Keteladanan Rasulullah dan Sahabat-sahabatnya


Keteladanan Nabi Muhammad saw dan sahabat sahabatnya dari segi sikap perilaku dan juga atribut kesalehan hablum minallah dan hablum minan nas para sahabat nabi yang menjadi khalifah pemimpin setelah Rasullah wafat, disebut khulafaur rasyidin.

Selanjutnya guna mempermudah pencarian artikel, kami buat dalam bentuk list guna mempermudah anda menuju informasi yang di inginkan.

Berikut daftarnya

Jelaskan pengertian al-Amin!

Nabi Muhammad saw. terkenal sangat jujur. Sikap jujur tersebut sudahdiperlihatkan sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Sehingga beliau mendapatkan julukan “al amin” artinya yang dapat dipercaya.

usia tiga puluh lima tahun, Nabi Muhammad saw. bersama orang-orang Quraisy diminta untuk memperbaiki Ka’bah.

sampai ke bagian Hajar Aswad, bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula.

mereka sepakat menunjuk Muhammad saw. sebagai orang yang tepat untuk melakukan hal tersebut.

Beliau mengambil selembar selendang, kemudian Hajar Aswad itu diletakkan di tengah-tengan selendang tersebut.

Beliau lalu meminta seluruh pemuka kabilah yang berselisih untuk memegang ujung-ujung selendang.

Mereka kemudian mengangkat Hajar Aswad itu bersama-sama.

Setelah mendekati tempatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-lah yang kemudian meletakkan Hajar Aswad tersebut pada tempatnya semula.

Kasih Sayang Rasulullah saw. terhadap Anak, Keluarga, Orang Tua, dan Masyarakat

Pada masa itu, penduduk Mekah tidak menghargai anak perempuan. Namun, Nabi Muhammad saw. justru menggendong putrinya Fatimah yang masih balita sambil tawaf mengelilingi Ka’bah.

Rasulullah saw. menyayangi cucunya yang bernama Hasan dan Husein.

Sebagaimana dikisahkan dalam hadiś beliau yang artinya berikut ini.

”Nabi Muhammad saw. mencium cucunya Hasan bin Ali r.a., sedangkan di dekat beliau ada Aqra’ bin Hābis. Aqra’ berkata: ”Aku mempunyai sepuluh anak, tetapi aku tidak pernah mencium seorang pun di antara mereka.” Mendengar hal itu, Rasulullah saw. memandang Aqra’ lalu bersabda: “Barangsiapa tidak mau berbelas kasih, maka ia tidak akan mendapatkan belas kasih.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

Selain hadi£ di atas hadi£ Rasulullah saw., mengajarkan pula untuk hormat kepada
orang tua seperti dalam hadis yang artinya dibawah ini.

”Aku (Ibnu Mas’ud) pernah bertanya kepada Nabi saw. … ”Amal apakah yang paling disukai oleh Allah Swt.?” Nabi saw. bersabda: ”Mengerjakan salat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi: ”Kemudian apa?” Nabi saw. menjawab: ”Berbaktilah kepada kedua orang tua.” Aku kembali bertanya: ”Lalu apa lagi?” Nabi saw. menjawab:
”jihad fii sabiilillah.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw. tidak pernah menyakiti hati orang lain.

Hal itu dapat dibuktikan dalam hadiś beliau yang artinya: ” Barangsiapa yang beriman kepada Allah Swt. Dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

Kepedulian Rasulullah saw. terhadap Lingkungan

Rasulullah bukan hanya perduli terhadap ibadah saja semisal salat, tetapi beliau pun peduli terhadap lingkungan hidup.

Perilaku ini bisa dilihat sebagaimana dibawah ini

a. Nabi Muhammad saw. sangat hemat dalam mempergunakan air; itu dibuktikan pada anjuran beliau agar tidak berlebihan dalam pemakaianair dalam berwudu’.

b. Nabi Muhammad saw. mengajarkan agar tidak melakukan kerusakan di muka bumi ini.

Nabi Muhammad saw. sebagi Pembawa Rahmat bagi Alam Semesta

Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah Swt. Sebagai Rahmatan lil Ălamín atau sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta.

Tujuan dakwah Nabi Muhammad saw. adalah untuk mengubah keadaan masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat yang sejahtera berdasarkan agama Tauhid.

Ajaran agama tauhid yaitu agama yang menyakini bahwa Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Esa.

Misi kedamaian dan kesejahteraan hidup tersebut bukan hanya bagi bangsa Arab ketika itu, tetapi juga bagi seluruh alam sampai sekarang dan akhir zaman.

Nabi Muhammad saw. selain mengajak kaumnya untuk mengutamakan kemurnian
aqidah dan selalu menyembah Allah Yang Maha Esa, menanamkan akhlak terpuji yang membawa kebaikan manusia hidup di dunia hingga akhirat.

Contoh nyata yaitu ketika beliau dan pengikutnya hijrah ke Kota Madinah adalah beliau mampu menanamkan sikap persaudaraan antara kaum pendatang (Muhajirin) dengan kaum Ansar sehingga mereka saling menolong untuk menciptakan daerah yang tertib dan aman.

Di samping itu, masyarakat berperilaku sopan santun sesuai ajaran Rasulullah saw.

Kepemimpinan Abu Bakar

Kepemimpinan sahabat Rasulullah saw Nabi Muhammad

Kali ini akan dibahas singkat kepemimpinan sahabat nabi mulai Abu Bakar, Umar bin Khattab, usman bin Affan, dan Ali Bin Abi Thalib

Abu Bakar adalah khalifah pertama setelah Nabi Muhammad saw. wafat.

Lahir pada tahun 571 M.

Nama lengkap Abu Bakar adalah Abdullah bin Abi Khuafah
at-Taimi.

Gelar Abu Bakar diberikan oleh Nabi Muhammad saw. karena ia adalah
paling cepat masuk Islam.

Gelar as Sidiq diberikan karena ia selalu membenarkan Nabi Muhammad saw. dalam berbagai peristiwa, terutama membenarkan peristiwa Isra dan Mi’raj.

Khalifah Abu Bakar memimpin dari tahun 632 M sampai dengan 634 M.

Dalam menentukan keputusan, beliau selalu mengajak para sahabat untuk bermusyawarah.

Meskipun Abu Bakar sudah menjadi pemimpin negara, beliau tidak sombong dan masih
mau memerah susu untuk rakyatnya di kampung.

Abu Bakar dalam rangka kesejahteraan rakyatnya, beliau mendirikan Baitul Mal, yaitu buatu lembaga yang mengurusi kas dan keuangan negara.

Kepemimpinan Umar bin Khattab

Umar bin Khattab adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar.

Nama Asli Umar bin Khattab adalah Umar bin Khattab bin Abdul Uzza.

Umar bin Khattab menjadi khalifah selama 10 tahun sejak tahun 634 M sampai dengan 644 M.

Umar Bin Khattab adalah seorang pemberani, jujur, adil, tegas, bijaksana dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya, juga seorang pemimpin yang hidup sederhana dan suka bermusyawarah.

contoh, suatu ketika, Khalifah Umar bin Khattab menyuruh anaknya untuk mematikan lampu di dalam ruangan (kantor khalifah), karena lampu itu dibiayai oleh negara, sedangkan kedatangan anaknya untuk keperluan pribadi keluarganya.

Kalifah Umar bin Khattab tak mau menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya, walaupun hanya sebatas cahaya lampu.

Contoh sikap tanggungjawab seperti pernah suatu saat beliau berkata ketika ia melihat kondisi jalan yang rusak, “Aku akan segera perbaiki jalan itu, sebab aku takut diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. nanti, hanya karena ada seekor unta yang terjungkal.”

Jasa Khalifah Umar bin Khattab yang sampai saat ini kita rasakan adalah penetapan kalender Hijriyah atau penetapan tanggal 1 Muharam sebagai Tahun Baru Hijriyah.

Kepemimpinan Usman bin Affan

Khalifah Usman bin Affan memerintah selama dua belas tahun atau dari tahun644 sampai dengan 656 M.

Usman bin Affan terkenal sebagai orang kaya dan dermawan.

Salah satu Bukti kedermawanan Usman bin Affan, yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar, beliau pernah memberikan gandum yang diangkut dengan 1.000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering.

Di masa pemerintahannya, Usman bin Affan melakukan kodifikasi (menyusunatau membukukan) kitab al-Qur’an karena beliau khawatir akan terjadi perbedaan al–Quran.

Selanjutnya Usman Bin Affan membentuk panitia penyusunan al–Quran yang diketuai oleh Zaid bin Sabit dengan anggotanya Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman bin Haris.

Panitia tersebut bertugas menyalin ulang ayat-ayat al–Quran dalam sebuah buku yang disebut Mushaf dan diperbanyak 4 (empat) buah (exemplar).

Satu buah disimpan di Madinah yang disebut Mushaf Imam atau Mushaf usmani, empat buah lainnya dikirim ke Mekah, Suriah, Basrah dan Kufah.

Usman bin Affan juga juga merenovasi Masjid Nabawi di Kota Madinah, dengan cara memperluas dan memperindah bentuknya.

Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib merupakan salah satu dari khulafur rasyidin. Menjadi khalifah selama kurang lebih 5 tahun antara 656-661 M

Ali adalah anak dari paman Nabi Muhammad saw., yaitu: Abu Thalib yang selalu membela dakwah Nabi Muhammad saw.

Ali bin Abi Thalib adalah seorang yang pemberani. Terbukti pada saat ketika harus menggantikan tidur Rasulullah saw.

Padahal di luar rumah pemuda-pemuda Quraisy ingin menyakiti Rasulullah saw. yang akan pergi hijrah.

Ali adalah seorang pemimpin yang peduli terhadap pendidikan. contoh, pendirian beberapa madrasah untuk tempat belajar anakanak di masa kepemimpinannya.

Dalam menjalankan roda pemerintahan, Ali bin Abi Thalib mengharuskan pegawainya jujur, cakap, dan bertanggung jawab.

Ali bin Abi Thalib memajukan bidang Ilmu Bahasa, serta mengembangkan bidang pembangunan, terutama di Kota Kufah sebagai pusat Ilmu Tafsir, Ilmu Hadi¡, Ilmu Nahwu dan ilmu pengetahuan lainnya.

Rangkuman

Dalam materi buku pelajaran PAI untuk kelas 6 Sekolah dasar/Madrasah Ibtidaiyah, dari tulisan tentang keteladanan Nabi Muhammad saw dan sahabat-sahabatnya dihasilkan rangkuman sebagai berikut;

Keteladanan Nabi Muhammad saw. yang harus kita tiru antara lain sebagai berikut.

Nabi Muhammad saw. memperoleh gelar ”al-Amín”, artinya orang yang dapat dipercaya. Beliau mendapat gelar tersebut karena bersikap jujur dan dapat dipercaya. Beliau juga sayang terhadap anak, keluarga, orang tua dan masyarakat, serta peduli terhadap lingkungan

Nabi Muhammad saw. sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta. Artinya, ajaran beliau untuk kebaikan manusia hidup di dunia dan di akhirat.

Abu Bakar memiliki sifat lemah lembut, sabar, pantang menyerah, berwibawa, dermawan, adil dan bijaksana, serta suka bermusyawarah.

Umar bin Khattab memiliki sifat cerdas, tegas, pemberani , berwibawa, sederhana, bijaksana, bermusyawarah, dan sangat mengutamakan kepentingan rakyat.

Usman bin Affan memiliki sifat santun, sabar, dermawan, adil, sederhana, dan sangat saleh.

Ali bin Abi Thalib memiliki sifat tegas, cerdas,

monggo silakan komen atau tanya

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: