Ukara Tembung Mangsa Rendheng, Panen, Paceklik, Udan, Angin Lesus

Share

Ukara Tembung Mangsa Rendheng Panen Paceklik udan.
Gawea Ukara nganggo tembung mangsa rendheng, panen, paceklik, udan, angin lesus, asat, mobat mabit lan sak piturute. Artinya adalah sampean atau anda disuruh untuk membuat kalimat dengan kata-kata diatas. Yaitu (bahasa Jawa musim rendeng, panen, susah makanan, hujan, angin puyuh, habis air, angin kesana kemari).

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Berikut ini adalah contoh kalimat (ukara) dalam bahasa Jawa menggunakan kata atau tembung Ukara Tembung Mangsa Rendheng Panen Paceklik udan asat, mobat, mabit, angin lesus.

Tentunya kata yang menjadi perintah atau pitakon pertanyaan dalam bahasa Jawa ini yaitu ukara kang patrap atau sesuai dengan maksud kalimatnya, bukan hanya asal-asalan dalam membuat kalimat saja.

Baiklah, tanpa banyak basa basi, berikut ini contohnya.

Tuladha Ukara Mangsa Rendheng

Mangsa rendheng padha karo mangsa udan, kadhang kala malah nganti pirang-pirang dina udane ora terang-terang.

Artinya adalah, musim rendeng sama juga artinya dengan musim penghujan. Adakalanya malah sampai beberapa hari hujannya turun tidak ada cuaca yang terang/cerah.

sampean bisa membuat kalimat ini yang berkaitan dengan musim penghujan, misalnya berangkat sekolah membawa mantol karena sedang musim hujan.

Gawea Ukara nganggo tembung mangsa panen

beras-zakat
beras hasil panen petani

Mangsa panen artinya adalah musim memanen tanaman, biasanya padi palawija atau tanaman yang lainnya. Dalam bahasa Jawa tanaman tumbuhan disebut dengan tetuwuhan.

Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut; ing Mangsa Panen swara lesung jumengglung, Maneter Mangungkung. Artinya adalah pada waktu musim panen suara lesung/lumpang, bunyinya meliuk-liuk bersahut sahutan.

Kalimat diatas memberikan gambaran bahwasanya pada waktu musim panen suara alu (alat penumbuk padi) yang bertemu dengan lesung/lumpang sebagai wadahnya.

Suaranya bersahut sahutan karena banyaknya rumah yang menumbuk padi (pada masa dahulu kala tentunya).

Tuladha ukara mangsa Paceklik

Gawea ukara nganggo tembung mangsa paceklik. Mangsa paceklik tegese larang pangan susah golek panganan artinya yaitu masa mahal bahan makanan dan susah dicari.

Tuladhane ukara contoh kalimatnya yaitu,” mangsa paceklik apa apa sarwa angel lan larang, ing pangajab pajeg ora mundhak supayane rakyat ora tambah susah.

Artinya masa paceklik apa apa serba mahal dan susah, harapannya pajak tidak naik supaya rakyat tidak semakin susah (hidupnya).

Tentunya masa susah bahan makanan dan harganya yang serba mahal membuat rakyat jelata merasakan susahnya memenuhi kebutuhan sembako.

Tentu dengan kenaikan pajak disana sini semakin mencekik rakyat. semisal Kenaikan Pajak sepeda motor, mobil, pajak tanah alias PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).

Tuladha Ukara mangsa Udan

mangsa rendheng

Musim hujan nama lainnya adalah mangsa rendheng, sama saja maksudnya. tuladhane ukarane conto misale kaya ing ngisor iki.

Anda bisa memakai contoh pada awal tulisan.

Namun kami akan mencoba membuat contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari bagi anak sekolah pada waktu musim penghujan.

Berikut contohnya.

Bima lan Rini budhal sekolah nggawa payung amarga saiki nembe mangsa udan. Artinya adalah Bima dan Rini berangkat sekolah membawa payung karena saat ini sedang musim penghujan.

Tuladha Ukara angin lesus, mobat mabit, asat

Dalam Bahasa Indonesia, angin lesus adalah angin puyuh yang berputar putar gerakannya.

Adapun mobat mabit artinya adalah kesana kemari arah angin yang bisa berubah arah dengan cepat, atau bisa artinya yaitu gerakan pepohonan atau apapun itu yang bergerak kesana kemari karena pengaruh angin.

Ndek wingi sore angin lesus ngliwati kantor kepala Desa, gendhenge padha mabur lan tiba ana nglemah, wit witan mobat mabit kena terak angin lesus kang gedhe banget.

Artinya, kemarin sore angin puyuh melewati kantor Kepala Desa, gentengnya (kantor Desa) sama beterbangan dan jatuh ke tanah, pepohonan bergerak tidak tentu arah karena terlewati jalur angin puyuh.

tuladhane ukarane asat yaiku, amarga mangsa ketiga, akeh kali lan sumur kang asat banyune. artinya, karena musim kemarau, banyak sumur dan sungai yang tidak ada airnya.

Demikian contoh kalimat dalam bahasa Jawa mengenai musim atau mangsa rendheng udan paceklik panen angin lesus lan mobat mabit asat.

Akhirnya wilujeng dalu, selamat malam, salam kenal dan wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.


Share

Mumtaz Hanif

salam blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *