Palang Mangan Tandur Tetembungan mau Kalebu, Tegese, Ukara

palang mangan tandur tembung mau kalebu
Share

palang mangan tandur tegese yaiku diwenehi kapercayan malah gawe kapitunan tetembungan mau kalebu saloka Basa Jawa, artinya pagar makan tanaman artinya adalah diberi kepercayaan namun malah membuat menyesal, masuk dalam kategori jenise saloka.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, selamat siang para warga belajar yang duduk pada bangku SD SMP SMA maupun di Madrasah baik MI MTs maupun MA, semoga kesehatan keselamatan dan kesejahteraan senantiasa Allah limpahkan kepada kita semuanya.

Kali ini kita akan membahas peribahasa Bahasa Jawa yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu pagar makan tanaman.

Yang namanya pagar berfungsi sebagai pembatas, untuk menghindari atau menjaga tanaman yang ada di dalam area yang dipagari.

Namun apa lacur ternyata yang menjadi pemakan tanaman yang seharusnya dijaga malah pagar itu sendiri.

palang mangan tandur tetembungan mau kalebu Saloka, tuladha Ukara lan Tegese

Palang tegese yaiku piranti kanggo ngalangi, artinya alat atau sesuatu untuk menghalangi (pagar).

Mangan tegese yaiku madhang, ngiseni weteng karo panganan, artinya adalah makan.

Tandur tegese yaiku tanduran, tetanduran, tetuwuhan artinya yaitu tanaman, tumbuh-tumbuhan.

Gawea ukara tuladha unen unen tembung saloka palang mangan tanduran! Buatlah kalimat dengan menggunakan saloka Bahasa Jawa sebagaimana dalam judul artikel ini.

Cerita wayang cantrik janaloka isine padha karo saloka kang unine yaiku palang mangan tanduran.

Artinya, dalam kisah wayang Cantrik Janaloka isinya sama dengan saloka pagar makan tanaman dalam Bahasa Jawa.

Jadi dalam wayang, ada seorang abdi dalem bernama Janaloka, bahkan dia juga seorang pandito.

Dia merupakan abdi terkasih Begawan Manikara (Sidiqwacana), mertua dari Arjuna (ingat, mertuanya arjuna sangat banyak, bukan hanya dia seorang).

Begawan Manikara tinggal di pertapaan Andongsekar atau Andongcinawi.

Begawan Manikara memiliki cucu dari menantunya Arjuna atau Janaka bernama Pregiwa dan Pregiwati.

Keduanya hendak bertemu dengan ayahnya.

Syahdan sang kakek mengizinkan keduanya melakukan perjalanan jauh.

Untuk bebergian jauh ini mereka perlu pengawalan untuk menjaga keselamatan dua orang gadis yang cantik jelita ini. Dan yang menjadi penjaganya yaitu Cantrik Janaloka.

Namun sayangnya di tengah perjalanan sang cantrik malah memiliki keinginan memiliki para remaja untuk menyalurkan hasratnya.

Untungnya dia gagal meruda paksa salah satu atau kedua gadis jelita ini. Dan nasibnya naas mati dikeroyok oleh Kurawa.

Demikianlah informasi dan tegese palang mangan tandur tetembungan mau kalebu saloka, artinya yaitu pagar makan tanaman, mendapatkan kepercayaan malah membuat penyesalan, yang dalam bahasa Jawanya yaitu diwenehi kapercayan malah gawe kapitunan.

Terima kasih sudah berkunjung, salam kenal kepada anda, semoga sukses selalu, wassalamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.