Cara mengajar iqro yang menyenangkan

Share

Cara mengajar iqro yang menyenangkan. Tips kiat bagi guru ustadz ustadzah dalam melaksanakan KBM TPQ yang menyenangkan supaya santri tidak bosan mengaji berdasarkan saran para praktisi dan ahli.

pontren.com – assalamu’alaikum, mungkin anda bertanya, kenapa judulnya “hanya” cara mengajar metode iqro yang menyenangkan? Padahal banyak metode pembelajaran TPQ yang lain semisal yambua, tilawati, qiroati, ummi dan lainnya.

Asumsinya begini, saat ini mayoritas TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an atau TPA) menggunakan metode iqro dalam kegiatan belajar mengajarnya, dan sebagian yang lain memakai metode yang saya sebutkan diatas.

Buktinya?

Anda bisa melihat lembaga pendidikan al-Qur’an islam nonformal sekitar anda. saya yakin anda lebih mudah menemukan dengan menggunakan iqro daripada metode ummi atau tilawati, yambua maupun qiroati.

Sekarang saya berasumsi begini, jika anda menanyakan sampai dimana tingkat pembelajaran anak mengaji pada TPA, bagaimana sampean tanya pada si anak?

Saya kira anda akan bertanya begini;

Sampai iqro berapa? Jilid berapa? Bukan bertanya kelas berapa pada TPQ. Bener ngga?

Dari asumsi sederhana ini makanya saya membuat judul seperti itu.

Yang jelas, cara ini mengajar metode iqro yang menyenangkan ini bisa anda ejawantahkan dan aplikasikan pada metode pembelajaran yang lain semisal yambua tilawati qiroati dan lainnya.

Kembali lagi cara mengajar iqro yang menyenangkan, maka anda perlu menyadari komponen yang melekat pada cara ini.

Adapun menurut saya, apabila ada seorang guru ustadz ustadzah Taman Pendidikan Al-Qur’an hendak menjadi pendidik yang menyenangkan dalam Kegiatan Belajar Mengajar metode Iqro maka perlu memiliki;

Itulah 5 hal menurut pontren.com yang perlu melekat pada diri guru TPQ yang ingin bisa mengajar TPQ secara menyenangkan dan menghindarkan anak rasa bosan.

Mari kita bahas satu persatu mengenai komponen yang sudah kami sebutkan.

Kemampuan dan memahami cara metode pembelajaran iqro

Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam KBM memakai metode iqro, seorang guru mesti memahami cara mengajarnya sesuai dalam rancangan yang telah digariskan para penyusun metode ini.

Susunan metode iqro terdiri dari 6 jilid. Sampean pasti mengerti hal ini, kalau tidak tahu, yaa… gak mungkinlah, saya yaqiiin njenengan paham iqro ada 6 jilid.

tujuan pembelajaran TPQ
ustadzah TPQ di jawa barat sedang menyimak santri mengaji

Tulisan ini saya sarikan dari journal unilak dengan judul Penerapan Metode Iqro Sebagai Kemampuan Dasar Membaca Al-Qur’an Di TK Hiama Kids karya Zulfitria (Universitas Muhammadiyah Jakarta), Zainal Arif (Universitas Muhammadiyah Tangerang)

Adapun memahami cara pembelajaran metode iqro yaitu dengan paham sifat sifat pembelajarannya.

Apa saja sifatnya?

Berikut adalah sifat-sifat pembelajaran metode iqro.

Bacaan Langsung

Maksudnya dengan bacaan langsung yaitu santri membaca tanpa mengejanya.

Singkatnya kebalikan dengan metode baghdady.

Singkatnya guru tidak mengenalkan huruf hijaiyah maupun harakat kepada santri, tetapi langsung membaca huruf hijaiyah dengan harakatnya sepeti a ba ta tsa dan selanjutnya.

Yang jelas anda paham seperti apa yang saya maksudkan.

CBSA

CBSA merupakan singkatan dari Cara belajar siswa aktif, pada era 90 an metode ini dipergunakan pada sekolah-sekolahan. Termasuk untuk saya belajar pada sekolah pada masa itu.

Yaitu metode yang menekankan kepada santri supaya aktif dalam belajar membaca. Posisi guru atau pendidik sebagai pemantau dan pembimbingnya.

Privat

Kira-kira seperti metode sorogan pada pondok pesantren. Santri siswa TPQ dalam membaca iqro harus berhadapan langsung dengan guru.

Tujuannya supaya santri bisa tahu makharijul huruf, pengucapan, panjang pendek serta kaidah membaca dengan benar.

Dalam hal privat, secara teknis pelaksanaannya yaitu satu persatu santri disimak oleh gurunya.

Sayangnya metode privat ini memiliki kelemahan pada TPQ yang membludak jumlah santrinya dengan rasio guru yang sedikit.

Sehingga waktu privat menyedot banyak waktu dan penyampaian materi klasikal menjadi kurang.

Dampaknya pembelajaran materi selain membaca (seperti pelajaran SKI, Fiqih, Aqidah, Akhlak dan lainnya) menjadi terabaikan.

Pengecualian apabila rasio guru memadai. Tentu kegiatan privat malah menjadi sangat bagus karena tercapai cara membaca yang baik dan tersampaikan materi keislaman secara mencukupi.

Modul

Sebagaimana sudah sampean ketahui, Iqro mempunyai 6 jilid.

Dalam menyelesaikan materi iqro atau naik jilid bergantung kepada masing-masing santri.

Bukan berdasarkan jenjang kelas level anak didik.

Mudahnya begini, setiap santri independen dalam naik tingkat jilid TPQ tanpa ada pengaruh dari santri lainnya.

Saya pribadi sebagai orang yang pernah menjadi praktisi pengajar TPQ adakalanya kesusahan memadukan kelas dan kemampuan santri dalam jilid iqro.

Kenapa bisa terjadi?

Adakalanya anak kelas 1 atau 2 SD sudah ada yang mahir dalam membaca, misalnya sudah mencapai jilid iqro 5.

Pada saat yang sama masih ada anak didik santri kelas 4 SD yang belum lancar dan terbata bata membaca iqro jilid 2.

Kesulitannya jika menjadikan mereka dalam satu kelas tentu susah pada saat melakukan pembelajaran mengajar huruf hijaiyah karena beda kemampuan.

Jika mengajar materi pembelajaran lain (sejarah fiqih dll), anak yang sudah mahir mengaji bisa saja kerepotan belajar karena dia masih anak usia kecil.

Bagaimana pengalaman anda?

Variatif

Dalam pembelajarannya, metode iqro memiliki 6 jilid memakai sampul berwarna warni.

Tujuan warna warni ini menurut kedua penulisnya supaya menarik para siswa dalam belajar dan menghindari kejenuhan pada saat kegiatan belajar mengajar pada TPQ.

Komunikatif

Memakai kalimat yang mudah untuk dipahami dan dicerna alam menggunakan kalimat serta kata pendampingan menyimak santri membaca.

Komunikasi guru pendamping lazim saat santri melakukan kesalahan bacaan, awal membaca guru memberikan arahan awal halaman, serta menjelaskan lafal lafal yang unik dan khusus.

Fleksibel

Metode ini memiliki fleksibilitas tinggi untuk berbagai usia, mulai anak paud TK, mahasiswa sampai dengan dewasa orang tua.

Flesibel usia belajar juga dalam hal metode mengajarnya. Siapapun yang sudah bisa membaca al-Qur’an bisa mengajar metode iqro ini.

Berbeda dengan metode lainnya perlu belajar cara mengajar serta metodenya terlebih dahulu apabila hendak mengajar dengan metode tertentu.

Nah itulah sifat-sifat metode iqro yang perlu guru kuasai dalam rangka menggunakannya untuk kegiatan KBM pada Taman Pendidikan al-Qur’an.

Mengajar Iqro : Memiliki tutur kata dan isi omongan yang baik dan lemah lembut

Cara mengajar iqro yang menyenangkan anda tidak bisa mengabaikan perilaku, pemilihan kata, dan gaya menyampaikan kalimat dari guru kepada siswa.

Langkah selanjutnya seteah menguasai pembelajaran iqro yaitu adalah berkenaan dengan akhlak guru kepada santri dalam menyampaikan pembelajaran baik langsung maupun tidak langsung.

Anda pernah mendapat bentakan saat belajar? Pernah dihardik pada waktu kecil?

Atau anda pernah mendapat pemberitahuan didepan banyak teman yang membuat anda malu karena melakukan kesalahan?

Anda sampai saat ini masih mengingatnya?

Apakah anda menyukai kejadian seperti itu?

Nah kira-kira seperti itulah yang santri anda hadapi saat anda menyimaknya menggunakan metode iqro.

Dalam mengajar maupun kegiatan privat, anda perlu meningkatkan kualitas kepribadian anda pada level lebih baik.

Maksudnya menjadi guru yang meminimalisir hardikan, memermalukan santri didepan temannya, atau bentakan yang tidak perlu.

Kenyamanan santri dalam belajar perlu anda pupuk sedemikian rupa sehingga dia merasa belajar iqro adalah kegiatan yang menyenangkan, bukan situasi seperti film horror yang tegang dan menakutkan.

Padahal anda perlu berlaku tegas dan jelas pada saat anak ramai, tidak fokus belajar, dan keusilan anak seusia TK dan SD.

Begitulah seninya, meminimalisir emosi anda tanpa harus mengurangi ketegasan supaya anak didik tetap pada jalur belajar yang tenanan dalam mengaji.

mengajar iqro : Kemampuan memberi semangat dan motivasi kepada anak didik (santri)

Penunjang cara mengajar metode iqro yang menyenangkan yaitu memberikan motivasi an semangat. Setelah anda memiliki kecerdasan mengontrol emosi, lanjutnya yaitu meningkatkan skill untuk memberi semangat dan motivasi kepada santri TPQ.

Semangat ini berupa ungkapan simpel sederhana maupun berupa bentuk apresiasi kesuksesan anak dalam belajar.

Contohnya nilai yang bagus, pujian yang tulus, atau bilamana lembaga memiliki kas dapat memberikan hadiah kepada santri yang pesat perkembangan mengaji atau terbaik dikelasnya.

Bentuk lain motivasi juga anda dapat berkomunikasi kepada orang tuanya dan memberikan informasi perkembangan baik sang anak.

Perlu anda tidak menginfokan sisi negatif anak kepada orang tua supaya mereka merasa aman jika dia mengaji kepada anda.

Sang anak akan merasa sangat tidak enak hati dan jengkel apabila mendapat teguran orang tuanya hasil laporan gurunya.

Misalnya orang tua menegur “bu gurumu bilang kamu suka ramai dan nakal saat berada di sekolah”.

Situasi ini membuat anda sebagai terdakwa tukang mengadu peristiwa pada TPQ kepada orang tua.

Saya pribadi memandang ini (mengadukan) dapat merusak suasana hubungan emosional anda dengan sang anak, utamanya pandangan anak kepada anda.

Akan sangat menyenangkan hati anda jika anak didik mengatakan bahwa anak menyukai anda dan ingin seperti anda.

Kenapa anak bisa begitu?

Karena anak menyukai anda, tidak mungkin dia bicara begitu jika dia tidak menyukai anda.

Kenapa santri menyukai?

Tidak lepas sang anak merasa nyaman dalam kegiatan belajar mengajar dan melihat anda pribadi yang charming, cerdas serta patut menjadi inspirasi hidupnya.

Pengetahuan ice breaking dan bermain game untuk mengajar iqro yang menyenangkan

Dunia anak adalah dunia bermain, begitulah kira kira dalam beberapa quotes yang pernah saya baca atau saya dengar.

Enggak usah anak-anak, saya saja yang sudah bangkotan masih suka maen dan ngegame.

Tentunya main hape tidak boleh dilakukan pada saat kegiatan belajar mengajar di TPQ.

Akan tetapi, sesekali perlu seorang guru mengajakpara santrinya untuk bersantai sejenak dengan melakukan permainan.

Atau bisa memasukkan game permainan TPA atau TPQ simpel berupa tepuk tangan yang pada permainan tepuk ini dalamnya memuat unsur pendidikan.

Contoh misalnya tepuk islam, tepuk iman, dan yang lainnya.

Menurut pengamatan saya pribadi, banyak anak yang hanya hafal dan kurang meresapi apa yang ada dalam permainan tepuk tangan ini.

Sesekali guru perlu meluangkan waktu sejenak menerangkan isi game tepuk tangan, supaya anak bisa lebih memperhatikan isi permainan.

Memiliki variasi game yang banyak juga menunjang anak untuk menyukai guru. Tentunya permainan yang seru dan kesukaan para santri.

Pertandingan dan kompetisi serta hadiah bagi pemenang bisa memacu semangat mereka.

Urusan hadiah adakalanya tidak menjadi masalah apa itu bentuknya.

Anda bisa memberi hadiah skor nilai lebih tinggi bagi kelompok yang menang, baik dalam hal kerapian, ketepatan menjawab atau suka suka anda memilih pemenangnya.

Darimana mencari bahan permainan?

Internet 😀 ;D 😀

Sebenarnya saya hendak mengumpulkan berbagai model tepuk tetapi sudah banyak yang mengulasnya.

Opini saya, yakin tiap TPQ memiliki guru yang cerdik pandai dalam memimpin dan mengatur game untuk para santrinya.

Kemampuan mendongeng yang baik (mengajar iqro)

Orang tua itu menurut saya banyak yang suka bicara dan pengen didengarkan lawan bicaranya.

Anak-anak senang mendengar kisah cerita yang baik dalam menyampaikannya.

Kebanyakan guru TPQ adalah mereka yang remaja dan dewasa, asumsi saya suka untuk berkata-kata dan memerlukan obyek untuk mendengarkan.

Seharusnya klop, sampean bicara, anak-anak mendengarkan.

Tetapi lain situasinya saat moment mendongeng atau bercerita.

IMHO (in my humble opinion, ceilee sok inggris) kegiatan bercerita atau mendongeng pada TPQ tidak memerlukan cerita yang menarik berliku, alur cerita sederhana pun juga tidak masalah.

Yang penting dalam mendongeng pada TPQ adalah bagaimana menyampaikan kisah ini secara menarik.

Cerita bunga berada dikebun yang ngobrol dengan katak, tentu bagi orang dewasa engga ada bagusnya untuk dibahas.

Tetapi bagi anak-anak, dengan keberadaan pendongeng yang baik, mereka tidak peduli bahwa kisahnya sederhana, alurnya biasa saja, yang penting seru mendengarkan.

Salah satu yang perlu anda pertimbangkan untuk memiliki kemampuan mendongeng yang baik adalah efeknya.

Maksudnya bagaimana?

Dalam hal ini, mendongeng merupakan cara yang efektif dan menyenangkan dalam menyampaikan pesan.

Tentunya pesan yang baik bagi para santri baik motivasi hidup, semangat belajar, berpegang teguh dalam agama, kuat memegang sikap jujur dan lain sebagainya.

Bagaimana bisa bercerita dengan baik dan menjadi pendongeng yang sukses menarik perhatian anak?

Ada beberapa teknik yang anda bisa lihat dari berbagai sumber, saya petikkan beberapa tips ini sebagaimana berikut.

Media mendongeng

Untuk menghidupkan kisah cerita, guru TPQ bisa memakai finger puppet ataupun hand puppet.

Maksudnya adalah boneka jari tangan atau juga boneka tangan.

Tidak perlu saya jelaskan, anda pasti sudah punya gambaran maksud dari boneka jari atau tangan ini.

Jika susah, anda bisa memakai kertas origami atau kertas biasa dan anda buat sebagai karakter tokoh yang hendak anda ceritakan.

Media yang lain adalah berupa buku.

Metode ini juga disebut dengan read aloud alias membaca lantang.

Anda bisa mendongeng kepada santri anda sembari menunjukkan gambar-gambar yang ada pada buku (tentu sampean perlu buku berkait dengan dongeng yang anda ceritakan).

Cara ini lebih mudah daripada model memakai media boneka, syaratnya anda punya bukunya.

Bagaimana jika tidak punya buku dan boneka?

Nah ini adalah media yang setiap orang punya.

Apa itu medianya?

Medianya adalah diri anda sendiri.

Tanpa menggunakan media apapun, hanya menggunakan ekspresi wajah anda, gerak gerik anggota tubuh anda, memakai intonasi dan berbagai suara yang bisa anda hasilkan.

Dalam mendongeng memakai diri sendiri sebagai media, apabila sukses (membengongkan anak mendengar cerita anda) berarti anda sudah hebat dalam mendongeng.

Tips kak Wees dalam mendongeng utamanya ekspresi tubuh adalah jangan malu!!

Anda harus benar benar full berekspresi pada saat mengekspresikan tokoh dalam cerita dongeng anda.

Baik ekspresi marah, tertawa, anak kecil menangis, nenek yang bertanya dan lain sebagainya.

Istilahnya adalah All out. Mengeluarkan segalanya alias tidak malu malu mengekspresikan apapun.

Menguasai teknik mendongeng

Setelah mengulas mengenai media dalam mendongeng, maka selanjutnya adalah tahu apa saja dalam teknik mendongeng.

Apa saja tekniknya?

Yang pertama adalah teknik olah vokal dalam mendongeng.

Teknik ini terdiri dari pernafasan, intonasi, artikulasi dan volume suara.

Teknik pernapasan ini penting, alasannya dengan teknik pernafasan yang baik pendongeng bisa memiliki energi cukup untuk bercerita dalam durasi waktu tertentu.

Bagaimana cara belajar teknik pernapasan?

Mengutip kids.grid.id, cara belajarnya adalah memulai bernafas melalui hidung, kemudian jangan lupa untuk memberi jeda saat bicara supaya tidak membuat pendongeng kehabisan nafas.

Akibat kehabisan nafas adalah tersengal-sengal pada waktu mendongeng, ini tentu kurang baik untuk mood para santri yang mendengarkan dongeng.

Unsur teknik mendongeng selanjutnya adalah intonasi.

Intonasi ini harus terdengar bagai alunan sebuah nada.

Pentingnya intonasi dalam bercerita supaya dongen yang disampaikan terdengar menarik.

Teknik selanjutnya yaitu artikulasi alias mengeja kata dengan tepat.

Ucapan yang jelas dan benar setiap kata yang keluar dari mulut pendongeng, maka cerita yang disampaikan menjadi lebih jelas bagi para penyimaknya. Dalam hal ini adalah santri metode iqro.

Volume suara juga unsur yang penting dalam mendongeng, tinggi rendahnya keras tidaknya suara bisa anda perhatikan berdasarkan situasi suasana.

Yang jelas jangan ada santri yang kesulitan menangkap suara anda.

Disinilah fungsi teknik suara lantang. Bukan berarti teriakan yang mengganggu, lebih tepatnya adalah setiap pendengar mampu menangkap suara anda dengan jelas.

Bagaimana cara membedakan suara mengganggu dan suara lantang?

Sampean bisa merekam suara sampean dan memperkirakan apakah suara anda bisa disimak dengan jelas atau sebaliknya.

Teknik Olah Ekspresi. Ini merupakan unsur yang dominan juga untuk para murid metode iqro mendengarkan cerita anda.

Ekspresi merupakan unsur penting karena bisa menjadi wakil gambaran tokoh yang anda bawakan.

Tentunya pendongeng yang baik bisa mengekspresikan berbagai tokoh dengan baik dan jelas, serta mengubah ekspresi satu dengan yang lain secara cepat, serta santri mampu menangkap ekspresi anda dengan jelas.

Cara memulai menjadi pendongeng untuk Mengajar Iqra

Saya ingin bisa mendongeng, tapi tidak tahu bagaimana cara memulainya.

Ada tips dalam memulai untuk belajar mendongeng.

Langkah mudahnya yaitu dengan belajar bercerita, anda bisa memulai dengan memperkenalkan diri anda sendiri, memahami volume, ekspresi, serta artikulasi anda.

Cara lainnya yaitu dengan menceritakan ulang kisah dalam buku.

Sebaiknya jika anda memakai cara ini, sampean kudu paham dan hafal isi ceritanya, bukan menghafal bukunya seperti menyanyikan lagu.

Tujuannya adalah supaya anda tidak kehilangan satau atau beberapakata dalam kisah pada buku.

Cara kedua, yaitu dengan memakai metode read aloud, menceritakan dengan lantang.

Sampean bisa memilih cerita yang sesuai dengan usia anak yang belajar menggunakan metode iqro anak didik anda.

Bacakan ceritanya dan sembari menunjukkan teks serta gambar didalamnya.

Jangan lupa, dalam membacakannya jangan hanya datar datar saja. selalu gunakan intonasi serta volume yang tepat. Gunakan artikulasi yang jelas dan mulai gunakan ekspresi wajah maupun bahasa tubuh anda.

Tips lain awal mula belajar mendongeng, pilihlah buku yang tipis supaya anak tidak bosan.

Juga perlu menyelipkan nyanyian serta tebak tebakan apabila anak-anak nampak kurang bergairah mendengarkan cerita anda.

Selain itu, cara praktisnya belajar yaitu dengan melihat berbagai video dan banyak membaca kiat untuk mendongeng. Tentunya praktek langsung supaya bisa evaluasi cara anda menyampaikan dalam bercerita.

Nah itulah berbagai kiat dan tips dalam mendongeng, tentu anda bisa mempraktekkannya supaya berhasil mengajar iqro yang menyenangkan dan sukses sebagai guru metode iqro.

Wilujeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.