Ana Awan Ana Pangan

ana awan ana pangan tegese yaiku kalebu purwakanthi

unen unen ing ngisor iki tegesana! Tembung unen-unen ana awan ana pangan tegese yaiku rejeki iku wis diatur saka Gusti Allah. Karepe ana rejeki sing dibutuhna. Dadi, uwong sing kepingin rejeki ya mung perlu usaha, mengko rejeki bakal mara.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, ungkapan ini masuk dalam kategori jenis purwakanthi guru guru swara.

Baca :
Ana dina ana upa artinya
Ora obah ora mamah kalebu purwakanthi …
Sluman slumun slamet kalebu purwakanthi …

Ono awan ono pangan ukara kasebut migunakake purwakanthi guru swara. Bagi saya sendiri, ungkapan ini juga masuk dalam kategori basa rinengga tembung paribasan.

Alasannya karena makna atau artinya adalah wantah, apa adanya. Jadi memang ada hari maka ada makanan (rejeki) merupakan hal yang apa adanya bukan sekedar kiasan.

Kenapa termasuk dalam jenis purwakanthi guru swara? Alasannya adalah adanya ciri purwakanti berupa runtutnya rima huruf vokal (a,i,u,e,o) pada akhir kata (memiliki vokal yang sama) dengan kata sebelumnya.

Dalam hal ini vokal pada pangan runtut atau sama alias serupa dengan vokal pada kata sebelumnya yaitu awan.

Kalau dalam Bahasa Jawa, pengertian atau pangertene purwakanthi guru swara yaiku purwakanthi kang runtut swarane.

Apa iku purwakanthi? Purwakanthi iku unen-unen utawa ukara kang runtut swara, sastra, utawa basane.

Tegese Ana awan ana pangan

Biasanya selain ungkapan ini, ada kata atau untaian kalimat yang membersamai atau mengikutinya. Entah itu sebelumnya ataupun sesudahnya.

Contoh misalnya adalah ana dina ana upa, ana awan ana pangan, ora obah, ora mamah, sapa obah bakale mamah.

Secara arti harfiah, ungkapan kata kata ini adalah ada hari ada bulir beras (nasi), ada siang ada makanan, tidak bergerak tidak mengunyah, siapa yang bergerak maka akan mengunyah.

Maksud dari ungkapan ini secara prinsip adalah rejeki sudah ada yang mengatur, jadi orang harus optimis karena memang sudah ada takarannya masing masing.

Meski begitu, orang seharusnya tetap berusaha karena nantinya dia akan mendapatkan bagian berupa rejeki yang merupakan bagiannya.

Jadi hal ini bisa menjadi prinsip hidup dan falsafah dalam mencari rizki tetap optimis, karena sudah ada pembagian rejeki untuk masing-masing karena ada yang mengatur yaitu Allah SWT.

Meskipun begitu, sikap dan prasangka optimis ini (husnudhon) harus bebarangen dangen obah. Arti obah adalah bergerak. Maksud dari bergerak yaitu adanya usaha atau ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam mencari rejeki.

Demikianlah informasi tentang falsafah orang Jawa berkenaan dengan rizki, semoga membantu menjawab soal ujian atau PR Mata pelajaran muatan lokal Basa Jawa. Maturnuwun sudah mampir, wassalamu’alaikum.

Tinggalkan Balasan

Mumtaz Hanif

Murid Kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri