Review rautan meja Huachi no 2959 harga dan keawetan

rautan meja huachi no 2959
Share

Review rautan meja Huachi no 2959 harga dan keawetan. Pengalaman beli rautan karena melihat bentuknya yang imut model robot serta ingat anak saat menglincipi (menajamkan) pensil dengan pemes atau cutter.

kalau orang jawa menyebutnya ongotan, orang inggris memberi nama dengan pencil sharperer, sewaktu kecil saya menyebutnya dengan uwer. (dulu era tahun 90 an ada rautan manual dengan bentuk bundar dan ada cerminnya).

pontren.com – assalaamu’alaikum, pada saat membeli sabun baby untuk pak boss, ndilalah melihat benda unik dan imut, lah ternyata serutan pensil.

Macam macam warnanya, ada merah biru hijau (kalau gak salah), akhirnya saya memilih warna biru untuk anak.

Saya baru ngeh saat unboxing rautan meja ini ternyata ada merknya. Kalau memegangnya sih nampak mantab gitu, meski ada tulisan made in china.

Halah hape saja sekarang sudah banyak yang pake made in china daripada made in finlandia (Nokia).

Merk rautan atau serutan pensil ini adalah Huachi dengan nomor 2959.

Harga rautan meja Huachi 2959

Lah semula saya mengira harganya kisaran sepuluh ribuan, ternyata pada toko finza deket rumah bapak simbok saya membanderol dengan harga Rp. 35.000,-.

harga serutan meja huachi

Iseng-iseng saya membuka tokopedia, ternyata barang berupa rautan serutan meja dengan bentuk karakter robot ini harganya 36.000,- (tiga puluh enam ribu rupiah) pada salah satu tokonya.

Jadi ya lumayanlah ora keblondroken sik tuku.

Bagian rautan meja serutan huachi no 2959

review rautan meja huachi. Pada bagian bawah serutan ini ada karet atau sejenis busa untuk menempelkan lem.

bagian bawah rautan meja ada spoon untuk menempelkan lem/solasi

Fungsinya supaya bisa diam permanen pada lokasi yang sudah sampean tentukan.

Untuk menggunakannya, masukkan pensil pada lobang yang berada pada tengah robot, tekan ringan sampai mentok.

Kemudian putarlah pemutar pada bagian robot sehingga pensil tertarik lebih dalam dan terkunci tidak bergerak.

tidak berat juga sih, tapi terasa ada tekanan sedikit saat memutarnya jika ada pensil yang sedang sampean serut.

Terus putar tuas pemutar pada belakang robot sampai sekiranya pensil sudah tajam.

Untuk mengeluarkan pensil yang anda ongoti atau anda raut, putar dengan arah berlawanan sehingga pensil perlahan lahan keluar.

Jika belum tajam, anda bisa mengulangi lagi langkah meraut dari awal.

Setelah unboxing alat untuk ngongoti pensil ini, saya otak atik buka buka yang bisa bergerak.

Dan akhirnya saya paham dimana wadah sisa kayu rautannya.

wadah sisa rautan serutan meja

Letaknya pada kaki robot, dengan menarik bagian depan kaki robot, maka akan nampak jelas kaki ini merupakan kotak wadah sisa rautan pensil anda.

Barang selanjutnya yaitu alat untuk menajamkan pensil.

Bentuknya mirip seperti bor dengan sisi sisi yang tajam, menempel pada pegangan putaran.

Sepertinya sih kuat dan awet, nampak berbahan metal.

besi pisau untuk meraut pensil

anda bisa membuka bagian ini dengan memutar arah berlawanan jarum jam pada bagian belakang rautan. setelah memutar sedikit kemudian tariklah kebelakang.

Awet bertahun tahun

Nah ini testimoni pemilik rautan atau setidaknya ibu dari anak yang memiliki serutan meja.

Dia memiliki anak kembar perempuan, membelikan masing masing satu serutan, karena jika tidak dibelikan satu satu bisa berabe nanti.

Pemberian serutan kepada kembar sang buah hati ini pada saat mereka duduk pada kelas atau sekolah TK.

Saat ini si kembar berada pada jenjang pendidikan kelas 7 atau kelas 1 MTs tempat bapaknya bekerja.

Dan rautan kedua anak kembar ini masih berfungsi dengan baik untuk menajamkan pensil.

Nah, jadi selama 8 tahun rautan meja ini menemani kedua anak dari semenjak TK sampai dengan bangku kelas 1 MTs.

Sekedar catatan, memang keduanya anak yang telaten dalam memelihara barang.

Akan tetapi setidaknya kita tahu bahwa ketajaman pisau rautan bisa panjang usia pemakaiannya selama dalam penggunaan yang wajar.

Demikian informasi membeli dan unboxing rautan, semoga anda juga bisa berbagi kisah tentang rautan anda. ciao, wassalaamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *