Dakwah Nabi Muhammad di Mekah


dakwah nabi di Mekah

Informasi tentang dakwah nabi Muhammad saw di makkah secara sembunyi sembunyi surat al Mudasir ayat 1-7 dan terang terangan surat al hijr ayat 94-95, nama sahabat assabiqunal awwalun dan kisah pemboikotan kaum muslimin yang pengumumannya di tempel pada dinding kabah.

pontren.com – assalaamu’alaikum, Nabi Muhammad mulai berdakwah secara sembunyi-sembunyi setelah turunnya wahyu surat al Mudassir ayat 1 – 7.

Nabi mengajak orang-orang yang terdekat dengannya.

Hal ini memiliki tujuan agar mereka lebih dulu percaya kepada seruannya dan mengikutinya.

Lokasi tempat yang menjadi pilihan Nabi Muhammad untuk berdakwah adalah rumah al Arqam bin Abil Arqam al Akhzµmi.

Orang yang awal mula masuk Islam

Nama nama sahabat nabi Orang-orang yang pertama kali memeluk Islam atau yang dikenal as-Sabiqµn al-Awwalµn yaitu Siti Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib dan Ummu Aiman.

Kemudian berkat bantuan Siti Khadijah dan Abu Bakar, bertambahlah orang yang beriman kepada seruan Nabi Muhammad baik laki laki maupun perempuan.

Selain yang tersebut di atas, berkat bantuan Siti Khadijah dan Abu Bakar Siddiq, dari hari ke hari bertambahlah orang-orang yang beriman kepada seruan beliau, baik pria maupun wanita.

Adapun para sahabat dari kalangan laki laki/atau pria yang segera beriman adalah:

Usman bin Affan,
Zubair bin Awwam,
Abdurrahman bin Aµf,
Abdullah bin Mas’µd,
Ammar bin Yasir,

Yasir (bapak Amar),
Sa’id bin Zaid,
Amir bin Abdullah,
Usman bin Madlµn,
Qudamah bin Madlµn,

Abdullah bin Madlµn,
Khalid bin Sa’ad,
Sa’ad bin Abi Waqqas,
Thalhah bin Ubaidillah,
Arqam bin Abil Arqam,

Ja’far bin Abi Thilib,
Khabab bin Al Art,
Bilal bin Rabah,
Abi Dzarim Al Ghafary,
Abµ Salamah,

‘Imran bin Hasyim,
Hasyim (bapak Imran)
Amir bin Sa’id, dan
‘Ubaidah bin Al-Haris.

Untuk dari kalangan wanita yang masuk Islam yaitu;

Shafiyyah binti Abdil Muthallib,
Lubabah Ummul Fadhal binti Haris,
Ummu Salamah (istri Abu Salamah),

Asma binti Abu Bakar,
Asma binti Amies (istri Ja’far),
Ratimah binti Khattab,
Summiyah (Ibu Ammar).

Dakwah Nabi Muhammad secara Terang-terangan

Setelah fase berdakwah secara sembunyi-sembunyi, kemudian turun wahyu ketiga yaitu surat al Hijr ayat 94-95.

Adapun teks surat al Hijr ayat 94-95 lengkap dengan tulisan arab latin dan terjemahnya adalah sebagai berikut;

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ – ٩٤
اِنَّا كَفَيْنٰكَ الْمُسْتَهْزِءِيْنَۙ – ٩٥

Latin surat al hijr 94 – 95 : Fashda’ bimaa ta’muru wa a’ridh ‘anil musyrikiin (94)
Innaa kafainaakal mustahzi iin. (95)

Artinya : Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik. (94)
Sesungguhnya Kami memelihara engkau (Muhammad) dari (kejahatan) orang yang memperolok-olokkan (engkau),(95)

Surat al Hijr ayat 94 merupakan atau berisi tentang perintah berdakwah secara terang-terangan.

Kemudian nabi Muhammad saw menerima wahyu lagi surat asy Syu’ara ayat 214 dan 215

Adapun teks arab tulisan latin surat Asy Syuara ayat 214 dan 215 beserta terjemahnya adalah sebagai berikut;

وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْاَقْرَبِيْنَ ۙ – ٢١٤

Tulisan latin : wa andzir ‘asyiirotakal aqrobiin (asy Syu’ara ayat 214)

Artinya : Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat,

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ – ٢١

Tulisan Latin : wakhfidh janaahaka limanit taba’aka minal mu’miniin.

Arinya : dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu. (Asy Syu’aro ayat 215).

Sama saja dalam surat asy Syu’ara ayat 214 ini tentang dakwah secara terang terangan.

Dalam hal berdakwah secara terang terangan, Pertama-tama, Nabi mengumpulkan seluruh sanak keluarganya di kaki Gunung Safa untuk mengajak mereka beriman kepada Allah Swt.

Ada salah seorang pamannya, yaitu Abu Lahab, yang bersikap sinis dan tidak mau menerima dakwah nabi.

Cara Kafir Quraisy menghambat dakwah nabi

Berikut adalah beberapa cara dan usaha dari orang orang kafir Quraisy dalam usahanya menghambat dakwah Nabi Muhammada saw

  • menyuruh pamannya Abu Thalib untuk menghentikan dakwah keponakannya
  • Budak-budak mereka yang masuk Islam dibunuh dan disiksa
  • Seluruh pengikut Nabi selalu diancam dan diteror agar menolak ajakan Nabi Muhammad saw
  • Abu Jahal, paman Nabi Muhammad saw. menyewa orang Yahudi untuk mengejek dan mencaci maki Nabi dengan harapan ia berhenti berdakwah (akan tetapi orang Yahudi tersebut malah masuk Islam).
  • menawarkan harta benda, wanita, dan pangkat agar Nabi mau meninggalkan dakwahnya dengan mengutus Utbah bin Rabiah

karena usaha yang mereka lakukan gagal, kemudian mereka akhirnya mereka memboikot Nabi Muhammad saw. Bani Muthallib, dan Bani Hasyim.

Karena pemboikotan ini, umat Islam terkurung di celah-celah kota Mekah bernama Syiib.

Pemboikotan berlangsung selama 3 tahun dimulai pada tahun ketujuh kenabian.

6 isi pemboikotan terhadap Nabi, Bani Muthallib, dan Bani Hasyim

  1. Kaum Quraisy tidak akan menikahi orang Islam.
  2. Kaum Quraisy tidak menerima permintaan nikah dari orang Islam.
  3. Kaum Quraisy tidak akan melakukan jual-beli dengan orang Islam.
  4. Kaum Quraisy tidak akan berbicara ataupun menengok orang Islam yang sakit.
  5. Kaum Quraisy tidak akan mengantar mayat orang Islam ke kubur.
  6. Kaum Quraisy tidak akan menerima permintaan damai dengan orang Islam dan menyerahkan Muhammad untuk dibunuh.

Penulisnya bernama Manshur bin Ikrimah

Setelah tiga tahun, undang-undang tersebut rusak karena dimakan rayap. Kemudian, undang-undang tersebut dirobek oleh ;

Zubair bin Umayyah,
Hisyam bin Amr,
Muth’im bin Adi,
Abu Bakhtari bin Hisyam, dan
Zama’ah bin Al-Aswad.

Rangkuman

Dakwah Nabi secara sembunyi-sembunyi dimulai setelah turun wahyu kedua, Q.S. al-Muddasir : 1-7, masih sebatas keluarga dekat.

Dakwah Nabi secara terang-terangan dimulai setelah turun wahyu Q.S. al-Hijr : 94-95.

Dalam berdakwah beliau mendapatkan berbagai rintangan, baik dari keluarga maupun kaum Quraisy dan pihak luar. Namun, semua dihadapi oleh Nabi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

As-Sabiqµn al-Awwalµn adalah orang-orang yang pertama kali memeluk Islam. Mereka adalah Siti Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Talib, Zaid bin Harisah, dan Ummu Aiman.

Cara meneladani perjuangan Nabi Muhammad saw di Mekah:

  • tugas dan tanggung jawab tidak bisa dipikul seorang diri, tetapi harus ada kebersamaan dan persatuan dari berbagai kalangan masyarakat.
  • Dalam bergaul harus bisa memilih teman yang dapat mengajak kepada hal-hal yang positif dan baik.
  • Dalam mengajak teman untuk berbuat baik tidak boleh dengan cara-cara kekerasan, tetapi perlu dengan keteladanan, sabar, lemah lembut dan kasih sayang.

Selamat belajar para sahabatku, semoga sukses, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

monggo silakan komen atau tanya

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: