Pentingnya Tanda Arah Kiblat pada Masjid Fasilitas Publik Umum

Share

Pentingnya tanda arah kiblat pada masjid fasilitas publik atau Umum berdasarkan pengalaman melaksanakan ibadah salat pada rumah makan maupun pom bensin SPBU pada masa pandemi covid-19 virus corona.

pontren.com – assalaamu’alaikum, siang tadi (12 Sept 2021) saat sedang mengerjakan gawean saya merasakan kelaparan. Wah wayahe perut perlu untuk mendapat asupan gizi nih.

Ndilalahnya, kamar mandi atau toilet tempat kerja kok di kunci dengan gembok. Sebenarnya mau sholat dhuhur baru kemudian keluar mencari makan.

Udah begitu keadaan sedang kebelet pipis juga.

Sontak segera saja cabut cari tempat makan yang sekiranya menyediakan kamar mandi toilet serta mushalla lengkap dengan tempat untuk wudhu.

Setelah memesan makanan dan membayarnya, kemudian membawa ke meja yang sudah ada pada salah satu franchise yang sedang menjalar ini kemudian saya ke kamar mandi untuk ber ………

Selesai urusan di toilet kemudian saya melihat tulisan mushalla, sisan saja saya menuju ruangan ini.

Karpet dan sajadah di ambil saat musim pandemi corona

sholat-jum'at

Rampung berwudhu saya menuju ruangan mushalla untuk menunaikan salat dhuhur.

Lhadalah, kosongan saja hanya lantai keramik. Tidak ada karpet hijau yang biasa menjadi alasnya, tidak pula sajadah.

Awalnya agak bingung, arah kiblatnya mana ya?

Untung saya sering berlalu lalang pada daerah situ. Sejurus kemudian saya berpikir arah jalan di depan rumah makan dan mengetahui arahnya kemudian lanjut melaksanakan salat dhuhur sebanyak 4 rekaat.

Ya iyalah empat rokaat.

Kalau saya bukan orang situ, mungkin saya akan bingung sejenak, arah barat atau kiblatnya kemana ya?

Karena saya cari-cari petunjuk pada lantai, dinding maupun langit-langit mushalla tidak mendapati arah panah atau tanda kiblat untuk menghadap salat.

Pengalaman kedua yaitu saat isi solar pada SPBU Rosalia Indah (Rosin) di Daerah Gondangrejo.

Saat itu saya antre di belakang bus double decker.

Lamanya minta ampun. Ternyata bus ini mengisi solar sebanyak 195 liter. Habisnya sejuta lebih sekali minum. Pantesan saja lama nganter.

Giliran saya mengisinya cukup 70 ribu saja sudah penuh isi tangki kendaraan.

Kemudian saya wudhu dan sholat pada masjid fasilitas SPBU yang lumayan luas.

Menghadap sesuai dengan bentuk bangunan, lurus kepada tempat imaman.

Selesai sholat, ternyata arah kiblatnya tidak sama persis dengan arah bangunan masjid ini.

Agak miring ke kanan lumayan jauh juga, mungkin ada sekitar 20 derajat ke kanan.

Hal ini saya ketahui setelah melihat ada tanda arah kiblat pada masjid yang letaknya dekat imaman akan tetapi pada tempat yang gelap.

Penempatannya pada papan yang biasa berbunyi causation wet atau apalah, tanda licin yang diberikan tanda arah kiblat.

Memang agak runyam saat sajadah atau karpet di ambil sehingga orang yang tidak tahu akan sholat dengan arah bentuk masjid jika belum paham arah kiblat yang benar pada lokasi tersebut.

Penempatan Tanda arah kiblat yang baik (versi Admin)

sholat-idul-adha-lapangan-wisata-girimulyo

Pentingnya Tanda Arah Kiblat. Setelah mengalami dua kejadian ini, saya menjadi paham betapa hal sederhana yaitu keberadaan tanda arah kiblat merupakan sesuatu yang penting.

Sebenarnya sederhana saja dan mudah untuk memberi tanda.

Yang susah adalah semangat dan mau memberi tandanya. Banyak yang kalah dengan rasa malas serta cuek. Dampaknya orang lain yang kurang paham bisa saja arah kiblatnya kurang pas.

Kembali penempatan tanda arah kiblat yang baik, menurut admin ada baiknya letaknya adalah awal masuk ke lokasi tempat sholat, baik itu masjid maupun mushalla tempat publik.

Kenapa?

Karena jika anda memberi tanda arah kiblat pada awal mula masuk maka orang yang melewatinya tentu bisa melihat atau memahami kemana seharusnya menghadap sholat.

Dan antisipasi orang yang terlewat informasi arah ini, anda bisa menempatkan sebuah tanda pada langit-langit atau dinding masjid dalam ruangan utama.

Dengan modal beberapa lembar kertas karton dan mencetaknya melalui printer, maka anda sudah memudahkan para muslimin untuk mengetahui arah kiblat yang seharusnya.

Demikian sekedar pengalaman pribadi sholat pada mushalla yang tidak ada arah kiblatnya serta masjid yang sudah ada info arahnya tetapi saya tidak melihat tanda tersebut.

Akhirnya selamat siang, wilujeng rehat salam kenal dan wassalaamu’alaikum.


Share

Ibnu Singorejo

Postingan baru : Kami usahakan Jadwal hari Senin dan Jumat akan ada tambahan postingan artikel baru. Terima kasih sudah menyimak. saran dan kritik serta sumbangan artikel kami tunggu. contact info : cspontren@yahoo.com twitter : PontrenDotCom FB : Gadung Giri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *