Ketentuan salat jamak (pelajaran kelas VII)

Share

Ketentuan salat jamak pelajaran kelas VII 1 SMP. Membahas tentang arti, pengertian dan dalil hadits nabi mengenai bolehnya menjama’ salat fardhu dalam satu waktu.

pontren.com – assalaamu’alaikum gaeess…. Salat jama’ artinya adalah salat fardu yang dikumpulkan atau digabungkan.

ketentuan salat jamak

Maksud salat jamak adalah menggabungkan dua salat fardu dan mengerjakannya dalam satu waktu saja.

Sholat jama’ boleh dilaksanakan pada waktu Salat yang pertama (jama’ taqdim) maupun pada waktu salat yang kedua (jama’ ta’khir).

Hukum Salat jamak adalah boleh bagi orang yang berada pada kondisi darurat, seperti dalam perjalanan jauh.

Dalil Hadits

Dalil salat jamak dalam hadits nabi tentang salat jamak sebagaimana riwayat Anas bin malik berikut ini;

عَنْ اَنَشٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيِّ اِذَا اَرَادَ اَنْ يَجْمَعَ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ فِي السَّفَرِ اَخَّرَ الظُّهْرَ حَتَّي يَدْخُلَ اَوَّلُ وَقْتِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَجْمَعُ بَيْنَهُمَا

‘an Anas r.a. ‘anhu qoola kaanannabii (shallallahu ‘alaihi wa sallam) idzaa arooda an yajma’a bainas sholataini fis safari akhkhoro-dh dhuhra hattaa yadkula awwala waqti-l ‘ashri tsumma yajma’u bainahumaa.

Artinya : Dari Anas r.a., ia berkata : Apabila Nabi Muhammad saw. hendak menjama’ antara dua £alat ketika dalam perjalanan, beliau mengakhirkan £alat ¨uhur hingga awal waktu A¡ar, kemudian beliau menjama’ antara keduanya.” (H.R. Muslim).

Jama’ taqdim

Yang dimaksud dengan salat jamak taqdim adalah salat yang dilakukan dengan cara gabungkan dua salat fardhu dan dilaksanakan pada saat waktu salat fardhu yang pertama.

Contoh, salat duhur dan salat A¡ar dilaksanakan pada waktu duhur, demikian juga salat Magrib dan salat Isya dilaksanakan pada waktu Magrib.

Cara melaksanakan salat jama’ taqdim adalah mendahulukan Salat fardu yang pertama kemudian melaksanakan salat yang kedua. Berniat salat jama’ taqdim, berturut-turut tidak boleh diselingi dengan perbuatan lain.

Setelah selesai melaksanakan salat duhur lanjut dengan langsung melaksanakan salat Asar.

Cara yang sama yaitu setelah melaksanakan salat Magrib langsung melaksanakan salat Isya.

Tidaklah sulit untuk melaksanakan sholat jamak taqdim ini.

Salat Jamak ta’khir

Yang dimaksud dengan salat jama’ Ta’khir adalah salat yang dilakukan dengan cara menggabungkan dua salat fardu dan dilaksanakan pada waktu yang kedua atau terakhir.

Contoh salat jamak ta’khir. Salat duhur dan salat Asar melaksanakannya pada waktu salat Asar.

Contoh kedua yaitumelaksanakan salat Magrib dan salat Isya pelaksanaannya pada waktu salat Isya.

Dalam tata cara melaksanakan salat jama’ ta’khir tidak disyaratkan harus mendahulukan salat pertama.

Boleh mendahulukan salat pertama baru melakukan salat kedua atau sebaliknya.

Apabila hendak melaksanakan salat jama’ ta’khir, caranya dengan berniat hendak mengerjakan kedua salat fardlu tersebut dengan cara menjamaknya.

Dalam mengerjakan salat jamak kedua sholat fardu ini (dhuhur dengan asar, magrib dengan isya) dilakukan secara berturut-turut.

Tidak boleh diselingi perbuatan lain.

Maksudnya adalah setelah selesai melaksanakan salat Asar langsung melaksanakan salat dhuhur.

Begitupula setelah melaksanakan salat Isya langsung melaksanakan malat Magrib.

Atau sebaliknya, setelah selesai melaksanakan salat dluhur langsung melaksanakan salat Asar.

Begitu juga setelah melaksanakan solat Magrib langsung melaksanakan shalat Isya.

Syarat salat jamak

  • Pada saat sedang melakukan perjalanan jauh, jarak tempuhnya tidak kurang dari 80,640 km.
  • Perjalanan yang dilakukan bertujuan baik, bukan untuk hal kejahatan maupun perbuatan maksiat.
  • Sakit atau dalam kesulitan.
  • salat yang dijama’ salat ada’an (tunai) bukan £alat qadha’.
  • Berniat men-jama’ ketika takbiratul ikram.

Nah demikianlah informasi ringkas mengenai salat jamak, tata cara beserta dalil hadits mengenai bolehnya menggabungkan dua salat fardhu dalam satu waktu.

Wilujeng siang, wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.