Arsip Tag: guru TPQ

Cara mengajar iqro yang menyenangkan

Cara mengajar iqro yang menyenangkan. Tips kiat bagi guru ustadz ustadzah dalam melaksanakan KBM TPQ yang menyenangkan supaya santri tidak bosan mengaji berdasarkan saran para praktisi dan ahli.

pontren.com – assalamu’alaikum, mungkin anda bertanya, kenapa judulnya “hanya” cara mengajar metode iqro yang menyenangkan? Padahal banyak metode pembelajaran TPQ yang lain semisal yambua, tilawati, qiroati, ummi dan lainnya.

Asumsinya begini, saat ini mayoritas TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an atau TPA) menggunakan metode iqro dalam kegiatan belajar mengajarnya, dan sebagian yang lain memakai metode yang saya sebutkan diatas.

Buktinya?

Anda bisa melihat lembaga pendidikan al-Qur’an islam nonformal sekitar anda. saya yakin anda lebih mudah menemukan dengan menggunakan iqro daripada metode ummi atau tilawati, yambua maupun qiroati.

Sekarang saya berasumsi begini, jika anda menanyakan sampai dimana tingkat pembelajaran anak mengaji pada TPA, bagaimana sampean tanya pada si anak?

Saya kira anda akan bertanya begini;

Sampai iqro berapa? Jilid berapa? Bukan bertanya kelas berapa pada TPQ. Bener ngga?

Dari asumsi sederhana ini makanya saya membuat judul seperti itu.

Yang jelas, cara ini mengajar metode iqro yang menyenangkan ini bisa anda ejawantahkan dan aplikasikan pada metode pembelajaran yang lain semisal yambua tilawati qiroati dan lainnya.

Kembali lagi cara mengajar iqro yang menyenangkan, maka anda perlu menyadari komponen yang melekat pada cara ini.

Adapun menurut saya, apabila ada seorang guru ustadz ustadzah Taman Pendidikan Al-Qur’an hendak menjadi pendidik yang menyenangkan dalam Kegiatan Belajar Mengajar metode Iqro maka perlu memiliki;

Itulah 5 hal menurut pontren.com yang perlu melekat pada diri guru TPQ yang ingin bisa mengajar TPQ secara menyenangkan dan menghindarkan anak rasa bosan.

Mari kita bahas satu persatu mengenai komponen yang sudah kami sebutkan.

Kemampuan dan memahami cara metode pembelajaran iqro

Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam KBM memakai metode iqro, seorang guru mesti memahami cara mengajarnya sesuai dalam rancangan yang telah digariskan para penyusun metode ini.

Susunan metode iqro terdiri dari 6 jilid. Sampean pasti mengerti hal ini, kalau tidak tahu, yaa… gak mungkinlah, saya yaqiiin njenengan paham iqro ada 6 jilid.

tujuan pembelajaran TPQ
ustadzah TPQ di jawa barat sedang menyimak santri mengaji

Tulisan ini saya sarikan dari journal unilak dengan judul Penerapan Metode Iqro Sebagai Kemampuan Dasar Membaca Al-Qur’an Di TK Hiama Kids karya Zulfitria (Universitas Muhammadiyah Jakarta), Zainal Arif (Universitas Muhammadiyah Tangerang)

Adapun memahami cara pembelajaran metode iqro yaitu dengan paham sifat sifat pembelajarannya.

Apa saja sifatnya?

Berikut adalah sifat-sifat pembelajaran metode iqro.

Bacaan Langsung

Maksudnya dengan bacaan langsung yaitu santri membaca tanpa mengejanya.

Singkatnya kebalikan dengan metode baghdady.

Singkatnya guru tidak mengenalkan huruf hijaiyah maupun harakat kepada santri, tetapi langsung membaca huruf hijaiyah dengan harakatnya sepeti a ba ta tsa dan selanjutnya.

Yang jelas anda paham seperti apa yang saya maksudkan.

CBSA

CBSA merupakan singkatan dari Cara belajar siswa aktif, pada era 90 an metode ini dipergunakan pada sekolah-sekolahan. Termasuk untuk saya belajar pada sekolah pada masa itu.

Yaitu metode yang menekankan kepada santri supaya aktif dalam belajar membaca. Posisi guru atau pendidik sebagai pemantau dan pembimbingnya.

Privat

Kira-kira seperti metode sorogan pada pondok pesantren. Santri siswa TPQ dalam membaca iqro harus berhadapan langsung dengan guru.

Tujuannya supaya santri bisa tahu makharijul huruf, pengucapan, panjang pendek serta kaidah membaca dengan benar.

Dalam hal privat, secara teknis pelaksanaannya yaitu satu persatu santri disimak oleh gurunya.

Sayangnya metode privat ini memiliki kelemahan pada TPQ yang membludak jumlah santrinya dengan rasio guru yang sedikit.

Sehingga waktu privat menyedot banyak waktu dan penyampaian materi klasikal menjadi kurang.

Dampaknya pembelajaran materi selain membaca (seperti pelajaran SKI, Fiqih, Aqidah, Akhlak dan lainnya) menjadi terabaikan.

Pengecualian apabila rasio guru memadai. Tentu kegiatan privat malah menjadi sangat bagus karena tercapai cara membaca yang baik dan tersampaikan materi keislaman secara mencukupi.

Modul

Sebagaimana sudah sampean ketahui, Iqro mempunyai 6 jilid.

Dalam menyelesaikan materi iqro atau naik jilid bergantung kepada masing-masing santri.

Bukan berdasarkan jenjang kelas level anak didik.

Mudahnya begini, setiap santri independen dalam naik tingkat jilid TPQ tanpa ada pengaruh dari santri lainnya.

Saya pribadi sebagai orang yang pernah menjadi praktisi pengajar TPQ adakalanya kesusahan memadukan kelas dan kemampuan santri dalam jilid iqro.

Kenapa bisa terjadi?

Adakalanya anak kelas 1 atau 2 SD sudah ada yang mahir dalam membaca, misalnya sudah mencapai jilid iqro 5.

Pada saat yang sama masih ada anak didik santri kelas 4 SD yang belum lancar dan terbata bata membaca iqro jilid 2.

Kesulitannya jika menjadikan mereka dalam satu kelas tentu susah pada saat melakukan pembelajaran mengajar huruf hijaiyah karena beda kemampuan.

Jika mengajar materi pembelajaran lain (sejarah fiqih dll), anak yang sudah mahir mengaji bisa saja kerepotan belajar karena dia masih anak usia kecil.

Bagaimana pengalaman anda?

Variatif

Dalam pembelajarannya, metode iqro memiliki 6 jilid memakai sampul berwarna warni.

Tujuan warna warni ini menurut kedua penulisnya supaya menarik para siswa dalam belajar dan menghindari kejenuhan pada saat kegiatan belajar mengajar pada TPQ.

Komunikatif

Memakai kalimat yang mudah untuk dipahami dan dicerna alam menggunakan kalimat serta kata pendampingan menyimak santri membaca.

Komunikasi guru pendamping lazim saat santri melakukan kesalahan bacaan, awal membaca guru memberikan arahan awal halaman, serta menjelaskan lafal lafal yang unik dan khusus.

Fleksibel

Metode ini memiliki fleksibilitas tinggi untuk berbagai usia, mulai anak paud TK, mahasiswa sampai dengan dewasa orang tua.

Flesibel usia belajar juga dalam hal metode mengajarnya. Siapapun yang sudah bisa membaca al-Qur’an bisa mengajar metode iqro ini.

Berbeda dengan metode lainnya perlu belajar cara mengajar serta metodenya terlebih dahulu apabila hendak mengajar dengan metode tertentu.

Nah itulah sifat-sifat metode iqro yang perlu guru kuasai dalam rangka menggunakannya untuk kegiatan KBM pada Taman Pendidikan al-Qur’an.

Mengajar Iqro : Memiliki tutur kata dan isi omongan yang baik dan lemah lembut

Cara mengajar iqro yang menyenangkan anda tidak bisa mengabaikan perilaku, pemilihan kata, dan gaya menyampaikan kalimat dari guru kepada siswa.

Langkah selanjutnya seteah menguasai pembelajaran iqro yaitu adalah berkenaan dengan akhlak guru kepada santri dalam menyampaikan pembelajaran baik langsung maupun tidak langsung.

Anda pernah mendapat bentakan saat belajar? Pernah dihardik pada waktu kecil?

Atau anda pernah mendapat pemberitahuan didepan banyak teman yang membuat anda malu karena melakukan kesalahan?

Anda sampai saat ini masih mengingatnya?

Apakah anda menyukai kejadian seperti itu?

Nah kira-kira seperti itulah yang santri anda hadapi saat anda menyimaknya menggunakan metode iqro.

Dalam mengajar maupun kegiatan privat, anda perlu meningkatkan kualitas kepribadian anda pada level lebih baik.

Maksudnya menjadi guru yang meminimalisir hardikan, memermalukan santri didepan temannya, atau bentakan yang tidak perlu.

Kenyamanan santri dalam belajar perlu anda pupuk sedemikian rupa sehingga dia merasa belajar iqro adalah kegiatan yang menyenangkan, bukan situasi seperti film horror yang tegang dan menakutkan.

Padahal anda perlu berlaku tegas dan jelas pada saat anak ramai, tidak fokus belajar, dan keusilan anak seusia TK dan SD.

Begitulah seninya, meminimalisir emosi anda tanpa harus mengurangi ketegasan supaya anak didik tetap pada jalur belajar yang tenanan dalam mengaji.

mengajar iqro : Kemampuan memberi semangat dan motivasi kepada anak didik (santri)

Penunjang cara mengajar metode iqro yang menyenangkan yaitu memberikan motivasi an semangat. Setelah anda memiliki kecerdasan mengontrol emosi, lanjutnya yaitu meningkatkan skill untuk memberi semangat dan motivasi kepada santri TPQ.

Semangat ini berupa ungkapan simpel sederhana maupun berupa bentuk apresiasi kesuksesan anak dalam belajar.

Contohnya nilai yang bagus, pujian yang tulus, atau bilamana lembaga memiliki kas dapat memberikan hadiah kepada santri yang pesat perkembangan mengaji atau terbaik dikelasnya.

Bentuk lain motivasi juga anda dapat berkomunikasi kepada orang tuanya dan memberikan informasi perkembangan baik sang anak.

Perlu anda tidak menginfokan sisi negatif anak kepada orang tua supaya mereka merasa aman jika dia mengaji kepada anda.

Sang anak akan merasa sangat tidak enak hati dan jengkel apabila mendapat teguran orang tuanya hasil laporan gurunya.

Misalnya orang tua menegur “bu gurumu bilang kamu suka ramai dan nakal saat berada di sekolah”.

Situasi ini membuat anda sebagai terdakwa tukang mengadu peristiwa pada TPQ kepada orang tua.

Saya pribadi memandang ini (mengadukan) dapat merusak suasana hubungan emosional anda dengan sang anak, utamanya pandangan anak kepada anda.

Akan sangat menyenangkan hati anda jika anak didik mengatakan bahwa anak menyukai anda dan ingin seperti anda.

Kenapa anak bisa begitu?

Karena anak menyukai anda, tidak mungkin dia bicara begitu jika dia tidak menyukai anda.

Kenapa santri menyukai?

Tidak lepas sang anak merasa nyaman dalam kegiatan belajar mengajar dan melihat anda pribadi yang charming, cerdas serta patut menjadi inspirasi hidupnya.

Pengetahuan ice breaking dan bermain game untuk mengajar iqro yang menyenangkan

Dunia anak adalah dunia bermain, begitulah kira kira dalam beberapa quotes yang pernah saya baca atau saya dengar.

Enggak usah anak-anak, saya saja yang sudah bangkotan masih suka maen dan ngegame.

Tentunya main hape tidak boleh dilakukan pada saat kegiatan belajar mengajar di TPQ.

Akan tetapi, sesekali perlu seorang guru mengajakpara santrinya untuk bersantai sejenak dengan melakukan permainan.

Atau bisa memasukkan game permainan TPA atau TPQ simpel berupa tepuk tangan yang pada permainan tepuk ini dalamnya memuat unsur pendidikan.

Contoh misalnya tepuk islam, tepuk iman, dan yang lainnya.

Menurut pengamatan saya pribadi, banyak anak yang hanya hafal dan kurang meresapi apa yang ada dalam permainan tepuk tangan ini.

Sesekali guru perlu meluangkan waktu sejenak menerangkan isi game tepuk tangan, supaya anak bisa lebih memperhatikan isi permainan.

Memiliki variasi game yang banyak juga menunjang anak untuk menyukai guru. Tentunya permainan yang seru dan kesukaan para santri.

Pertandingan dan kompetisi serta hadiah bagi pemenang bisa memacu semangat mereka.

Urusan hadiah adakalanya tidak menjadi masalah apa itu bentuknya.

Anda bisa memberi hadiah skor nilai lebih tinggi bagi kelompok yang menang, baik dalam hal kerapian, ketepatan menjawab atau suka suka anda memilih pemenangnya.

Darimana mencari bahan permainan?

Internet 😀 ;D 😀

Sebenarnya saya hendak mengumpulkan berbagai model tepuk tetapi sudah banyak yang mengulasnya.

Opini saya, yakin tiap TPQ memiliki guru yang cerdik pandai dalam memimpin dan mengatur game untuk para santrinya.

Kemampuan mendongeng yang baik (mengajar iqro)

Orang tua itu menurut saya banyak yang suka bicara dan pengen didengarkan lawan bicaranya.

Anak-anak senang mendengar kisah cerita yang baik dalam menyampaikannya.

Kebanyakan guru TPQ adalah mereka yang remaja dan dewasa, asumsi saya suka untuk berkata-kata dan memerlukan obyek untuk mendengarkan.

Seharusnya klop, sampean bicara, anak-anak mendengarkan.

Tetapi lain situasinya saat moment mendongeng atau bercerita.

IMHO (in my humble opinion, ceilee sok inggris) kegiatan bercerita atau mendongeng pada TPQ tidak memerlukan cerita yang menarik berliku, alur cerita sederhana pun juga tidak masalah.

Yang penting dalam mendongeng pada TPQ adalah bagaimana menyampaikan kisah ini secara menarik.

Cerita bunga berada dikebun yang ngobrol dengan katak, tentu bagi orang dewasa engga ada bagusnya untuk dibahas.

Tetapi bagi anak-anak, dengan keberadaan pendongeng yang baik, mereka tidak peduli bahwa kisahnya sederhana, alurnya biasa saja, yang penting seru mendengarkan.

Salah satu yang perlu anda pertimbangkan untuk memiliki kemampuan mendongeng yang baik adalah efeknya.

Maksudnya bagaimana?

Dalam hal ini, mendongeng merupakan cara yang efektif dan menyenangkan dalam menyampaikan pesan.

Tentunya pesan yang baik bagi para santri baik motivasi hidup, semangat belajar, berpegang teguh dalam agama, kuat memegang sikap jujur dan lain sebagainya.

Bagaimana bisa bercerita dengan baik dan menjadi pendongeng yang sukses menarik perhatian anak?

Ada beberapa teknik yang anda bisa lihat dari berbagai sumber, saya petikkan beberapa tips ini sebagaimana berikut.

Media mendongeng

Untuk menghidupkan kisah cerita, guru TPQ bisa memakai finger puppet ataupun hand puppet.

Maksudnya adalah boneka jari tangan atau juga boneka tangan.

Tidak perlu saya jelaskan, anda pasti sudah punya gambaran maksud dari boneka jari atau tangan ini.

Jika susah, anda bisa memakai kertas origami atau kertas biasa dan anda buat sebagai karakter tokoh yang hendak anda ceritakan.

Media yang lain adalah berupa buku.

Metode ini juga disebut dengan read aloud alias membaca lantang.

Anda bisa mendongeng kepada santri anda sembari menunjukkan gambar-gambar yang ada pada buku (tentu sampean perlu buku berkait dengan dongeng yang anda ceritakan).

Cara ini lebih mudah daripada model memakai media boneka, syaratnya anda punya bukunya.

Bagaimana jika tidak punya buku dan boneka?

Nah ini adalah media yang setiap orang punya.

Apa itu medianya?

Medianya adalah diri anda sendiri.

Tanpa menggunakan media apapun, hanya menggunakan ekspresi wajah anda, gerak gerik anggota tubuh anda, memakai intonasi dan berbagai suara yang bisa anda hasilkan.

Dalam mendongeng memakai diri sendiri sebagai media, apabila sukses (membengongkan anak mendengar cerita anda) berarti anda sudah hebat dalam mendongeng.

Tips kak Wees dalam mendongeng utamanya ekspresi tubuh adalah jangan malu!!

Anda harus benar benar full berekspresi pada saat mengekspresikan tokoh dalam cerita dongeng anda.

Baik ekspresi marah, tertawa, anak kecil menangis, nenek yang bertanya dan lain sebagainya.

Istilahnya adalah All out. Mengeluarkan segalanya alias tidak malu malu mengekspresikan apapun.

Menguasai teknik mendongeng

Setelah mengulas mengenai media dalam mendongeng, maka selanjutnya adalah tahu apa saja dalam teknik mendongeng.

Apa saja tekniknya?

Yang pertama adalah teknik olah vokal dalam mendongeng.

Teknik ini terdiri dari pernafasan, intonasi, artikulasi dan volume suara.

Teknik pernapasan ini penting, alasannya dengan teknik pernafasan yang baik pendongeng bisa memiliki energi cukup untuk bercerita dalam durasi waktu tertentu.

Bagaimana cara belajar teknik pernapasan?

Mengutip kids.grid.id, cara belajarnya adalah memulai bernafas melalui hidung, kemudian jangan lupa untuk memberi jeda saat bicara supaya tidak membuat pendongeng kehabisan nafas.

Akibat kehabisan nafas adalah tersengal-sengal pada waktu mendongeng, ini tentu kurang baik untuk mood para santri yang mendengarkan dongeng.

Unsur teknik mendongeng selanjutnya adalah intonasi.

Intonasi ini harus terdengar bagai alunan sebuah nada.

Pentingnya intonasi dalam bercerita supaya dongen yang disampaikan terdengar menarik.

Teknik selanjutnya yaitu artikulasi alias mengeja kata dengan tepat.

Ucapan yang jelas dan benar setiap kata yang keluar dari mulut pendongeng, maka cerita yang disampaikan menjadi lebih jelas bagi para penyimaknya. Dalam hal ini adalah santri metode iqro.

Volume suara juga unsur yang penting dalam mendongeng, tinggi rendahnya keras tidaknya suara bisa anda perhatikan berdasarkan situasi suasana.

Yang jelas jangan ada santri yang kesulitan menangkap suara anda.

Disinilah fungsi teknik suara lantang. Bukan berarti teriakan yang mengganggu, lebih tepatnya adalah setiap pendengar mampu menangkap suara anda dengan jelas.

Bagaimana cara membedakan suara mengganggu dan suara lantang?

Sampean bisa merekam suara sampean dan memperkirakan apakah suara anda bisa disimak dengan jelas atau sebaliknya.

Teknik Olah Ekspresi. Ini merupakan unsur yang dominan juga untuk para murid metode iqro mendengarkan cerita anda.

Ekspresi merupakan unsur penting karena bisa menjadi wakil gambaran tokoh yang anda bawakan.

Tentunya pendongeng yang baik bisa mengekspresikan berbagai tokoh dengan baik dan jelas, serta mengubah ekspresi satu dengan yang lain secara cepat, serta santri mampu menangkap ekspresi anda dengan jelas.

Cara memulai menjadi pendongeng untuk Mengajar Iqra

Saya ingin bisa mendongeng, tapi tidak tahu bagaimana cara memulainya.

Ada tips dalam memulai untuk belajar mendongeng.

Langkah mudahnya yaitu dengan belajar bercerita, anda bisa memulai dengan memperkenalkan diri anda sendiri, memahami volume, ekspresi, serta artikulasi anda.

Cara lainnya yaitu dengan menceritakan ulang kisah dalam buku.

Sebaiknya jika anda memakai cara ini, sampean kudu paham dan hafal isi ceritanya, bukan menghafal bukunya seperti menyanyikan lagu.

Tujuannya adalah supaya anda tidak kehilangan satau atau beberapakata dalam kisah pada buku.

Cara kedua, yaitu dengan memakai metode read aloud, menceritakan dengan lantang.

Sampean bisa memilih cerita yang sesuai dengan usia anak yang belajar menggunakan metode iqro anak didik anda.

Bacakan ceritanya dan sembari menunjukkan teks serta gambar didalamnya.

Jangan lupa, dalam membacakannya jangan hanya datar datar saja. selalu gunakan intonasi serta volume yang tepat. Gunakan artikulasi yang jelas dan mulai gunakan ekspresi wajah maupun bahasa tubuh anda.

Tips lain awal mula belajar mendongeng, pilihlah buku yang tipis supaya anak tidak bosan.

Juga perlu menyelipkan nyanyian serta tebak tebakan apabila anak-anak nampak kurang bergairah mendengarkan cerita anda.

Selain itu, cara praktisnya belajar yaitu dengan melihat berbagai video dan banyak membaca kiat untuk mendongeng. Tentunya praktek langsung supaya bisa evaluasi cara anda menyampaikan dalam bercerita.

Nah itulah berbagai kiat dan tips dalam mendongeng, tentu anda bisa mempraktekkannya supaya berhasil mengajar iqro yang menyenangkan dan sukses sebagai guru metode iqro.

Wilujeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

3 alat Bukti Kompetensi Guru TPQ Sebagai Pendidik

3 alat bukti guru TPQ memiliki Kompetensi sebagai pendidik berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan Penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an (termasuk TPA).

pontren.com – assalaamu’alaikum, bahasa alat bukti seperti bahasa dalam persidangan saja, tetapi istilah paling tepat untuk artikel ini sebagai judul memang paling cocok seperti itu.

alat bukti kompetensi guru TPQ

Pada SK Dirjen pendis ini dalam Bab II tentang Penyelenggaraan Pendidikan al-Qur’an (termasuk TPQ) huruf F disebutkan bahawa pendidik harus memenuhi standar kompetensi.

Hal tersebut tertuang dalam angka 1 yang berbunyi “Pendidik pada satuan pendidikan al-Qur’an harus memenuhi standar Kompetensi”.

Dengan adanya keharusan ini sudah selayaknya para tenaga pendidik Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ/TPA) berlomba lomba supaya masuk dalam kategori ustadz ustadzah yang berkompeten menjadi pendidik (TPQ).

Alat Bukti Guru TPQ memiliki Kompetensi sebagai Pendidik

Seperti apakah bukti atau sebagai parameter seorang ustadz ustadzah guru Taman Pendidikan Al-Qur’an memiliki kompetensi sebagai tenaga pendidik?

Perihal kompetensi serta pembuktian berkompeten sebagai tenaga pendidik khususnya TPQ dan lembaga pendidikal al-Qur’an pada umumnya maka perlu membuka SK Dirjen no 91 th 2020.

Tepatnya dalam Bab III Pendaftaran dan Penutupan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an huruf A persyaratan pada nomor 3 Jumlah Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Pada ketentuan berbunyi “Guru pada Pendidikan Al-Qur’an mempunyai kompetensi sebagai pendidik dengan bukti salinan ijazah, sertifikat kompetensi, bukti lain yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Dengan begitu, ada 3 alat bukti sebagai pembuktian bahwa guru berkompeten sebagai pendidik khususnya TPQ yaitu;

  • Salinan Fotocopy Ijazah;
  • Sertifikat Kompetensi; dan
  • Alat bukti lain yang absah.

Yang menjadi pertanyaan, jenjang ijazah apa? Sertifikat bagaimana, dan bentuk alat bukti yang absah itu kepriye?

Pada juklak ini tidak memuat sama sekali standar ijazah.

maupun berkenaan dengan sertifikat seperti apa dan bagaimana maupun alat bukti lain yang bisa dipertanggungjawabkan.

Mengenai ketentuan kompetensi guru TPQ ternyata juga masih nggandul.

standar kompetensi pendidik TPQ

Maksudnya belum ada aturan yang membahas dengan jelas apa dan bagaimana kompetensi kemampuan guru beserta bukti administrasinya.

Hal ini bisa anda baca pada SK Dirjen no 91 tahun 2020 pada Bab II tentang Penyelenggaraan Pendidikan al-Qur’an (tentunya termasuk TPQ) huruf F.

Pada ketentuannya menyatakan bahwa pendidik harus memenuhi standar kompetensi, dalam ayat 3 menyebut;

bahwa kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan akan diatur dalam peraturan lainnya.

Dari berbagai ketentuan yang ada, para peneliti maupun mahasiswa dan mahasiswi sedang menggarap skripsi untuk membuat keterangan sampai seperti ini.

Atau sampean bisa menunggu perdirjen tentang kompetensi tenaga pendidik TPQ.

Rangkuman dan Kesimpulan

Dari ketentuan kompetensi tenaga pendidik pada LPQ umumnya dan khususnya TPQ/TPA Taman Pendidikan al-Qur’an kesimpulannya adalah;

  • Guru Pendidik pada satuan pendidikan al-Qur’an harus memenuhi standar Kompetensi
  • Alat bukti kompetensi guru TPQ ada 3 berupa;
    1. Salinan Ijazah;
    2. Sertifikat Kompetensi; dan
    3. Alat bukti lain yang bisa dipertanggungjawabkan
  • Sampai saat ini ketentuan kompetensi dan detil ijazah, sertifikat, dan alat bukti yang lain belum ada ketentuannya.
  • Kompetensi guru (tenaga Pendidik) dan bagian Administrai (Tenaga Kependidikan) akan diatur dengan peraturan yang lain.

Demikian apabila nanti muncul SK Dirjen mengenai Kompetensi Tendik dan Tenaga Kependidikan akan kami tambahkan pada artikel ini, wilujeng sonten, wassalamu’alaikum.

Standar Kompetensi Ustadz ustadzah Taman Pendidikan al-Qur’an

Standar kompetensi pendidik guru ustadz ustadzah pada TPQ Taman Pendidikan Al-Qur’an yang biasa disebut juga dengan TPA mengacu kepada SK Dirjen Pendis nomor 91 tahun 2020 dan dari buku standar Nasional TKQ TPQ.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sebenarnya menurut saya masih jauh untuk membicarakan tentang standar kompetensi bagi para tenaga pendidik di Taman Pendidikan Al-Qur’an.

Biasanya para pendidik pada TPQ ini dipanggil dengan bapak atau ibu guru, ada juga yang menyebut dengan ustadz ustadzah TPQ.

Maksudnya masih jauh bagaimana?

Maksud saya melihat kenyataan di lapangan, keberadaan seseorang yang mau meluangkan waktu tenaga dan pikiran untuk terjun memberikan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an pada lembaga Pendidikan Islam saja sudah berterima kasih, terlepas bagaimana kompetensinya.

Baca : menjadi Guru TPQ yang menyenangkan

Bagaimanapun juga jika diterapkan secara ketat tentang standar guru yang mengajar niscaya akan banyak lembaga yang kesulitan untuk memenuhi ketentuan kompetensi guru TPQ.

Belum lagi jika ada ketentuan kualifikasi pendidikan minimal yang digariskan untuk lembaga, semakin runyam saja nanti kalau dibuat saklek.

Akan tetapi biasanya lembaga TPQ adalah lembaga yang bisa dikatakan mandiri dan independen dimana TPQ tetap berjalan menempuh selangkah demi selangkah bagaimanapun kondisi dan keagaan fasilitas serta model guru serta anak didiknya.

Seperti apa kompetensinya? Memangnya ada?

Nah untuk mengetahui kita perlu melihat kepada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan Al-Qur’an.

Ketentuan Standar Kompetensi Guru TPQ

Lebih spesifik yang perlu dicermati yaitu pada Bab II tentang Penyelenggaraan Pendidikan al-Qur’an (tentunya termasuk TPQ) huruf F disebutkan bahawa pendidik harus memenuhi standar kompetensi.

Hal tersebut tertuang dalam angka 1 yang berbunyi;

Pendidik pada satuan pendidikan al-Qur’an harus memenuhi standar Kompetensi

SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020

Tentunya yang dimaksud dengan pendidik disini adalah para guru ustadz ustadzah pada LPQ yang termasuk didalamnya TPQ.

Kemudian disambung pada ayat (3) bahwa kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan akan diatur dalam peraturan lainnya.

Dari ketentuan diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa kompetensi yang detil tentang kualifikasi beserta standar kompetensi pengajar akan dibuatkan SK atau juknis tersendiri.

Intinya belum ada.

Lha kemudian bagaimana?

standar nasional TPQ
buku standar nasional TPQ

Secara ketentuan umum, jika belum ada aturan atau ketentuan yang berlaku maka patokan yang dijadikan pegangan adalah petunjuk yang telah ada atau sebelumnya.

Mengenai kualifikasi pendidikan serta kompetensi guru TPQ ini kami sadur dari standar kompetensi dan kualifikasi guru pada TKQ atau Taman Kanak kanak.

Secara ijazah pendidikan, pada standar nasional TKQ TPQ disebutkan bahwa pendidik atau guru pada TPQ mempunyai ijazah minimal Madrasah aliyah/pendidikan yang sederajat

Dan atau pondok pesantren serta memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan kompetensi khusus tentang ke TKA an, jika untuk TPQ tentunya pendidikan kompetensi khusus TPQ.

Baca : menjadi guru TPQ yang baik

Kemudian secara kualifikasi pendidikan lebih diutamakan memiliki ijazah s1 PGRA dari perguruan tinggi terakreditasi, untuk TPQ bisa dengan perguruan Tinggi MI.

4 Kompetensi Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an

Dalam kompetensi tenaga pendidik atau guru Taman Pendidikan Al-Qur’an, disebutkan ada 4 kompetensi.

Adapun keempat kompetensi tersebut adalah;

  1. Kompetensi Kepribadian
  2. Kompetensi Profesional
  3. Kompetensi Pedagogik
  4. Kompetensi Sosial

Kemudian, kemampuan guru TPQ yang diadaptasikan dari ketentuan kompetensi Ustadz ustadzah TKQ adalah sebagai berikut :

  • Memiliki kemampuan membaca secara baik dan benar sesuai dengan qiraah/tajwid
  • Mengikuti pelatihan metode baca al Qur’an dan mendapat sertifikat pengajar yang di selenggarakan oleh lembaga pembina (Badko TPQ, LPQT, Kementerian Agama atau lembaga/instansi yang semisal).
  • Menguasai materi pembelajaran
  • Usia telah mencapai minimal 17 tahun
  • Memiliki kepribadian yang baik
  • memiliki kecintaan kepada santri anak didik pada TPQ.
  • Mempunyai rasa cinta erhadap profesi sebagai pendidik TPQ dan unit pendidikan dimana dia mengajar.

Nah itulah secara garis besar yang menjadi standar kompetensi guru ustadz ustadzah pada kompetensi (opini pontren.com) mengacu kepada standar bagi pendidik Taman Kanak – Kanak al-Qur’an yang dilakukan adaptasi penyesuaian peruntukannya.

Tiada Rotan Akarpun Jadi

kualifikasi pendidikan guru TPQ
ilustrasi guru TPQ mengajar dimasa covid-19

Sebagaimana kami utarakan diatas, tentunya praktek dilapangan akan ada situasi dimana jauh panggang dari api yaitu antara kenyataan di lapangan yang berbeda dengan yang di idealkan dalam juknis.

Saya pribadi menganggap siapapun dia yang menyediakan diri mengajar pada TPQ patut di apresiasi terlepas belum mencapai kompetensi dan standar yang di idealkan.

Baca : kiat Mengajar Taman Pendidikan al-Qur’an yang menyenangkan

Tugas para pembina dan juga orang tua yang di tokohkan dalam Agama Islam di lingkungan tersebut bagaimana caranya supaya para pendidik TPQ ini dapat semakin meningkat dan berkualitas sehingga meraih standar kualifikasi dan standar kompetensi guru ustadz ustadzah taman pendidikan al-Qur’an.

Mestinya apabila nanti ada ketentuan yang muncul sebagai acuan standar kompetensi guru TPQ akan kami usahakan secepat mungkin untuk rilis sebagai tambahan khazanah pengetahuan tentang lembaga pendidikan al-Qur’an utamanya TPQ.

Demikian, wilujeng dalu, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Tips dan Kiat Menjadi Guru TPQ yang Menyenangkan

Tips Kiat dan cara untuk menjadi seorang guru ustadz ustadzah pada Taman Pendidikan Al-Qur’an yang menyenangkan berdasarkan materi Ustadz Tasyrifin yang disampaikan pada Pelatihan Pengembangan Kompetensi Guru TKQ-TPQ yang diadakan oleh Direktorat Pondok Pesantren Kementerian Agama.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, selamat malam para penggiat pendidikan al-Qur’an khususnya TPQ, dalam kegiatan pengajaran BTQ (Baca Tulis al-Qur’an) diperlukan strategi mengajar.

Salah satunya adalah dengan cara menjadi guru TPQ yang menyenangkan.

Yang dimaksud menyenangkan disini bukanlah sebuah kesenangan yang dirasakan oleh guru TPQ dalam mengajar.

Tapi maksudnya menjadi seorang guru yang disenangi muridnya sehingga mempermudah siswa siswi anak didik santri TPQ menerima transfer ilmu.

Baca : cara mengajar TPQ yang menyenangkan

Siapakah ustadz Tasyrifin?

Beliau adalah Direktur Nasional Badan Koordinasi Pendidikan Alquran dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) pada waktu mengisi pelatihan tersebut.

Acara ini dilaksanakan pada Rabu-Jumat, 12-14 November 2014 di Hotel Puncak Raya Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Apa saja kiat kiat dari ustadz Tasyrifin, M.Pd dalam menjadi seorang guru TPQ yang menyenangkan?

Ada 5 langkah untuk menjadi ustadz ustadzah TPQ yang menyenangkan menurutnya.

Mari kita ikuti apa saja langkah langkah dimaksud.

5 langkah menjadi guru TPQ yang menyenangkan

Yang pertama yaitu untuk menjadi seorang pendidik pada Taman Pendidikan al-Qur’an yang menyenangkan, seorang guru TPQ harus dilandasi dengan rasa kasih sayang yang diambil dari makna bismillahirrahmaanirrahiim.

Menurut ulama, ada 4 makna dalam bismillahirrahmaanirrahiim yaitu;

Pertama, kata bi kalau dikaitkan dengan ”kekuasaan dan pertolongan”, maka si pengucap menyadari bahwa pekerjaan yang dilakukannya terlaksana atas kekuasaan Allah. Dia memohon pertolongan-Nya agar pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik dan sempurna.

Kedua, rahasia penting mengapa basmalah didahulukan bagi semua pekerjaan. Hal itu erat kaitannya dengan prinsip tauhid ”la ilaha illa Allah”. Yakni, dengan menjadikan Allah sebagai sebab utama dalam semua tindakan.

Ketiga, Allah adalah Zat yang wajib ada, satu-satunya yang mempunyai hak segenap pujian, dan nama termulia yang pernah ada. Tatkala seorang Muslim menyebut nama Allah dalam basmalah, berarti dia telah mendeklarasikan nama teragung di semesta.

Keempat, ada dua sifat kesempurnaan yang ditekankan dalam basmalah, ar-Rahman dan ar-Rahim. Ar-Rahman adalah curahan rahmat-Nya secara aktual yang diberikan di dunia ini kepada semua makhluk-Nya. Sedangkan, ar-Rahim adalah curahan rahmat-Nya di akhirat kelak kepada mereka yang beriman.

Sumber : https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/ppg0qf458/empat-makna-bismillah

Yang kedua yaitu melakukan komunikasi yang harmonis.

Dalam komunikasi, bukan hanya bersifat tentang berbicara, bisa dikatakan sebagai jenis proses sosial yang erat kaitannya dengan aktivitas manusia serta sarat akan pesan maupun perilaku.

Sedangkan harmonis adalah Harmonis adalah segala sesuatu hendaknya senantiasa serasi, selaras, seimbang. Yang adil dan yang makmur.

Intinya bagaimana berinteraksi dengan siswa siswi anak didik TPQ dengan memperhatikan perasaan mereka sebagai seorang anak.

Menurut tafsiran saya, maksud dari pembicara dapat disingkat dalam kalimat wa ahsin kamaa ahsanallahu ilaika.

guru yang baik

Ketiga adalah melihat kelebihan anak didik.

Dengan lebih menekankan kepada kelebihan peserta didika membuat perhatian kepada kekurangannya teralihkan (dalam hal positif).

Penekanan kelebihan sang anak dan tidak mengungkit ungkit kekurangan siswa akan menimbulkan rasa nyaman di hati siswa dan menghilangkan ketakutan dipermalukan didepan teman temannya.

Contoh kongkrit dari melihat kelebihan yang ada pada diri anak yaitu dengan cara memberikan apresiasi ataupun penghargaan atas apa yang dicapainya, semisal mampu menyelesaikan bacaan sesuai target, mampu menulis dengan baik dan lain sebagainya.

Baca : macam macam metode pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an pada TPQ

Langkah keempat, memberi motivasi untuk sukses.

Motivasi sukses bisa berupa arahan sukses dan berhasil dalam menyelesaikan pendidikan baca tulis al-Qur’an sesuai dengan yang ditargetkan oleh lembaga.

Bisa juga motivasi semangat untuk selalu berusaha sehingga arahan sukses lebih bersifat umum utamanya dalam menjadi putra putri yang saleh solihah.

Langkah terakhir atau langkah kelima, dalam menyampaikan materi pembelajaran KBM untuk Taman Pendidikan al-Qur’an dikemas dalam pendekatan BBM.

Apa itu BBM?

Yaitu suatu metode yang dalam penyampaian materi dengan pendekatan bermain, bercerita dan menyanyi yang disingkat dengan BBM.

Untuk lebih detil tentang metode BBM bagi TPQ dapat anda baca di tulisan yang telah publish beberapa tahun sebelumnya dengan judul Aplikasi Pengajaran Al-Qur’an pada TKA/TPQ dan TPA/TPQ dalam rangka mencapai target

Rangkuman Materi Menjadi Guru TPQ yang menyenangkan

alumni pesantren menjadi guru

Itulah tips serta kiat dari pemateri kegiatan bagaimana caranya supaya menjadi guru TPQ yang menyenangkan.

Ada 5 langkah yang dilakukan yaitu;

  1. Mengajar Berlandaskan kasih sayang;
  2. Komunikasi yang harmonis;
  3. Melihat kelebihan santri TPQ;
  4. Memberikan motivasi untuk sukses;
  5. Memakai cara BBM dalam pembelajaran

Tentunya dalam melakukan transformasi atau berubah dari model guru sekarang ini menjadi seperti 5 langkah diatas perlu usaha yang nyata.

Usaha ini tentunya sedikit demi sedikit perubahan dalam diri dari yang sebelumnya cuek bebek sekedar mengajar dan menyimak menjadi lebih perhatian kepada siswa dan memasukkan unsur welas asih dan mengeluarkan aura negatif marah marah maupun mencari cari kesalahan anak didik.

Setelah mencapai titik lumayan alias perubahan yang bagus menjadi guru yang menyenangkan, tinggal konsistensi dalam menjaga ritme hati supaya kondisi hati tetap terikat dengan kelima langkah diatas.

Itulah rangkuman tentang tips serta kiat untuk menjadi guru ustadz ustadzah pada lembaga pendidikan al-Qur’an utamanya serta dapat diaplikasikan dalam pengajaran anak didik usia dini ataupun siswa siswi dalam belajar membaca al-Qur’an.

Wilujeng dalu, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Berdasarkan tulisan : Republika Online dengan judul Guru TPQ Dilatih Mengajar Menyenangkan yang dirilis pada hari Jumat 21 Nov 2014 11:00 WIB.
rep:damanhuri zuhri ed: hafidz muftisany

Syarat Pengajuan insentif Guru TPQ Madin Ponpes Jawa Tengah 2021

Informasi tentang persyaratan guna pengajuan dana insentif untuk guru Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ/TPA), Madrasah Diniyah Takmiliyah (Madin/MDT/MDTA/MDTW/MDTU) dan pengajar guru ngaji Pondok Pesantren khusus area Provinsi Jawa Tengah.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. pendaftaran pengajuan dana untuk insentif guru ngaji provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2020 sudah selesai alias tidak menerima pengajuan baru lagi. Akan tetapi di tahun 2021 masih ada kucuran dana bagi para tenaga pengajar pada lembaga pendidikan islam ini.

Baca;
Contoh proposal pengajuan insentif guru ngaji ke Provinsi;
Besaran dana insentif guru ngaji (TPQ Madin Ponpes) dari pemprov Jawa Tengah;
Contoh jadwal mengajar Guru TPQ

Sebagaimana umumnya bantuan dari plat merah atau instansi Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, ada berbagai ketentuan yang diperlukan guna pencairan anggaran, termasuk didalamnya proposal pengajuan dana serta dilampiri syarat persyaratan yang diminta sesuai ketentuan yang ada.

Termasuk bantuan insentif guru ngaji ini juga ada persyaratan yang seharusnya dilengkapi calon penerima dana bantuan.

Syarat Pengajuan Bantuan Insentif

Berdasarkan informasi dari salah satu operator EMIS Kabupaten di Jawa Tengah, yang menyampaikan pengumuman tentang syarat apa saja yang seharusnya ada dalam proposal pengajuan dana insentif ustadz pondok pesantren atau ustadzah madrasah diniyah termasuk guru putra maupun putri pada Lembaga Pendidikan Al Qur’an.

Berikut pengumumannya;

Kami sampaikan pada teman teman operator lembaga, untuk usulan insentif gubernur tahun 2021, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  1. Data guru sudah masuk di google forms semester genap tahun 2019/2020; dan semester gasal 2020/2021
  2. Daftar nama guru sudah dimasukkan ke Aplikasi EMIS
  3. Usia minimal 17 tahun per 1 januari 2021/ ber-KTP
  4. Rasio perbandingan santri dan Guru 10 santri : 1 garu
  5. Sudah Mengajar minimal 2 tahun dibuktikan dengan dibuktikan absen.

Itulah kelima syarat yang harus terpenuhi oleh para pengajar pada lembaga pendidikan yang hendak mengajukan atau mendapatkan dana insentif pengajar TPA MDT dan Ponpes dari Provinsi Jawa Tengah.

Perubahan syarat tahun sebelumnya

bantuan-insentif-majelis-taklim

Jika anda cermati, ada perbedaan dalam detil persyaratan untuk pengajuan tahun 2019 2020 dengan ketentuan untuk tahun 2021.

Salah satunya adalah rasio jumlah santri dan guru, untuk tahun 2019 disebutkan bahwa perbandingan jumlah pengajar yaitu 1 guru berbanding 15 siswa atau santri anak didik.

Sedangkan di tahun 2021 ada penurunan jumlah minimal rasio ustadz pengajar dengan murid yaitu 10 orang santri untuk 1 orang ustadz pengajar.

Kesimpulan

Yang pertama, pengajuan bantuan untuk tahun anggaran 2020 telah ditutup,

Kedua, persyaratan pengajuan setidaknya memenuhi persyaratan sebagai berikut;

  • Data Ustadz pengajar Lembaga sudah masuk di google forms semester genap tahun 2019/2020; dan semester gasal 2020/2021
  • Daftar guru sudah masuk data emis
  • memiliki KTP dan Usia minimal 17 tahun pada tanggal 1 januari 2021
  • Rasio Guru dan murid adalah 1 : 10
  • mengajar minimal 2 tahun dan terbukti dengan keberadaan absensi

ketiga; mestinya guru yang mengajukan bantuan telah memiliki rekening bank yang aktif sehingga nanti dapat ditransferi uang atau dana bantuan setelah segala syarat dan ketentuan terpenuhi.

Demikian informasi tentang persyaratan yang harus dilengkapi oleh para pengajar lembaga pendidikan Islam bantuan dari pemprov Jateng tahun anggaran 2021.

Sugeng siang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Kiat Menjadi Guru TPQ yang Hebat dengan menguasai 5 Teknik

Kiat Menjadi Guru TPQ yang Hebat dengan menguasai 5 Teknik

Informasi tentang kiat untuk menjadi guru Taman Pendidikan Al Qur’an ( TPA / TPQ ) berdasarkan tips dari Rahmawati, M.Pd.

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Siapakah Rahmawati M.Pd? adalah guru yang berturut turut dalam dua tahun menjadi juara 1 Nasional Lomba Hemat Energi untuk Sekolah dari Kementerian ESDM kategori Manajer Sekolah Hemat Energi.

Tahun 2004 Juara 1 Nasional Kementerian ESDM Kategori Best Mother School, berkali kali menjadi nara sumber nasional, Wisudawan Terbaik IKIP Jakarta tahun 1996 (sekarang bernama Universitas Negeri Jakarta atau UNJ).

baca;
menjadi Guru TPQ yang Baik;
SK Pengangkatan Guru TPQ;
Kebanyakan guru TPQ Berprofesi sebagai ini.

Meskipun merupakan guru pada sekolah umum, akan tetapi kiat dan tips dari beliau dapat diaplikasikan oleh para ustadz ustadzah yang menjadi pendidik pada lembaga Islam pada umumnya dan TPQ pada khususnya.

Salah satu hal yang penting dalam menjadi guru, profesi ini memerlukan passion atau keinginan semangat dan kecintaan, jika tidak ada hal ini maka menjadi guru akan menjadi penderitaan dengan berbagai problem tantangan kehidupan pendidik.

Berikut adalah 5 kiat dan tips dari Rahmawati Magister Pendidikan.

Pertama, Bangga profesi guru (untuk TPQ tentunya sebagai ustadz ustadzah TPA)

cara menjadi guru TPQ yang hebat

Yang pertama, seorang pengajar harus berbangga menjalani dan menjadi seorang guru, jika tidak ada kebanggaan terhadap profesi ini maka penderitaan dan kelelahan akan sangat dekat dirasakan oleh guru.

Kedua, Bersikap baik pada siswa (kepada para santri TPA)

Persyaratan seseorang dalam hal ini ustadz atau ustadzah (Guru TPQ) untuk dapat diterima dan tidak dimusuhi santri anak didiknya dengan cara tidak berkata dan bersikap yang menimbulkan perasaan trauma kepada anak didiknya (dalam hal TPQ yaitu para santri baik putra maupun putrid).

Tentunya para pengasuh TPQ bisa memilih dan memilah apa saja perbuatan maupun perasaan yang dapat berpotensi menimbulkan traumatic dihati anak anak.

Ketiga Memberikan contoh baik

Tips selanjutnya adalah bersikap professional, disini dia memberikan contoh bahwa dirinya tidak datang terlambat di sekolah, maka siswa juga tidak akan datang terlambat.

Hal ini tentunya berlaku kepada para ustadz ustadzah TPQ, bukan hanya kedatangan dikelas saja tentunya yang dapat dilakukan sebagai contoh yang baik untuk anak didik.

Keempat, Menanamkan sikap positif

Dicontohkan oleh Rahmawati saat mengajar di Cikarang Barat, dia bertemu dengan anak-anak yang ketahuan habis tawuran karena kepalanya plontos.

Namun kepada anak yang seperti itu (berkelakuan tawuran dan dicukur plontos gundul) dia mengatakan bahwa “kamu pasti akan jadi ABRI”. Sebab, kalau dia berkata habis tawuran maka siswa akan membencinya seumur hidup.

Inti dari apa yang diucapkan adalah kalau guru menanamkan sikap positif pada anak maka anak akan melihat positifnya guru. Disisi lain, anak justru akan mengubah diri menjadi motivasi yang lebih positif.

Tentunya hal ini berlaku juga untuk anak anak Siswa TPQ yang memiliki kelakuan nakal usil dan aneh aneh perlu dilakukan terapi ramah kepada mereka supaya energy untuk nakal ini disalurkan kepada hal yang baik. Setidaknya ada ikhtiar kesana.

Kelima, Membuka diri belajar dengan siswa

pembelajaran TPQ

Bagaimana Rahmawati bisa berprestasi 2 tahun berturut turut juara 1 nasional? Diungkapkan bahwa itu karena dia bisa dekat dengan siswa dan membuka diri untuk belajar bersama siswa.

Harapan rahmawati kepada para pendididik sebaiknya lebih mampu membuka diri belajar dengan para muridnya.

Pembelajaran ini (guru lebih terbuka untuk ikut belajar) akan memberikan suatu makna sebagai guru harus sama-sama belajar dengan siswa.

Apalagi zaman sekarang dimana anak anak sudah sangat tergantung dengan hape dan internet, sangat dimungkinkan dalam beberapa hal anak anak lebih tahu informasi karena kemampuan mengoperasikan internet.

Untuk itu, Kata Rahmawati berkata “Jadi jangan malu, sebab sekolah itu memberikan tempat kita bertemu dan berinteraksi, maka budaya belajar lebih mudah terbentuk,” ujarnya. Apalagi anak zaman sekarang, kedekatan dengan seorang guru lebih senang sebagai seorang kawan,”

Konsep guru membuka diri belajar dengan siswa ini membuat relasi guru dengan siswa bukan antara atasan dan bawahan, metode yang dibawa atau diaplikasikan rahmawati adalah budaya belajar bersama sehingga siswa (santri untuk TPQ) belajar, guru juga belajar.

Menurutnya, dengan metode ini para siswa lebih enjoy dan sangat menyenangkan.

Begitulah tips dan kiat mengajar yang dibagikan oleh Rahmawati, M.Pd. seorang guru kaliber nasional yang banyak mengisi seminar tingkat Nasional dan berkali kali menjadi juara 1 tingkat Nasional.

Tips dan kiatnya dapat diaplikasikan atau di praktekkan pada lembaga pendidikan apapun yang berupa transfer ilmu dari guru kepada murid.

Demikian , wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sumber : https://edukasi.kompas.com/read/2020/02/08/17000051/ingin-jadi-guru-hebat-kuasai-5-teknik-mengajar-ini?page=all

Sebab dan Alasan Guru TPQ berhenti Mengajar TPA

Hal hal yang membuat seorang guru ustadz atau ustadzah pada Taman Pendidikan Alquran berhenti alias pensiun dari mengajar atau tidak melanjutkan pengabdian dalam pembelajaran baca tulis alquran di lembaga pendidikan Islam nonformal ini.

pontren.com – assalamu’alaikum para pembuka internet yang budiman, kita ketahui bahwa kegiatan mengajar di TPQ termasuk dalam kategori sosial, yaitu profesi yang tidak menjadikan profit materi sebagai tujuan utama.

Dan masih banyak para guru mengaji ini yang sama sekali tidak diberi uang transport apalagi gaji rutin dari pengelola masjid atau takmir mushola.

Ada juga yang diberikan perhatian dengan nama mukafaah atau bisyarah yang nominalnya bisa dikatakan alakadarnya sekedar uang pengganti uang transport.

Saya belum mendengar tuh ada guru TPQ yang mendapatkan Gaji dengan Batas UMR (upah minimum regional) pada wilayah tertentu, kalau ada, alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT dengan keberadaan guru TPQ yang mendapatkan Gaji minimal garis UMR.

Patah tumbuh hilang berganti, kira kira begitulah suasana pengajar pada lembaga pendidikan. Ada yang keluar, ada pula yang masuk menggantikan.

Dibawah ini merupakan sebagian dari sebab seorang guru mengaji berhenti mengajar anak anak TPQ yang menjadi binaannya.

Karena menikah

Lazimnya manusia yang sudah cukup usia dan matang secara fisik akan melanjutkan kehidupan pada jenjang pernikahan.

Perubahan status ini banyak menjadikan seorang guru TPQ berhenti mengajar karena tugas sebagai suami atau istri, atau mengikuti pasangan pindah tempat tinggal sehingga tidak dapat melanjutkan pengabdian pada TPA.

Pindah alamat

Perpindahan alamat membuat jarak lokasi sang guru dengan TPQ menjadi jauh atau sangat jauh.

Kemustahilan mengajar rutin karena dipisah jarak menjadikan sang ustadz atau ustadzah undur diri dari dewan pendidik pada LPQ.

Melanjutkan Pendidikan baik sekolah atau kuliah

ilustrasi santri sekolah

Dengan kelanjutan pendidikan yang lebih tinggi, minimal terdapat 2 kemungkinan yang berdampak langsung dalam profesi mengajar ini.

Yang pertama, jauhnya lokasi sekolah membuat sang guru tidak memiliki waktu disore hari untuk mengajar karena waktu pulang sekolah atau kuliah yang terlalu sore.

Kedua, sang guru kost di dekat sekolah atau kampus sehingga hanya beberapa kali sebulan bisa pulang untuk minta kepada orang tuanya.

Mau tidak mau gelar guru TPQ yang disandang di non aktifkan sementara waktu (walaupun dikampung tetap saja image guru TPQ melekat).

Selesai sekolah atau lulus kuliah

menjadi guru TPQ yang baik
menjadi guru TPQ yang baik (C) Faizal Riza

Pada beberapa TPQ yang banyak disekitarnya terdapat anak kost baik siswa sekolah atau mahasiswa biasanya terdapat satu dua aktivis yang menjadi penggiat lembaga Taman Pendidikan Alquran.

Tentunya disaat dia menyelesaikan studinya sang siswa atau mahasiswi akan pulang ke kampung halaman atau mencari pekerjaan di kota yang lainnya. Ada juga koq yang enggak pindah, ya ga apa apa, alhamdulillah malah bisa ngajar lagi.

Mendapatkan pekerjaan

Umumnya lulusan SMA atau Kuliah yang sedang menganggur ada juga mengisi kegiatan dengan menjadi pengajar pada lembaga ini.

Disaat mendapatkan pekerjaan dan tidak ada waktu yang dibagi bagi kegiatan belajar mengajar otomatis akan berhenti dari keaktifan sebagai guru TPQ dengan sendirinya.

Tau sendiri khan menjadi guru taman pendidikan alquran saat ini jika dipandang secara materi maka dapat dikatakan sangat tidak prospektif dari kalkulasi logika perekonomian.

Karena repot mengurus anak kecil

ibu dan anak bertengkar ilustrasi

Ada juga kasus dimana orang tua yang memiliki anak kecil dengan terpaksa berhenti sementara mengajar untuk dapat mengasuh sang anak, alasannya anak tidak bisa ditinggal.

Adapula yang anaknya sudah agak gede tapi alasannya sama, sibuk ngawasi anak. Anaknya SMP sibuk cari duit, halah bilang saja males 😀 .

Karena bermusuhan dengan guru/pengurus yayasan, takmir atau yang lainnya

Lha ini hal yang tidak baik, pada kasus tertentu terdapat silang pendapat dan ketidakcocokan antar guru pengajar.

Baik itu dalam metode pengajaran atau karena hal lain, misalnya beda partai, madzhab, pernah saling ejek dan lainnya.

Adanya permusuhan ini juga bisa memicu dan menjadi alasan keluarnya seorang ustadz pada lembaga pendidikan.

Karena malas

ilustrasi doa sebelum tidur untuk TPQ
ilustrasi berdoa sebelum tidur

Yang terakhir (menurut saya) ya karena sudah males, capek, ogah mengajar pada TPQ, merasa sudah tidak layak lagi mengajar (rumongso tuwo) dan merasa sudah ada cukup pengganti untuk mengajar di TPA.

Seringnya rasa malas ini menghingapi para guru TPQ yang sudah berumah tangga atau berkeluarga, ada aja penyebab untuk batal berangkat mengajar semisal anak anak, pekerjaan yang belum selesai, capek pulang kerja dan sebagainya.

Meskipun ada saja alasan untuk pensiun dari mengajar TPQ, ada saja orang yang masih mengajar TPA walaupun teman teman seangkatan guru mengajarnya telah pada berhenti mengajar.

Ada juga yang sudah sepuh dan senior sangat tetap istiqamah mengajar ngaji baik di kampung atau kota.

Demikian analisa sebab seorang guru berhenti mengajar pada TPA, anda punya pendapat tambahan?

Monggo disampaikand alam kolom komentar.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Designed by Freepik

Ketentuan Dasar yang banyak tidak diketahui Pengelola TPQ

informasi tentang beberapa ketentuan atau pedoman dalam manajemen maupun kegiatan belajar mengajar yang dimungkinkan masih banyak ustadz ustadzah pengelola dan pengajar pada taman pendidikan alquran yang belum mengetahuinya.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sugeng siang dan selamat tahun baru 2020 warganet yang menikmati liburan pergantian tahun dari 2019 ke tahun berikutnya.

TPQ merupakan lembaga pendidikan nonformal yang tersebar keberadaannya di komunitas Islam Indonesia.

beroperasi semenjak dahulu kala bahkan sebelum dikenal dengan nama TPQ. ada berbagai sebutan yang dikenal untuk lembaga ini seperti TPA, sekolah sore, sekolah arab, ngaji, turutan maupun yang lainnya.

dengan perkembangan zaman dan kemajuan manajemen pendidikan, Kementerian Agama melalui PD Pontren menjadi garda terdepan dalam pembuat pedoman pengelolaan lembaga pendidikan Islam nonformal ini disamping Badko TPQ.

manajemen TPQ
macam macam pedoman penyelenggaraan pendidikan islam

dalam pedoman baik secara administrasi maupun kurikulum serta pedoman, ternyata secara sosialisasi dan pengejawantahan atau pelaksanaan ditingkat praktek masih sangat jauh dari harapan.

salah satu sebab yaitu ketidaktahuan pengelola atau pengurus ustadz ustadzah tentang pedoman pengelolaan TPQ yang mengacu kepada standar yang dibuat oleh Kementerian Agama.

adapun beberapa ketentuan dasar yang masih belum terlalu dipahami oleh pengelola bisa dirangkum sebagai berikut.

aturan mendaftarkan lembaga TPQ pada Kementerian Agama

dalam PMA nomor 13 tahun 2014 disebutkan bahwa bagi TPQ yang telah memiliki santri sejumlah minimal 15 orang diharuskan untuk mendaftarkan diri (lembaganya) di Kementerian Agama.

jumlah minimal murid TPA

selain tidak tahu keharusan ini, adapula yang hendak mendaftarkan tapi memiliki kendala keterbatasan informasi syarat ketentuan serta contoh proposal pengajuan, termasuk jarak yang relatif jauh dari lembaga ke Kabupaten atau Kota.

kendala yang lain yaitu pihak Kantor Urusan Agama memfokuskan terhadap pelayanan nikah yang berdampak sangat memprihatinkan pengetahuan pegawai di KUA mengenai lembaga Taman Pendidikan Alquran.

Tidak Tahu Jenjang TPQ

sebenarnya dalam buku pedoman dari Kemenag sudah ada panduan tentang lembaga ini, tapi hanya sedikit yang tahu dan lebih sedikit lagi yang mampu mendesain atau membagi jenjang pendidikan TPQ sesuai dengan pedoman.

sebenarnya TPQ hanyalah salah satu dari rumpun Lembaga Pendidikan Alquran (LPQ) yang mana pada LPQ ini memiliki jenjang dari TK sampai dengan orang umum atau dewasa yang terakomodasi dalam majelis taklim.

berikut adalah rumpun dari pendidikan pada Lembaga Pendidikan Alquran;

  • Taman Kanak-Kanak Alquran (TKQ);
  • Taman Pendidikan Alquran (TPQ);
  • Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA); dan
  • majelis taklim
skema jenjang pendidikan TPQ

dari sini saja kita harus mengakui keawaman para ustadz ustadzah pengajar TPQ bahwasanya TPQ hanyalah merupakan salah satu dari empat lembaga yang mempelajari tentang alquran.

belum lagi nanti tentang pembagian tingkatan masing masing kelas untuk setiap jenjang pendidikannya.

Tidak Tahu Kurikulum TPQ

kegiatan belajar mengajar yang tertata tentunya ada kurikulum sebagai rel dalam transfer ilmu dari pendidik kepada anak didik.

masih ada (bahkan sebagian besar?) lembaga TPQ yang pelaksanaan alakadarnya yaitu anak dan guru datang selanjutnya pembukaan, dilanjut privat dan penutupan, begitu selalu terulang tanpa ada materi yang urut tertata dan target pembelajaran.

faktor yang mempengaruhi perilaku KBM seperti ini tidak terlepas dari beberapa hal dibawah ini;

  • SDM yang kurang memadai (bisa dari kualitas atau kuantitas)
  • ketidaktahuan tentang adanya kurikulum;
  • dukungan takmir dan masyarakat sekitar yang nol;
  • ketiadaaan pendanaan;
  • tidak ada kemauan pengelola untuk maju;
  • tidak ada sosialisasi dari kemenag yang mumpuni dalam kurikulum TPQ;
  • TPQ memang tidak mampu melaksanakan kurikulum yang dijadikan pedoman.

setidaknya fakor faktor diatas yang membuat pelaksanaan kurikulum TPQ mangkrak tidak berjalan.

Tidak Tahu Manajemen dan administrasi

Karena merupakan lembaga pendidikan yang mengatur anak guru dan juga bersentuhan dengan instansi terkait (khususnya Kementerian Agama) mestinya dalam hal administrasi sederhana bisa berjalan pada lembaga ini.

tidak sedikit TPQ yang hanya sekedar mengetik surat undangan jika diperlukan. tidak ada berkas inventaris lembaga, buku induk santri, bank soal bahkan raport hasil pembelajaran selama satu semester.

struktur organisasi unit tpq tkq

perbaikan manajemen pada TPQ sulit diharapkan bermula dari dalam TPQ yaitu ustadz ustadzah yang mengajar setiap hari.

harus ada pihak pihak yang memulai pendampingan lembaga ini dengan cara pemberian contoh file atau softcopy mengenai administrasi yang komprehensif.

juga supply soal soal ujian bagi santri setiap jenjang supaya lembaga bisa melakukan evaluasi pembelajaran setiap semester.

begitu pula perlunya lembaga seperti Badko TPQ sebagai jembatan antara pihak pengelola TPQ dengan Takmir masjid dalam mendapatkan akses dana yang dipergunakan menjalankan roda kegiatan belajar mengajar TPQ.

termasuk dalam administrasi yaitu susunan pengurus lembaga yang bukan hanya bersifat sebagai gagah gahan, tapi mampu berfungsi menyesuaikan dengan tugas pokok dan fungsinya semisal ketua, sekretaris, bendahara, dan bagian Tata Usaha serta ustadz ustadzah.

mirisnya, masih terlalu banyak guru TPQ yang rangkap jabatan ya mengajar, ya menjadi kepala, ya menjadi sekretaris ya sekalian menjadi bendahara.

Singkatan Taman Pendidikan ALquran resminya adalah TPQ bukan TPA

singkatan Taman Pendidikan Alquran TPA atau TPQ

mayoritas masyarakat umum menyebut lembaga ini dengan sebutan TPA bahkan juga guru gurunya, akan tetapi mengacu kepada singkatan berbagai lembaga seperti MTQ, LPTQ, Badko TPQ, maka singkatan yang benar untuk Taman Pendidikan ALquran adalah TPQ bukan TPA.

terlebih lagi penggunaan TPA juga identik dengan tempat sampah yaitu Tempat Pembuangan Akhir.

sangat tidak mengenakkan jika lembaga yang mengajarkan alquran mempunyai singkatan nama dengan lokasi tempat sampah.

itula hal hal dasar mengenai TPQ yang masih ada saja pihak dari Guru atau Pengelola TPA yang belum mengetahuinya. sugeg siang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Kritik orang tua terhadap Guru TPQ dan komplain

Beberapa analisa tentang kritikan orang tua terhadap para pengajar ustadz ustadzah Taman Pendidikan Alquran entah itu yang bersifat membangun ataupun waton muni (asal ngomong) yaitu suatu ucapan yang berlandaskan sindiran atau kebencian, bukan bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kualitas. Nyinyir kalau bahasa anak tua sekarang.

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Selamat siang dan selamat siap siap menikmati liburan dua hari bagi anda yang akan mendapatkan hari libur (artikel ini ditulis tanggal 23 Desember sehingga tanggal 24 dan 25 merupakan cuti bersama dan baru selesai 1 hari setelahnya).

Ditengah keikhlasan mengajar para ustadz ustadzah TPQ dan kesulitan mendapatkan pengajar lembaga TPA, ternyata guru pendidikan nonformal pendidikan Islam ini tidak lepas dari sorotan orang tua (ya sebagian sih, kecil tidak banyak tapi suaranya kadang menjadi provokator yang lain) yang memberikan komentar.

Ada komentar yang bersifat membangun adapula model tajam lidah dimana ungkapan kata lisan yang keluar bukan bermaksud kebaikan lembaga, lebih tepatnya sebuah ejekan dan bully bagi para pengajarnya.

Meskipun pahit getir didengar, semoga kita dapat mengambil sisi positif dari berbagai kalimat yang mampir di telinga (meskipun tidak langsung didengar oleh sang pengajar).

Oh iya ini pada beberapa segmen hanya merupakan analisa tingkah laku orang tua atau person yang tinggal disekitar TPQ, jadi jangan terlalu bikin baper juga ya.

Perkembangan kemampuan santri yang tidak signifikan

santri TPQ TPA
santri TPQ TPA

Pada saat saya berada didekat masjid kampung saya, terjadi obrolan dengan orang tua yang rumahnya berdekatan dengan tempat berlangsung KBM TPQ.

Adapun komentarnya adalah “Dari dahulu bertahun tahun anak-anak diajari pelajaran, koq tidak hafal hafal ya surat surat pendek maupun belum pada bisa mengaji?

Ini relatif agak nyinyir kalau anda melihat raut muka saat mengatakannya, akan tetapi kalau mau jujur, kejadian stagnasi perkembangan anak juga ada. Meskipun juga tidak mengabaikan banyak santri yang mengalami pertumbuhan pengetahuan dalam baca tulis alquran.

Pembiaran anak ramai bermain saat kegiatan belajar mengajar

Kalimat nylekit yang terdengar, “gurunya gimana sih? Anak anak liar maen sembarangan berlarian kesana kemari?”

Apalah daya guru TPQ memang dunia anak saatnya bermain dan berlarian, apalagi memang metode Kemenag dalam KBM TPQ adalah bermain bercerita dan menyanyi.

santri TPQ Belajar
santri TPQ Belajar

Hal ini juga akan semakin menjadi jika kegiatan masuk pada semaann atau privat, karena guru fokus untuk mengajar secara satu persatu santri sehingga tidak dapat memantau santri yang belum mendapat giliran setoran mengaji.

Termasuk pemicu anak anak TPA susah dikendalikan adalah tidak imbang rasio guru pengajar dengan kehadiran murid yang berangkat TPA.

Kualitas Guru ecek-ecek

Bisa jadi akan mudah mendengar nyinyiran dari seseorang yang tidak suka yaitu mengkritik kemampuan agama dan mengaji dari guru TPQ. Misalnya perkataan, pantesan saja muridnya engga pinter-pinter, gurunya saja ga paham ngaji.

Atau bisa apa sih si anu? Emangnya dia kedalaman agamanya seberapa?

ilustrasi guru TPQ (C) Faizal Riza
ilustrasi guru TPQ (C) Faizal Riza

Dan berbagai macam kalimat yang mirip serupa intinya merendahkan kemampuan membaca alquran dari pengajarnya termasuk komentar keilmuan yang dimiliki oleh para ustadz ustadzah TPQ

Mensikapi komentar yang tidak mengenakkan dan kritik

Pastinya menyayat hati jika mendengar komentar dari umat Islam sendiri yang mengkritik keberadaan pengajar TPQ ini tidak pada porsi dan tempatnya.

Jika omongan nyinyir dan menghina maka abaikan saja tidak usah dipedulikan dan diambil hati, malah semakin membuat perih.

Akan tetapi perlu diambil inti yang diungkapkan, misalnya anak ramai maka dicari solusi supaya ada mitigasi alias cara mengurangi keramaian anak disaat TPQ, misalnya dengan membuat kurikulum menulis yang jelas supaya anak menulis saat menunggu giliran.

Atau dengan cara belajar mendongeng sehingga anak anak tertarik mendengarkan cerita dan dapat anteng berada dikelas.

Kritik kemampuan mengajar mengaji? Pastinya dengan meningkatkan kompetensi kemampuan dalam belajar mengajar serta bekal materi yang disampaikan dengan penguasaan yang mantab.

Bisa disimak pada artikel menjadi guru TPQ yang baik.

Jika dirasa pengkritik dilakukan karena ketulusan demi perkembangan TPQ, ada baiknya pihak guru meminta bantuan orang tersebut untuk turut serta menjadi penghubung dengan takmir masjid atau tokoh masyarakat supaya TPQ lebih diperhatikan, semisal dalam pendanaan, mendatangkan guru yang mumpuni atau dilengkapi sarana prasarana kegiatan belajar mengajar.

Itulah beberapa komentar orang tua atau masyarakat tentang TPQ yang pernah mampir ditelinga saya, semoga anda tidak mengalami omongan nyinyir dari kalangan yang pandai bersilat lidah.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.