Arsip Kategori: unik di pesantren

Jenis, nama, dan Penyelenggaraan Pendidikan Muadalah


belajar menulisSecara umum Jenis satuan pendidikan muadalah terdiri atas salafiyah dan mu’allimin. Satuan pendidikan muadalah salafiyah adalah satuan pendidikan muadalah berbasis kitab kuning.Sedangkan satuan pendidikan muadalah mu’allimin adalah satuan pendidikan muadalah berbasis dirasah islamiyah dengan pola pendidikan muallimin.

Dalam Penamaan   satuan   pendidikan   muadalah  dapat   menggunakan   nama sebagai berikut :

  1. Madrasah Salafiyah,
  2. Madrasah Mu ‘allimin,
  3. Kulliyat al-Mu ‘allimin al-Islamiyah (KMI),
  4. Tarbiyat al-Mu ‘allimin al-Islamiyah (TMI),
  5. Madrasah al-Mu’allimin al-Islamiyah (MMI),
  6. Madrasah al-Tarbiyah al-Islamiyah (MTI) atau
  7. nama lain yang diusulkan oleh lembaga pengusul dan ditetapkan oleh Menteri.

belajar santri 2Ketentuan lebih lanjut mengenai penamaan sebagaimana dimaksud diatas ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam

Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Muadalah, satuan pendidikan muadalah terbagi menjadi beberapa tingkatan. Satuan pendidikan muadalah terdiri dari satuan pendidikan muadalah setingkat pendidikan dasar dan satuan pendidikan muadalah setingkat pendidikan menengah.

Satuan pendidikan mua dalah setingkat pendidikan dasar sebagaimana dimaksud diatas terdiri atas setingkat MI dan MTs. Satuan pendidikan muadalah setingkat pendidikan menengah adalah setingkat MA

baca juga : PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN MUADALAH PADA PONDOK PESANTREN

Satuan pendidikan muadalah setingkat MI diselenggarakan dengan ketentuan diselenggarakan selama 6 (enam) tahun dan bukan satuan MI/Sekolah Dasar (SD)/Paket A/sederajat.

Satuan pendidikan muadalah setingkat MTs diselenggarakan dengan ketentuan  diselenggarakan selama 3 (tiga) tahun dan bukan satuan MTs/Sekolah Menengah Pertama (SMP) /Paket B

Satuan pendidikan muadalah setingkat MA diselenggarakan dengan ketentuan diselenggarakan selama 3 (tiga) tahun; dan bukan satuan MA/Sekolah Menengah Atas (SMA)/Paket C.

foto Sekolah Menengah AtasSatuan pendidikan muadalah setingkat MA dapat diselenggarakan dengan menggabungkan satuan pendidikan muadalah setingkat MTs dan setingkat MA selama 6 (enam) tahun secara berkesinambungan. selanjutnya dalam hal satuan pendidikan muadalah tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal 8, maka akan ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN MUADALAH PADA PONDOK PESANTREN

BenQ Corporation

Dengan pertimbangan bahwa satuan pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan oleh pondok pesantren dengan mengembangkan sistem pendidikan pesantren memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembangunan bangsa dan telah mendapatkan pengakuan penyetaraan (muadalah) dari lembaga pendidikan luar negeri sehingga lulusan dari satuan pendidikan keagamaan Islam tersebut dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kedua bahwa dalam rangka pengakuan penyetaraan satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren dengan satuan pendidikan formal di lingkungan Kementerian Agama diperlukan aturan yang lebih kuat maka dikeluarkanlah Penetapan Menteri Agama NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG SATUAN PENDIDIKAN MUADALAH PADA PONDOK PESANTREN. (file KMA bisa di unduh di bagian bawah tulisan ini).

Baca jugaJenis, nama, dan Penyelenggaraan Pendidikan Muadalah

Apakah yang dimaksud dengan satuan Pendidikan Muadalah?

satuan pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan oleh dan berada di lingkungan pesantren dengan mengembangkan kurikulum sesuai kekhasan pesantren dengan basis kitab kuning atau dirasah islamiyah dengan pola pendidikan muallimin secara berjenjang dan terstruktur yang dapat disetarakan dengan jenjang pendidikan dasar dan menengah di lingkungan Kementerian Agama.

PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN MUADALAH

santri assalaam
santri selesai sholat

Dalam pasal 13 bagian kesatu tentang pendirian Pendirian satuan pendidikan muadalah wajib memperoleh izin dari Menteri Agama dan Satuan pendidikan muadalah didirikan dan dimiliki oleh pesantren.

Terkait Izin dari Menteri Agama harus memenuhi persyaratan pesantren penyelenggara pendidikan, satuan pendidikan muadalah, dan penilaian khusus paling sedikit meliputi :

A. Syarat Pesantren yang mengajukan menjadi Penyelenggara Muadalah :

  1. memiliki tanda daftar pesantren dari Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota;
  2. oganisasi nirlaba yang berbadan hukum;
  3. memiliki struktur organisasi pengelola pesantren; dan
  4. memiliki santri mukim paling sedikit 300 (tiga ratus) orang yang belum mengikuti layanan pendidikan formal atau program paket A, paket B, dan paket C.

B. Persyaratan satuan pendidikan muadalah paling sedikit:

  1. bukan satuan pendidikan formal atau paket A, paket B, dan paket C;
  2. wajib diselenggarakan oleh dan berada di dalam pesantren; dan
  3. penyelenggaraan satuan pendidikan muadalah diatas telah berlangsung paling sedikit :
  • 5 (lima) tahun berturut-turut untuk pengusulan setingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI);
  • 2 (dua) tahun berturut-turut sebelum pengusulan perizinan satuan pendidikan muadalah, untuk pengusulan setingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan setingkat Madrasah Aliya (MA); dan
  • 5 (lima) tahun berturut-turut untuk pengusulan setingkat MA dengan menggabungkan setingkat MTs dan MA selama 6 (enam) tahun sekaligus.
  • mendapat rekomendasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi setempat.

Penilaian khusus sebagaimana dimaksud keterangan diatas meliputi:

  1. kurikulum satuan pendidikan muadalah;
  2. jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan yang memadai;
  3. sarana dan prasarana kegiatan pembelajaran yang berada di dalam pesantren;
  4. sumber pembiayaan untuk kelangsungan pendidikan paling sedikit untuk 1 (satu) tahun ajaran berikutnya;
  5. sistem evaluasi pendidikan;
  6. manajemen dan proses pendidikan yang akan diselenggarakan; dan
  7. peserta didik dan calon peserta didik yang cukup .

Ketentuan lebih lanjut mengenai penilaian khusus sebagaimana dimaksud ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

Demikianlah tentang Satuan pendidikan muadalah dan syarat pendirian Satuan Pendidikan Muadalah pada pondok pesantren. semoga bermanfaat.

download KMA no 18 tahun 2014

Pernikahan antar santri

salah satu fase kehidupan yang umumnya dilalui oleh manusia adalah menikah. tak terkecuali santri pondok pesantren. dalam mendapatkanpasangan jodoh bisa bermacam cara dan peristiwa serta latarbelakang pasangan, ada yg diijodohkan, ada yang dikenallkan, ada yang teman semasa keecil, ada juga rekan kerja. kali ini akan ditulis beberapa pasangan santri yang berasal dari pondok pesantren yang sama. diantaranya adalah :

karim mutAbdul Karim Amirullah & Mutmainnah. keduanya sama sama berasal dari Rembang, akan tetapi nyantri di pondok pesantren Krapyak Yogyakarta. pasangan yang keduanya hafal Al Qur’an ini sekarang kembali ke wilayahnya, Abdul Karim menjadi guru dan bertani serta memelihara ikan, sedangkan Mutmainnah menjadi Pegawai negeri di Kementerian Agama sebagai Penyuluh Fungsional. sampai saat ini sudah dikaruniai anak tiga dan belum ada tanda untuk berhenti menambah momongan.

mujib sitaAbdul Mujib & Noorika Maysita. Pasangan Brebes Magelang. Selanjutnya pasangan ini hijrah ke Jakarta dalam rangka kepraktisan dalam menekuni pekerjaan. Abdul Mujib bekerja di perusahaan Bakrie yang mengurusi bidang perpajakan, selain pekerjaan di perusahaan nasional juga mempunyai usaha yang lain yaitu barber and caffee shop. Maysita juga mempunyai kesibukan sampingan yaitu sebagai agen asuransi perusahaan internasional, selain tentunya momong trio macannya, yup pasangan ini diberkahi dengan tiga anak perempuan dari pernikahan yang dijalani selama ini.

elnath torresElnath Torres Eridany & Diana Rosyada. Selanjutnya dari area Semarang terdapat pelaut yang sepertinya saat ini jarang melaut dikarenakan fokus bisnis di darat, elnath yang mempunyai kakak bernama Vega Fonsula Andromeda ini menikahi Diana Rosyada yang biasa di panggil Dayen.