Sarapan sahur depan RSUD Karanganyar Segini Habisnya

warung makan sarapan sahur depan rsud karanganyar
Share

Sarapan sahur depan RSUD Karanganyar pada saat bulan puasa Ramadan 1442 Hijriyah/2021 10 malam terakhir sebelum subuh sekitar jam setengah empat dinihari.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, jika sampean biasa lalu lalang depan Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar wilayah Jengglong, pastinya sampean bisa merasakan perbedaan antara masa covid dan sebelumnya.

Utamanya saat menjelang magrib atau waktu kunjungan bezuk pasien.

Jika pada saat kondisi masih aman belum ada wabah virus corona covid-19 anda akan melihat bahwa pengunjung rumah sakit ini lebih ramai dibandingkan jumlah pembeli pada pasar Kemuning.

Iya benar, lebih ramai, apalagi jika anda membandingkan dengan pasar kemuning saat pasaran wage pahing dan kliwon, pasti jauh ramainya (pasaran pasar kemuning legi dan pon hehee).

Pemandangan hari biasa sampean akan melihat kedatangan mobil rombongan dan pribadi serta kedaraan roda dua yang adakalanya antri didepan loket pintu parkir karena banyaknya unit yang hendak masuk.

Akan tetapi pada masa wabah ini sampean melihat tempat parkiran sepeda motor yang lengang.

Dulu nyari tempat parkir perlu usaha, begitupun dengan tempat parkiran untuk kendaraan roda empat.

Yang jelas kali ini kita tidak akan membahas penurunan pendapatan parkiran pada rumah sakit ini.

Tetapi reportase harga sebungkus nasi lauk telur dadar dan seplastik teh hangat depan RS Karanganyar.

Beli nasi bungkus dengan lauk telor dadar plus teh hangat diplastik (SAHUR DEPAN RSUD KARANGANYAR)

Pengennya makan ditempat lokasi warung yang menjual.

Tapi apa daya ada yang harus ditunggu maka pilihan nasi beli nasi dibungkus adalah keputusan yang lebih bijak.

Mengingat pendanaan yang perlu berhemat untuk lebaran maka memilih lauk yang sekiranya bukan strata harga paling tinggi, yang sedang sedang saja, mau maem tempe tahu koq sedang sahur, perlu energi lebih.

Maka pilihan jatuh ke ndog dadar.

nasi sayur telur dadar

Urusan sayur saya menunjuk sayur tahu goreng,

Yaitu sayuran yang ada tahu dan jipang serta bumbu yang rasanya sumir (lamat-lamat atau sedikit saja) dalam pedesnya.

Kemudian dalam urusan minum.

Karena dini hari pilihan es teh dicoret, terlalu adem untuk sahur dan lebih enak minuman yang hangat, teh anget pilihannya.

Sebenarnya tidak ada pesanan lebih, pada saat dibungkus oleh penjual ditambahkan sebuah rambak sebagai pelengkap menu sahur waktu itu.

Entah untuk menggenapkan harga atau sedekah dari penjual saya juga tidak paham, dan rasanya tidak etis juga saya mempertanyakannya.

Lengkap dengan sendok Plastik dan sedotan untuk minum

Saya salut dengan penjual depan RSUD.

Kalau mendapat sedotan untuk minum sih sudah lazim, yang jelas adanya sendok makan berbahan plastik membantu saya makan lebih nyaman dan praktis.

sendok plastik dan sedotan

Seingat saya beberapa kali jajan pada suatu tempat makan kebanyakan tidak menyertakan sendok plastik.

Jadi pada waktu menikmati makanan yang pulang dibungkus ini kalau tidak cari sendok ya maem dengan cara muluk.

Habisnya berapa?

Simak lebih lanjut.

Harga

Harga sebungkus nasi sayur dengan ndog dadar sebagai lauknya beserta sebungkus teh hangat plus rambak adalah Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah).

Selesai membayar harganya dengan dua lembar uang lima ribuan kemudian cus balik kanan untuk segera menikmati santap sahur ini.

Maklum saja jam sudah menunjukkan jam 03.40 WIB. Untuk waktu imsak kisaran jam 04.10 WIB, supaya saat maem bisa tenang dan tidak tergesa gesa.

Perihal rasa, dengan uang sepuluh ribu, saya tidak memiliki kritik ataupun komplain dalam hal rasa.

Baik dalam nasi, sayuran, telur dadar dan rambaknya, memang saya tidak memujinya mempunyai kenikmatan yang wow hebat. Akan tetapi saya yakin saya tidak akan mencela rasa nasi bungkus ini.

Nah itulah pengalaman pribadi santap sahur di warung depan rumah sakit umum daerah Kabupaten Karanganyar.

Tentu beda menu lauk berbeda pula anggaran yang harus sampean keluarkan.

Anda punya pengalaman lain? Tuliskan saja pada kolom komentar. Wilujeng enjang, salam kenal dan wassalamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *