Arsip Tag: materi kultum

Ramadan Bulan Inspirasi (serial Kultum Via Whatsapp)

Ramadan bulan inspirasi. Sebuah perubahan dan perbaikan, baik kecil maupun besar tidak terjadi secara kebetulan. Sebuah perubahan tersebut terjadi karena sebuah kesadaran dan kesengajaan.

pontren.com – Seringkali aktor perubahan bukanlah orang-orang besar atau penguasa yang hebat,namun pribadi-pribadi biasa yang memiliki fikiran yang besar.

Orang biasa, namun memiliki keinginan kuat karena mendapatkan ilham dari sebuah inspirasi.

Ramadlan adalah hadiah terbaik Allah SWT kepada umat Islam untuk menjadi inspirasi melakukan perubahan dan perbaikan multi dimensional.

Perbaikan yang berawal dari perbaikan hubungan dengan Allah yang Maha memperbaiki.

3 Tingkatan Orang Berpuasa (Ramadan Bulan Inspirasi)

marhaban ya ramadan

Imam Ghazali (dalam Mukhtashar Ihya’ Hal : 47) membagi orang berpuasa ke dalam tiga tingkatan.

Tingkatan pertama adalah puasa awam, yaitu puasa mereka yang hanya mampu meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa.

Tingkat kedua adalah puasa khusus, yaitu puasa orang yang mampu meninggalkan dosa,maksiat dan perbuatan buruk.

Tingkatan ketiga adalah puasa istimewa, yaitu puasa orang yang mampu mempuasakan hati dan pikirannya.

Puasa istimewa (khususil khusus) inilah puasa yang menjadikan Ramadan sebagai inspirasi.

Puasa Bukan Hanya untuk Menggugurkan Kewajiban

Menjadikan Ramadan tidak hanya ibadah ritual dan untuk menggugurkan kewajiban semata, namun sebagai pendorong dan penggerak dalam melakukan perubahan dan perbaikan.

Jika tingkatan puasa awam dan puasa khusus terbatas pada aktivitas pasif, yaitu mencegah dari yang membatalkan puasa dan perbuatan dosa (prevent from).

Maka tingkatan puasa istimewa adalah pada tingkatan aktivitas aktif, yaitu menemukan dan mendapatkan inspirasi (search for).

Itulah mengapa ibadah terbaik pada Bulan ini adalah ibadah yang mampu mengaktifkan pikiran dan hati kita dengan maksimal untuk mendapatkan inspirasi.

Tarawih (qiyamullail) ,tadarrus al Qur’an, berdzikir, bertafakkur, beri’tikaf dan berdoa adalah ibadah yang melibatkan hati dan fikiran.

Ibadah-ibadah ini sangat dianjurkan untuk dilakukan pada bulan ini, karena dapat memfasilitasi mendapatkan inspirasi, motivasi dan kekuatan spiritual dalam melakukan perubahan dan perbaikan hidup.

Semoga kita termasuk orang yang mampu menjadikan Ramadlan sebagai inspirasi bagi perbaikan kehidupan kita menuju kesuksesan dan kebahagian hidup hakiki, dunia dan akhirat.

Amien ya Rabbal ‘alamien.

—- Muh.Rifai al Faqir —- 🌾 Ngaji Kehidupan
(Hari Ke-4 Ramadhan 1442 H)

Ramadan Bulan Pembebasan (Materi Kultum Via Whatsapp)

Ramadan Bulan Pembebasan. Siapapun kita pasti mengharapkan kebahagiaan hidup. Kebahagiaan yang tentu saja tidak bersifat semu semata.

pontren.com – Kebahagiaan yang sesungguhnya dan sejati.

Berbagai literatur filsafat dan psikologi memberi informasi kepada kita bahwa faktor terpenting “penyumbang” kebahagiaan manusia adalah kebebasan (baca juga ; kemerdekaan).

Tentu saja kebebasan bukan dalam arti yang stereotype yaitu kebebasan dalam arti bisa berbuat apa saja.

Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang hakiki dan esensial.

Ramadan sebagai salah satu syi’ar Agama yang sangat agung mengisyaratkan pentingnya misi pembebasan ini.

Pembebasan Intelektual (Ramadan Bulan Pembebasan)

Sebuah misi yang menjadikan Agama ini relevan dan sesuai dengan kebutuhan manusia di setiap waktu dan tempat.

Diantara pesan pembebasan tersebut adalah pembebasan intelektual.

Al Qur’an yang turun di Bulan Ramadan adalah kitab intelektual.

ucapan selamat puasa bulan ramadan bahasa arab

Kitab yang mendorong pemeluknya memiliki etos literasi dan keterbukaan wawasan (iqra’).

Mereka yang terbebas fikirannya dari kebodohan (kejahiliyahan) akan mampu menjalani kehidupan secara beradab (civilized) dan pada saat yang sama menjauhkan diri dari perilaku yang tidak beradab.

Mereka yang tercerahkan secara intelektual adalah aktor-aktor penentu terwujudnya peradaban manusia yang utama.

Pembebasan secara Sosial

Pesan Pembebasan yang kedua adalah pembebasan secara sosial.

Ramadlan adalah bulan yang mendorong terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh umat manusia.

Konsep zakat, shodaqoh,menolong kaum tertindas (mustad’afien) serta pengalaman sejarah kemenangan Nabi pada beberapa peperangan dari Kaum Kafir-Agresor Arab di Bulan Ramadan adalah gambaran pentingnya misi pembebasan sosial ini.

Ramadlan juga merupakan bulan pembebasan emosional.

Yaitu sebuah pembebasan terhadap respon, reaksi dan hal-hal yang menyulut emosi, fikiran dan perilku kita.

Pembebasan emosional berarti kitalah yang mentukan perilaku dan perasaan kita, bukan orang lain.

Itulah mengapa ketika ada orang yang mengajak untuk berdebat atau berkelahi pada bulan ini,kita diajarkan mengucapkan “inni sho’imun” (sesungguhnya aku sedang berpuasa).

Pembebasan yang terakhir adalah pembebasan spiritual, pembebasan rohani.

Ramadan adalah bulan pembebasan spiritual. Dengan berbagai keutamaan ibadah yang ada di dalamnya.

Bulan Ramadlan adalah Bulan pembebasan manusia dari belenggu penyembahan materi, manusia, makhluk, bahkan penyembahan terhadap diri kita (ego, hawa), untuk semata-mata menyembah Sang pencipta yang berhak disembah, yaitu Allah swt.

Inilah puncak pembebasan manusia yang akan menghantarkannya menjadi mulia dan bahagia, dunia dan akhirat.

Semoga di Bulan yang suci ini kita mampu melaksanakan pesan pembebasan ini, sehingga kita menjadi pribadi yang mulia dan mendapat cinta Allah SWT, Amien ya Rabbal ‘alamien..

—— Muh.Rifai al Faqir 🌾 Ngaji Kehidupan (Hari Ke-tiga Ramadhan 1442 H)

Ramadan Bulan Pengaktifan Otak Kanan

Ramadan bulan otak kanan. Salah satu hal yang menjadikan kita tidak mampu berkembang adalah “keterjebakan” kita terhadap aktivitas rutin, berulang-ulang dan merasa tidak bisa melakukan sesuatu di luar kebiasaan kita.

“Keterjebakan” dalam rutinitas ini bukan semata-mata disebabkan faktor eksternal di luar kita.

Seringkali “keterjebakan” ini justru disebabkan faktor instrinsik diri kita, yaitu dominasi otak kiri yang mengendalikan perilaku kita.

Otak kiri mengendalikan kita untuk berfikir dan berperilaku dalam keyakinan-keyakinan yang membatasi, ingatan-ingatan masa lalu dan kecenderungan pada apa yang telah dan biasa kita yakini dan lakukan.

Kemerdekaan Berfikir (ramadan bulan otak kanan)

Pada hal sesungguhnya kita memiliki kemerdekaan untuk berfikir dan berimajinasi di luar kebiasaan perilaku yang ada.

Kita memiliki kemampuan untuk memvisualisasikan keinginan, impian, ide dan harapan kita untuk diwujudkan menjadi kenyataan.

ide konten blog

pada titik inilah pentingnya optimalisasi peran otak kanan yang bertugas mewujudkan peran-peran imajinasi dan visualisasi ini.

Jika otak kiri adalah otak repetisi dan pengulangan, maka otak kanan berfungsi melakukan positioning, imajinasi dan kreasi.

salah satu Hikmah Ramadan : Tidak terbelenggu kebiasaan Buruk

Diantara sekian hikmah bulan Ramadan adalah agar kita tidak terjebak dalam belenggu kebiasaan buruk.

Juga agar kita memiliki “kemerdekaan” untuk memosisikan diri, memprogram dan merencanakan hal-hal besar tentang hidup kita.

Ramadhan adalah momen agar kita lebih banyak menahan diri, “mengitung diri”, berimajinasi dan merefleksikan apa yang biasa kita lakukan untuk memperbaikinya.

Puasa pada dasarnya bertujuan memerdekakan kita dari kebiasaan bergantung pada makanan, minuman serta kebiasaan lain yang bersifat konsumeristik dan materialistik.

Aktifitas tadarrus al Qur’an adalah upaya perenungan terhadap nilai-nilai utama (core velues) yang harus senantiasa kita pedomani dan perjuangkan.

Ibadah tarawih (qiyamullail), dzikir dan i’tikaf memiliki makna agar kita senantiasa melakukan kontemplasi dan refleksi terhadap keyakinan, perilaku dan kebiasaan kita yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kemuliaan dan kebajikan.

Semoga dengan berkah Ramadhan, kita mampu mengaktifkan kinerja otak kanan kita untuk memprogram impian dan harapan kehidupan kita dan dapat menuntun kinerja otak kiri kita untuk mengganti harapan, perilaku dan kebiasaan buruk kita dengan hal-hal yang baik.

Amien Yaa Rabbal ‘alamien…

—- M.R Zubaidy (Muhammad Rifa’i) Ngaji Kehidupan ( Hari Ke-dua Ramadan 1442 H)

Baik Secara Lahir, baik secara batin dan jangan ditampakkan

Lanjutan tentang isi khutbah yang ditulis sebelumnya, yaitu tentang kenikmatan Islam dan iman, kali ini mengenai perilaku berbuat baik secara lahiriah dan baik juga secara batiniyah kemudian menjauhkan dari memperlihatkan kebaikan kebaikan yang dilakukan secara apapun (media sosial, cerita supaya didengara atau sum’ah, melakukan yang baik supaya dilihat alias riya’ dll).

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Sebenarnya urutan penyajian mestinya tulisan ini dimuat sebelum kenikmatan Islam dan Iman, tapi karena yang lebih diingat materi sebelumnya akhirnya postingan ini jatuh setelahnya.

Pembahasan yang disampaikan yaitu dalam perbuatan baik mestinya melibatkan baik secara lahir juga batin dan tidak lupa untuk mengikutsertakan tidak menampakkan perbuatan itu alias menjauhkan dari pamer perihal perilaku baik yang dilakukan, entah lewat cerita, posting status maupun yang lainnya.

Baik secara lahiriyah

Perbuatan baik lahiriyah ini dapat berupa melakukan perbuatan baik secara sesama atau hablum minan nas ataupun ibadah yaitu hablum minallah. Contohnya berbuat baik secara lahiriyah dengan sesama banyak sekali misalnya menolong tetangga, bersikap sopan santun, tutur kata yang baik dan lain sebagainya, silakan anda contohkan sendiri.

Kemudian berbuat baik yang sifatnya ibadah secara lahiriyah misalnya sholat tertib berjamaah, memakai pakaian menutup aurat, misalnya memakai jilbab atau hijab.

Ngomong ngomong mengenai jilbab ini jadi teringat seorang rekan yang berasal dari muntilan magelang jawa tengah yang mengunggah foto tulisan di status whatsapp. Adapun inti dari postingan itu adalah jilbab itu letaknya di kepala, bukan di hati. Jadi saya berkesimpulan, bahwasanya memakai jilbab merupakan perbuatan baik yang bersifat lahiriyah, berbeda dengan perilaku batiniyah.

jilbab-letaknya-dikepala-bukan-dihati
Jilbab letaknya di Kepala bukan dihati

Bagaimana dengan slogan orang orang yang mengatakan, mau memakai jilbab di hati dulu sebelum memakai hijab di kepala, ya bagi saya sih kurang pas karena memang itu merupakan hal yang berbeda, perilaku memakai hijab adalah perbuatan baik secara lahiriyah.

Jadi ingat waktu acara pamitan Haji Kasi Pendidikan Madrasah yang diisi khutbah oleh Kabag TU (waktu itu) H. Suroso, yang menyampaikan bahwa jika ada orang yang berniat mendaftarkan haji jika sudah menjadi orang yang baik, ditimpali beliau, dapuranmu koyo ngono kapan kajine nek ngenteni dadi wong apik.

Maksudnya kalau menunggu jadi merasa orang baik niscaya niat baik yang hendak dilaksanakan akan mustahil terlaksana karena parameter menjadi orang baik akan sangat susah.

Baik secara batin

Lanjutan kepada baik secara batin, disini tempat lokasi hal yang dapat dikatakan rahasia, hanya orang itu sendiri serta Allah dan siapa saja yang dikasih tahu Allah untuk mengetahui apa yang ada di dalam hati seseorang.

Pada wilayah hati ini kebanyakan berkutat tentang niat dan keikhlasan, dimana apa niat yang bersemayam dalam hati seseorang dan bagaimanakah keikhlasan orang itu dalam berbuat ataupun menerima keadaan.

Jadi teringat pakde saya yang memisalkan tentang orang yang tidak iklas atau niatnya salah dalam beribadah, pemisalan ini muncul disaat beliau ditanya oleh salah satu paman saya. Kembali lagi ke pemisalan, perbuatan yang salah niat atau tidak ikhlas itu bisa seperti folder pada komputer dan isinya.

Maksudnya adalah perbuatan diibaratkan folder, sedang isinya dalam folder itu yaitu niat yang lurus atau ikhlas. Jika niat salah dan tidak ikhlas, maka folder itu akan tetap ada atau eksis, akan tetapi isinya kosong alias tidak ada apa apa di dalamnya. Itulah perumpamaan yang disampaikan oleh uak saya pada saat musim lebaran idul fitri beberapa tahun yang lalu di Boyolali.

Tidak menampakkan perbuatan baik

Lanjutan dari materi khutbah tadi yaitu setelah penyampaian baik secara lahiriyah, baik secara bathiniyah, kemudian tidak menampakkan perbuatan baik yang dilakukan.

Saya kira semua mafhum dengan apa yang dimaksud tidak menampakkan perbuatan yang telah dilakukan, saat ini media sosial, whatsapp twitter facebook menjadi ajang penampakan hampir apapun yang bisa di upload.

kirim-pesan-lewat-media-sosial
kirim pesan melalui smartphone

Mulai dari ibadah ke makkah, berdoa, syukur terhadap rizki, kebaikan atau apalah apalah, bisa lewat DP whatsapp, linimasa, postingan facebook dan ngetweet di twitter.

Tidak kurang bahan sarana untuk menampakkan perbuatan baik yang dilakukan sehingga adakalanya perlu bertanya kepada diri sendiri, apa motivasi untuk upload doa atau ibadah serta pasang gambar melakukan perbuatan baik di linimasa whatsapp, untuk dakwah bil hal? Memotivasi yang lain, atau tujuan yang dilarang oleh agama?

Itulah beberapa yang dapat ditangkap dari materi khutbah jumat pada tanggal 18 Oktober 2019 di masjid tempat bekerja. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

bersyukur atas Nikmat Islam dan Iman, sudah Tahu Rasanya?

Materi khutbah jumah yang disampaikan oleh khatib dekat kerja yang mengkritisi para mubaligh dai maupun khotib yang menyampaikan syukur atas nikmat islam nikmat iman, sempat dan sehat, bukan terkait tentang mensyukurinya, akan tetapi emang bagaimana sih rasa kenikmatan Islam maupun nikmat iman.

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Sebenarnya banyak ilmu dan manfaat jika kita sedikit menyimak dengan seksama dari materi khotbah jumat yang disampaikan oleh khatib, akan tetapi biasanya kita memang menganggap materi khatib ini hanya sebagai masa tunggu menanti pelaksanaan sholat jumat dua rakaat sehingga materi yang disampaikan berlalu biasa saja dan kadang beberapa saat kita lupa apa yang disampaikan.

Ada dua hal yang saya tangkap dari materi khutbah jumat kali ini (18 Oktober 2019) dimana satunya berupa baik secara lahirian, baik secara batiniyah, dan selanjutnya tidak ditampakkan atau dipamerkan, yang satunya yaitu informasi seperti apa kenikmatan dari nikmat Islam Nikmat Iman, kali ini yang dibahas yaitu bentuk kongkrit tentang rasa nikmat iman dan islam yang disampaikan oleh khatib.

Dalam uraiannya, pak khatib mengkritisi berapa banyak dai mubaligh maupun para nara sumber yang menyampaikan syukur atas kenikmatan dari Islam, iman sempat maupun sehat, utamanya 2 hal pertama, kritikan yaitu para dai mubaligh tidak menyampaikan seperti apa sih rasanya nikmat dari iman dan Islam itu.

Nikmat Islam

Selanjutnya dalam keterangannya, bentuk rasa nikmat dari Islam minimal ada dua hal yang bermuara kepada harapan. Adapun kedua hal dimaksud adalah;

  1. Nikmat memiliki harapan pengampunan; dan,
  2. Nikmat memiliki harapan surga.

Dengan keislaman seseorang maka dia memiliki harapan untuk mendapatkan ampunan maghfirah dari Allah SWT atas khilaf dan kesalahan serta dosa yang diperbuat.

Selanjutnya orang orang Islam memiliki kenikmatan mempunyai harapan surga Allah SWT di akherat kelak. Karena seperti diketahui bahwasanya Islam merupakan agama yang dibawah oleh nabi Akhir zaman Muhammad saw.

Itulah rasa kongkrit dari kenikmatan Islam bagi kaum muslimin dan muslimat menurut informasi dari pak khotib.

Nikmat Iman

doa pembuka TPQ metode ummi

Selanjutnya, mengenai nikmat Iman bahwasanya di dalam alquran disebutkan bahwa bagi orang mukmin akan mendapatkan kenikmatan berupa tidak ada rasa khawatir dan takut pada dirinya. Itulah bentuk kongkrit dari kenikmatan iman berdasarkan versi dari pak khotib.

Untuk kenikmatan sempat dan sehat tidak diuraikan, menurut pandangan saya pak khatib merasa bahwa uraian sempat dan sehat sudah dapat diketahui sendiri oleh para jamaah yang saat itu mengikuti materi khutbah yang disampaikan (mungkin juga ada yang terserang rasa kantuk).

Kesimpulan dari kenikmatan Islam dan Iman

Dari uraian penyampaian materi diatas, 3 (tiga) kesimpulan yang dapat diambil yaitu;

Bahwasanya dai mubaligh perlu menyampaikan secara kongkrit seperti apa rasa nikmat Islam dan Iman;
Contoh rasa nikmat Islam yaitu adanya harapan diampuni salah dan dosa serta surga di akhirat;
Contoh kenikmatan Iman yaitu tidak adanya rasa khawatir maupun takut pada diri seorang mukmin.

Demikian tentang uraian seperti apa sih rasa dari kenikmatan Islam dan Iman yang disampaikan pada khutbah jumah masjid dekat saya bekerja.

Demikian tulisan ini untuk mengingatkan diri sendiri tentang materi khutbah jumat dan sekiranya bermanfaat bagi yang lain semoga dapat meningkatkan keimanan dan keislaman kita. Amiin. Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

3 Macam suasana rumah dalam kehidupan berkeluarga

Pontren.com – Assalamu’alaikum poro sederek seislam seIndonesia, bulan dzulhijjah bagi masyarakat suku Jawa (Tengah) merupakan bulan paling favorit dalam melaksanakan hajatan pernikahan yang selanjutnya diikuti bulan syawal sebagai bulan yang disukai.

Pada Bulan Besar ini para penghulu panen raya mendapatkan jaspro karena banyaknya temanten yang melaksanakan ijab kabul dan mengundang para naib ini sehingga dianggap ijab diluar jam kerja atau kantor.

Tadi siang (18 Agustus 2019) merupakan hari dimana waktu ngiring manten (mengantarkan keluarga pengantin pria menuju lokasi pernikahan yang dipilih pengantin wanita). Adapun sang mempelai pria adalah tetangga anaknya guru saya waktu zaman esde sekaligus putra dari Ketua Takmir Masjid Baiturrahman.

Oh iya, sang mempelai laki-laki bernama Fajar Dwi Anggoro, yang lebih muda biasanya menyebut atau memanggil dengan mas Fajar, sedangkan mempelai wanita entahlah nama lengkapnya siapa, tapi tadi dengar dari pembawa acara sepertinya dipanggil dengan mbak Dita.

Pak Ketua Takmir dan Bu Guru SD

Waduh blaik, padahal putra pertama dari Pak Mugiyono dengan bu Sriyati juga dipanggil mas Dita, mbuh piye iki sesuk sik ngundang (memanggilnya).

Halah pikir keri nanti juga akan ada solusi biar tidak salah maksud dalam menyebut nama Dita.

Berangkat dari Desa Girimulyo menuju Kerjo jam 09.00 WIB ( jam 9 pagi) dan selesai acara walimahan di pihak wanita kisaran jam 12.00 WIB yang dilaksanakan di gedung depan Kecamatan Kerjo.

Bukan perjalanan acara yang akan dibahas, tapi tadi ada mubaligh yang menyampaikan 3 model suasana rumah tangga dalam kehidupan keluarga disertai dengan sekilas menerangkan kenapa di istilahkan seperti itu.

Pas disampaikan bersamaan dengan sesi fota foto penganten dengan keluarga dan kaum pejabat desa kadusan serta erte erwe dan kalangan tetangga kiri kanan rekan akrab dain lain sebagainya.

Model Suasana Rumah dalam kehidupan berumah Tangga

Kembali lagi ke 3 model suasana rumah tangga dalam kehidupan berkeluarga, menurut pak ustadz tersebut adalah;

1) Model seperti Kuburan
2) Model seperti Hotel
3) Model seperti Pesantren

Berikut keterangan tentang ketiga macam suasana rumah bagi keluarga menurut sang mubaligh tersebut;

Model rumah seperti kuburan dalam rumah tangga

Model ini yaitu dimana suami istri keluar masuk rumah diam saja, kurang ada komunikasi, minimal dalam bertegur sapa dan lain sebagainya, padahal jika berkumpul dengan rekan malah dapat lepas tertawa ngobrol dan berbeda perilaku dengan saat berada dirumah.

Dengan kondisi kediaman kedua orang suami istri ini karena kesenyapan yang terjadi sehingga suasana rumah dianggap seperti kuburan.

Akan tetapi ada 1 keheranan yang diungkap oleh pak mubaligh, walaupun omahe koyo kuburan, tapi koq anake yo akeh. 😀 ?

Kondisi suasana rumah seperti hotel dalam kehidupan rumah tangga

Yang kedua yaitu pemisalan rumah bagaikan hotel, dimana suami istri pulang kerumah, kemudian mandi dandan pake make up full tak lama kemudian pergi lagi melakukan aktivitas.

Hal ini ditiru perilakunya oleh anak – anak. Dimana anak anak dari sekolah atau bermain, kemudian membersihkan diri, bagi yang cewek ya dandan, selesai dandan, terbang entah kemana beraktivitas kegiatan yang diinginkan.

Diungkap oleh pak ustadz tadi hal ini terjadi karena anak merupakan fotocopy dari orang tuanya, sehingga perilaku meniru plagiat perbuatan orang tuanya dapat tercermin pada anak (walaupun tidak semua begitu).

Suasana rumah seperti pesantren dalam kehidupan keluarga dan rumah tangga

fajar dwi anggoro

Yang ketiga yaitu keadaan rumah yang terasa seperti di pondok pesantren, dimana pada waktu akan masuk rumah uluk salam (mengucapkan assalamu’alaikum).

Sebelum masuk rumah maupun keluar rumah dengan berdoa, saat adzan lekas menuju masjid dan dirumah dihiasi dengan tadarus mengaji secara rutin ba’da magrib maupun subuh.

Itulah salah satu ular ular atau entah tadi apa namanya yang disampaikan oleh pemateri dalam acara walimahan mas Fajar Dwi Anggoro putra dari ibu Sriyati dengan Bapak Mugiyono di Kerjo Kabupaten Karanganyar.

Tentunya dari ketiga suasana rumah tangga diatas, yang nomor ketiga atau suasana seperti pesantren yang diharapkan menaungi keluarga kita serta keluarga mas Fajar yang baru saja sah ijab kabul dan berhak menyandang predikat suami secara resmi.

Oh iya, namanya keluarga mestinya mengalami hal yang kurang mengenakkan yang menimbulkan salah dua dari keadaan rumah diatas, walau mengalami suasana rumah seperti kuburan atau semisal hotel, semoga tidak lama lama kejadiannya, ya hanya sehari dua hari saja harapannya.

Selamat menempuh hidup baru mas Fajar, semoga sakinah mawaddah wa rahmah.

Do’a Pak Mubaligh untuk mempelai dan para tamu dan keluarga yang menghadiri

Menyitir doa dari pak mubaligh tadi, bahwasanya mas fajar dan mbak dita didoakan semoga;

  1. Dalam 2 tahun atau sebelum dua tahun sudah dikarunai putra atau putri yang solihah;
  2. Dalam jangka kurang dari 10 tahun semoga sudah dapat memiliki gubug (maksudnya rumah yang layak tentunya).
  3. Dalam jangka kurang dari 25 tahun sudah dapat mengintari Ka’bah dan berkunjung ke Kota Makkah dan Madinah di Saudi Arabia (tentunya doa supaya dapat menunaikan ibadah haji).
semoga menjadi putra soleh dan soleh dan memiliki keturunan yang soleh solihah

Itulah ketiga doa yang diucapkan oleh pak mubaligh (mbuh namanya siapa tadi), yang dalam pangandikan beliau bahwa doa ini juga diperuntukkan para tamu maupun pihak keluarga yang menghadiri acara walimahan antara mas fajar dengan mbak dita.

Wassalamu’alaikum, Cuthel.

Menjaga Izzah dan Iffah bagi Muslimah Muslim

pontren.com – informasi mengenai pengertian izzah dan iffah dalam islam serta perlunya menjaga izzah dan iffah bagi kaum muslimah dan muslim. Jika anda menginginkan tulisan arab izzah dan iffah berikut silakan di copy paste pada word atau apapun yang anda suka = اَلْعِزَّةُ وَ الْعِفَّةُ

Yang dimaksud dengan izzah dan iffah adalah kemuliaan dan menahan dari hal yang dilarang dalam agama Islam.

Pengertian Izzah

Pengertian izzah secara bahasa : kata Al-Izzah merupakan bentuk masdar dari sumber kata “azza, ya’izzu, ‘izzan wa ‘izzatan wa ‘azaazatan” (عز- يعز – عزا – عزة – عزازة) yang memiliki makna “As-Syaraf” atau “Al-Karam” (Kemuliaan), “Al-Quwwah”, “Al-Syiddah” (Kekuatan).

3 makna al ‘izzah menurut Ulama

  1. Al-‘Izzah yg berasal dari kata عَزَّ-يَعِزًُّ arti pertahanan diri dari musuh yg hendak menyakiti-Nya sehingga tdk mungkin tipu daya akan sampai kepada-Nya
  2. Al-‘Izzah yg berasal dari kata عَزَّ-يَعُزُّ arti mengalahkan dan memaksa
  3. Dari kata عَزَّ-يَعَزُّ arti kuat.

Sumber : https://b3k0n4n6.wordpress.com/2001/07/22/al-izzah/

Izzah berarti kemuliaan, dengan kata lain adalah harga diri. Dengan begitu yang dimaksud menjaga izzah adalah menjaga kemuliaan dan harga diri atau kewibawaan.

Dikutip dari situs republika.co.id, menurut ustadz Asep Abdul Wadud bahwasanya kemuliaan Islam atau ‘izzah Islam dibangun atas 4 hal yaitu;

  1. Akal
  2. Agama
  3. Akhlak, dan
  4. Rasa malu

Kata izzah dalam alQur’an

terdapat dalam surat al Munafiqun ayat 8

يَقُولُونَ لَئِنْ رَجَعْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْأَعَزُّ مِنْهَا الْأَذَلَّ ۚ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya”. Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.

Tafsir dari ayat diatas dalam tafsir jalalain adalah

(Mereka berkata, “Sesungguhnya jika kita telah kembali) yakni kembali dari peperangan Bani Mushthaliq (ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir) yang dimaksud orang-orang kuat adalah diri mereka sendiri (orang-orang yang lemah daripadanya”) yang dimaksud oleh mereka adalah orang-orang mukmin. (Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah) yakni kemenangan itu milik Allah (bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui) hal tersebut.

Pengertian Iffah

Berikut adalah pengertian izzah secara bahasa dan juga secara istilah.

Pengertian Iffah secara Bahasa : ‘iffah adalah bentuk masdar dari affa-ya’iffu-‘iffah,
عَفَّ يعف عفة فهو عَفيف، الجمع أعفَّاءُ وأعِفَّة

yang berarti menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik.
Adapula yang mengartikan dengan menahan.

Sedangkan pengertian ‘iffah adalah menahan. Adapun secara istilah ; menahan diri sepenuhnya dari perkara-perkara yang Allah haramkan.

Istilah yang lain : ‘iffah adalah memelihara kehormatan diri dari segala hal yang akan merendahkan, merusak dan menjatuhkannya.

Dalam bahasa arab, orang laki laki yang melakukan iiffah disebut dengan Afif, sedangkan untuk wanita disebut dengan afifah. (mengingatkan kepada seorang rekan yang bernama afifah Ulfa).

Menjaga izzah dan iffah bagi muslimah dan muslim

guru Madrasah Aliyah
semangat menjaga izzah dan iffah

Seorang muslim mestinya memiliki sifat yang pede percaya diri guna izzah Islam, bukan seorang yang rendah diri, merasa inferior kalah secara percaya diri dengan ummat atau golongan yang lain.

Dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 139 dapat menjadi landasan dalam bersikap pede percaya diri dan sigap tidak ingah ingih.

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

artinya: Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

Dengan begitu saatnya membangun izzah Islam dan menjadi pribadi yang percaya diri akan tetapi tentunya kepercayaan diri ini dibarengi dengan kualitas keilmuan pengetahuan serta skill yang dibangun secara bertahap.

Bukan hanya pede asal percaya diri dengan ketiadaan keilmuan yang akibatnya menjadi bumerang dan mempermalukan.

Perihal ‘ffah atau menahan diri, dibawah ini ada hadis dan ayat dalam Alquran yang bisa menambah pengetahuan mengenai iffah atau menahan diri dari yang tidak diperbolehkan.

Dalam qur’an surat al mu’minun ayat 1 -7 ;

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١)
الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢)
وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (٣)
وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (٤)
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (٥)
إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (٦)
فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (٧)

  • “Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang beriman,
  • (yaitu) orang orang yang khusyu’ dalam shalatnya,
  • orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
  • orang-orang yang menunaikan zakat,
  • dan orang-orang yang menjaga kemaluannya
  • kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki,
  • maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa yang mencari hal lain di balik itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (Qs. Al-Mu’minun, 1–7)

Ada beberapa point penting yaitu ; khusyu’ sholat, menjauhkan dari perkataan perbuatan yang tiada guna, menunaikan zakat, menjaga kemaluan kecuali kepada yang dibolehkan.

santri assalaam
santri selesai sholat

Sedangkan khusus untuk wanita muslimah, ada hadis tentang kebebasan seorang perempuan untuk masuk kedalam pintu surga manapun yang dia mau dengan persyaratan sebagaimana dibawah ini.

“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.

artinya “Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany).

Dari hadis dimaksud, seorang wanita dapat memasuki pintu syurga manapun yang dia mau dengan ketentuan;

  • Menunaikan sholat 5 waktu
  • Puasa di bulan ramadhan
  • Menjaga kemaluan dan taat kepada suami

Itulah 3 hal yang menjadi persyaratan bagi wanita yang menginginkan memasuki syurga pintu manapun yang dia pilih.

Demikian informasi tentang pengertian izzah dan iffah serta pentingnya menjaga izzah dan iffah bagi muslimah dan juga mukmin.

3 Ciri Hidup Barakah

IMG_20181020_102646

Pontren.com – 3 Ciri Hidup Barokah – materi kultum sholat isya dan tarawih yang di sampaikan oleh khatib bulan ramadhan di masjid miftaahul Jannah yang berada dekat dengan tempat tinggal saya sehari hari.

Sebagaimana umumnya masjid di Indonesia yang mendapat pengunjung alias jamaah lebih banyak dibanding bulan lainnya. Dan juga adanya siraman rohani rutin selepas sholat sunnah tarawih dan jaburan bagi anak-anak kecil. Tidak lupa tugas fans club tanda tangan tugas bulan puasa.

Dari uraian singkat dalam kultum yang disampaikan oleh pak Wahono, Rt 2 rw 6 bahwasanya ciri hidup barakah itu ada 3 yaitu:

Istiqomah
Jujur
Qonaah.

Penjelasan ciri hidup barakah menurut khatib

Penjelasan beliau dari ketiganya adalah sebagai berikut.

Yang pertama tentang istiqamah, hendaknya beristiqamah dalam beribadah utamanya bulan ramadhan

Qonaah dalam bersyukur atas nikmat dan rizki yang telah diberikan kepada kita, dan juga tidak nggresulo (nggedumel).

Jujur, merupakan salah satu sifat dari nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan dan nantinya di akherat kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban

Qonaah, maksudnya disini yaitu nerimo atau menerima dengan dengan kondisi yang ada. Menerima dan mensyukuri keadaan dan mestinya jauh dari iri hati dan sifat jelek baik itu dalam hati maupun perbuatan.

Di akhir kuliah tujuh menit, pak wahono memberitahukan bahwasanya yang menjadi imam malam ini adalah mas anwar atau pak anwar, fungsinya memperkenalkan imam karena beliau warga baru dan mantu dari pak siapa tadi entah saya lupa.

Dan juga bermanfaat untuk anak-anak dalam tugas rutin ramadhan yaitu mencatat nama imam dan khatib serta minta tanda tangan.

Untuk tingkatan lebih tinggi (anak kelas 3-6 SD/MI) biasanya ada kolom untuk diisi dengan ringkasan dari materi kultum bulan ramadhan.

Pembagian jaburan dan pertanyaan pak joko kepada anak

adab sebelum makan
(C) Lion Multimedia Production U.S.A. modified

Selesai kultum pak wahono kembali ke barisan shof kemudian mas anwar melanjutkan jadi imam guna pelaksanaan sholat witir dan diakhiri dengan salam kemudian niat puasa ramadhan.

Rampung niat puasa tibalah saat menyenangkan bagi anak – anak yaitu pembagian jaburan dari remaja masjid. Adapun asal makanan jaburan adalah hasil sedekah para warga sekitar yang rutin setiap tahun dilaksanakan.

Adapun menu makanan biasanya model yang ringan atau kudapan, yang sering terlihat isinya yaitu roti, telur asin, kroket, sosis, tahu isi, kacang, dan makanan anak anak lain.

Dari pengurus masjid sepertinya mengarahkan untuk makanan sebaiknya bukan model makanan chiki atau snack pabrikan yang dijual massal. Diharapkan makanan tradisional atau yang dibuat meminimalisir dari zat kimia.

Ada yang unik pada saat pembagian makanan jaburan yaitu saat sambil menunggu para pemuda menata bungkusan yang akan dibagikan, pak Joko yang sering memandu acara ini mengumpulkan anak dalam masjid dan sedikit memberikan pertanyaan maupun quiz.

Biasanya meminta anak anak yang hafal surat atau doa tertentu untuk tunjuk jari dan maju kedepan menghafalkan sesuai dengan pertanyaan tadi, misalnya; siapa yang hafal surat al baqarah, eh, al ikhlas?

Biasanya anak – anak malu-malu untuk maju menjawab pertanyaan, padahal sepertinya ada banyak anak yang sudah hafal.

Baju baru ciri khas lebaran

lomba-busana-muslim-TPQ
baju baru Alhamdulillah

Ada yang unik tadi malam yaitu pada saat pertanyaan pak joko mengenai apakah anak-anak sudah dibelikan baju baru?

Anak anak menjawab kompak,” SUDAAAHHHH!!! Ternyata memang lebaran idul fitri masih identik dengan baju baru hehehe.

Tapi memang bisa jadi orang tua memang jarang membelikan anak anak baju yang baru, sehingga lebaran menjadi ajang kesempatan untuk membelikan buah hati pakaian yang layak dan baru.

Apalagi ibu ibu yang punya anak kecil cewek, senangnya jika membelikan baju anak perempuan karena banyak model dan pilihan, sedangkan bagi anak cowok atau laki ya modelnya itu itu saja tidak banyak yang menarik secara estetika.

Udah itu aja. Salam puasa.