Verval Lembaga tidak update EMIS, yang tidak aktif supaya dicabut izinnya

bukti update data emis
Share

Informasi tentang harapan operator EMIS tingkat Provinsi yang memberikan himbauan kepada para operator EMIS di Kabupaten Kota untuk membantu melakukan verifikasi dan validasi data TPQ madrasah Diniyah maupun pondok pesantren.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, berdasarkan softcopy dalam format excel, ada ribuan pondok pesantren yang belum atau tidak melakukan update data emis. Tepatnya dalam file ada tersebut ada 4.049 (empat ribu empat puluh sembilan) pondok pesantren.

khusus pondok pesantren penyelenggara pendidikan kesetaraan (PKPPS), ada 3 ponpes yang belum melakukan entry data EMIS.

sedangkan madin atau madrasah diniyah lebih banyak lagi jumlahnya. Yaitu 3.751 (tiga ribu tujuh ratus lima puluh satu) lembaga MDT yang belum aktif dalam melakukan entry data EMIS.

Jangan tanya untuk LPQ (lembaga Pendidikan Al-Qur’an) yang didalamnya termasuk RTQ, TPQ, TQA maupun TKQ.

Tentunya jumlahnya lebih wow banyaknya.

Mau tau berapa?

Ini dia lembaga TPQ yang belum update data EMIS untuk salah satu wilayah Provinsi di Indonesia.

Ingat, hanya di satu Provinsi.

Jumlah LPQ yang belum update data yaitu sebanyak 20.466 (dua puluh ribu empat ratus enam puluh enam) lembaga.

Berkait dengan keadaan seperti itu, operator EMIS Provinsi menyampaikan informasi sebagai berikut ini.

Yth Bapak/Ibu..berikut kami sampaikan daftar lembaga PESANTREN, MDT, LPQ dan PKPPS yang sampai hari ini (23 Maret 2022) SAMA SEKALI TIDAK MELAKUKAN UPDATE DATA EMIS.

Mohon kiranya kami dibantu oleh Bapak/Ibu semua untuk melakukan VERVAL terhadap lembaga2 tsb. Jikalau sekiranya lembaga2 tsb SUDAH TIDAK AKTIF, Mohon segera dibuatkan CABUT IJOPnya. Terima Kasih atas perhatian dan kerjasamanya…🙏😊

Seperti itulah informasi pengumumannya.

Apabila kita mencermati dengan seksama, ada 3 hal berkenaan dengan share pada grup WA tersebut yaitu;

  • Jumlah lembaga yang tidak update data emis
  • Verifikasi dan validasi lembaga yang tidak melakukan update data; dan
  • Mencabut ijop bagi lembaga yaang sudah tidak aktif

Lembaga yang sudah Tidak Aktif untuk dicabut izin operasionalnya, kendala lapangan begitu susah melakukan check keaktifan TPQ

Pada poin terakhir menyebutkan bahwa kepada operator Kabupaten atau kota untuk membuat pencabutan izin operasional TPQ, Madrasah Diniyah Takmiliyah maupun Pondok Pesantren.

Namun pada datarang lapangan, untuk melakukan checking lembaga yang sudah tidak aktif bukanlah perkara yang mudah.

Salah satu sebabnya yaitu banyaknya lembaga, misalnya TPQ yang mencapai 20 ribu tidak update data.

Tentu merupakan kendala sendiri satu provinsi untuk verifikasi 20 ribu lembaga TPQ, kemudian 4 ribuan lembaga serta 3 ribu sekian Madin yang tidak entry emis. Apalagi cek yang sudah tidak aktif dalam KBM.

Total ada 27 ribu lembaga tidak aktif dalam satu Provinsi.

Padahal kalau asumsi jumlah Kabupaten atau kota pada provinsi tersebut yaitu 35 dan masing-masing kota atau Kabupaten dengan jumlah pegawai 7 orang maka 245 orang memiliki tugas untuk memverifikasi 27.000 (dua puluh tujuh ribu) lembaga.

Apabila kita pakai pembagian, maka 1 pegawai untuk melakukan verifikasi terhadap 110 lembaga baik TPQ, Madin, serta pondok pesantren.

Sayangnya tentu tugasnya PNS atau ASN pada PD Pontren atau Seksi Pakis bukan hanya melakukan verifikasi.

Belum lagi kendala lokasi yang jauh dari tempat kerja. Menjadi tantangan tersendiri untuk para PNS pada Seksi PD Pontren atau PAKIS.

Demikian sekedar ngoyoworo tulisan berkenaan dengan verval lemaga yang tidak melakukan update data emis serta informasi untuk melakukan non aktif atau mencabut ijin ijop bagi lembaga yang sudah tiada.

Wilujeng siang, salam kenal dan wassalamu’alaikum.


Share

2 pemikiran pada “Verval Lembaga tidak update EMIS, yang tidak aktif supaya dicabut izinnya

  1. Assalamualaikum admin pontren, terima kasih atas postingan yang bermanfaat sekali bagi praktisi di bidang pendidikan, sekedar saran adakah pengajaran bahasa arab praktis untuk tingkat SMP/sederajat yang aplikatif, terima kasih, wassalam

    1. wa’alaikum salaam. waduh kalau itu saya tidak paham, biasanya sih memakai model praktek langsung menggunakan bahasa asing pada percakapan sehari-hari. namun hal ini sulit dalam pelaksanaannya, ditambah lagi semangat belajar siswa yang mengagumkan malasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.