Membumikan Fikih Perbedaan dan Bahaya Perpecahan Umat

membumikan fikih perbedaan
Share

membumikan fikih perbedaan. Salah satu hal yang masih menjadi PR bersama umat Islam saat ini, adalah bagaimana mengelola perbedaan internal umat Islam.

Perbedaan yang dihadapi umat Islam pada level lokal, Nasional maupun internasional adalah nyata adanya.

Tanggapan umat Islam terhadap berbagai perbedaan yang ada masih belum sesuai dengan harapan.

Jika kita mencermati, perkembangan media sosial, dengan berbagai platform yang ada, baik youtube, facebook maupun twitter, respon umat Islam dalam mensikapi perbedaan yang terjadi sangat memprihatinkan.

Bahkan sampai pada tahap saling menghujat dan “menyerang” antar umat Islam.

Demikian juga dalam realitas keseharian kita. Pensikapan terhadap perbedaan masih jauh dari ajaran Islam.

Pengusiran terhadap acara kajian oleh kelompok tertentu serta kebencian terhadap umat Islam yang berbeda pandangan, masih menjadi hal yang berlangsung di sekitar kita.

Secara faktual, umat Islam memiliki perbedaan. Perbedaan antara Sunni dan Syiah menjadi perbedaan yang nyata dalam sejarah umat Islam sepanjang sejarah sampai saat ini.

Meskipun nampak dari luar seragam, namun sebenarnya dalam tubuh Sunni dan Syiah ada perbedaan di dalamnya.

Dalam firqoh Suni misalnya ada Mazhab Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali.Sedangkan dalam Syiah ada Mazhab Isna Asy’ariyah, Ismailiyah dan Zaidiyah.

Secara umum, baik dalam Sunni dan Syiah memiliki kenderungan dan pemahaman yang beragam, sda yang tekstualis, modernis, tradisionalis dan sufi. ( Tariq Ramadan : 2008).

Perbedaan karena Berbagai Pengaruh (Membumikan Fikih Perbedaan)

Perbedaan selanjutnya berkaitan dengan kecenderungan pilihan politik.

Sebagian umat Islam cenderung berfham politik subtantif,

sebagian ada yang termasuk kelompok Islam formalistik dan sebagian yang lain berhaluan politik Nasionalis-Sekuler.

Perbedaan selanjutnya adalah perbedaan dalam organisasi.

sholat-jum'at

Ada ratusan bahkan ribuan organisasi Islam yang ada di dunia Islam . Masing-masing organisasi Islam tersebut memiliki perbedaan pendekatan dan penafsiran dalam memahami agama Islam.

Yang sering dilupakan adalah perbedaan pemahaman Islam di tingkat individu.

Setiap orang Islam, meskipun memiliki kesamaan firqoh, mazhab, ataupun organisasi, jika dicermati dengan seksama memiliki perbedaan di tingkat individu.

Perbedaan tersebut adalah adalah sebuah kelaziman ,karena setiap orang memiliki akal, pilihan dan kecenderungan tersendiri dalam mengamalkan Islam.

Bahaya Perpecahan Ummat

Dalam Islam, perbedaan pemahaman dan penafsiran Agama bukanlah sesuatu yang asing dan aneh.

Perbedaan dalam memahami Agama adalah sesuatu yang dapat di terima dan diperbolehkan dalam Agama, terutama dalam perbedaan bersifat cabang .

Dalam hal ushul sekalipun, selama bukan menyentuh hal yang asas dalam Agama masih dapat ditoleransi.

Yang membahayakan adalah adanya perpecahan dan permusuhan antar umat Islam ( Yusuf Qardlawy , 2017).

Persoalan umat Islam sebenarnya adalah bagaimana membangun persatuan dalam perbedaan, karena persatuan bukanlah penyeragaman (uniformity).

Persatuan adalah bagaiamana kita mengelola perbedaan yang ada.

Semoga Bulan Ramadlan menjadikan kita menyadari perbedaan antara umat Islam. Perbedaan yang menjadi rahmat, bukan menjadi la’nat. Amien ya Rabbal alamien

—– Muh. Rifai al Faqir —- 🎋 Ngaji Kehidupan ( Hari Ke-19 Ramadlan 1442 H)


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *