Adigang Adigung Adiguna Tegese, Aksara Jawa, Kalebu Purwakanthi

adigang adigung adiguna tegese
Share

Adigang Adigung Adiguna Tegese seneng ngendelake kekuwatane, panguwasae, lan ke pinterane artinya yaitu orang yang senang menunjukkan dan mengedepankan kekuatan, kekuasaaan dan kepintarannya, masuk dalam purwakanthi guru swara.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, wilujeng dalu, selamat malam. Apabila kita membaca dalam pelajaran bahasa Jawa maka ukara tembung unen unen sing ukarane adigang adigung adiguna iku kalebu purwakanthi guru swara.

Ungkapan ini menggambarkan sikap angkara murka karena mendapatkan, memiliki fasilitas kekuatan, kekuasaan dan juga kemampuan otaknya. Dalam bahasa kekinian kita menyebutkan dengan abuse of power.

Kalau dalam bahasa Krama inggil atau halus, kita bisa mengatakan bahwa orang atau wong kang adigang adigung adiguna punika tegesipun tiyang ingkang ngendelaken kekuatanipun, kekuasaanipun, lan kapinteranipun.

Bagaimana bisa ungkapan ini merupakan bentuk dari penggambaran angkara murka?

Mari kita mencari dasanama dalam bausastra basa Jawa yang akhirnya ketemu sebagaimana berikut ini;

Artinya Adigang Adigung Adiguna Tegese

Adigang tegese yaiku ngendelake kakuwasaane, menonjolkan, mengandalkan kekuatan, power yang dia miliki baik secara derajat pangkat kekayaan.

Adigung tegese yaiku ngendelake keluhuran moyange, keturunan kraton, lan sak piturute bersifat menonjolkan keluhuran, keturunan, dan kebangsawanan.

Adiguna yaiku ngendelake kepinterane, mengandalkan, menonjolkan, membanggakan kecerdasan dan kepintarannya.

Kata ini memiliki makna negatif dalam penggunaan ketiga hal yaitu kekuatan/kekuasaan, ketinggian derajat faktor keturunan atau bangsawan, serta kecerdasan dan kepintaran yang dia miliki.

Tulisan Aksara Jawa Adigang Adigung

Semisal ada perintah soal dalam bahasa Jawa yang berbunyi “Tulisen nganggo aksara Jawa paribasan sing ukarane yaiku adigang adigung adiguna.

Maka anda bisa menjawabnya dengan tulisan aksara jawa sebagai berikut ini.

Dalam berbagai literatur menyebutkan bahwasanya ungkapan peribahasa ini menonjolkan kekuasaan kekuatan dan kepintarannya dengan sebutan menyombongkan diri.

Orang yang mendapatkan sebutan sifat ini yaitu menyombongkan diri karena memiliki kekuatan, keluhuran derajat serta kepintarannya. Biasanya kesombongan ini juga berakibat dalam dia bertindak, bukan hanya sekedar hanya berlaku sombong.

Masuk dalam kategori perilaku sewenang-wenang, menang sendiri, mengabaikan aturan serta merasa memiliki kekuatan untuk menindas orang lain yang bukan temannya.

Mengangkat para begundal serta penjilat dan kawan kawannya dalam hal membuat kerusakan dalam angka memperkaya diri, keuntungan pribadi dan mempertahankan kekuasaan.

Demikianlah penggambaran sikap dan sifat angkara murka, meski adakalanya tampak senyuman lugu dan tampak blusak blusuk ternyata ada juga yang didalam perilakunya ini ternyata bersikap perilaku adigang adigung adiguna sing tegese yaiku seneng ngendelake kekuwatane, panguwasae, lan ke pinterane kanthi kalem lan meneng-meneng.

Akhirnya wilujeng dalu, selamat malam, semoga kita dijauhkan dari sikap seperti ini dan mendapatkan perlindungan Allah SWT dari perilaku orang yang demikian, salam kenal, wilujeng dalu dan wassalamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.