Dalil Surat Ayat Alquran tentang Jangan berputus Asa dari Rahmat Allah


orang yang berputus asa dari rahmat allah berarti termasuk kaum yang kafir, hal tersebut dapat dilihat dalam dalil yang terdapat dalam al – Qur’an maupun hal Hadits.

Disini akan disebutkan beberapa dalil tentang supaya tidak berputus asa dari Rahmat Allah dalam al-Qur’an maupun al Hadits, di sampaikan pula kisah mengenai tidak berputus asa.

Sebutkan dalil dalam al-Qur’an yang menyebutkan tentang jangan berputus asa dari rahmat Allah.

Dalil Naqli Al-Qur’an jangan berputus asa dari Rahmat Allah

Berikut adalah landasan sebagai dalil tentang supaya tidak berputus dari rahmat Allah dengan di sebutkan nama surat beserta ayatnya, lengkap dengan teks arab dan artinya kedalam bahasa Indonesia.

Maka anda dapat menjawabnya sebagai berikut;

Terdapat dalam;

  • Surat Az Zumar ayat 53
  • Surat Yusuf ayat 87
  • Surat Al Hijr ayat 15

Adapun bunyi surat ayat tersebut dilengkapi arti dan terjemahnya sebagaimana dibawah ini

Surat Az Zumar 53

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

artinya dalam bahasa Indonesia, Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Surat Yusuf 87

يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَخِيْهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْكٰفِرُوْنَ

artinya : Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.

Surat Al Hijr 56

قَالَ وَمَنْ يَّقْنَطُ مِنْ رَّحْمَةِ رَبِّهٖٓ اِلَّا الضَّاۤلُّوْنَ

artinya : Dia (Ibrahim) berkata, “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat.”

Selain dalil dalam alQuran, berikut adalah dalil dari hadits berkenaan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

Hadits larangan berputus asa dari Rahmat Allah

Mengutip dari situs matapenanews bahwasanya termasuk dosa besar yaitu berputus asa dari Rahmat Allah dan putus harapan terhadap kelapangan dari allah.

Hadits ini hasan sahih; diriwayatkan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir. Lihat Majma’ Az-Zawaid, juz 1, hlm. 104

Berikut matan hadits dimaksud.

Dalam kitab Syuabul Iman Baihaqi jilid 2 halaman 340 hadis nomor 1019 riwayat Ibnu Mas’ud sebagaimana dibawah ini;

الْكَبَائِرُ الْإِشْرَاكُ بِاللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالْأَمْنُ مِنْ مَكْرِ اللهِ، وَالْقُنُوطُ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ، وَالْيَأْسُ مِنْ رَوْحِ اللهِ

artinya : “Dosa besar yang paling besar adalah menyekutukan Allah, merasa aman dari makar Allah, putus asa terhadap rahmat Allah, dan putus harapan terhadap kelapangan dari Allah.

Kisah Jangan berputus asa dari rahmat Allah

Kisah ini terdapat dalam buku pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 9 atau kelas 3 SMP mengenai dua orang pemuda yang berkeluh kesah kepada Rasulullah saw.

Pada suatu hari ada dua orang pemuda menemui Nabi saw. Saat itu Nabi Muhammad sedang memperbaiki sesuatu atau sedang membangun suatu bangunan.

Kedua pemuda itu berkeluh kesah kepada Nabi saw. Ketika Nabi saw.

selesai dengan pekerjaan tersebut, beliau memanggil kedua pemuda itu dan bersabda, “Janganlah kalian berputus asa dari kebaikan, selama kepala kalian masih bisa bergerak.

Manusia itu dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merah, tidak memiliki suatu apa pun, lalu Allah ‘Azzawajalla memberinya rezeki.”

Adapun matan bunyi teks hadits yang terdapat dalam kitab Sunan Ibnu Majah hadis nomor 4155 tersebut adalah sebagaimana dibawah ini;

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ سَلَّامِ بْنِ شُرَحْبِيلَ أَبِي شُرَحْبِيلَ عَنْ حَبَّةَ وَسَوَاءٍ ابْنَيْ خَالِدٍ قَالَا دَخَلْنَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُعَالِجُ شَيْئًا فَأَعَنَّاهُ عَلَيْهِ فَقَالَ لَا تَيْئَسَا مِنْ الرِّزْقِ مَا تَهَزَّزَتْ رُءُوسُكُمَا فَإِنَّ الْإِنْسَانَ تَلِدُهُ أُمُّهُ أَحْمَرَ لَيْسَ عَلَيْهِ قِشْرٌ ثُمَّ يَرْزُقُهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, dari Al A’masy, dari Sallam bin Syurahbil Abu Syurahbil, dari Habbah, dan Sawwa, anaknya Khalid, keduanya berkata,

Kami pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat beliau sedang memperbaiki sesuatu, kami lalu berkeluh kesah kepadanya,”

maka beliau pun bersabda:

Janganlah kalian berputus asa dari rezeki Allah selama kepala kalian masih bergerak. Karena sesungguhnya manusia itu dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merah, tidak memiliki suatu apapun, lalu Allah ‘azza wajalla memberinya rezeki.” (https://carihadis.com/Sunan_Ibnu_Majah/4155)

Sumber :
al-Qur’an Kemenag
buku PAI Kelas 9
carihadis.com

monggo silakan komen atau tanya

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: