnuwun sudah mampir, salam kenal dan wassalamu’alaikum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *