Dhalang kerubuhan panggung tegese,Tulisan Aksara Jawa

Dhalang kerubuhan panggung tegese yaiku Wong kang kandheg guneme jalaran keweleh, artinya harfih yaitu dalang kejatuhan panggung, maksudnya ialah orang yang terhenti omongannya karena kena malu.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, dalam versi lainnya memberikan arti atau penjelasan dengan wong tanpa bisa kumecap marga nemu wirang.

Dalam Bahasa Jawa, tegese wirang yaiku isin kang kawêruhan ing akèh yang artinya malu yang ketahuan dalam khalayak ramai orang banyak.

Adapun terjemah bebasnya adalah orang yang tidak bisa berkata kata karena malu yang ketahuan orang banyak.

Dalam bahasa Jawa, dhalang setidaknya memiliki 2 (dua) arti yaitu;

  • wong kang nglakokake sarta nyritakake wayang (topèng, wayang wong lsp); (orang yang menjalankan suatu kisah serta menceritakan wayang.
  • wong kang sêsorah, maca lsp. ana ing pasamuan; (orang yang berpidato, membaca dan lain sebagainya dalam perkumpulan.

Adapun kerubuhan asale saka tembung lingga rubuh tegese yaiku ambruk, kerubuhan maknane ketiban, yang artinya adalah kejatuhan secara telak.

Sedangkan dalam panggung sendiri memiliki beberapa arti. Dalam Kamus online setidaknya panggung memiliki maksud;

  • omah kang dhuwur (nganggo lotèng); rumah yang tinggi, memiliki loteng,
  • mênara;
  • omah-omahan cagake dhuwur gladhage (jrambahe) ora kambah lêmah; rumah-rumahan dengan tiang yang tinggi tidak menyentuh tanah.
  • kêlir kang wis tinata dianggo wayangan; kelir yang sudah ditata untuk acara wayang
  • gantangan manuk. Tempat gantangan burung.

Menurut versi penulis, maksud yang tepat dalam ungkapan ini panggung maksudnya yaitu kelir yang sudah ditata untuk acara wayang.

Dalam kesenian pewayangan, posisi Dalang adalah sebagai juru ceritera duduknya di atas panggung. namun dalam ini sang dhalang justru kerobohan panggung.

Maksudnya adalah orang yang mendadak terhenti pembicaraannya karena “keweleh utawa kewirangan”.

Dalam bahasa Indonesia agak sulit padanan kata untuk menerjemahkan tembung keweleh atau kewirangan.

Maksudnya keweleh atau kewirangan adalah malu karena ketahuan rahasia buruk atau kelemahannya, dipermalukan didepan umum karena ucapan dia sendiri.

Versi Lain Arti Dhalang Kerubuhan Panggung Tulisan Aksara Huruf Jawa Tuladha Ukaa Contoh Kalimat

Dalam versi lainnya tentang maksud atau arti dari bebasan ini yaitu

Versi buku koleksi Kemendikbud maksudnya yaitu Mandheg omongane mergo ana wong liya kang nimbrung muni, artinya Terhenti omongannya (oleh timbrungan orang lain dan sebagainya).

Sedangkan dalam twitter lantip memberikan arti orang yang terpotong pembicaraannya sehingga tidak punya kesempatan melanjutkan lagi.

Dari beberapa penjelasan ini ada dua versi memaknai ungkapan dalam Bahasa Jawa ini.

Yang pertama yaitu orang terdiam karena malu dihadapan orang banyak, dan yang kedua orang yang tidak memiliki kesempatan bicara lagi karena diserobot pembicaraan oleh orang lain.

Adapun huruf tulisan aksara Jawa Dhalang kerubuhan panggung adalah sebagai berikut ini;

aksara jawa dhalang kerubuhan panggung

untuk contoh kalimat tuladha ukara sebagaimana berikut ini;

Agustinus cep klakep langsung meneng kaya dhalang kerubuhan panggung.

Demikianlah sekedar informasi mengenai ungkapan pepatah yang masuk dalam kategori basa rinengga tembung bebasan bahasa Jawa beserta sedikit penjelasan dan versi maknanya mengacu kepada beberapa sumber.

Maturnuwun sudah mampir, wilujeng dalu, salam kenal dan wassalamu’alaikum.

Tinggalkan komentar