Sadawa-Dawane Lurung Isih Dawa Gurung (Tegese Bebasan)

Sadawa-Dawane Lurung Isih Dawa Gurung
Share

Bebasan Basa Jawa ukara unen unen kang unine Sadawa-dawane lurung isih dawa gurung tegese yaiku dawane lurung (dalan) isih kalah dawa karo gurung (tenggorokan?) artinya sepanjang-panjangnya lorong atau jalan masih lebih panjang tenggorokan (ucapan/perkataan). Maknanya panjangnya jalan ada batasnya namun omongan orang bisa tersebar kemanapun tanpa batas.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, dalam pepatah Bahasa Indonesia ada ungkapan yang menyebutkan diam adalah emas, dalam Bahasa Arab ada mahfudzot yang artinya perkataan bisa menembus apa yang jarum tidak bisa menembusnya.

Hal ini sesuai dengan ukara unen unen Basa Jawa sing unine yaiku Sadawa-Dawane Lurung Isih Dawa Gurung artinya yaitu bagaimanapun panjangnya lorong jalan, masih kalah dengan panjangnya tenggorokan.

Maknanya adalah pembicaraan orang dapat tersebar luas tanpa tahu batasnya. Apa yang menjadi perkataan pembicaraan seseorang, terlebih lagi mengenai hal cela atau aib seseorang, mudah sekali
tersiar kemana-mana.

Adapun nilai kandungan dalam bebasan Basa Jawa ing dhuwur yaiku hal positif, pitutur supaya manungsa njaga solah bawa lan aja tumindak kang ora becik. Dalam bahasa Indonesia artinya yaitu berupa ajaran ataupun nasehat agar manusia tidak bersikap, berkata jelek dan berbuat tidak baik.

Tegese Sadawa-Dawane Lurung Isih Dawa Gurung yaiku pawarta iku mêsthi bakal sumêbar

Secara ringkas, arti bebasan ini adalah pawarta iku mêsthi bakal sumêbar yaitu berita itu pasti akan menyebar.

Untuk lebih mendalami maksud dalam bebasan Basa Jawa ini mari kita menerjemahkan artinya kedalam Bahasa yang lebih mudah kita untuk memahaminya.

Sadawa dawane asale saka tembung dawa, tegese yaiku ora cendak, artinya adalah panjang, kebalikan dari kata pendek.

Lurung tegese yaiku dalan cilik, dalan jeblog. Dalan artinya adalah jalan, dalam bahasa Indonesia lebih tepat kita menerjemahkannya dengan kata lorong.

Gurung tegese yaiku telak, tenggorokan. Dalam Bahasa jawa menyebutkan bahwa tenggorokan tegese yaiku pucuking gurung saburining têlak. Artinya tenggorokan adalah ujungnya gurung belakangnya telak.

Karena susah padanan dalam Bahasa Indonesia maka kita mengartikannya dengan kata tenggorokan.

Demikianlah bebasan basa Jawa Sadawa-Dawane Lurung Isih Dawa Gurung tegese yaiku pawarta mesthi sumebar. Artinya yang namanya berita pasti menyebar, panjangnya jalan masih kalah dengan panjang tenggorokan. Wassalaamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.