Arsip Tag: pelajaran kelas 6 SD MI

Surat Al Hujurat ayat 12 dan 13 isi kandungan latin arti perkata

Isi kandungan surat al hujurat ayat 12 dan 13 beserta artinya, isi kandungan, tulisan latin, arti perkata, hikmah, perilaku yang mencerminkan dalam kehidupan sehari hari.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, dalam mapel Pelajaran Agama Islam bab Indahnya saling membantu dan hidup rukun terdapat dalil dalam alquran.

baca : surat al maidah ayat 2 dan 3 isi Kandungan Hikmah dan artinya perkata

Untuk mengetahui lebih dalam tentang indahnya saling bantu dan hidup rukun mengacu kepada Buku PAI kelas 6 semester 2 ini berikut penjelasan dan keterangan yang dapat dihimpun.

Tulisan Arab surat Al Hujurot ayat 12 dan 13

Teks tulisan arab dari surat dan ayat dimaksud sebagai dalil tolong menolong dan hidup rukun adalah sebagai berikut.

Q.S. Al Hujurat 12 teks Arab

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Q.S. Al Hujurat ayat 13

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Tulisan Latin surat al Hujurat ayat 12 sampai 13

Berikut adalah teks latinnya.

Al Hujurat ayat 12 latin

Yā ayyuhallażīna āmanujtanibụ kaṡīram minaẓ-ẓanni inna ba’ḍaẓ-ẓanni iṡmuw wa lā tajassasụ wa lā yagtab ba’ḍukum ba’ḍā, a yuḥibbu aḥadukum ay ya`kula laḥma akhīhi maitan fa karihtumụh, wattaqullāh, innallāha tawwābur raḥīm

Al Hujurat ayat 13

Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja’alnākum syu’ụbaw wa qabā`ila lita’ārafụ, inna akramakum ‘indallāhi atqākum, innallāha ‘alīmun khabīr.

Arti surat al Hujurat 12 & 13

Arti Al Hujurat ayat 12
Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (al hujurot 12)

Arti Al Hujurat ayat 13
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. (al hujurot 13)

Arti perkata surat al Hujurat ayat 12 dan 13

Berikut adalah terjemah artinya perkata dari surat al Hujurot ayat 12 dilanjutkan kemudian dengan terjemahan setiap kata surat al Hujurat ayat 13.

Silakan disimak

Arti perkata surat al Hujurat ayat 12

wahai يَا أَيُّهَا
orang-orang yang الَّذِينَ
beriman آمَنُوا
jauhilah اجْتَنِبُوا
kebanyakan كَثِيرًا
dari مِنَ
prasangka الظَّنِّ
sesungguhnya إِنَّ
sebagian بَعْضَ
prasangka الظَّنِّ
dosa إِثْمٌ
dan وَ
jangan لَا
kalian memata-matai, mencari kesalahan تَجَسَّسُوا
dan وَ
jangan لَا
kalian mengumpat يَغْتَبْ
sebagian kalian بَعْضُكُمْ
sebagian بَعْضًا
apakah menyukai أَيُحِبُّ
salah seorang di antara kalian أَحَدُكُمْ
bahwa أَنْ
memakan يَأْكُلَ
daging لَحْمَ
saudaranya أَخِيهِ
bangkai, mati مَيْتًا
maka kalian benci/jijik padanya فَكَرِهْتُمُوهُ
dan bertaqwalah وَاتَّقُوا
(pada) Allah اللَّهَ
sesungguhnya إِنَّ
Allah اللَّهَ
Maha Penerima taubat تَوَّابٌ
Maha Penyayang رَحِيمٌ

Sedangkan arti perkata surat al Hujurat ayat 13 adalah sebagai berikut;

يٰٓاَيُّهَا wahai
النَّاسُ manusia
اِنَّا sesungguhnya (kami)
خَلَقْنٰكُمْ (kami) menciptakan kalian
مِّنْ dari
ذَكَرٍ laki-laki
وَّاُنْثٰى dan perempuan
وَجَعَلْنٰكُمْ dan (kami) menjadikan kalian
شُعُوْبًا berbangsa-bangsa
وَّقَبَاۤىِٕلَ dan bersuku-suku
لِتَعَارَفُوْا supaya saling mengenal
اِنَّ sesungguhnya
اَكْرَمَكُمْ (ia[lk]) paling mulia diantara kalian
عِنْدَ disisi
اللّٰهِ Allah
اَتْقٰىكُمْ orang-orang yang paling bertakwa diantara kalian
اِنَّ sesungguhnya
اللّٰهَ Allah
عَلِيْمٌ sangat mengetahui
خَبِيْرٌ maha mengetahui

Isi kandungan ayat

Dalam isi kandungan surat al hujurot ayat 12 adalah Allah Swt. mengingatkan kita untuk menjauhi sifat prasangka atau mencari-cari kesalahan orang lain atau bergunjing karena semua perbuatan itu dosa.

Allah Swt. menyamakan orang yang suka bergunjing seperti orang yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati. Tentunya orang tidak suka memakan daging saudaranya yang sudah meninggal.

untuk perintah Allah Swt. dan jauhi larangan-Nya, termasuk bergunjing atau menceritakan kejelekan orang lain.
Apabila melakukan salah dan perbuatan dosa karena telah melanggar larangan Allah Swt, untuk segera bertobat dan bertakwa kepada Allah Swt, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, lagi Maha Penyayang.

Isi kandungan surat al Hujurat ayat 13

Allah Swt. menciptakan manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan. Manusia itu suka berkumpul dan berkelompok sehingga mereka membentuk suatu suku atau bangsa.

Dengan saling mengenal, kita akan memahami sifat dan tahu hobi masing-masing. Dengan saling mengenal sesama teman, kita akan terhindar salah paham atau prasangka negatif atau saling bergunjing yang tidak benar.

Kondisi ini menjadikan tidak ada di antara kita saling menganggap diri paling benar atau paling baik.

Allah Swt. sudah mengingatkan, bahwa sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah Swt. ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.

Hikmah ayat 12

Disebutkan bahwa apabila kita beriman kepada Allah maka untuk menjauhi berprasangka (buruk) terhadap orang lain karena berprasangka itu dosa besar. Tidak boleh mencari-cari kesalahan orang lain atau bergunjing karena orang yang suka ghibah ibarat memakan daging saudaranya.

Yang Termasuk dalam bergunjing yaitu menceritakan kejelekan orang lain.

Hikmah ayat 13

orang yang paling mulia di sisi Allah Swt. adalah orang yang taqwa. Oleh sebab itu, tidak ada artinya menyombongkan diri tanpa beribadah kepada Allah Swt.

berikut hikmah yang dikutip dari blog mubaligindonesia

  • Allah swt yang maha kuasa menciptakan manusia berbangsa bangsa dan bersuku-suku dan masing masing memiliki bahasa serta adat istiadat yang berbeda.
  • Lewat surat al Hujurat ayat 13 Allah swt memerintahkan kepada manusia untuk saling mengenal dan menjalin silaturahmi, sinergi, sahingga terciptanya suasana yang harmonis.
  • Kemuliaan seseorang dihadapan Allah swt bukan karena dari nasab dan ketampanan/kecantikan, akan tetapi yang menjadikan manisia mulia disisi Allah adalah karena ketakwaanya.

Sumber : http://mubaligindonesia.blogspot.com/2017/11/tafsir-qs-al-hujurat-ayat-13.html

Rangkuman dan ringkasan

Q.S. al-Hujurāt/49:12 mengajarkan agar kita beriman hanya kepada Allah Swt, janganlah berprasangka buruk kepada orang lain karena hal itu dosa besar.
Q.S. al-Hujurāt/49:13, mengajarkan bahwa orang yang paling mulia di sisi Allah Swt. adalah orang yang taqwa.

Demikianlah ringkasan berkenaan dengan surat al Hujurat ayat 12 sampai dengan 13 dari segi tulisan arab, teks latin, terjemah dalam bahasa Indonesia dan arti perkata ditambahkan pula hikmah dan isi kandingan ayatnya.

Wilujeng dalu, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Al Maidah Ayat 2-3 Tolong menolong isi kandungan arabnya arti perkata

isi kandungan surat al Maidah ayat 2 dan 3 teks arab tulisan latin arti dan terjemahnya perkata beserta contoh perilaku yang mencerminkan perbuatan sikap sebagaimana dalam surat al Maidah ayat 2-3.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, berikut adalah ringkasan dari isi kandungan surat al Maidah ayat 2 dan ayat 3 dilengkapi tulisan arabnya beserta artinya tiap kata.

tanpa banyak laga, mari kita simak.

Tulisan Arab al Maidah ayat 2-3 dan artinya

berikut adalah teks arab dan arti terjemahnya kedalam bahasa Indonesia.

al Maidah ayat 2

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْۘا وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya. (surat al Maidah ayat 2)

Surat Al Maidah ayat 3

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (surat al Maidah 3)

Terjemahan arti perkata surat al Maidah ayat 2-3

Berikut adalah terjemahnya surah al Maidah per kata pada ayat 2 dan 3.
Langsung saja, terjemah perkata al Maidah ayat 2 sebagai berikut.

Arti perkata IndonesiaTulisan Arab
wahai orang orang yangيٰٓا اَيُّهَا الَّذِينَ
Berimanاٰمَنُوْا
janganlah kamuلَا تُحِلُّوْا
syiar syiar kesucianشَعَآئِرَ اللّٰهِ
dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haramوَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ
jangan (mengganggu) hadyu (hewan kurban)وَلَا الْهَدْيَ
dan qala’id (hewan kurban yang tandai)وَلَا الْقَلَآئِدَ
dan jangan (pula) mengganggu orang orang yang mengunjungi Baitulharamوَلَآ اٰمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ
mereka mencariيَبْتَغُوْنَ
Karuniaفَضْلًا
dari Tuhannyaمِّنْ رَّبِّهِمْ
dan keridhaanوَرِضْوَانًاۗ
tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihramوَاِذَا حَلَلْتُمْ
maka bolehlah kamu berburuفَاصْطَادُوْا
jangan sampai mrndorongmuوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ
kebencian(mu) kepada suatu kaumشَنَاٰنُ قَوْمٍ
karena mereka menghalang halangimuأَنْ صَدُّوْكُمْ
dari Masjidil haramعَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
untuk berbuat melampui batas (kepada mereka)اَنْ تَعْتَدُوْاۘ
dan tolong menolonglah kamu وَتَعَاوَنُوْا
dalam (mengerjakan) kebajikanعَلَى الْبِرِّ
dan takwaوَالتَّقْوٰىۖ
dan jangan tolong menolongوَلَا تَعَاوَنُوْا
dalam berbuat dosaعَلَى الْاِثْمِ
dan permusuhanوَالْعُدْوَانِۖ
dan bertakwalah kepada Allahوَاتَّقُوْا اللّٰهَۗ
sungguh, Allahاِنَّ اللّٰهَ
sangat berat siksa-Nyaشَدِيْدُ الْعِقَابِ
terjemah tiap kata surat al Maidah ayat 2

Terjemah arti perkata surat al Maidah ayat 3

arti Indonesiateks arab
Diharamkanحُرِّمَتْ
Bagimuعَلَيْكُمُ
(memakan) bangkaiالْمَيْتَةُ
dan darahوَالدَّمُ
dan daging babiوَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ
dan (daging) hewanوَمَآ اُهِلَّ
bukan atas (nama) Allahلِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ
dan yang tercekikوَالْمُنْخَنِقَةُ
dan yang dipukulوَالْمَوْقُوْذَةُ
dan yang jatuhوَالْمُتَرَدِّيَةُ
dan yang ditandukوَالنَّطِيْحَةُ
dan yang diterkam binatang buasوَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ
kecuali yang sempat kamu sembelihاِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ
dan (diharamkan pula) yang disembelihوَمَا ذُبِحَ
untuk berhalaعَلَى النُّصُبِ
dan (diharamkan pula) mengundi nasibوَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا
dengan anak panahبِالْاَزْلَامِۗ
(karena) itu semuaذٰلِكُمْ
suatu perbuatan fasikفِسْقٌۗ
(pada) hari iniاَلْيَوْمَ
orang orang kafir telah putus asaيَئِسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا
untuk (mengalahkan) agamamuمِنْ دِيْنِكُمْ
sebab itu janganlah kamu takut kepada merekaفَلَا تَخْشَوْهُمْ
tetapi takutlah kepada-Kuوَاخْشَوْنِۗ
(pada) hari iniاَلْيَوْمَ
telah Aku sempurnakanاَكْمَلْتُ
Untukmuلَكُمْ
Agamamuدِيْنَكُمْ
dan telah Aku cukupkanوَاَتْمَمْتُ
Bagimuعَلَيْكُمْ
nikmat-Kuنِعْمَتِيْ
dan telah Aku ridhaiوَرَضِيْتُ
Bagimuلَكُمُ
Islamالْاِسْلَامَ
(sebagai) agamamuدِيْنًاۗ
tetapi barang siapa terpaksaفَمَنِ اضْطُرَّ
karena laparفِيْ مَخْمَصَةٍ
bukan karena ingin berbuatغَيْرَ مُتَجَانِفٍ
Dosaلِّاِثْمٍۙ
maka sungguh, Allahفَاِنَّ اللّٰهَ
Maha Pengampunغَفُورٌ
Maha Penyayangرَّحِيْمٌ

Kandungan isi surat al Maidah ayat 2 dan 3

Berikut adalah kandungan isi surat al Maidah ayat 2 dan 3 merujuk kepada buku pelajaran PAI kelas 6 SD (sekolah Dasar) yang bisa anda akses secara digital.

Langsung saja berikut isi kandungannya.

Isi kandungan surat al Maidah ayat 2

Dalam ayat ini (al Maidah ayat 2) berisi tentang ajakan tolong-menolong dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

baca : ISI KANDUNGAN SURAT AL MAUN TEKS ARAB LATIN DAN ARTINYA

Kita diharuskan saling menolong kepada sesama kita dalam perbuatan baik dan ketaqwaan, sebaliknya hindari saling menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

Contoh perilaku sikap yang mencerminkan surat al Maidah ayat 2

teman kita yang mengajak membolos, hendaknya dihindari atau ditolak karena membolos perbuatan tidak baik. Tetapi, jika ada teman kita yang mengajak ke masjid untuk mendengarkan ceramah agama atau şalat berjamaah, kita harus mendukungnya

apabila terjadi rekan mengajak nonton tivi bermain telepon atau main video game terus menerus sehingga lupa makan dan belajar, kita harus menolaknya.. Tetapi, jika ada sahabat yang mengajak untuk belajar bersama, kita harus mau bergabung. Karena belajar bersama sangat baik dan menguntungkan, insya Allah kita akan mendapat karunia dan pahala dari Allah Swt

isi kandungan surat al Maidah ayat 3

isi kandungan dari ayat dimaksud adalah mengingatkan umat-Nya agar tidak takut kepada orang-orang kafir, tetapi takutlah hanya kepada Allah Swt. Pada saat Nabi Muhammad saw. melaksanakan haji Wada’ (haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.), Allah Swt. menurunkan wahyu yang menyatakan, bahwa ”Pada hari ini (haji wada’) telah kusempurnakan ajaran agama untukmu. Aku rida agama Islam sebagai agamamu.

Selanjutnya yaitu ; untuk harus takut hanya kepada Allah Swt. Segala perintah Allah Swt harus kita laksanakan, dan segala larangan Allah Swt. harus kita hindari. Ajaran Islam yang disampaikan Nabi Muhammad saw. harus kita yakini dan amalkan. Karena Allah Swt. telah menyempurnakan sekaligus rida, bahwa agama Islam menjadi agama Nabi Muhammad saw. dan pengikutnya. Di samping itu, kita harus mensyukuri nikmat yang Allah Swt. berikan kepada kita. anda bisa menyimak lebih dalam dalam tafsir Ibnu Katsier al Maidah ayat 3

Contoh perilaku sikap yang mencerminkan surat al Maidah ayat 3

Contohnya dengan takut dan taqwa kepada Allah dengan menjalankan perintahnya seperti menjalankan salat, puasa, zakat, dan lain sebagainya.

Kemudian juga menjauhi larangannya seperti minum khamr mengundi nasib, memakan bangkai daging babi maupun larangan yang lain.

Rangkuman

Ada 2 ringkasan dalam rangkuman ini masing-masing ayat memiliki rangkuman tersendiri yang hasilnya adalah sebagai berikut;

  1. Q.S. al-Mā’idah/5:2 mengajarkan kita untuk saling tolong-menolong dengan sesama dalam perbuatan baik dan taqwa, dan tidak tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan saling bermusuhan.

2.Q.S. al-Mā’idah/5:3 mengajarkan agar kita hanya takut kepada Allah Swt., Allah Swt. telah menyempurnakan ajaran agama untuk Nabi Muhammad saw, serta Allah Swt. rida agama Islam sebagai agama yang dibawa Nabi Muhammad saw.

Demikian materi pembelajaran PAI kelas 6 SD dengan tema surat al Maidah ayat 2 sampai dengan 3, wilujeng sonten, selamat sore, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Sunan Drajat Teladan Sikap peran penyebaran Islam di Indonesia

Kisah Keteladanan Sunan Drajat dan Sikap Positif, serta Peran dalam Penyebaran Agama Islam di Indonesia disertakan biografi singkat, nama lain, orang tua dan keahlian dalam bidang seni serta kepedulian terhadap kalangan bawah.

Sunan Drajat juga disebut dengan Raden Qasim dan dikenal juga dengan nama Maulan Hasyim, Raden Syarifuddin, Pangeran Kadrajat, dan Sunan Mayang madu. lahir tahun 1470 M.

Beliau putra bungsu Sunan Ampel dan Nyi Ageng Manila, ibunya berdarah Jawa.

Sunan Drajat sangat pandai menggubah berbagai jenis tembang macapat pangkur berisi pesan-pesan Islam.

Bagaimana Sunan Drajat mengenyam pendidikan agama ?

Sunan Drajat ia belajar langsung kepada Ayahnya yaitu Sunan Ampel

Kemudian Sunan Ampel mengirimnya ke Cirebon belajar kepada Sunan Gunung Jati.

di Cirebon beliau bertemu dengan sang istri, Dewi Sufiyah, putri Sunan Gunung Jati.

Setelah menikah, Raden Qasim alias Sunan Drajat tinggal di Kadrajat sehingga disebut Pangeran Kadrajat atau Pangeran Drajat.

Setelah beberapa tahun berdakwah di Kadrajat Sunan Drajat kembali ke Ampel Denta, namun ayahandanya memintanya menyebarkan Islam di pesisir barat Gresik.

Dalam melakukan dakwah, Sunan Drajat dikenal sosok yang baik dalam berkomunikasi lewat kesenian.

Di usia tua, Sunan Drajat tinggal di Dalem Wulur, sebuah tempat tinggi arah selatan dari desa Drajat. wafat pada tahun 1522 M, dimakamkan di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Peninggalan beliau yang terpelihara sampai ini, diantaranya adalah singko mengkok yaitu seperangkat alat musik gamelan dan beberapa benda lainnya.

Peran Sunan Drajat dalam Perkembangan Islam di Indonesia

teladan sunan Drajat

Bagaimana peran Sunan Drajat dalam mengembangkan Islam di Indonesia ?

Menurut buku pelajaran SKI kelas 6, disebutkan bahwa peran sunan Drajat dalam perkembangan Islam di Indonesia memiliki peranan yang penting.

Apa saja peran sunan Drajat dalam perkembangan Islam di Indonesia? Silakan disimak;

Pertama, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Dalam berdakwah, beliau adalah sosok yang berjiwa sosial, peduli dengan kehidupan fakir miskin, mengutamakan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain mengajarkan ilmu agama, beliau juga mengajarkan tata cara membangun rumah, membuat alat-alat yang digunakan untuk memikul orang seperti tandu dan joli.

Kedua, Menanamkan pendidikan akhlak Dalam menyampaikan dakwah, masyarakat mengenal pepali pitu (tujuh dasar ajaran) yang mencakup tujuh falsafah hidup sebagai pijakan hidup.

dilihat dari berbagai nasehat serta petuah yang dikenal masyarakat sebagai pepali pitu memberikan gambaran bahwa sunan Drajat adalah orang yang peduli terhadap masyarakat kalangan bawah.

Apa falsafah hidup Sunan Drajat yang dikenal luas di masyarakat ? yaitu pepali pitu.

Apa itu pepali pitu?

Adapun pepali pitu sebagai berikut:

  • Memangun resep tyasing sasama ( kita selalu membuat hati orang lain senang)
  • Jroning Suka kudu eling lan waspodo (dalam suasana hati gembira hendaknya tetap ingat Tuhan dan selalu dalam keadaan yang waspada).
  • Laksitaning subrata tan nyipta marang pringga bayaning lampah ( dalam upaya untuk mencapai cita-cita luhur jangan menghiraukan halangan dan rintangan)
  • Meper hardaning pancadriya (Senantiasa berjuang dalam rangka menekan gejolak nafsu-nafsu indrawi)
  • Heneng-Hening-Henung (Dalam diam akan tercapai keheningan, dan di dalam hening, akan mencapai jalan kebebasan mulia)
  • Mulyaguna Panca Waktu (Pencapaian kemulian lahir dan batin dicapai dengan melaksanakan ibadah shalat lima waktu)
  • Menehono teken marang wong kang wuto. Menehono mangan marang wong kang luwe. Menehono busana marang wong kang wuda. Menehono pangiyup marang wong kang kaudanan. (Berikan tongkat kepada orang buta. Berikan makan kepada orang yang lapar. Berikan pakaian kepada orang yang tak memiliki pakaian. Berikan tempat berteduh kepada orang yang kehujanan.)

Sikap positif dalam pribadi Sunan Drajat

Apa teladan yang dapat diambil dari sikap pribadi Sunan Drajat

Berikut adalah sikap positif yang ada dalam pribadi dari Sunan Drajat

  • Merakyat dan peduli fakir miskin
  • Seniman yang mendidik
  • Berdakwah dengan arif dan bijaksana

pelajaran SKI kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah

Keteladanan Rasulullah dan Sahabat-sahabatnya

Keteladanan Nabi Muhammad saw dan sahabat sahabatnya dari segi sikap perilaku dan juga atribut kesalehan hablum minallah dan hablum minan nas para sahabat nabi yang menjadi khalifah pemimpin setelah Rasullah wafat, disebut khulafaur rasyidin.

Selanjutnya guna mempermudah pencarian artikel, kami buat dalam bentuk list guna mempermudah anda menuju informasi yang di inginkan.

Berikut daftarnya

Jelaskan pengertian al-Amin!

Nabi Muhammad saw. terkenal sangat jujur. Sikap jujur tersebut sudahdiperlihatkan sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Sehingga beliau mendapatkan julukan “al amin” artinya yang dapat dipercaya.

usia tiga puluh lima tahun, Nabi Muhammad saw. bersama orang-orang Quraisy diminta untuk memperbaiki Ka’bah.

sampai ke bagian Hajar Aswad, bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula.

mereka sepakat menunjuk Muhammad saw. sebagai orang yang tepat untuk melakukan hal tersebut.

Beliau mengambil selembar selendang, kemudian Hajar Aswad itu diletakkan di tengah-tengan selendang tersebut.

Beliau lalu meminta seluruh pemuka kabilah yang berselisih untuk memegang ujung-ujung selendang.

Mereka kemudian mengangkat Hajar Aswad itu bersama-sama.

Setelah mendekati tempatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-lah yang kemudian meletakkan Hajar Aswad tersebut pada tempatnya semula.

Kasih Sayang Rasulullah saw. terhadap Anak, Keluarga, Orang Tua, dan Masyarakat

Pada masa itu, penduduk Mekah tidak menghargai anak perempuan. Namun, Nabi Muhammad saw. justru menggendong putrinya Fatimah yang masih balita sambil tawaf mengelilingi Ka’bah.

Rasulullah saw. menyayangi cucunya yang bernama Hasan dan Husein.

Sebagaimana dikisahkan dalam hadiś beliau yang artinya berikut ini.

”Nabi Muhammad saw. mencium cucunya Hasan bin Ali r.a., sedangkan di dekat beliau ada Aqra’ bin Hābis. Aqra’ berkata: ”Aku mempunyai sepuluh anak, tetapi aku tidak pernah mencium seorang pun di antara mereka.” Mendengar hal itu, Rasulullah saw. memandang Aqra’ lalu bersabda: “Barangsiapa tidak mau berbelas kasih, maka ia tidak akan mendapatkan belas kasih.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

Selain hadi£ di atas hadi£ Rasulullah saw., mengajarkan pula untuk hormat kepada
orang tua seperti dalam hadis yang artinya dibawah ini.

”Aku (Ibnu Mas’ud) pernah bertanya kepada Nabi saw. … ”Amal apakah yang paling disukai oleh Allah Swt.?” Nabi saw. bersabda: ”Mengerjakan salat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi: ”Kemudian apa?” Nabi saw. menjawab: ”Berbaktilah kepada kedua orang tua.” Aku kembali bertanya: ”Lalu apa lagi?” Nabi saw. menjawab:
”jihad fii sabiilillah.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw. tidak pernah menyakiti hati orang lain.

Hal itu dapat dibuktikan dalam hadiś beliau yang artinya: ” Barangsiapa yang beriman kepada Allah Swt. Dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

Kepedulian Rasulullah saw. terhadap Lingkungan

Rasulullah bukan hanya perduli terhadap ibadah saja semisal salat, tetapi beliau pun peduli terhadap lingkungan hidup.

Perilaku ini bisa dilihat sebagaimana dibawah ini

a. Nabi Muhammad saw. sangat hemat dalam mempergunakan air; itu dibuktikan pada anjuran beliau agar tidak berlebihan dalam pemakaianair dalam berwudu’.

b. Nabi Muhammad saw. mengajarkan agar tidak melakukan kerusakan di muka bumi ini.

Nabi Muhammad saw. sebagi Pembawa Rahmat bagi Alam Semesta

Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah Swt. Sebagai Rahmatan lil Ălamín atau sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta.

Tujuan dakwah Nabi Muhammad saw. adalah untuk mengubah keadaan masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat yang sejahtera berdasarkan agama Tauhid.

Ajaran agama tauhid yaitu agama yang menyakini bahwa Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Esa.

Misi kedamaian dan kesejahteraan hidup tersebut bukan hanya bagi bangsa Arab ketika itu, tetapi juga bagi seluruh alam sampai sekarang dan akhir zaman.

Nabi Muhammad saw. selain mengajak kaumnya untuk mengutamakan kemurnian
aqidah dan selalu menyembah Allah Yang Maha Esa, menanamkan akhlak terpuji yang membawa kebaikan manusia hidup di dunia hingga akhirat.

Contoh nyata yaitu ketika beliau dan pengikutnya hijrah ke Kota Madinah adalah beliau mampu menanamkan sikap persaudaraan antara kaum pendatang (Muhajirin) dengan kaum Ansar sehingga mereka saling menolong untuk menciptakan daerah yang tertib dan aman.

Di samping itu, masyarakat berperilaku sopan santun sesuai ajaran Rasulullah saw.

Kepemimpinan Abu Bakar

Kepemimpinan sahabat Rasulullah saw Nabi Muhammad

Kali ini akan dibahas singkat kepemimpinan sahabat nabi mulai Abu Bakar, Umar bin Khattab, usman bin Affan, dan Ali Bin Abi Thalib

Abu Bakar adalah khalifah pertama setelah Nabi Muhammad saw. wafat.

Lahir pada tahun 571 M.

Nama lengkap Abu Bakar adalah Abdullah bin Abi Khuafah
at-Taimi.

Gelar Abu Bakar diberikan oleh Nabi Muhammad saw. karena ia adalah
paling cepat masuk Islam.

Gelar as Sidiq diberikan karena ia selalu membenarkan Nabi Muhammad saw. dalam berbagai peristiwa, terutama membenarkan peristiwa Isra dan Mi’raj.

Khalifah Abu Bakar memimpin dari tahun 632 M sampai dengan 634 M.

Dalam menentukan keputusan, beliau selalu mengajak para sahabat untuk bermusyawarah.

Meskipun Abu Bakar sudah menjadi pemimpin negara, beliau tidak sombong dan masih
mau memerah susu untuk rakyatnya di kampung.

Abu Bakar dalam rangka kesejahteraan rakyatnya, beliau mendirikan Baitul Mal, yaitu buatu lembaga yang mengurusi kas dan keuangan negara.

Kepemimpinan Umar bin Khattab

Umar bin Khattab adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar.

Nama Asli Umar bin Khattab adalah Umar bin Khattab bin Abdul Uzza.

Umar bin Khattab menjadi khalifah selama 10 tahun sejak tahun 634 M sampai dengan 644 M.

Umar Bin Khattab adalah seorang pemberani, jujur, adil, tegas, bijaksana dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya, juga seorang pemimpin yang hidup sederhana dan suka bermusyawarah.

contoh, suatu ketika, Khalifah Umar bin Khattab menyuruh anaknya untuk mematikan lampu di dalam ruangan (kantor khalifah), karena lampu itu dibiayai oleh negara, sedangkan kedatangan anaknya untuk keperluan pribadi keluarganya.

Kalifah Umar bin Khattab tak mau menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya, walaupun hanya sebatas cahaya lampu.

Contoh sikap tanggungjawab seperti pernah suatu saat beliau berkata ketika ia melihat kondisi jalan yang rusak, “Aku akan segera perbaiki jalan itu, sebab aku takut diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. nanti, hanya karena ada seekor unta yang terjungkal.”

Jasa Khalifah Umar bin Khattab yang sampai saat ini kita rasakan adalah penetapan kalender Hijriyah atau penetapan tanggal 1 Muharam sebagai Tahun Baru Hijriyah.

Kepemimpinan Usman bin Affan

Khalifah Usman bin Affan memerintah selama dua belas tahun atau dari tahun644 sampai dengan 656 M.

Usman bin Affan terkenal sebagai orang kaya dan dermawan.

Salah satu Bukti kedermawanan Usman bin Affan, yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar, beliau pernah memberikan gandum yang diangkut dengan 1.000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering.

Di masa pemerintahannya, Usman bin Affan melakukan kodifikasi (menyusunatau membukukan) kitab al-Qur’an karena beliau khawatir akan terjadi perbedaan al–Quran.

Selanjutnya Usman Bin Affan membentuk panitia penyusunan al–Quran yang diketuai oleh Zaid bin Sabit dengan anggotanya Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman bin Haris.

Panitia tersebut bertugas menyalin ulang ayat-ayat al–Quran dalam sebuah buku yang disebut Mushaf dan diperbanyak 4 (empat) buah (exemplar).

Satu buah disimpan di Madinah yang disebut Mushaf Imam atau Mushaf usmani, empat buah lainnya dikirim ke Mekah, Suriah, Basrah dan Kufah.

Usman bin Affan juga juga merenovasi Masjid Nabawi di Kota Madinah, dengan cara memperluas dan memperindah bentuknya.

Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib merupakan salah satu dari khulafur rasyidin. Menjadi khalifah selama kurang lebih 5 tahun antara 656-661 M

Ali adalah anak dari paman Nabi Muhammad saw., yaitu: Abu Thalib yang selalu membela dakwah Nabi Muhammad saw.

Ali bin Abi Thalib adalah seorang yang pemberani. Terbukti pada saat ketika harus menggantikan tidur Rasulullah saw.

Padahal di luar rumah pemuda-pemuda Quraisy ingin menyakiti Rasulullah saw. yang akan pergi hijrah.

Ali adalah seorang pemimpin yang peduli terhadap pendidikan. contoh, pendirian beberapa madrasah untuk tempat belajar anakanak di masa kepemimpinannya.

Dalam menjalankan roda pemerintahan, Ali bin Abi Thalib mengharuskan pegawainya jujur, cakap, dan bertanggung jawab.

Ali bin Abi Thalib memajukan bidang Ilmu Bahasa, serta mengembangkan bidang pembangunan, terutama di Kota Kufah sebagai pusat Ilmu Tafsir, Ilmu Hadi¡, Ilmu Nahwu dan ilmu pengetahuan lainnya.

Rangkuman

Dalam materi buku pelajaran PAI untuk kelas 6 Sekolah dasar/Madrasah Ibtidaiyah, dari tulisan tentang keteladanan Nabi Muhammad saw dan sahabat-sahabatnya dihasilkan rangkuman sebagai berikut;

Keteladanan Nabi Muhammad saw. yang harus kita tiru antara lain sebagai berikut.

Nabi Muhammad saw. memperoleh gelar ”al-Amín”, artinya orang yang dapat dipercaya. Beliau mendapat gelar tersebut karena bersikap jujur dan dapat dipercaya. Beliau juga sayang terhadap anak, keluarga, orang tua dan masyarakat, serta peduli terhadap lingkungan

Nabi Muhammad saw. sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta. Artinya, ajaran beliau untuk kebaikan manusia hidup di dunia dan di akhirat.

Abu Bakar memiliki sifat lemah lembut, sabar, pantang menyerah, berwibawa, dermawan, adil dan bijaksana, serta suka bermusyawarah.

Umar bin Khattab memiliki sifat cerdas, tegas, pemberani , berwibawa, sederhana, bijaksana, bermusyawarah, dan sangat mengutamakan kepentingan rakyat.

Usman bin Affan memiliki sifat santun, sabar, dermawan, adil, sederhana, dan sangat saleh.

Ali bin Abi Thalib memiliki sifat tegas, cerdas,

Hikmah membayar zakat

Informasi tentang apa saja hikmah dari berzakat atau menunaikan bayar zakat kepada mustahiq yang berhak (8 golongan). Dibuat dalam rangka menjawab pertanyaan bagi para santri murid siswa yang duduk di bangku kelas 6 Sekolah dasar pada pelajaran agama Islam.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, dalam mapel PAI kelas 6 SD (sekolah dasar) terdapat materi tentang zakat.

Kemungkinan besar terdapat pertanyaan atau perintah untuk menjawab soal baik itu ulangan harian, tugas daring pembelajaran online, soal ujian mid maupun semester berkenaan dengan materi zakat.

Dalam postingan ini akan menjawab singkat dan padat apabila terdapat pertanyaan atau perintah untuk menyebutkan hikmah dari berzakat atau membayar zakat.

Contoh Soal Tentang Hikmah Berzakat

Seperti apa soalnya?

Misalnya soal ujian kelas 6 pelajaran PAI berkenaan dengan zakat adalah sebagai berikut;

Sebutkah 5 hikmah berzakat atau membayar zakat!
Apa saja hikmah dari menunaikan bayar zakat?
Atau model soal yang panjang dan muter muter semisal, seorang muslim yang mempunyai harta mencapai nisab dan haul memiliki kewajiban untuk membayar zakat. Sebutkan hikmahnya!

Baca : macam macam zakat, 8 penerima zakat dengan dalil dalam al-Qur’an

Untuk menjawab soal diatas maka diambilkan dari rangkuman buku mapel PAI Kelas enam kurikulum 13 diringkas jawaban mengenai hikmah untuk orang – orang yang melaksanakan zakat.

Apa saja hikmahnya?

Silakan dibaca 5 hikmah berzakat sebagaimana dibawah ini.

Hikmah dari berzakat atau membayar zakat adalah;

  1. Membersihkan harta dan jiwa pembayar zakat dari sifat kikir, tamak atau rakus;
  2. Membantu orang yang kesusahan atau kesulitan dari segi ekonomi.
  3. Mendorong manusia untuk berjiwa sosial dan peduli kepada sesama.
  4. Mendorong manusia untuk bersikap jujur dan bertanggung jawab atas harta yang dimilikinya.
  5. Mengingatkan manusia, bahwa harta dan kekayaan hanyalah titipan dari Allah Swt.

Apabila ingin menjawab secara ringkas singkat dan padat tentang hikmah membayar zakat alias berzakat, maka jawaban dalam buku PAI yang berjudul Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti edisi revisi tahun 2018, hikmah membayar zakat dapat membersihkan harta dan jiwa, tidak tamak, dan menerapkan rasa kepedulian terhadap sesama manusia yang membutuhkan bantuan.

Keterangan ringkas tentang zakat

Pengertian zakat secara bahasa memiliki makna membersihkan.
Sedangkan zakat secara istilah adalah mengeluarkan sebagian dari harta tertentu yang telah mencapai nisab.

Baca : zakat fitrah

Yang dimaksud dengan Zakat fitrah adalah mengeluarkan beras atau bahan makanan pokok lainnya sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter tiap orang yang diberikan kepada fakir miskin yang membutuhkan.

Zakat māl disebut juga zakat harta, yang terdiri atas emas, perak, uang simpanan, hasil tambang, harta perniagaan, hasil pertanian, barang temuan, binatang ternak, dan sebagainya.

Yang menjadi persyaratan wajib zakat, yaitu: pemilik harta telah balig dan berakal (tidak gila); harta tersebut termasuk dari jenis-jenis harta yang wajib dizakati; harta tersebut telah mencapai nisab; harta tersebut milik sendiri.

8 Golongan orang yang berhak menerima zakat: fakir, miskin, orang terlilit hutang, mualaf, amil zakat, orang yang berjuang di jalan Allah Swt. hamba sahaya, ibnu sabil.

Penutup informasi tentang hikmah membayar zakat

Demikian informasi tentang hikmah dari berzakat yang diharapkan membantu para siswa kelas 6 SD maupun orang tua wali murid mahmud abbas menjawab pertanyaan seputar zakat.

Bagi orang tua wali murid semoga dimudahkan dalam mendampingi ananda belajar mata pelajaran PAI, untuk anak-anak yang diajari semoga dimudahkan dalam mengarungi pendidikan dan dijadikan termasuk golongan putra putri soleh solihah berbakti kepada orang tua.

Demikian informasi yang dapat kami haturkan, wilujeng dalu, selamat malam, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Macam macam Zakat dan 8 orang yang berhak menerima zakat beserta dalil dalam al-Qur’an

Mengeluarkan zakat adalah wajib bagi umat Islam yang mampu. Yang menjadi kewajiban umat Islam bukan hanya mengeluarkan zakat fitrah di bulan Ramadan atau menjelang Idul Fitri, tetapi mengeluarkan zakat māl (zakat harta) jika telah mencapai batas jumlah tertentu dalam satu tahun (nisāb).

Pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, wilujeng sonten para santri siswa madrasah Ibtidaiyah kelas 6, semoga kesehatan dan keselamatan senantiasa diberikan kepada para murid yang baik hati imut soleh serta rajin belajar, anda maksud saya.

Kali ini yang akan ditulis adalah ringkasan tentang materi pelajaran bab zakat utamanya zakat fitrah dan Mal, beserta orang yang berhak untuk mendapatkan zakat, langsung saja mari kita belajar.

Pengertian Nisab Secara Bahasa dan Istilah

secara bahasa, nisab mengandung makna tangkai nishabul mal: adalah suatu takaran yang telah mencapai guna wajib zakat.

Sedangkan pengertian Nishab secara istilah adalah batasan-batasan yang harus dicapai terkait suatu harta kekayaan sehingga seseorang memiliki kewajiban untuk melakukan zakat. Nishab ini merupakan salah satu syarat yang wajib hukumnya dipenuhi bagi orang yang hendak melakukan zakat.

Dengan ketiadaan nishab, maka seseorang tersebut belum wajib mengeluarkan zakat.

Apabila ada seseorang yang memiliki keinginan memberikan sebagian hartanya, itu dengan niatan untuk bersadaqoh dan bukan berzakat.

Pengertian haul secara Bahasa dan istilah

pengertian haul secara bahasa adalah bentuk mufrad dari kata hu’ulun dan ahwalun yang mempunyai makna yang sama dengan assanah yang berarti tahun.

Pengertian haul dalam zakat secara istilah adalah batasan satu tahun kepemilikan kekayaan yang wajib dikeluarkan zakatnya.

Dengan begitu bagi orang yang memiliki harta belum genap satu tahun maka tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

Macam macam zakat.

Dalam buku pelajaran kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah, macam macam zakat adalah sebagai berikut;

  1. Zakat Fitrah
  2. Zakat Mal

Zakat Fitrah

Apakah pengertian dari zakat fitrah?

Pengertian dari zakat fitrah adalah mengeluarkan beras atau bahan makanan pokok lainnya sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter tiap orang.

Ada 3 orang yang wajib mengeluarkan zakat fitrah yaitu;

  1. Beragama Islam, laki-laki dan perempuan, sejak usia bayi, anak-anak, atau lanjut usia.
  2. Memiliki penghasilan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Zakat fitrah untuk anak-anak menjadi tanggungan orang tua mereka.
  3. Orang itu masih hidup sampai akhir Ramadan.

Zakat Mal

Zakat māl dimaksudkan untuk membersihkan harta yang dimiliki karena di dalam harta itu ada hak fakir miskin.

Sebutkan pengertian dari zakat mal

Zakat mal disebut juga zakat harta, yaitu mengeluarkan sebagian harta kekayaan yang dimilikinya apabila telah mencapai nisab

Ada berapa syarat wajib zakat mal? Sebutkan!

ada 4 syarat untuk membayar zakat mal, Syarat Wajib Zakat Māl Syarat wajib zakat māl seperti berikut.

  1. Pemilik harta adalah orang Islam.
  2. Pemilik harta telah balig dan berakal (tidak gila).
  3. Harta tersebut termasuk dari jenis-jenis harta yang wajib dizakati.
  4. Harta tersebut telah mencapai satu tahun. 5) Harta tersebut milik sendiri.

Apa saja jenis harta yang harus dizakati oleh kaum muslimin dan muslimat yang telah mencapai haul dan nisab? Sebutkan semuanya dengan lengkap dan terperinci.

Jenis Harta yang Dizakati Jenis harta yang wajib dizakatkan seperti berikut.

  1. Perhiasan emas dan perak yang disimpan.
  2. Uang simpanan yang telah mencapai satu tahun.
  3. Harta atau uang yang diperoleh dari usaha berdagang atau bekerja.
  4. Hasil pertanian, misalnya padi dan palawija.
  5. Binatang ternak, misalnya kambing, sapi, dan kerbau.
  6. Barang temuan, misalnya perhiasan, uang logam yang terbuat dari emas, atau guci yang tinggi nilainya.

Nah itulah ringkasan tentang pengertian zakat fitrah dan mal serta siapa saja yang memiliki kewajiban untuk menunaikan bayar zakat fitrah dan mal besert jenis barang harta yang harus dizakati oleh kaum muslimin dan muslimat.

8 Mustahiq Golongan atau orang yang berhak menerima zakat

Disebut apakah orang yang berhak menerima zakat?

Orang yang berhak menerima zakat disebut mustahiq zakat.

Siapakah orang yang berhak menerima zakat? Ada berapa orang? Sebutkan1

Ada 8 orang atau golongan yang berhak mendapatkan zakat.

Adapun kedelapan orang atau golongan yang berhak untuk menerima zakat adalah;

  1. Orang fakir, maksudnya adalah orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai tenaga dan harta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  2. Orang miskin, maksudnya dalah orang yang tidak cukup penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
  3. Pengurus zakat (amil), maksudnya adalah orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
  4. Mualaf, maksdudnya adalah orang yang bukan Islam (non-Islam) yang berkeinginan masuk Islam, untuk masuk Islam, dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
  5. Orang berutang, maksudnya adalah orang yang berutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan ia tidak sanggup membayarnya. Orang yang berutang untuk memelihara persatuan umat Islam.
  6. Orang yang berjuang pada jalan Allah (fisabilillah), maksudnya adalah orang yang berjuang untuk keperluan pertahanan Islam di zaman Nabi Muhammad saw. Fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum, seperti mendirikan masjid, musalah, sekolah/madrasah, rumah sakit, dan sebagainya.
  7. Hamba sahaya, maksudnya adalah budak yang harus dimerdekakan.
  8. Ibnu sabil, maksudnya adalah seorang anak yang sedang menuntut ilmu, namun kesulitan dalam pembiayaan.

Dalil dalam al-Qur’an tentang 8 orang penerima zakat

Sebutkan dalil dalam al-Qur’an yang menunjukkan 8 golongan yang berhak menerima zakat.

Dalil tentang penerima zakat atau mustahiq terdapat dalam surat at taubah ayat 60 yang berbunyi;

اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

Artinya : Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha bijaksana.

Demikianlah ringkasan dari pelajaran PAI kelas 6 Bab Zakat, semoga membantu para siswa siswi dalam mengerjakan soal ujian secara daring ataupun online, bisa juga untuk rujukan dalam membaca mapel PAI bagi anak didik kelas 6 pada Madrasah Ibtidaiyah.

Wilujeng sonten, selamat beraktivitas.
Wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Arti uhibbul ansyithoti kata perintah dalam Bahasa Arab kelas 6 MI

Arti terjemah bahasa arab kedalam bahasa Indonesia untuk pelajaran kelas 6 MI dalam darsus salis (pelajaran ketiga) yang memuat perubahan dari kata kerja mengerjakan menjadi perintah (dari fi’il mudhari’ ke fi’il amr).

Pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, saya agak bingung harus memberi judul apa pada tulisan kali ini karena luasnya bahasan dan tidak ada hal yang menonjol untuk di tonjolkan.

Akhirnya saya tulis saja apa adanya dengan judul diatas sesuai dengan Buku mata pelajaran bahasa arab untuk kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah.

Dalam materi bab III ini berjudul uhibbul ansyithoti (أُحِبُّ الأَنْشِطَةِ) yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah saya menyukai kegiatan-kegiatan (aktivitas).

Salah satu penekanan dalam pembelajaran Bab III ini adalah memperhatikan struktur fiil mudhari’ dan fi’il amr.

Fi’il mudhari adalah kata kerja apa yang akan atau sedang dikerjakan.

Sedangkan fi’il amr yaitu kata kerja yang berbentuk perintah.

Langsung saja berikut kosakata fiil amr dan mudhari’

Kosakata fi’il Mudhari’ dan fi’il amr dalam mapel Bahasa Arab kelas 6

Aktubu, uktub! (lk) artinya saya menulis, tulislah! teks arab = أَكْتُبُ – أُكْتُب

Aktubu, uktubii! (pr) artinya saya menulis, tulislah! Teks arab أَكْتُبُ – أُكْتُبِيْ

Asma’u, isma’! (lk) artinya, saya mendengar, dengarkanlah! Teks arab أَسْمَعُ – إِسْمَعْ

Asma’u, isma’ii! (pr) artinya saya mendengar, dengarkanlah! Teks arab أَسمَعُ – إِسْمِعِيْ

Asyrobu, isyrob! (laki-laki) artinya saya minum, minumlah!, tulisan arabnya أَشْرَبُ – إِشْرَبْ

Asyrobu, isyrobii! (perempuan) artinya saya minum, minumlah! Tulisan arab أَشْزَبُ – إِشْرَبْ

Andhuru, undhur (lk) artinya saya melihat, lihatlah! Teks arab أَنْظُرُ – أُنْظُرْ

Adkhulu, udhkhul! (lk) artinya saya masuk, masuklah! Arabnya أَدْخُلُ – أُدْخُلْ

Akhruju – ukhrujii! (pr) artinya saya keluar, keluarlah! Tulisan arab أَخْرُجُ – أُخْرُجِيْ

Ajlisu – ijlis! (lk) artinya saya duduk, duduklah! Tulisan arab أَجْلِسُ – إِجْلِسْ

Al’abu, il’ab (lk) saya bermain, bermainlah! Tulisan bahasa arab أَلْعَبُ – إِلْعَبْ

Arkabu, irkab (lk) saya menaiki, naiklah! Teks arab أَرْكَبُ – إِرْكَبْ

Nak itulah keduabelas kata perintah dalam bahasa arab yang ada pada buku pelajaran untuk siswa siswi santri murid kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah.

Selanjutnya yaitu contoh kalimat perintah dalam bahasa arab dilengkapi dengan arti dan terjemahnya kedalam bahasa Indonesia dan tulisan teks latin

Contoh Kalimat Perintah sederhana dalam Bahasa Arab

أُكْتُبْ اَلْكَلِمَةَ

Uktub al kalimata artinya tulislah kata! (lk)

إِسْمَعْ اَلْقُرْءَنَ

Isma’ al Qur’aana artinya dengarkanlah al-Qur’an! (lk)

تَتَعَلّمْ َالدَّرِسَ

Tata’allam ad darsa! artinya pelajarilah pelajaran! (lk)

أُكْتُبِيْ اَلدَّرِسَ

Uktubii ad darsa! Artinya catatlah pelajaran! (pr)

قُمْ اَمَامَ السَّبُّورَةِ

Qum amaamas sabbuuroti! Artinya berdirilah didepan papan tulis! (lk)

إِجْلِسْ عَلَيْ الْكُرْسِيِّ

Ijlis ‘alal kursiyyi! Artinya duduklah diatas kursi! (lk)

إِجْلِسِيْ عَلَيْ الْكُرْسِيِّ

Ijlisii ‘alal kursiyyi! Artinya duduklah diatas kursi! (pr)

أُكْنُسْ اَلْفَصْلَ

Uknus al fashla! Artinya sapulah kelas! (lk)

أُكْنُسِيْ اَلْفَصْلَ

Uknusii al fashla! Artinya sapulah kelas! (pr)

أُنْظُرْ أَلسَّبُّورَةَ

Undlur as sabbuurota! Artinya lihatlah papan tulis! (lk)

إِمْسَحْ اَلسَّبُّوْرَةَ

Imsah as sabbuurota! Artinya hapuslah papan tulis! (lk)

إِقْرَءْ اَلْكِتَابَ

Iqra’ alkitaaba! Artinya bacalah buku! (lk)

أُدْخُلْ اَلْفَصْلَ

Udkhul al fashla! Artinya masukklah ke kelas! (lk)

إِذْهَبْ إِلَيْ الْمَدْرَسَةِ

Idzhab ilal madrasati! Artinya berangkatlah ke sekolah! (lk)

Duh capek juga ngetiknya arab dan latin, sebenarnya masih panjang arti dan terjemah dalam bab III kelas 6 ini, akan tetapi karena keterbatasan semangat, insyaallah akan dilanjutkan kembali (semoga segera).

Di unggah (upload) tanggal 11 Oktober 2020.

Wilujeng dalu, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Artinya ana ajlisu aquumu aftahu andluru aqrou adzhabu Bahasa Indonesia

Informasi tentang terjemah ke dalam bahasa Indonesia kata dari bahasa Arab ana aktubu ata’allamu asma’u aknusu ajlisu aquumu aftahu andluru aqrou adzhabu disertai dengan contoh kalimat dan tulisan teks latin beserta terjemahnya dalam bahasa Indonesia.

pontren.com – Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, wilujeng dalu mas mas yang ganteng dan mbak mbak yang cantik yang sedang duduk di kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah.

Juga buat para mama muda yang imut imut cetar membahana serta telatend alam mendampingi putra putrinya dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Arab.

Setelah pelajaran bahasa arab tentang jam atau waktu yang menyebutkan mulai dari jam satu sampai dengan jam dua belas, selanjutnya yaitu mata pelajaran tentang kata kerja yang disebut dengan fi’il.

Akan tetapi pada postingan kali ini lebih fokus kepada terjemah kata mufrodat dari fi’il yang banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari hari utamanya bagi siswa siswi ataupun santri dan pelajar.

Dan fokus dalam penggunaan dari fi’il mudhari’ ini adalah dhamir ana atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan “saya”, kam laki laki dan kamu perempuan.

Kosakata Kata Kerja Fi’il dalam Bahasa Arab

Langsung saja berikut adalah arti dari bahasa arab ke dalam bahasa Indonesia tentang kata kerja atau fiil yang ada dalam bab 2 pelajaran kelas 6 (enam) Madrasah Ibtidaiyah yang disingkat dengan MI

ana aktubu artinya saya menulis/mencatat أَنَا أَكْتُبُ
ata’allamu artinya saya belajar – أَتَعَلَّمُ
asma’u artinya saya mendengar – أَسْمَعُ
aknusu artinya saya menyapu – أَكْنُسُ
ajlisu artinya saya duduk – أَجْلِسُ

aquumu artinya saya berdiri – أَقُوْمُ
aftahu artinya saya membuka – أَفْتَحُ
andluru artinya saya melihat- أَنْظُرُ
aqrou artinya saya membaca – أَقْرَأُ
adzhabu artinya saya pergi/berangkat – أذْهَبُ

selain kata kerja diatas ada juga tambahan kosakata atau mufrodat arab tentang kitaabul fiqhi dan kitab bahasa arab. Berikut arti dan terjemahnya serta tulisan arab.

Kitaabul Fiqhi artinya buku fiqih tulisan arab كِتَابث الْفِقْهِ
Kitaabul lughatil arobiyyati artinya buku bahasa arab tulisan arabnya كِتَابُ اللّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ

itulah contoh kata kerja atau fi’il mudhari’ dalam bahasa Arab beserta artinya dalam Bahasa Indonesia disertakan huruf hijaiyah dan cara membacanya dengan teks latin.

Contoh penggunaan fiil ana aktubu ata’allamu asmau dalam kalimat sederhana

bahasa arabnya aku kamu dia

Berikut adalah contoh penggunaan fiil atau kata kerja dalam bahasa arab dalam kalimat pendek sederhana yang lazim ada pada buku pelajaran Madrasah Ibtidaiyah Kelas 6/VI.

أَنَا أَكْتُبُ الْكَلِمَةَ

Ana aktubul kalimata artinya saya menulis kata

أَنْتَ تَقْرَأُ الْقُرْاَنَ

Anta taqroul Qur’aana artinya kamu membaca al Qur’an

أَنَا أَتَعَلَّمُ الدَّرْسَ

Ana ata’allamud darsa artinya saya belajar pelajaran

أَنْتَ تَكْتُبُ الدَّرْسَ

anta taktubud darsa artinya Kamu menulis pelajaran

أَنَا أَقُوْمُ اَمَامَ السَّبُّوْرَةِ

Ana aquumu amaamas sabbuuroti artinya saya berdiri di depan papan tulis

أَنْتَ تَجْلِسُ عَلَي الْكُرْسِيِّ

Anta tajlisu ‘alal kursiyyi artinya kamu duduk diatas kursi

أَنْتِ تَجْلِسِيْنَ عَلَي الْكُرْسِيِّ

Anti tajlisiina ‘alal kursiyyi artinya Kamu (perempuan) duduk diatas kursi

أَنَا أَكْنُسُ الْفَصْلَ

Ana aknusul fasla artinya saya menyapu kelas

أَنَا أَنْظُرُ الصُّوْرَةَ

Ana andlurus suurota artinya saya melihat gambar

Nah itulah kosakata mufrodat tentang fiil dalam bahasa arab untuk kata kerja saya kamu membaca menulis mencatat melihat menyapu berdiri belajar yang terdapat dalam mapel B. Arab.

Umumnya dikembangkan oleh ustadz atau guru pengajar dengan menyebut barang barang yang ada dikelas dengan menggunakan kata kerja atau fi’il dimaksud.

Dalam pelajaran ini masih sederhana yaitu pemakaian dhamir atau kata ganti dengan ana anta dan anti, belum ditambahkan kata huwa hiya nahnu.

Salah satu ciri penggunaan fi’il ana (saya) maka didahului dengan huruf alif atau hamzah (أ), contohnya أَنَا أَنْظُرُ الصُّوْرَةَ artinya saya melihat gambar.

sedangkan kata anta atau kamu laki laki dengan huruf ta (ت) contohnya أَنْتَ تَجْلِسُ yang artinya kamu duduk.

Sedangkan untuk kata anti sedikit lebih rumit yaitu diawali dengan huruf ta (ت) kemudian pada bagian huruf akhir harakatnya di jadikan kasrah (jar) dan ditambahkan ya sukun dan nun.

Contohnya adalah أَنْتِ تَجْلِسِيْنَ عَلَي الْكُرْسِيِّ artinya adalah kamu (perempuan) duduk diatas kursi.

Demikian yang dapat kami sampaikan pada malam hari ini, semoga sedikit membantu dalam menerjemahkan arti dalam buku pelajaran bahasa arab tentang kosakata kata kerja.
Wilujeng dalu.
Wassalaamu’alaikum wa rahmtullahi wa barakaatuh.

Kosakata Bahasa Arab tentang Jam


Informasi tentang artinya jam satu dua tiga empat setengah lima seperempat enam tujuh delapan sembilan sepuluh sebelas dua belas dalam bahasa arab disertai terjemah bahasa Indonesia dan soal tanya jawab mengenai waktu.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, dalam pelajaran pertama kali untuk kelas 6 SD MI atau Madrasah Ibtidaiyah adalah mengulas tentang waktu atau jam.

Dalam postingan kali ini diharapkan mempermudah para siswa siswi murid yang duduk di kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah untuk mengetahui arti jam 1 sampai dengan jam 12 dalam bahasa Arab serta artinya ke dalam bahasa Indonesia.

Juga dapat menjawab pertanyaan setengah jam atau jam dua seperempat dilengkapi contoh percakaan bahasa arab tentang jam waktu baik pertanyaan bertanya jam berapa dan bagaimana menjawab dengan menggunakan bahasa Arab.

Langsung saja berikut adalah kosakata bahasa arab tentang waktu dan jam

Bahasa arabnya waktu dan Jam dalam Bahasa Arab artinya Indonesia

كَمِ السَّاعَةُ الاَنَ

Kamis saa’atul aan? Artinya jam berapa sekarang

اَلسَّاعَةُ الاَنَ السَّادِسَة وَ نِصْفُ

Assaa’atul aana assaadisah wa nisfu artinya Jam sekarang enam dan setengah (maksudnya sekarang jam setengah tujuh

اَلسَّاعَةُ الوَاحِدَةُ

Assaa’atul waahidatu artinya jam 1 (satu)

اَلسَّاعَةُ الثَّانِيَّةُ

Assaa’atuts tsaaniyatu artinya jam 2 (dua)

اَلسَّاعّةُ الثَّالِثَةُ

Assaa’atuts tsaalitsatu artinya jam 3 (tiga)

اَلسَّاعَةُ الرَّابِعَةُ

Assaa’atur roobi’atu artinya jam 4 (empat)

اَلسَّاعَةُ الْخَامِسَةُ

Assaa’atul khoomisatu artinya jam 5 (lima)

اَلسَّاعَةُ السَّادِسَةُ

Assaa’atus saadisatu artinya jam 6 (enam)

اَلسَّاعَةُ السَّابِعَةُ

Assaa’atus saabi’atu artinya jam 7 (tujuh)

اَلسَّاعََةُ الثَّامِنَةُ

Assaa’atuts tsaaminatu artinya jam 8 (delapan)

اَلسَّاعَةُ التَّاسِعَةُ

Assaa’atut taasi’atu artinya jam 9 (sembilan)

اَلسَّاعَةُ الْعَاشِرَةُ

Assaa’atul ‘aasyirotu artinya jam 10 (sepuluh)

اَلسَّاعَةُ الْحَادِيَةَ عَشْرَةَ

Assaa’atul haadiyata ‘asyrota artinya jam 11 (sebelas)

اَلسَّاعَةُ الثَّانِيَّةَ عَشْرَةَ

Assaa’atuts tsaaniyyata asyrota artinya jam 12 (dua belas).

Itulah arti waktu lengkap mulai dari jam satu sampai dengan jam 12 dalam bahasa arab dilengkapi dengan teks latin dan terjemahnya dalam bahasa Indonesia.

Jam setengah Seperempat dan lebih 30 menit dalam bahasa Arab

jam buka kantor pos

Setelah selesai tentang angka jam yang pasti atau pas jamnya, selanjutnya tambahan yang ada dalam kosakata tentang waktu dan jam.

Berikut kosakatanya

السَّاعَةُ الوَاحِدَةُ تَمَامًا

Assaa’atul waahidatu tamaaman artinya jam satu tepat.

وَ رُبُع

Wa rubu’ artinya dan seperempat (maksudnya lebih seperempat jam).

Contoh :

ِاَلسَّاعَةُ الثَّانِيَّةَ عَشْرَةَ و رُبُع

Assaa’atuts tsaaniyyata wa rubu’ artinya jam dua belas lebih seperempat

اَلسَّاعَةُ الثَّانِيَّةُ وَ النِصْفُ

Assaa’atuts tsaaniyyatu wa nishfu artinya jam 2.30 (setengah tiga)

اَلسَّاعَةُ الْخَامِسَةُ اِلَّا الرُّبُع

Assaa’atul khoomisatu illar rubu’ artinya jam 4.45 (lima kurang seperempat)

Soal tanya jawab tentang jam dan waktu dalam bahasa Arab

Berikut adalah terjemahan dari soal tanya jawab dalam bahasa arab yang ditulis juga dalam teks latin dan artinya dalam bahasa arab dilampirkan pula jawabannya.

Berikut contoh pertanyaannya.

فِيْ اَيِّ سَاعَةٍ يَذْهَبُ صَالِحُ إِلَي الْمَدّرَسَةِ؟

Fii ayyi saa’atin yadzhabu soolihun ilal madrosati? Artinya, pada jam berapa saleh berangkat sekolah?

Maka jawabnya menurut teks bacaan buku kelas 6 Mapel B. Arab adalah sebagai berikut;

يَذْهَبُ صَالِحُ إِلَي الْمَدّرَسَةِ فِيْ السَّاعَةِ السَّدِسَةِ تَمَامًا

Yadzhabu soolihu ilal madrosati fissaa’atis saadisati tamaaman artinya saleh berangkat ke sekolah jam 6 (enam) tepat.

فِيْ اَيِّ سَاعَةٍ يَتَعَلَّمُ صَالِحُ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ فِيْ الْمَعْمَلِ؟

Fii ayyi saa’atin yata’allamu soolihullughotal ‘arobiyyata fil ma’mali artinya pada jam berapa saleh belajar bahasa arab di laboratorium?

Jawabnya sebagai berikut;

يَتَعَلَّمُ صَالِحُ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ فِيْ الْمَعْمَلِ فِيْ السَّاعَةِ السَّابِعَةِ وَ النِّصْفِ

Yata’allamu soolihu llughotal ‘arobiyati fil ma’mali fis saa’atis saabi’ati wan nishfi artinya saleh belajar bahasasa arab di laboratorium jam 7.30 (setengah delapan).

Embed from Getty Images

فِيْ اَيِّ سَاعَةٍ يَقْرَأُ صَالِحُ القُراَنَ؟

Fii ayyi saa’atin yaqro’u soolihu al qur’aana? Pada jam berapa saleh membaca al-Qur’an?

Jawabannya adalah;

يَقْرَأُ صَالِحُ القُراَنَ فِيْ السَّاعَةِ السَّابِعَةِ وَ الرُّبُعِ

Yaqrou Soolihul Qur’aana fis saa’atis saabi’ati war rubu’I artinya saleh membaca al Qur’an jam tujuh lebih seperempat.

فِيْ اَيِّ سَاعَةٍ يَرْجِعُ صَالِحُ مِنَ الْمَدْرَسَةِ؟

Fii ayyi saa’atin yar’ji’u soolihu minal madrasati? Pada jam berapa saleh pulang dari sekolahan?

Apa jawaban pertanyaan diatas? Berikut contoh jawabannya.

يَرْجِعُ صَالِحُ مِنَ الْمَدْرَسَةِ فِيْ السَّاعَةِ الْوَاحِدَةِ وَ النِّصْفِ

Saleh pulang sekolah jam 1.30 (setengah dua).

هَل صَالِحُ يُصَلِّيْ الظُّهْرَ فِيْ مَسْجِدِ الْمَدْرَسَةِ جَمَاعَةً فِيْ السَّاعَةِ الثَّانِيَّةِ عَشْرَةَ وَ الرُّبُعِ

Hal soolihu yushollidh dhuhro fii masjidil madrasati jamaa’atan fis saa’atits tsaaniyyati ‘asyrota war rubu’i? artinya : Apakah soleh sholat dhuhur di masjid sekolah secara berjamaah pada jam 12 (dua belas) lebih seperempat?

Jawabnya sebagai berikut:

لَا, بَلْ هُوَ يُصَلِّيْ الظُّهْرَ فِيْ مَسْجِدِ الْمَدْرَسَةِ جَمَاعَةً فِيْ السَّاعَةِ الثَّانِيَّةِ عَشْرَةَ وَ النِّصْفِ

Laa, bal huwa yushollidh dhuhro fii masjidil madrasati jamaa’atan fis saa’atits tsaaniyyati ‘asyrota wan nishfi. artinya : Tidak, dia sholatdhuhur di masjid sekolahan dengan cara berjamaah pada jam 12.30 (dua belas lebih tiga puluh menit). maksudnya setengah satu.

Nah sudah ada contoh tentang soal tanya jawab mengenai waktu atau jam dalam bahasa arab untuk kelas 6 mengacu kepada qiraah atau bacaan pada buku Pelajaran Bahasa Arab PMA tahun 2019.

Semoga dapat memudahkan ananda belajar pelajaran bahasa arab khususnya tema tentang waktu dan jam atau bagi para emak emak cantik yang setia menemani buah hati belajar.
Wilujeng sonten, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.