Khutbah Jum’at Masa Pandemi, Ketaatan Keteladanan Dalam Prokes

teks khutbah jum'at masa pandemi corona
Share

Khutbah Jum’at Pandemi Covid 19 Ketaatan dan Keteladanan Dalam Protokol Kesehatan Oleh : H. Khamdani, S. Ag, M.S.I (Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah) sebagai salah satu acuan untuk khutbah jum’ah yang singkat dan padat. Bahasa Jawanya adalah cekak aos masa pandemi corona dalam hal prokes.

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, setelah lebaran beberapa hari akhirnya bisa menyentuh blog ini, alhamdulillah pada grup beredar file format pdf untuk materi khutbah jumah masa pandemi corona virus covid 19.

Sebagaimana dalam teks bahwasanya yang membuat teks khotbah jum’at ini adalah Haji Khamdani Sarjana Agama Magister Sains Islam (atau apalah singkatannya yang benar).

Beliau adalah Salah satu JFT pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Seperti apa teks dalam khutbah ini, berikut bisa anda simak dan nanti dapat anda unduh file berbentuk PDF pada akhir tulisan.

Teks Khutbah Jum’at Pandemi Covid 19 Virus Corona

Hadirin Jama’ah Jumah Rahimakumullah, Pertama-tama marilah kita mengucapkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT, yang telah melimpahkan segala karunia dan nikmat-Nya, dalam kondisi wabah virus Covid 19 yang masih menggejala, kita dapat mengikuti shalat Jumah dalam keadaan sehat wal afiat dengan tetap menggunakan protocol kesehatan Covid-19.

Mudah-mudahan wabah virus Covid-19 segera sirnad i muka bumi ini. Aamiin.

Shalawat dan salam tetap tercurahkan atas junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan keteladanan dalam kehidupan ini,.

Semoga kita, anak cucu kita selalu setia menjadi pengikutnya ilaa yaumil qiyaamah. Aamiin.

Pada kesempatan khutbah Jumah siang ini, marilah kita tingkatkan ke Taqwaan kepada Allah SWT, agar hidup ini menjadi selamat dan Bahagia, baik di dunia maupun di akherat kelak.

Hadirin Jamaah Jum`ah yang berbahagia,

Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali, kita semua perlu menjadi contoh untuk rela mengurangi kenyamanan pribadi guna mewujudkan kemaslahatan bersama.

Rela untuk memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan mambatasi aktivitas sosial yang berdampak pada kerumunan; semata untuk kepentingan keselamatan diri dan keselamatan orang lain.

Ayat Al-Qur’an Berkenaan dengan Musibah

Wabah COVID-19 yang kita rasakan sampai saat ini merupakan ujian dari Allah SWT, ujian kesabaran dan juga komitmen ketakwaan kepada Allah. Tidak ada satu musibah pun yang terjadi tanpa seizin Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗوَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ – ١١

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali
dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. al-Taghabun [64]: 11)

Kita wajib melakukan ikhtiar mencegah terjadinya penularan wabah COVID-19.

Kita wajib menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams).

Sampai hari ini, kita semua warga negara Indonesia bahkan dunia masih disibukkan dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Namun perlu kita pahami bersama, bahwa apa yang melanda dunia hari ini bukanlah hal baru, hal yang sama pernah terjadi di masa lalu, pada masa Rasulullah SAW pernah juga dilanda wabah yang beliau sebut dengan Tha’un. Sehingga kita dapat belajar bagaimana cara mengatasinya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا
Artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari).
Hadirin jamaah Jumah Rahimakumullah

Dalam menghadapi situasi seperti ini, yang perlu kita perhatikan bersama adalah meningkatkan kepatuhan.

Hadits Tentang Wabah

Baik kepatuhan kita pada Allah dan Rasul-Nya maupun kepatuhan kita kepada pemerintah selaku pihak berwenang yang memiliki otoritas dalam pengambilan keputusan terkait percepatan penanganan wabah virus Covid-19. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ – ٥٩

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Peneguhan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, yang sekaligus juga kepada ulil amri, tentu tidak bisa dilepaskan dengan rasa menghargai antar warga negara Indonesia, yang merupakan saudara sebangsa.

Tanpa mempedulikan latar belakang, suku dan bahasanya, serta cita-citanya, semuanya diikat oleh semangat dari sila ketiga Persatuan Indonesia.

Oleh karenanya untuk membuat bangsa ini menjadi kuat, kita harus bangun terus dengan berangkat dari suatu visi bersama (common vision), dengan memperhatikan perbedaan sebagai kekayaan yang berharga untuk semakin mengukuhkan tekad kita.

Bukan sebaliknya untuk saling menjatuhkan.

Berbeda bukan alasan untuk Bermusuhan

Perbedaan-perbedaan yang terjadi di antara anak bangsa, bukan alasan yang kuat untuk kita saling bermusuhan.

Melainkan kita harus menghargai perbedaan itu sebagai cara atau jalan yang ditempuh saudara kita untuk ikut mencapai cita-cita bangsa Indonesia yaitu : Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur.

Hadirin yang berbahagia,

Marilah kita sama-sama menghindari sifat sombong dan angkuh dalam menghadapi situasi seperti ini, jangan sampai karena kesombongan tersebut malah menghilangkan kepatuhan kita pada himbauan pemerintah.

Apa yang dihadapi hari ini bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh, semua orang harus berperan aktif dan masif guna bersama menghentikan penyebarannya.

Sebagai orang Mukmin kita harus meyakini bahwa semua yang terjadi merupakan ketentuan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR Bukhari).

Semoga wabah yang saat ini menjadi pandemi global segera teratasi atas izin Allah SWT, Aamiin…

Khutbah II :

Tentunya anda sudah hafal dengan khutbah kedua.

Download teks khutbah jum’at masa pandemi

Sebagaimana kami sampaikan bahwa pada akhir tulisan kami sudah menyiapkan tautan untuk unduh gratis free download khutbah jum’ah pada masa pendemi corona virus covid 19.

Sebagaimana kebiasaan blog ini akan melampirkan tampilan preloved supaya memudahkan menilai suatu file tanpa harus mengunduhnya.

Berikut penampakannya.

Anda bisa mengunduh atau mendownload file ini langsung melalui tampilan preloved, jika ada trouble atau error kami antisipasi dengan tautan berikut.

Download khutbah jum’at masa pandemi corona

Demikian tambahan khazanah bahan materi untuk jumatan bagi para khotib khususnya para boss pejabat yang mendapatkan jadwal untuk menjadi khatib pada masjid tempat bekerja atau sekitar rumah.

Selamat bekerja, semoga Allah memberkahi dan melimpahkan barakah kesehatan dan kesejahteraan kepada kita semuanya. Wilujeng siang wassalaamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *