Hormat dan Patuh kepada Orang Tua, Sikap Perilaku, Contoh, Dalil

Share

Hormat dan Patuh kepada Orang Tua, dalam buku mata pelajaran PAI kelas 8 atau 2 SMP MTs membahas mengenai sikap hormat dan patuh kepada orang tua dan guru, kita fokus pada yang pertama.

Membahas kenapa harus bersikap hormat dan patuh kepada orang tua, alasannya serta contoh sikap hormat dan patuh dalam kehidupan sehari hari.

perilaku sikap hormat dan patuh kepada orang tua

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, ternyata tema mapel PAI kelas 8 atau 2 SMP MTs mirip seperti kelas 1 atau kelas 7 Sekolah menengah pertama/MTs.

Misalnya dalam tema hormat dan patuh kepada guru dan orang tua. Jadi adik adik mas mas mbak mbak Cuma mengulang materi sebelumnya tahun lalu.

Siapakah orang yang paling berjasa dalam kehidupanmu?

Dalam buku PAI menyebutkan bahwa orang tua dan guru merupakan orang paling berjasa dalam kehidupan kita.

Alasan berlaku hormat dan patuh kepada orang tua

Apa alasan harus berlaku hormat dan patuh kepada orang tua?

Kenapa kita harus menghormati orang tua? Berikan penjelasan!
Nah seperti itulah pertanyaan dalam soal ujian mid semester atau semesteran genap bagi siswa siswi kelas 2 SMP MTs.

Berikut penjelasan alasan kenapa harus hormat dan patuh kepada orang tua dalam bentuk ringkasan jawaban dalam Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 SMP MTs atau kelas 8.

Harap ingat dan catat, hanya sebagian saja, bukan alasan keseluruhan, sekiranya mencoba menghitung jasa ortu, maka anda akan gagal karena begitu banyaknya jasa bapak ibu.

Alasan hormat dan patuh kepada Ayah dan Ibu

Orang tua telah memberikan perhatian dan kasih sayang kepada kita semenjak janin didalam kandungan.

Seorang ibu dengan penuh ikhlas merawat calon bayi di dalam kandungan selama kurang lebih sembilan bulan sepuluh hari (masa kehamilan).

Selama masa kehamilan, seorang ibu mengalami keadaan susah payah yang bertambah-bertambah dengan semakin besar perutnya.

Meski dalam keadaan payah dan susah serta lelah, tidak ada keluh kesah seorang ibu pada waktu mengandung. Karena semua dijalani dengan ikhlas dan penuh kasih sayang.

Saat melahirkan, ibu mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan anaknya. Dengan rasa yang sakit melahirkan.

Seorang ibu masih merawat bayi, Menyusui, mengganti popok, membersihkan dan memandikan, mencuci pakaiansampai dengan menemami tidur dilakukan ibu. Perlakuan ini dengan penuh ikhlas.

Apabila bayi terjaga di malam hari, ibu akan segera bangun untuk memastikan keadaan anaknya baik baik saja.

Ayah, sebagai kepala keluarga kerja keras tiap hari demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya yaitu isteri dan anak-anaknya.

Seorang ayah (normalnya) senantiasa setia dalam menemani dan menjaga isterinya disaat hamil maupun dalam keadaan yang lain.

Figur ayah Ayah juga berperan penting dalam menjaga kestabilan emosi istri

Itulah sedikit faktor rasional kenapa kedua orang tua memiliki jasa sangat besar dalam hidup kita. Dengan izin Allah, Berkat keduanya kita bisa terlahir ke dunia ini.

Karenanya kita harus menghormati dan mematuhi nasihatnya.

Orang tua juga berandil besar dalam mendidik anak-anaknya melalui contoh perbuatan baik atau dengan mengajarkan secara langsung suatu ilmu pengetahuan anaknya meskipun tidak seperti pembelajaran pada sekolah atau madrasah.

Kedudukan Ayah dan Ibu dalam Islam

Dalam ajaran Islam, kedua orang tua memiliki kedudukan yang tinggi.

Setiap anak memiliki kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua, istilah ini disebut dengan istilah kata birrul walidain

Birrul walidain adalah sebagai berbakti kepada kedua orang tua.

Contoh Perilaku birrul walidain atau menghormati seperti mematuhi nasihat-nasihatnya

Seorang anak wajib menghormati dan mematuhi semua nasihat orang tuanya yaitu ayah dan ibu. Nasehat ini adalah selama keduanya tidak memerintahkan kemaksiatan atau kemusyrikan.

Bahkan seorang anak tetap harus menghormati kedua orang tuanya meskipun orang tuanya kafir (tidak beragama Islam).

Contoh sikap cara perilaku hormat dan patuh kepada Ayah dan Ibu

Berikut adalah contoh perilaku hormat dan patuh kepada orang tua beserta sedikit uraian penjelasan.

Pada soal ujian baik mid semester, ataupun semesteran, LKS dan ulangan harian mungkin muncul perntanyaan seperti;

Sebutkan contoh sikap hormat dan patuh kepada orang tua!

Ada dua pembagian sikap hormat kepada orang tua, pertama yaitu sikap hormat dan patuh kepada orang tua saat keduanya masih hidup

Yang kedua yaitu hormat dan patuh kepada orang tua setelah keduanya meninggal dunia.

Mari kita bahas yang pertama yaitu perilaku hormat dan patuh kepada orang tua saat mereka masih hidup.

Contoh Hormat dan patuh kepada orang tua saat masih hidup

Ada 3 contoh yang ada (tentu kenyataannya banyak, dan seharusnya lebih banyak), ketiga contoh ini singkatnya adalah;

  • Mendengarkan nasehat orang tua
  • Membantu orang tua
  • Minta doa restu

Adapun penjelasaannya sebagai berikut;

Mendengarkan seluruh perkataannya dengan penuh rasa hormat dan rendah hati

Orang tua akan sangat bahagia jika anak-anaknya mendengarkan nasihat-nasihatnya.

Pastinya nasehat orang tua untuk kebaikan, tidak ada niat menjerumuskan sang buah hati.

Tentunya selain mendengarkan, juga melaksanakan nasehat orang tua dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebatas pada pencitraan.

Semua orang tua (ayah dan ibu) menginginkan anak-anaknya beserta keturunannya (dzurriyyah) mempunyai kehidupan lebih baik dari keadaannya.

Termasuk tindakan yang sangat tidak sopan dan perilaku tercela apabila seorang anak tidak mendengarkan perkataan dan nasihat dari orang tua.

Dan perlu mendapat perhatian yaitu pada waktu orang tua berbicara, maka jangan sekali-kali memotong pembicaraannya. Alasannya adalah perilaku ini (memotong pembicaran orang tua) bisa menyakiti hatinya.

Membantu pekerjaan rumah maupun lainnya yang bisa meringankan beban keduanya

Pekerjaan rumah selalu ada setiap hari, dan tidak ada habisnya. Contoh pekerjaan rumah misalnya isah isah (jawa : mencuci piring), umbah – umbah (mencuci pakaian; jawa) dan menyetrika baju, menyapu dan mengepel lantai, merapikan kamar tidur, menyiram tanaman, membersihkan halaman serta pekarangan depan rumah, menyiangi rumput halaman belakang dan lain-lain.

Bagi orang berada dan memiliki kelebihan harta mungkin ada asisten rumah tangga, semua atau sebagian pekerjaan ini ditangani olehnya.

Tentu pekerjaan rumah lebih ringan jika dibanding tanpa pembantu.

Pertanyaannya, bagaimana jika tidak ada pembantu? Apakah semua pekerjaan ini diselesaikan sendiri oleh ayah ibu kita?

Jika ingin menjadi anak shaleh tentu kalian akan membantu menyelesaikannya supaya beban orang tua menjadi lebih ringan.

Contoh contoh ini (membersihkan rumah dan lainnya) merupakan contoh pada waktu usia anak Sekolah maupun kuliah pada waktu masih tinggal bersama keduanya.

Pada waktu dewasa dan sudah bekerja, apalagi tinggal pada tempat yang berjarak (entah dekat atau jauh) maka membantu orang tua dengan cara yang berbeda.

Misalnya sigap dan cepat tanggap pada waktu disuruh orang tua, misalnya mengantarkan sillaturrahmi, menemani cek rutin ke dokter atau rumah sakit, mendampingi acara kondangan atau walimahan saudara saudari dan teman temannya.

Atau jika mampu untuk berusaha semampunya membantu perekonomian orang tua yang kondisinya perlu bantuan.

Misalnya turut serta melunasi hutang hutangnya.

Senantiasa meminta doa restu kedua orang tua

Tidak banyak penjelasan dalam buku PAI mengenai minta doa restu kepada orang tua. Ada tiga inti penjelsan atau keterangan mengenai restu orang tua untuk anaknya yaitu;

Setiap aktiftas yang dilakukan anak hendaknya mendapat restu dari orang tua (ayah dan ibunda).

Doa restu orang tua akan menjadi modal berharga dalam meraih kesuksesan.

Doa ini (restu kedua orang tua) menjadi penyempurna ikhtiar yang telah dilakukan anak.

Contoh Sikap hormat dan patuh kepada orang tua yang sudah meninggal dunia

Dalam buku PAI Kelas 2 SMP memberikan 3 contoh perilaku dan sikap patuh dan hormat kepada orang tua yang sudah meninggal dunia dalam kehidupan sehari hari.

Tiga sikap perilaku ini adalah

  • Menyambung sillaturrahmi dengan kerabat sahabat orang tua (ayah & ibu)
  • Melanjutkan cita – cita orang tua
  • Mendoakan ayah ibu orang tua ampunan kepada Allah SWT

Penjelasannya sebagai berikut;

Apabila sudah meninggal, maka cara berlaku hormat dan patuh misalnya dengan

Menyambung tali silaturahmi dengan kerabat dan sahabat beliau berdua

Bagi seorang anak, suatu keharusan untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga dekat, kerabat, serta sahabat dekat orang tua.

Dengan menjalin sillaturrahmi dengan mereka (sahabat dan kerabat ayah ibu orangtua) pada hakikatnya juga menjaga silaturahmi dengan orang tua.

Melanjutkan cita-citanya

Yaitu berupa cita cita yang baik dan tidak melanggar syariat.

Cita-cita mulia orang tua seperti ini (dalam buku PAI) bagi anak anaknya harus melanjutkan

Contoh cita cita mulia seperti, pembangunan masjid yang rintisan orang yang belum purna, maka sebagai anak harus melanjutkan pembangunan masjid tersebut.

Mendoakan ampunan untuk keduanya kepada Allah Swt

Doa anak kepada orang tua akan menjadi ladang pahala yang tiada terputus baginya di alam kubur. Sebab hanya anak shaleh yang bersedia mendoakan orang tuanya.

Adapun doa ini sangat terkenal dan sudah mulai diajarkan semenjak anak PAUD maupun masuk awal pada TPQ.

Yaitu berupa doa allahummaghfirlii waliwalidayya atau robbighfirlii wa liwaalidayyah warhamhumaa kamaa robbayaani sogiiraa.

Dalil Dalam Al-Qur’an

Sebutkan dalil al-Qur’an lengkap dengan nama surat beserta nomor ayatnya yang menunjukkan kewajiban berbuat baik kepada orang tua birrul walidain berperilaku hormat dan patuh kepada ayah dan ibu!

Salah satu dalil berperilaku hormat dan patuh kepada orang tua terdapat dalam al-Qur’an surat An nisa ayat 36.

Adapun tulisan arab surat an nisa (surat keempat dalam al-Qur’an) ayat 36 beserta teks latin dan artinya bahasa Indonesia adalah;

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

Tulisan latin an nisa ayat 36
Wa’budullāha wa lā tusyrikụ bihī syai`aw wa bil-wālidaini iḥsānaw wa biżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wal-jāri żil-qurbā wal-jāril-junubi waṣ-ṣāḥibi bil-jambi wabnis-sabīli wa mā malakat aimānukum, innallāha lā yuḥibbu mang kāna mukhtālan fakhụrā

Arti surat an nisa ayat 36 bahasa Indonesia ;
Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,

Dalam ayat ini (Q.S. An-Nisaa (4) ayat 36 perintah berbuat kepada orang tua merupakan perintah langsung Allah SWT.

Letak perintah dalam al-Qur’an untuk birrul walidain (berbuat baik kepada orang tua) setelah perintah menyembah Allah SWT dan larangan menyekutukan-Nya.

Peletakan perintah ini (birrul walidain) menunjukkan bukti bahwa orang tua mempunyai tempat dan kedudukan yang sangat mulia dalam pandangan agama Islam

Demikian ringkasan informasi mengenai hormat dan patuh kepada orang tua mapel PAI Kelas 8 atau 2 SMP MTs, salam kenal, wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *