Cara Menghormati Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia


Share

Cara menghormati orang tua yang sudah meninggal dunia contoh perilaku mencerminkan perbuatan hormat kepada orang tua yang sudah meninggal dunia beserta dalil dalam al-Qur’an dan hadits lengkap teks tulisan arab latin terjemah bahasa Indonesia.

pontren.com – dalam buku PAI dan budi pekerti kelas 7 (tujuh) atau kelas 1 SMP MTs menuliskan pertanyaan yang berbunyi “ siapakah orang yang paling dekat dengan kamu sejak lahir?

cara menghormati orang tua yang sudah meninggal

Dalam buku ini menjawab orang yang paling dekat dengan kita sejak lahir adalah orang tua.

Siapakah orang tua? Maka jawabnya jawabannya yaitu orang tua adalah orang yang paling dekat dengan kita semenjak kita lahir, keduanya membawa kita ke dunia dengan izin Allah.

Jasa orang tua sangat besar sehingga tidak akan mampu bagi kita untuk menghitungnya.

Jasa orang tua dan kenapa kita harus menghormati keduanya antara lain adalah;

  • Ibu mengandung dengan keadaan susah payah, melahirkan dengan mempertaruhkan nyawa.
  • Ibu menyusui selama dua tahun dengan penuh kasih sayang tanpa mengenal waktu baik siang maupun malam guna memenuhi kebutuhan sang bayi (anaknya);
  • Orang tua (ayah dan ibu) memelihara kita sehingga bisa mandiri;
  • Ayah dan ibu (kedua orang tua kita) bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga termasuk apa yang menjadi kebutuhan anak-anaknya).
  • Orang tua kita membekali dengan pendidikan untuk masa depan;
  • Ayah ibu kedua orang tua mengasihi dan menyayangi dengan penuh ikhlas tanpa minta balasan.

Itulah beberapa contoh jasa orang tua dan kenapa kita harus menghormati dan berperilaku baik kepada keduanya.

Contoh menghormati orang tua yang sudah meninggal

Bagaimanakah caranya menghormati orang tua yang sudah meninggal? Seperti apa caranya kita berbakti kepada keduanya jika beliau sudah tiada?

4 contoh berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal

Itulah contoh sikap perilaku dan cara menghormati, berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal dunia.

Contoh ini bisa anda lihat dalam buku Pendidikan Agama Islam kelas 7 SMP/MTs.

Dalil Al-Qur’an wajib hukumnya berbuat baik kepada Kedua orang tua

Jasa orang tua sangat besar, sebagai anak kita wjib hukumnya berbuat baik kepada kedua orang tua.

Perintah Allah untuk berbuat baik kepada keduanya salah satunya terdapat dalam surat Al Baqarah/2 ayat 83. Tulisan arab teks latin dan terjemahnya sebagai berikut;

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ

Teks latin surat al Baqarah ayat 83 ;
Wa idz akhodznaa miitsaaqa banii isroo-iila laa ta’buduuna illallaaha wa bil waalidaini ihsaanaa-wa dzil qurbaa wal yataamaa wal masaakiini wa quuluu linnaasi husna-w aqiimu-sh sholaata wa aatu-z zakaata tsumma tuwalliitum illaa qoliila-m minkum wa antum mu’ridhuun

Artinya surat al Baqarah ayat 83 bahasa Indonesia;
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.

Dalam teks wa bil waalidaini ihsaanaa (وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا) Allah Subhaanahu wa Ta’aala menegaskan tentang keharusan berbuat baik kepada orang tua.

Dalil Hadits menghormati orang tua

Dalil menghormati orang tua dari hadits nabi kali ini adalah berasal dari Imam Abu Dawud dan Baihaqi.
Riwayat sebuah hadits dari Abdullah.

Berikut bunyi teks arab latin dan terjemahnya berkaitan tentang menghormati, berbakti kepada orang tua.

عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ ابْنْ عُمَرَ قَالَ : جَاءَ رَجُلُ اِلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ فَقَالَ : جِئْتُ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَ تَرَكْتُ اَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ فَقَالَارْجِعْ اِلَيْهِمَا وَفَأَضْحِكْهُمَا اَبَكَيْتَهُمَا (رَوَاهُ الْبَيْهَقِى)

Teks latin;
‘an “Abdillah Ibni Umaro Qoola : jaa-a rojulun ila rasuulillahi faqoola : ji’tu ubaayi’uka ‘alal hijroti wa taroktu abawayya yabkiyaani faqaala-rji’ iaihimaa faadhhikhumaa kamaa abakaitahumaa (rowaahul baihaqii).

Artinya hadits dalam bahasa Indonesia
“Dari Abullah bin Umar berkata. Seseorang datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, “Aku akan berbaiat kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis.” Rasulullah saw. bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (H.R. Baihaqi)

Dalam hadits ini menegaskan kepada kita untuk tidak sekali-kali mengecewakan orang tua.

Demikian informasi tentang contoh perilaku mengormati orang tua yang sudah meninggal dunia, cara berbakti kepada keduanya beserta dalil dalam al-Qur’an dan hadits lengkap dengan tulisan arab teks latin dan arti terjemahnya dalam bahasa Indonesia.

Wilujeng enjang, selamat pagi, wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.


Share

monggo silakan komen atau tanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.