Sebab Tak menemukan no statistik TPQ Madin Ponpes di online, tanya Operator EMIS


Pontren.com – assalaamu’alaikum, Sore hari tadi saat sedang memperbaiki blog yang mengalami permasalahan secara teknis, saya melihat di kolom komentar yang menanggapi atau memberikan komentar.

Seperti ini kurang lebihnya tanggapan mengenai saran saya bertanya kepada operator EMIS Kabupaten atau kota jika ada kendala pencarian online ataupun bahwa operator emis lebih valid dalam pencarian.

bertanya ke operator emis, seharusnya mereka malu, kalau memang sekarang pemerintah menggalakan atau menekan setiap lembaga harus aktif dalam pendataan secara daring. terus teruntuk apa itu program emis ada kalau setiap lembaga tidak terdata padahal sudah tercatat di pusat. semoga saja pada sadar yah. hihi

pendapat pembaca

saya agak gagal paham dengan yang dilontarkan didalam kolom ini, siapa yang ditunjuk harus malu? Apakah operator emis, atau pengelola lembaga yang entry data? Kemudian yang harus sadar siapa? Agak kurang jelas juga bagi saya siapa yang ditunjuk untuk sadar dan malu.

nomor statistik TPQ Madin Ponpes tidak ketemu
muter muter mencari nomor statistik

Baiklah, mungkin bisa jadi maksudnya adalah jika tidak bisa menemukan data secara online, maka harus ada pihak pihak yang malu dan sadar diri kenapa data tidak ketemu, dan kenapa harus bertanya kepad operator EMIS Kabupaten tau Kota.

Kondisi ini membuat saya mencoba menganalisa beberapa faktor kenapa terjadi seseorang yang mencari nomor statistik melalui online tersebut tidak menemukan lembaga yang di Inginkannya.

Kemudian bisa saya simpulkan beberapa sebabnya sebagai berikut;

Memasukkan ejaan nama lembaga tidak sama persis dengan data yang ada

Yang pertama yaitu ejaan nama lembaga yang dicari tidak sama persis atau presisi, asumsi saya, aplikasi online pencarian lembaga ini dengan 2 cara yaitu, pertama memasukkan nomor statistik, dan kedua memasukkan nama lembaga.

Karena model aplikasi maka pencarian ini bersifat sensitive character dan bahkan mungkin saja sensitive case.

baca : Cara Mencari Nomor Statistik TPQ Madin dan Pondok Pesantren Secara Online

Maksudnya bagaimana?

Maksudnya apabila pengetikan nama lembaga tidak sama persis dengan yang ada pada EMIS maka data tersebut tidak muncul

Contoh kasus : ada lembaga TPQ bernama al Muthohharoh (kata al dan mutohharoh terpisah, huruf H double).

Pada saat dia mengentry atau memasukkan di data pencarian dengan kata almutohharoh (tanpa spasi) atau al Mutoharoh (tanpa huruf H dobel) atau al Mutaharah (menggunakan huruf A, bukan 0).

Dari penulisan karakter yang berbeda tentu lembaga yang diinginkan tidak muncul.

Solisi ; cobalah beberapa alternatif huruf berbagai kemungkinan yang ada sehingga lembaga anda ditemukan, ciri lembaga tersebut adalah yang anda kelola yaitu alamat lembaga tersebut sama dengan milik anda.

Nama Lembaga telah diubah

Pada beberapa kejadian, ada perubahan nama lembaga karena beberapa saat vakum atau memang ingin diganti.

Harap diketahui bahwa data (utamanya) lembaga TPQ saat ini masih merujuk pada hasil kerja keras Operator EMIS jaman dahulu.

Pada era sekitar tahun 2015 dan tahun sebelumnya, sistem entry data yaitu dengan cara upload file excell pada program atau aplikasi yang dibuat oleh Kemenag Jakarta.

Jadi mereka yang memiliki NSLPQ (nomor statistik TPQ) kebanyakan karena adanya campur tangan yang sangat banyak dari operator EMIS Kabupaten Kota zaman dahulu.

baca : NSPP Pesantren ( Nomor Statistik Pondok Pesantren )

kembali lagi ke permasalahan penggantian data atau nama lembaga,

Dampaknya apa dengan perubahan nama tersebut? Dampaknya sudah jelas, apabila anda memasukkan nama lembaga yang baru, sampai lebaran kuda pun tidak akan ketemu karena data yang ada dengan milik anda berbeda.

Contoh : dahulu TPQ bernama Al Khanifah, kemudian diganti menjadi An Nafi’ah. Maka jika anda mengetikkan nama an Nafi’ah tentu bukan lembaga anda yang muncul pada kolom hasil pencarian.

Solusi : cek data lembaga melalui operator emis Kabupaten atau kota

Lembaga memang belum terdaftar pada EMIS Kemenag

Nah ini sudah jelas, pada masa sebelum bantuan sebanyak sekarang, para operator emis merasa berat hati dan kepayahan dalam mendapatkan data lembaga utamanya TPQ, Madin maupun pondok pesantren.

Karena biasanya pada saat diminta bantuan tentang data lembaganya mereka para pengelola akan bertanya, apakah akan mendapat bantuan?

Selain itu banyak faktor yang lain semisal lembaga tidak merasa perlu didata, berat entry, tidak melihat adanya manfaat setor data ke Kemenag dan lain sebagainya.

baca : Membuat nomor induk santri TPQ TPA pedoman cara dan aturan

Dengan belum terdata lembaga otomatis tidak akan pernah menemukannya secara online, bahkan jika anda bertanya kepada operator EMIS sekalipun. Tentunya tidak bisa menemukan keberadaan lembaga beserta nomor statistiknya.

Solusi : mendaftarkan lembaga anda ke Kemenag sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Data Lembaga sudah dihapus dari EMIS

Beberapa tahun yang lalu ada surat dari Jakarta tentang pemutihan nomor statistik pondok pesantren bagi lembaga ponpes, dimana pontren diminta melakukan daftar ulang lembaga.

Berbagai form dan ketentuan sudah dibuat dan pada beberapa situasi ada lembaga yang belum memenuhi syarat sebagai pesantren, adapula pengasuh yang tidak berminat untuk memutihkan lembaganya.

Dengan tidak memenuhi persyaratan atau pengelola tidak melakukan daftar ulang alias pemutihan pesantren maka nomor statistik ponpes tersebut dihapus dari EMIS, alias hilang dari peredaran.

Sekalipun mencari seharian hasilnya akan nihil karena memang datanya sudah dihapus.

Solusi : lakukan pendaftaran lembaga pondok pesantren ke Kementerian Agama melalui Kankemenag Kabupaten atau Kota.

Alasan kenapa bertanya kepada operator EMIS Kabupaten atau Kota

bertanya tentang NSLPQ NSDT NSPP
siap siap bertanya tentang nomor statistik

Tidak usah malu atau sungkan bagi pengasuh pengelola lembaga baik madin TPQ maupun pondok pesantren untuk berkomunikasi dengan operator Kabupaten.

Saya yakin petugas pemegang EMIS merupakan person yang memiliki dedikasi tinggi untuk membantu lembaga dalam apapun itu berkenaan dengan kemajuan pendidikan Islam.

Apakah operator EMIS harus malu jika ada lembaga yang tidak menemukan nomor statistiknya secara online?

Saya kira tidak juga, kenapa harus malu?

Tidak ditemukan no statistik secara online bukanlah kesalahan operator emis Kab atau kota, memang pemerintah mendorong lembaga untuk terdaftar di EMIS, akan tetapi harap dicatat, Kemenag sifatnya hanya menunggu.

baca : Kekurangan pada Juknis TPQ Madin Pesantren dari masa kemasa

Maksudnya menunggu bagaimana?

Yaitu menunggu lembaga aktif mendaftarkan dan entry lembaganya secara online, sehingga operator EMIS kabupaten kota hanya sifatnya menghimbau, mendampingi dan konsultan mengenai entry data tersebut.

Kembali lagi kenapa bertanya kepada operator emis adalah cara yang paling valid untuk tahu NSPP, NSDT maupun NSLPQ?

Karena operator ini bisa mengunduh file lembaga dalam format excel.

Dengan pencarian data di file berbentuk excel akan lebih mudah praktis dimana terdapat pembagian kecamatan dan nama desa tempat lembaga berada.

Apabila anda (dan saya yakin) hafal alamat keberadaan TPQ Madin atau pondok pesantren yang dikelola, tentu akan cepat ditemukan Nomor statistiknya meskipun ada perubahan nama atau perbedaan ejaan.

Nah itulah alasan kenapa menurut saya cek ke operator emis merupakan cara yang paling valid, meskipun tentunya tidak ada salahnya anda mencoba mencari secara online, saya pribadi juga bisa menemukan lembaga yang pernah saya kelola koq secara pencarian online.

Salam kenal, wassalam.

monggo silakan komen atau tanya

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: