Tembung Galap Gangsuling Atur Tegese

Share

Tegese Tembung Galap Gangsuling atur Artinya Basa Jawa beserta terjemah kedalam Bahasa Indonesia lengkap dengan contoh kalimat, tuladha ukara untuk memudahkan dalam mengerjakan soal ujian ulangan mapel Bahasa Daerah khususnya wilayah Jateng (Tengah) dan Jatim (Timur).

Pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, wilujeng dalu, selamat malam para kadang sutresna ingkang mugi tansah kaparingan berkah rahmah saking Ingkang Murbeng Dumadi Allah SWT.

Kali ini kita akan membahas ungkapan kalimat rangkaian kata dalam Bahasa Jawa yang berbunyi Galap Gangsuling atur atau tembung.

Biasanya penggunaannya untuk penutup kata, pidato, sambutan, srah – srahan dan sebagainya.

Intinya dari rangkaian kata ini adalah apabila ada hal yang tidak urut, melenceng perkataan yang telah disampaikan sebelumnya.

Kok bisa seperti itu artinya? Bagaimana maksudnya perkata dari istilah dalam Bahasa Jawa ini?

Langsung saja mari kita bahas sebagaimana dibawah ini (ana ing ngisor iki!)

Tegese Tembung Galap Gangsuling Atur, Artinya Basa Jawa dan terjemahnya kedalam Bahasa Indonesia

tegese galap gangsuling atur

Secara harfiah, maksud dari ungkapan ini adalah (Kleru/klentu, ora urut/mboten runtut/ omongan) yang artinya adalah Keliru dan tidak runtut dalam hal perkataan.

Jadi secara harfiah tegese galap yaiku kleru, ora bener, basa kramane yaiku klentu, lepat.
Sedangkan artinya gangsuling, berasal dari kata gangsul, tegese yaiku ora urut, mboten runtut; lan
Atur tegese yaiku omongan, ukara saka wong kang muni.

Contoh kalimatnya tuladha ukara Basa Jawa adalah sebagaimana berikut ini.

Mekaten atur kawula, mbok bilih kathah galap gangsuling atur nyuwun agenging pangarsami saking para rawuh sedayanipun, yang artinya adalah;

Demikian yang saya sampaikan, mungkin banyak hal yang keliru, tidak runtut dalam menyampaikan (pidato, perkataan) mohon maaf sebesar-besarnya dari para hadirin yang datang sekalian.

Nah seperti itulah arti dan maknanya.

Maka tidak heran apabila anda mendengar ungkapan ini pada akhir bagian pidato sebelum nara sumber ataupun pembawa acara menutup dengan kalimat salam kepada para hadirin yang mendengarkan.

Demikian tambahan informasi kali ini, semoga bisa membawa manfaat bagi pecinta Bahasa Jawa, khususnya pelajar pada Sekolah SD SMP SMA maupun pada santri Madrasah MI MTs MA baik negeri maupun swasta.

Atas kunjungan sampean ke blog yang sederhana ini kami sampaikan terima kasih, salam kenal dan wassalamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *