Arsip Tag: ibadah

Niat Puasa Senin Kamis

Lafadz niat puasa senin kamis tulisan arab latin dan terjemah bahasa indonesia disertai hadits hukum, boleh tidak digabung dengan puasa yang lain serta haruskah puasa hari senin saja atau kamis saja atau ada ketentuan keharusan melaksanakan keduanya (senin dan kamis).

pontren.com – Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Sekedar menambahkan perihal Hukum Melafadzkan Niat yang ditulis oleh Galih Maulana, Lc pada hari senin 8 Januari 2017 di rumahfiqih.com bahwasanya masalah mengucapkan atau melafadzkan niat pembahasannya sudah selesai, kita tinggal mengambil atau mengikuti kesimpulan para ulama ahli terdahulu.

Menurut wahbah az zuhaili dalam Al-Fiqhu al-Islamiy wa adillatuhu (1/613) Tempatnya niat adalah hati menurut kesepakatan ulama, sedangkan melafadzkannya dengan lisan adalah mandub (dianjurkan) menurut mayoritas ulama selain madzhab Maliki, madzhab Maliki mengatakan : ”boleh melafadzkan niat tetapi meninggalkannya lebih utama, baik itu dalam sholat maupun lainnya.

al-Imam Fakhruddin ‘Utsman az-Zaila’i al-Hanafi dalam kitab Tabyin al-Haqoiq syarh kanzu ad-Daqoiq (1/262) “Adapun melafadzkan niat maka bukan merupakan syarat sah sholat tetapi hal ini bagus dilakukan agar terkumpul azamnya (untuk sholat)

dari dua hal diatas maka dapat disimpulkan bahwa melafadzkan niat bukan merupakan syarat sah atau tidaknya ibadah, madzhab maliki menganggap meninggalkan pelafadzan niat lebih utama, sedangkan imam fakhruddin menganggap melafadzkan lebih bagus dilaksanakan supaya terkumpul azamnya.

Teman saya yang pernah belajar di al Azhar Kairo mesir mengatakan, melafadzkan niat berguna untuk memantapkan hati.

Lafadz niat puasa hari senin

Bagi yang hendak melaksanakan niat dihari senin dengan mengucapkan secara lisan dalam bahasa arab, berikut tulisan berharakat lengkap disertai dengan tulisan latin dan terjemahnya.

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

tulisan latin – Nawaitu Sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa’ala
Arti terjemah kedalam bahasa Indonesia : Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala

Lafadz Puasa Hari Kamis

Sedangkan pelafadzan niat puasa hari kamis dengan menggunakan bahasa arab, dibawah ini tulisan arab niat puasa hari kamis dilengkapi dengan harakat syakal dan pengucapannya ditulis huruf latin dan disertakan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

tulisan latin : Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala
Terjemah dalam bahasa Indonesia : Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.

Catatan tentang niat puasa senin kamis

Puasa senin kamis termasuk dalam puasa sunnah, yaitu mendapatkan pahala jika mengerjakannya, tiada dosa jika meninggalkannya.

Dalam niat puasa ini dapat dilakukan malam hari sebelumnya atau sebelum habis waktu malam. Akan tetapi jika anda berada diwaktu pagi hari lewat sholat subuh dan anda belum makan minum atau melakukan hal yang membuat batal puasa, anda dapat berniat puasa saat itu juga.

Hadits hadits tentang puasa senin kamis

Berikut adalah beberapa kumpulan hadits yang berkenaan tentang puasa senin dan kamis sebagai dalil atau dasar melaksanakannya.

Hadits Riwayat Imam Muslim nomor 2565, dari abu hurairah yang mengabarkan tentang Keutamaan hari Senin dan Kamis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setia hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.”

diriwayatkan juga hadits riwayat Tirmidzi nomor 747, (at tirmidzi mengatakan ini hadits hasan gharib, Al Hafidz abu Thahir mengatakan sanad hadits ini hassan, al Albani berpendapat hadits ini shahih lighairi).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.

Hadits riwayat Turmudzi nomor 745 yang di sahihkan oleh al Albani, riwayat dari Aisyah RA

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالخَمِيسِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan puasa di hari senin dan kamis

Haruskah puasa hari senin dan kamis berurutan, atau boleh salah satunya saja?

Dalam riwayat dari aisyah RA bahwasanya Nabi rutin berpuasa pada hari senin dan kamis.

Timbul pertanyaan, apakah ibadah puasa hari senin dan hari kamis merupakan ibadah yang bersifat satu kesatuan? Artinya harus melaksanakan keduanya.

Para ulama memberikan penegasan bahwa kedua puasa ini (hari senin dan hari kamis bukan ibadah yang bersifat satu kesatuan.

Dengan begitu diperbolehkan hanya puasa pada hari senin saja atau kamis saja, kesimpulan ini salah satunya diambil karena tidak didapati perintah nabi untuk melakukan puasa berpasangan hari senin dan kamis, juga tidak didapati larangan puasa di salah satu hari dari keduanya.

Lebih jelas pembahasannya anda dapat melihat pada website konsultasi syariah, catatan tentang puasa senin kamis.

menggabungkan puasa senin kamis dengan puasa yang lain

hal ini dimasukkan dalam bahasan masalah dengan tema tasyrik bin niyat (kongsi niat/menggabungkan niat).

Keempat, Bolehkah niat puasa senin kamis digabungkan dengan puasa sunah lain
Para ulama membahas masalah ini dalam kajian at-Tasyrik bin Niyat ‘menggabungkan niat’.

Hukumnya, jika amal itu terkait wasilah, atau bisa digabungkan, maka dia boleh digabungkan. Dan dia bisa mendapatkan dua ibadah.

Contoh : orang yang mandi junub pada hari jumat, untuk mandi jumat dan sekaligus untuk menghilangkan hadats besarnya, maka status hadats besar junubnya hilang, dan dia juga mendapatkan pahala mandi jumat

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 103240 bahwa tidak masalah menggabungkan antara puasa senin kamis dengan puasa sunah lainnya. Karena puasa senin kamis, dianjurkan karena posisinya di dua hari yang menjadi waktu dilaporkannya amal kepada Allah.

Itulah tulisan tentang niat puasa hari senin kamis yang melebar kemana mana, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Shalat Qashar

Informasi tentang hukum shalat qashar disertai pengertian, syarat dan ketentuan kondisi sakit, sedang dalam kendaraan dalam perjalanan dan cara mengerjakannya beserta dalil dalam alquran

Pontren.com – setelah sebelumnya ditulis pembahasan tentang shalat jama’ berdasarkan buku panduan untuk Madrasah Ibtidaiyah, selanjutnya adalah tentang shalat qashar.

Pengertian shalat qashar adalah

Yang disebut dengan shalat qashar adalah Shalat qashar adalah shalat yang bilangan rakaatnya diringkas yaitu shalat fardhu yang 4 rakaat dijadikan 2 rakaat saja.

Hukum Meng qashar shalat atau meringkasnya hukumnya diperbolehkan, bahkan lebih diutamakan bagi orang yang dalam perjalanan.

Dalil tentang shalat qashar dapat dilihat dalam alquran surat an nisa ayat 101 yang berbunyi;

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا

Latin: Wa iżā ḍarabtum fil-arḍi fa laisa ‘alaikum junāḥun an taqṣurụ minaṣ-ṣalāti in khiftum ay yaftinakumullażīna kafarụ, innal-kāfirīna kānụ lakum ‘aduwwam mubīnā

artinya : Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Syarat Shalat Qashar

Orang yang dalam perjalanan atau bepergian jauh (musafir), diperbolehkan meng-qashar (meringkas) shalat dengan syarat sebagai berikut :

  • Bukan perjalanan maksiat.
  • Jaraknya jauh, sekurang-kurangnya sekitar 80 km atau lebih.
  • Shalat yang diqashar hanya shalat yang rakaat saja yaitu Dhuhur, Ashar, dan Isya’, sedangkan shalat Shubuh dan Maghrib tidak boleh diqashar.
  • Berniat qashar ketika takbiratul ihram.
  • Tidak bermakmum pada orang yang bukan musafir.

Cara melaksanakan shalat qashar

Cara mengerjakan shalat qashar yaitu dengan meringkas shalat
fardhu yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat.

Jadi shalat yang bisa diqashar hanyalah 3 saja yaitu;

  1. shalat Dzuhur,
  2. Ashar dan;
  3. Isya.

Sedangkah sholat subuh dan magrib tetap dikerjakan sesuai jumlah rakaatnya (subuh 2 rakaat dan magrib rekaat) tidak boleh di qashar.

Secara gerakan dan bacaan shalat tidak ada perbedaannya, Gerakan dan bacaan shalat qashar dikerjakan seperti shalat dua rakaat biasa

Cara mengerjakan sholat jamak qashar

sholat-jamak

Men-jamak sekaligus meng qashar shalat (meringkasnya) dapat dilakukan secara bersama-sama

Artinya kalangan muslim dapat mengerjakan dua shalat fardhu dalam satu waktu sekaligus meringkas bilangan rakaatnya.

Hal yang perlu diperhatikan pada cara mengerjakannya adalah dengan mengerjakan shalat tersebut secara berturut-turut, yaitusetelah selesai salam shalat yang pertama kita langsung mengerjakan shalat yang kedua dengan tidak boleh diselingi shalat sunnah ataupun perbuatan lainnya.

Kesimpulan

Shalat jama’ artinya shalat yang dikumpulkan dalam satu waktu.

Shalat qashar adalah shalat yang bilangan rakaatnya diringkas yaitu shalat fardhu yang tadinya 4 rakaat dijadikan 2 rakaat saja.

Shalat yang boleh dijama’ adalah shalat Dzuhur dengan Ashar dan shalat Maghrib dengan Isya.

Shalat yang boleh diqashar yaitu shalat yang bilangan rakaatnya ada 4 (shalat Dzuhur, Ashar dan Isya).

sholat subuh dan magriib tidak bisa di qashar.

Shalat Jama’ dan qashar dapat dilakukan bersamaan.

Sholat Jamak

Sholat Jamak pengertian dan jumlah rokaat dluhur dan asar, magrib Isya

Informasi tentang sholat jamak dari segi pengertian dan jumlah rokaat serta syarat dan ketentuan bagi musafir orang dalam perjalanan.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. salah satu rukhsah atau keringanan bagi orang yang dalam perjalanan dengan jarak tertentu adalah dapat mengumpulkan (menjama’) sholat tertentu (dhuhur dengan asar, magrib dengan isya).

Adapun keterangan tentang sholat jama adalah sebagai berikut.

Pengertian sholat jamak

Secara bahasa, halat jama’ artinya shalat yang dikumpulkan. Sedangkan pengertian secara istilah ialah dua shalat fardhu dikerjakan dalam satu waktu, misalnya shalat Dzuhur dengan Ashar atau shalat Maghrib dengan Isya.

Shalat yang boleh dijama’ adalah :

  1. shalat Dzuhur, Ashar, dan
  2. Maghrib, dan Isya’,

sedangkan shalat Shubuh tidak boleh untuk dikumpulkan dengan sholat lain (dijama’).

Syarat sholat jama’

Bagi seorang musafir atau orang yang dalam perjalanan diperbolehkan men-jama’/mengumpulkan shalat dengan syarat:

  1. Bukan perjalanan maksiat.
  2. Jaraknya jauh, sekurang-kurangnya sekitar 80 km (16 farsakh) atau lebih.

Cara shalat jama’

Ada 2 macam cara dalam melaksanakan shalat jama’ yaitu

  1. jama’ taqdim dan;
  2. jama’ ta’khir.

Cara melaksanakan shalat jama’ taqdim

Berikut adalah tata cara pelaksanaan sholat jamak taqdim

  • Mendahulukan mengerjakan shalat yang pertama, yaitu Dzuhur sebelum Ashar (shalat Ashar dikerjakan pada waktu shalat Dzuhur) dan Maghrib sebelum Isya (shalat Isya’ dikerjakan pada waktu shalat Maghrib).
  • Berniat jama’ yang dilakukan pada shalat yang pertama.
  • Berturut-turut antara keduanya yaitu tidak boleh diselingi dengan shalat sunnah atau perbuatan yang lain.

Cara melaksanakan sholat jamak ta’khir

Berikut bagi para musafir atau orang dalam perjalanan yang hendak mengumpulkan sholat di akhir (jama’ ta’khir).

  • Pada waktu memasuki waktu shalat yang pertama, berniat akan melaksanakan shalat yang pertama itu di waktu yang kedua. Contoh pada waktu shalat Dzuhur dikerjakan di waktu Ashar (jama’
  • ta’khir), pada waktu Dzuhur kita sudah berniat akan melaksanakan shalat Dzuhur itu di waktu Ashar.
  • Berniat jama’ yang dilakukan pada shalat yang pertama.
  • Berturut-turut antara keduanya yaitu tidak boleh diselingi dengan shalat sunnah atau perbuatan yang lain.

Sholat Jamak dluhur dan asar berapa rokaat

syarat imam masjid (ilustrasi)

tentunya merupakan hal yang urgent unuk mengetahui berapa rokaat sholat jamak dluhur dengan asar dan jumlah rokaat pelaksaaan sholat jamak magrib dengan isya’ baik digabung dengan qoshor atau tidak.

Entah itu jamak taqdim atau jama’ ta’khir, jika tidak digabungkan dengan sholat qashar maka jumlah rekaat untuk jamak dluhur dan asar adalah 4 rokaat dluhur kemudian salam, dilanjut 4 rakaat sholat asar.

Akan tetapi jika pelaksanaan sholat jamak dengan qashar maka jumlah rakaatnya adalah 2 rakaat dlhuhur kemudian salam dan dilanjut sholat 2 rakaat asar dan salam (karena qashar).

Demikian informasi sore ini tentang shalat jamak dengan pembagian jamak takdim dan jamak qashar serta informasi mengenai jumlah rakaat shalat jamak dluhur dan asar.

Sugeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Istinja’ artinya adalah

Istinja’ adalah Bersuci dari Kotoran

Informasi tentang arti istinja’ pengertian menurut bahasa dan istilah serta syarat dan adab-adab bersuci dari kotoran

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Berikut ini akan disampaikan tentang materi bagi yang hendak bertanya;

istinja adalah ?
istilah bersuci dari kotoran disebut dengan apa?
Maka jawaban dapat ditemukan dibawah ini.

Pengertian istinja’

Secara bahasa : istinja berarti terlepas atau selamat.

Sedangkan pengertian dari istinja’ secara istilah adalah bersuci sesudah buang air besar atau buang air kecil. Beristinja dengan air, dan apabila tidak ada air, maka boleh dengan benda padat seperti batu, daun, kayu, kertas, dan sebagainya.

Syarat istinja’ dengan batu atau benda kasat atau keras

Dibawah ini adalah persyaratan menyucikan diri dari kotoran dengan benda kasat keras atau batu.

  • ‡Batu atau benda itu kasat/keras
  • ‡Batu atau benda itu tidak dihormati, misalnya bahan makanan atau batu masjid
  • Diusap sekuran-kurangnya tiga kali sampai bersih
  • Najis yang dibersihkan belum sampai kering
  • Najis dimaksud tidak pindah dari tempat keluarnya
  • Najis dimaksud tidak bercampur dengan benda lain

Adab buang air

Berikut adalah adab bagi kaum muslimin yang buang hajat :

Mendahulukan kaki kiri pada waktu masuk WC
Pada waktu masuk WC membaca doa :

اَللّهُمَّ اِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَا إِثِ

tulisan latin “Alloohumma innii a’uudzu bika minal khubutsi wal khobaaits
Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan dan kotoran”

Mendahulukan kaki kanan waktu keluar WC
Pada waktu keluar WC membaca doa :

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ

tulisan latin “Alhamdulillaahil-ladzii Adz-haba ‘Annil-adzaa Wa’aafaanii”
Artinya “Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah menyejahterakan”

Pada waktu buang air hendaknya memakai alas kaki
Istinja hendaknya menggunakan tangan kiri

Larangan pada saat Buang Air

Hal-Hal Yang tidak boleh dilakukan atau dilarang pada saat Buang Air :

  • Buang air di tempat terbuka
  • Buang air di air yang tenang
  • Buang air di lubang-lubang
  • Buang air di tempat yang mengganggu orang lain
  • Buang air di pohon yang sedang berbuah
  • Bercakap-cakap sewaktu buang air kecuali terpaksa
  • Menghadap Kiblat atau membelakanginya

itulah informasi tentang istinja’ dari segi artinya, pengertian secara etimologi (bahasa) dan terminologi (istilah) disertai dengan adab keluar masuk wc dan perbuatan didalamnya (buang hajat) beserta larangan atau perbuatan yang tidak diperbolehkan pada saat buang air.

sugeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Pengertian Najis dan Hadas

PENGERTIAN NAJIS DAN HADAS macam macamnya, contoh, cara membersihkan najis dan cara menyucikan dari hadis

Informasi tentang pengertian najis dan hadas secara bahasa dan istilah diambilkan dari buku pelajaran Madrasah Ibtidaiyah buku fikih kelas 7 BAB SUCIKANLAH LAHIR BATINMU, GAPAILAH CINTAH TUHANMU. (judul babnya unik ya. Milenial banget tidak seperti buku zaman dahulu yang cenderung apa adanya.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, berikut adalah informasi mengenai pengertian secara etimologi (bahasa) dan terminologi (istilah).

Pengertian najis

Secara pengertian bahasa, Najis berasal dari bahasa Arab yang artinya kotoran,
Sedangkan pengertian secara istilah, najis ialah suatu benda yang kotor yang mencegah sahnya mengerjakan suatu ibadah yang dituntut harus dalam keadaan suci.

Pengertian hadas

Pengertian secara bahasa untuk kata hadas berasal dari bahasa Arab yang mempunyai arti suatu peristiwa, sesuatu yang terjadi, sesuatu yang tidak berlaku.
Sedangkan pengertian Hadas dalam istilah adalah keadaan tidak suci bagi seseorang sehingga menjadikannya tidak sah dalam melakukan ibadah

Macam macam najis

Ada 3 macam najis yaitu;

  1. Najis mukhaffafah;
  2. Najis mutawassitah; dan
  3. Najis mughalazah.

Najis mukhaffafah

Yang dimaksud dengan najis mukhaffafah adalah Adalah najis yang ringan.

Contoh : air seni bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan apapun kecuali air susu ibu.

Cara menyucikan : dengan memercikkan atau mengusapkan air yang suci pada permukaan yang terkena najis.

Najis Mutawassitah

Yang dimaksud dengan najis mutawassitah yaitu najis pertengahan atau sedang.

Contoh termasuk kategori najis mutawassitah :

  • Bangkai binatang darat yang berdarah sewaktu hidupnya
  • Darah
  • Nanah
  • Muntah
  • Kotoran manusia dan binatang
  • Arak (khamar)

Najis jenis ini ada dua macam, yaitu ;

  1. najis hukmiyah; dan
  2. najis ‘ainiyah.

Najis Hukmiyyah

Yang dimaksud dengan Najis Hukmiyah adalah najis yang diyakini adanya tetapi tidak nyata wujudnya (zatnya), bau dan rasanya seperti air kencing yang sudah kering yang terdapat pada pakaian atau lainnya.

Cara menyucikannya adalah cukup dengan mengalirkan air pada benda yang terkena najis.

Adapun seandainya bekas najis yang sudah dicuci sampai berkali – kali masih juga tidak dapat dihilangkan semuanya, maka yang demikian itu dapat dimaafkan.

najis ‘ainiyah

yang dimaksud dengan najis ‘ainiyah yaitu najis yang tampak wujudnya (zat-nya) dan bisa
diketahui melalui bau maupun rasanya.

Cara menyucikan: dengan menghilangkan najis ‘Ainiyahnya dengan cara membuang dan menggosoknya sampai bersih dan diyakini sudah hilang zat, rasa, warna, dan baunya dengan menggunakan air yang suci.

Najis Mughalazah

Najis mughalazahyaitu najis yang berat. Najis ini berasal dari dari anjing dan babi.

Cara menyucikan : melalui beberapa tahap, yaitu dengan membasuh air sebanyak tujuh kali, salah satu di antaranya menggunakan air yang dicampur dengan tanah.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

طُهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيْهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ، أُوْلاَهُنَّ بِالتُّرَابِ

Sucinya bejana salah seorang diantara kalian yang dijilat anjing adalah dengan cara mencucinya sebanyak tujuh kali dan yang pertama dengan tanah.” [Mutafaqqun ‘alaih].

Macam macam hadas

Hadas ada 2 ,macam yaitu

  1. Hadas Kecil dan
  2. Hadas Besar.

Hadas kecil, contoh dan cara mensucikan

Yang dimaksud dengan hadas kecil adalah keadaan seseorang tidak suci, dan supaya ia menjadi suci maka ia harus berwudu,

Sebab hadas kecil :

  • Karena keluar sesuatu dari dua lubang, yaitu qubul dan dubur
  • Karena hilang akalnya, yang disebabkan mabuk, gila atau sebab lainnya seperti tidur
  • Persentuhan antara kulit laki-laki dengan perempuan yang bukan mahramnya tanpa ada batas yang menghalanginya
  • Karena menyentuh kemaluan, baik kemaluan sendiri ataupun kemaluan orang lain
  • dengan telapak tangan atau jari

Hadas Besar

keadaan seseorang tidak suci, dan supaya ia menjadi suci maka ia mandi besar, jika tidak mendapati air maka diganti dengan tayammum

penyebab hadas besar :

  • Karena bertemunya dua kelamin laki-laki dengan perempuan (jima’atau bersetubuh),
  • baik keluar mani ataupun tidak
  • Karena keluar mani, baik karena bermimpi atau sebab lain
  • Karena haid, yaitu darah yang keluar dari perempuan sehat yang telah dewasa pada setiap bulannya
  • Karena nifas, yaitu darah yang keluar dari seorang ibu sehabis melahirkan
  • Karena wiladah, yaitu darah yang keluar ketika melahirkan
  • Karena meninggal dunia, kecuali yang meninggal dunia dalam perang membela agama Allah, maka dia tidak dimandikan.

Demikian informasi mengenai pengertian najis dan hadas beserta pembagian dan macam macam najis dan cara membersihkannya, macam macam hadas serta cara menyucikannya.

Sugeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Pengertian Thaharah

Informasi mengenai pengertian thaharah baik secara bahasa maupun istilah disertai dengan dalil naqli yang berasal dari alquran dilampirkan nama surat beserta ayatnya.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, pada kitab-kitab fikih klasik bab thaharah berada atau diletakkan pada bab bagian paling awal dalam pembahasan.

Jika ada pertanyaan, kenapa bab thaharah selalu diletakkan dalam pembahasan pada kitab fiqih?

Mengutip jawaban dari situs almanhaj.or.id bahwasanya karena thaharah (bersuci) merupakan salah satu syarat syahnya shalat, padahal kita tahu shalat adalah rukun dari rukun Islam setelah dua kalimat syahadat. Jadi, syarat (sahnya shalat) tentu harus didahulukan (pembahasannya) daripada yang disyaratkan (yaitu shalat).

Pengertian thaharah

Taharah berasal dari kata bahasa Arab yang berarti bersih atau bersuci. Adapun asal katanya adalah

طَهَرَ – يَطْهُرُ – طُهْرًا – طَهَارَةً

Menurut istilah, thaharah adalah suatu kegiatan bersuci dari najis dan hadas sehingga seseorang diperbolehkan untuk beribadah yang dituntut harus dalam keadaan suci.

Kegiatan bersuci dari najis itu meliputi menyucikan badan, pakaian, tempat dan lingkungan yang menjadi tempat segala dan mandi.

Dalil dalil anjuran bersuci

Berikut adalah beberapa dalil alquran dan al hadits yang dijadikan sebagai sandaran dalam anjuran bersuci

Surat Al-Muddatstsir Ayat 4-5

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

tuilisan latin : Wa ṡiyābaka fa ṭahhir
Arti: Dan pakaianmu bersihkanlah,

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

Latin : warrujza fahjur
Artinya : Dan perbuatan dosa tinggalkanlah

Surat Al-Baqarah Ayat 222

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Arab-Latin: Wa yasalụnaka 'anil-maḥīḍ, qul huwa ażan fa'tazilun-nisāa fil-maḥīḍi wa lā taqrabụhunna ḥattā yaṭ-hurn, fa iżā taṭahharna fa`tụhunna min ḥaiṡu amarakumullāh, innallāha yuḥibbut-tawwābīna wa yuḥibbul-mutaṭahhirīn

Arti: Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Hadits tentang thaharah

عن ابي سعيد الخدرى “الطهور شطْرُ الإيْمَان” (رواه المسلم)

Artinya: Kebersihan itu sebagian dari iman (Abid Bishri mushtafa, Tarjamah Shahih Muslim, (Semarang: CV Asy-Syifa, 1993) juz 1. Hal 325).

حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ أَبِي سَهْلٍ حَدَّثَنَا أَبُو زُهَيْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ سِنَانِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةً بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةً مِنْ غُلُولٍ

Arti : Telah menceritakan kepada kami Sahl bin Abu Sahl berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Zuhair dari Muhammad bin Ishaq dari Yazid bin Abu Habib dari Sinan bin Sa’d dari Anas bin Malik berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci dan tidak menerima sedekah dari harta curian.”

demikian informasi mengenai pengertian thaharah baik secara bahasa dan istilah alias etimologi dan epistimologi. sugeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

teks-syair-lagu-mars-Korpri
belajar yang rajin yaa…

Persamaan dan Perbedaan Sujud Tilawah dengan Sujud Syukur

Persamaan dan Perbedaan Sujud Tilawah dengan Sujud Syukur

Informasi apa saja yang menjadi kesamaan antara sujud tilawah dengan sujud sukur mengacu kepada buku pelajaran MTs Kelas 8

Pontren.com – Assalamu’alaikum para pemirsa dunia maya maupun layar hape dimanapun anda sedang berada, sugeng siang dan selamat menunggu waktu dhuhur, kali ini bicara tentang sujud syukur dan sujud tilawah ditinjau dalam persamaan dan perbedaan.

berikut kami sampaikan poin – poin mengenai perbedaan maupun persamaan dari dua buah sujud yaitu sujud syukur dengan sujud tilawah.

Ikan sepat ikan gabus, lebih cepat lebih bagus. Dibawah ini keterangan yang dapat dihimpun

Persamaan sujud tilawah dengan sujud Syukur

Adapun persamaan sujud syukur dan sujud tilawah adalah:

  1. Baik sujud tilawah maupun sujud syukur hanya dilakukan sekali sujud saja.
  2. Sujud tilawah dan sujud syukur dapat atau boleh dilaksanakan pada waktu-waktu dilarang shalat
  3. Hukum dari kedua sujud ini (sujud tilawah maupun sujud syukur) adalah sunnah
  4. Pada sujud tilawah dan sujud syukur boleh tidak berwudhu terlebih dahulu, selama badan, tempat dan pakaian bersih
  5. Sama- sama dianjurkan menghadap kiblat

Perbedaan sujud tilawah dengan sujud syukur

Adapun perbedaan dari kedua sujud ini (sujud tilawah dan sujud syukur) adalah sebagai berikut:

  1. Sujud tilawah dapat dikerjakan di pada waktu sedang mengerjakan shalat maupun di luar shalat, sedangkan pelaksanaan sujud syukur hanya boleh dikerjakan di luar shalat dan tidak boleh melaksanakan sujud syukur didikala sedang mendirikan shalat.
  2. Pelaksanaan Sujud tilawah karena mendengar atau membaca ayat-ayat sajdah, sedangkan sujud syukur dilakukan karena adanya sebab mendapat nikmat dari Allah Swt atau karena terhindar dari bahaya yang mengancam dirinya.

Keterangan tambahan tentang sujud tilawah

Tilawah berarti bacaan. Sedangkan menurut istilah sujud tilawah ialah sujud yang dikerjakan pada saat membaca atau mendengar ayat-ayat “sajdah” dalam al-Quran. Dan hukum sujud tilawah adalah sunnah, Namun apabila dalam shalat jama’ah makmum wajib mengikuti imam.

Syarat sujud tilawah adalah sebagai berikut: Suci dari hadats dan najis, menutup aurat, menghadap kiblat, setelah mendengar atau membaca ayat sajdah. Sedangkan rukun sujud tilawah sama dengan rukun sujud syukur,

keterangan tambahan tentang sujud syukur

Syukur secara bahasa adalah terimakasih
menurut istilah sujud syukur adalah sujud yang dilakukan sebagai tanda terima kasih seorang hamba kepada Allah Swt. Adapun Dalil pensyariatannya terdapat dalam QS. Ibrahim : 7 dan QS. al-Baqarah :152

Sebab-sebab sujud syukur: mendapat nikmat dari Allah Swt, berita gembira, atau terhindar dari bahaya. Sedangkan rukun sujud syukur: niat, takbiratul ihram, sujud, duduk sesudah sujud, dan salam.

Hikmah pensyariatan sujud syukur diantaranya yaitu: menjadikan manusia selalu ingat kepada Allah Swt, terhindar dari sifat sombong, akan menambah nikmat Allah Swt, dan mendapatkan tempat khusus di dalam surga.

itulah yang dapat kami sampaikan mengenai apa itu perbedaan dari sujud tilawah dan sujud syukur dan apa itu persamaannya.

semoga dapat membantu yang sedang mengerjakan tugas maupun ujian khususnya para murid madrasah yang berada di jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyah kela 8.

Sugeng siang.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sujud Tilawah arti dan dilakukan sebanyak berapa kali

Informasi tentang arti sujud tilawah pengertian, ketentuan dan juga dalil naqli beserta dilakukan sebanyak berapa kali mengacu kepada buku Madrasah Tsanawiyah kelas 8

pontren.com – saya yakin bagi umat islam yang rajin atau sesekali mengikuti kajian pengajian di lingkungannya pernah mendengar tentang sujud tilawah, atau dapat juga mengetahui melalui browsing pada internet maupun melihat di acara islami pada Televisi.

Sekedar mengingat lagi berikut adalah tentang arti sujud tilawah maupun pengertian serta dalilnya.

Pengertian sujud tilawah dan arti

Arti tilawah secara bahasa adalah bacaan.

Sedangkan secara pengertian, sujud tilawah adalah ialah sujud yang dikerjakan pada saat membaca atau mendengar ayat-ayat “sajdah” dalam al-Quran.

Sujud tilawah dilakukan untuk menyatakan keagungan Allah Swt dan sekaligus pengakuan bahwa diri kita ini sangat kecil dan lemah di hadapan Allah Swt.

Dalil sujud tilawah

Berikut adalah hadits riwayat Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ، اِعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي يَقُوْلُ: يَاوَيْلَهُ، أُمِرَ بِالسُّجُوْدِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُوْدِ فَعَصَيْتُ فَلِيَ النَّارُ.

Artinya “Jika anak Adam membaca ayat Sajdah kemudian bersujud, maka syaitan menjauh darinya sambil menangis dan berkata, ‘Alangkah celakanya. Dia diperintah sujud kemudian bersujud, lalu ia mendapat Surga. Sedangkan aku diperintah sujud namun membangkang, lalu aku mendapat Neraka.’”

Selanjutnya hadits dari Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh imam Muslim dan Imam Bukhari

كَانَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ فَيَقْرَأُ سُورَةً فِيهَا سَجْدَةٌ فَيَسْجُدُ وَنَسْجُدُ مَعَهُ حَتَّى مَا يَجِدُ بَعْضُنَا مَوْضِعًا لِمَكَانِ جَبْهَتِهِ

Artinya “Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca Al Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat sajadah. Kemudian ketika itu beliau bersujud, kami pun ikut bersujud bersamanya sampai-sampai di antara kami tidak mendapati tempat karena posisi dahinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syarat dan Cara Sujud Tilawah

dibawah ini dalah syarat beserta cara melakukan sujud tilawah, silakan disimak point-pointnya sebagai berikut;

  1. Suci dari hadas dan najis, baik badan, pakaian maupun tempat
  2. Menutup aurat
  3. Menghadap ke arah kiblat
  4. Setelah mendengar atau membaca ayat sajdah

Tata cara Sujud Tilawah di dalam Shalat dan di luar Shalat.

Cara sujud tilawah ada dua macam, yaitu ketika berada dalam waktu sholat dan diluar waktu salat adapun tata caranya adalah sebagai berikut :

Ketika kita berada dalam shalat

Cara sujud tilawah shalat sholat munfarid : begitu mendengar atau membaca ayat sajdah dalam shalat, maka niat dan mengucapkan takbir untuk sujud.
Kemudian sujud sekali dan membaca doa sujud.
Mengucapkan takbir saat bangun dari sujud,
lalu berdiri tegak meneruskan bacaan ayat tersebut dan meneruskan shalat.

Dalam Sholat Berjamaah makmum wajib mengikuti imam. Artinya jika imam membaca ayat sajdah lalu bersujud, maka makmum wajib ikut sujud.
Tetapi jika imam tidak sujud, maka makmum pun tidak boleh sujud sendirian

Ketika di luar shalat

Disaat selesai membaca atau mendengar ayat sajdah, maka langsung menghadap kiblat dan niat melakukan sujud tilawah.

Bertakbir (takbiratul ihram) dengan mengangkat kedua tangan.
Kemudian takbir untuk bersujud,kemudian bersujud dan membaca doa sujud,
setelah itu bertakbir untuk duduk kemudian salam (seperti dalam shalat biasa).

Bacaan sujud tilawah lengkap dalam tulisan arab latin dan terjemah

Bacaan Sujud Tilawah Latin Lengkap

سَجَدَ وَجْهِىَ لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Latin : “Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu bi khaulihi wa kuuwatihi fatabarakallahu ahsanul kholiqiin.”

Artinya : “Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, yang membentuknya, dan yang memberi pendengaran dan penglihatan, Maha berkah Allah sebaik-baiknya pencipta”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Hakim, Tirmidzi dan nasa’i).

Sebab sujud tilawah

Sebab seoarang ber sujud tilawah karena ia membaca ayat-ayat sajdah atau mendengar bacaan ayat-ayat sajdah.
Di dalam al-Quran terdapat 15 ayat yang berkenaan dengan ayatayat sajdah, yaitu sebagai berikut;

  1. Surat al-Araf ayat 206
  2. Surat ar-Ra’du ayat 15
  3. Surat an-Nahl ayat 49
  4. Surat al-Isra ayat 107
  5. Surat Maryam ayat 58
  6. Surat al-Hajj ayat 18
  7. Surat al-Hajj ayat 77
  8. Surat al-Furqan ayat
  9. Surat an-Naml ayat 26
  10. Surat as-Sajdah ayat 15
  11. Surat Shad ayat 24
  12. Surat Fushshsilat ayat 37
  13. Surat An-Najm ayat
  14. Surat al-Insyiqaq ayat 21
  15. Surat Al-’Alaq ayat 19

sujud tilawah dilakukan berapa kali?

Bagi yang bertanya sujud tilawah dilakukan sebanyak berapa kali maka jawabannya adalah dilakukan sekali saja. Sama seperti sujud syukur.

Untuk informasi yang lain, Biasanya dalam mushaf al-Quran terdapat tanda bahwa ayat dimaksud merupakan ayat sajdah, berupa tanda kubah untuk menandai bahwa ayat tersebut adalah ayat sajdah maka terdapat tanda kubah masjid dan terdapat tulisan سجدة di sebelah ayat-ayat sajdah tersebut.

Demikian informasi mengenai sujud tilawah, sugeng siang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Pengertian Sujud Syukur Kapan dilakukan dan berapa kali

Informasi tentang pengetian dari sujud syukur dan dan dilakukan berapa kali sebanyak dilaksanakan beserta waktu syujud syukur kapan saatnya beserta keterangan tempat pelaksanaan.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sugeng enjang selamat pagi, pernah dengar sujud syukur? Bagaiaman hukumnya? Jika anda hendak mengetahui mengenai hal berkaitan dengan bahasan ini anda dapat membuka buku fikih MTs kelas 8, yang rangkumannya sebagaimana dibawah ini.

Pengertian sujud syukur

Jika ada pertanyaan dalam ujian mid semester atau semesteran untuk MTs kelas 8 dengan bunyi “ Sujud Syukur adalah? Maka jawaban dibawah ini.

Sujud adalah meletakkan dahi seluruh bagian telapak tangannya di atas tanah dan mengangkat kedua siku-sikunya.di atas tanah dengan penuh ketundukan dan kekhusyu’an Sedangkan syukur dan kata-kata yang seakar dengannya di dalam al-Quran meliputi makna ‘pujian atas kebaikan’, ‘ucapan terimakasih’, atau ‘menampakkan nikmat Allah Swt ke permukaan’, yang mencakup syukur dengan hati, syukur dengan lidah, dan syukur dengan perbuatan. Di dalam hal ini, syukur juga diartikan sebagai ‘menggunakan anugerah Ilahi sesuai dengan tujuan penganugerahannya’

Pengertian sujud syukur : sujud terima kasih, yaitu sujud satu kali di waktu mendapat keuntungan yang menyenangkan atau terhindar dari kesusahan yang besar.

Dalil tentang sujud syukur

Berikut dalil naqli mengenai sujud syukur yang terdapat dalam alquran beserta ayatnya.

Surat Ibrahim Ayat 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

tulisan Latin : Wa iż taażżana rabbukum lain syakartum laazīdannakum wa laing kafartum inna ‘ażābī lasyadīd

Arti bahasa Indonesia : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Surat Al-Baqarah Ayat 152

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Tulisan Latin: Fażkurụnī ażkurkum wasykurụ lī wa lā takfurụn

Artinya : Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Hadits tentang sujud syukur

Dari riwayat Ahmad 1:191 dan alHakim 1:735 (dan menurut Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi) Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah sujud yang panjang, kemudian beliau mengangkat kepalanya, lantas beliau bersabda;

إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ أَتَانِى فَبَشَّرَنِى فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلَّيْتُ عَلَيْهِ وَمَنْ سَلَّمَ عَلَيْكَ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَسَجَدْتُ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ شُكْراً

“Sesungguhnya Jibril ‘alaihis salam baru saja mendatangiku lalu memberi kabar gembira padaku, lalu berkata, “Allah berfirman: ‘Siapa yang bershalawat untukmu, maka Aku akan memberikan shalawat (ampunan) untuknya. Siapa yang memberikan salam kepadamu, maka Aku akan mengucapkan salam untuknya’. Ketika itu, aku lantas sujud kepada Allah sebagai tanda syukur.”

Hukum Sujud Syukur

hukum bersyukur dengan cara melakukan sujud syukur adalah sunah, dengan begitu hukumnya sujud syukur adalah sunnah (dikerjakan mendapat pahala jika ditinggalkan tidak apa apa).

Syarat Sujud Syukur

Dalam mengejawantahkan rasa terima kasih kepada Allah melalui cara sujud, perlu diperhatikan syarat syarat dibawah ini;

a. Suci badan, pakaian, dan tempat,
b. Menghadap kiblat
c. Menutup aurat

itulah persyaratan dalam melaksanakannya. Selanjutnya bagaimana caranya? Silakan disimak lanjutannya.

Cara sujud Syukur

Secara umum, berikut adalah tata cara dalam melaksanakan bersujud Syukur.

  1. Niat (di dalam hati)
  2. Takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan
  3. Takbir untuk sujud tanpa mengangkat kedua tangan
  4. Sujud
  5. Bangkit dari sujud sambil takbir
  6. Duduk sesudah sujud (tanpa membaca tasyahhud)
  7. Salam

catatan mengenai kondisi orang dalam bersujud mengenai kesucian dari hadats, sebagian ulama tidak mensyaratkan harus suci dan sebagian lagi mensyaratkannya.

Bacaan Sujud Syukur

Bacaan sujud syukur ini memiliki kesamaan atau memang sama dengan bacaan sujud tilawah, berikut bacaan sujud syukur lengkap dengan harakat syakal beserta tulisan latin dan artinya;

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَا رَكَ اللهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

Latin : sajada wajhiya lilladzii kholaqohu wa showwarohu wa syaqqa sam’ahu wa bashorohu bihaulika wa quwwatihi fatabaarokallaahu ahsanul khooliqiin

Artinya:
“Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.”

Membaca bacaan doa sebagaimana yang tersebut dalam Al Quran surah An Naml ayat 19

رَبِّ اَوۡزِعۡنِیۡۤ اَنۡ اَشۡکُرَ نِعۡمَتَکَ الَّتِیۡۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَیَّ وَ عَلٰی وَالِدَیَّ وَ اَنۡ اَعۡمَلَ صَالِحًا تَرۡضٰىہُ وَ اَدۡخِلۡنِیۡ بِرَحۡمَتِکَ فِیۡ عِبَادِکَ الصّٰلِحِیۡنَ

Latin : robbi auzi’niy an asykuro ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala soolihan tardloohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikash shoolihiin.

Artinya:
Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih.” (al Qur’an Surat An-Naml ayat 19).

Niat Sujud Syukur arab latin dan arti

Berikut bacaan niat sujud syukur lengkap dengan harakat syakal beserta tulisan dalam latin disertai dengan artinya.

نَوَيْتُ سُجُوْدَ الشُّكْرِ سُنَةَ للهِ تَعَالَى

“Nawaitu sujudas syukri sunnatan lillahi ta’ala”.

Arti
“aku niat sujud syukur sunnah karena Allah Ta’ala”.

Manfaat Sujud Syukur

Apa saja manfaat dari sujud syukur? Berikut disampaikan beberapa manfaatnya;

  1. Menjadi selalu ingat kepada Allah Swt, karena nikmat dan karunia hanya dari Nya.
  2. Terhindar dari sifat sombong, karena apa yang diraih manusia berasal dari Allah Swt
  3. Akan menambah nikmat Allah Swt, karena orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya.
  4. Di akhirat akan disediakan tempat yang istimewa bagi yang pandai bersyukur.

Praktek Sujud Syukur

Dalam prakteknya, sujud ini merupakan sujud yang bersifat spontan, misalnya mendengar berita lulus Ujian Nasional atau nilai fikih yang baik, spontan bersujud syukur. Dan juga karena berbagai kenikmatan lainnya.

demikian tentang sujud syukur, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.