Kerpiye tegese unen – unen tembung saloka sing unine wong ala atekad pati? Unine salokane yaiku durjana mati raga. Jadi orang yang jahat bertekad sampai mati saloka dalam bahasa Jawa artinya yaitu seorang durjana mati tubuh(nya).
pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu, wilujeng dalu selamat membaca para pelajar siswa siswi sekolah maupun pecinta sastra Jawa khususnya dalam Basa rinengga jenise tembung saloka.
BACA :
Wong gedhe utawa luhur, ilang kaluhurane, salokane
Mulangi wong sing wis bisa, salokane
Nemu cilaka marga saka guneme dhewe, salokane
Dalam tembung saloka ini menggambarkan orang yang jahat (misalnya pencuri, begal, perampok, dan kejahatan lainnya) bertekad untuk mati dalam melaksanakan kejahatannya.
Contoh misalnya ada pengawal uang ATM pada bank yang akhirnya malah merampok uang yang ada dalam kawalannya. Dia bahkan juga menghilangkan nyawa rekan kerjanya guna mendapatkan uang yang ia inginkan.
Saya tidak menyebut institusi ya dalam contoh ini, namun hal ini memang terjadi di dunia nyata di Jalan Raya Magelang – Yogyakarta yang merampok uang milik Bank Danamon.
Kejadian ini menewaskan 3 orang yang salah satunya adalah pengawal yang satu atap institusi tempat sang begal atau rampok ini bekerja.
Tembung Saloka Wong Ala Atekad Pati
Jadi contoh nyata dalam kejadian ini adalah gambaran dari salokane wong olo kang nduweni tekad nganti wani mati nalika nindakake tumindak durjana utawa banget alane.
Kejadian perampokan uang Bank Danamon pada tahun 2009 di Jalan Raya Magelang – Yogyakarta merupakan contoh sempurna bagi penjahat yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk melakukan kejahatan.
Kenapa begitu?
Karena resikonya yang sangat besar. Pengawal yang lain juga juga memegamg senjata. Seandainya dia berhasil mengeksekusi rrkannya, tokh dia akan dikejar kejar oleh aparat yang hendak menangkapnya.
Dan apabila kena tangkap maka hukuman berat akan menantinya.
Wong ala tegese yaiku uwong kang nduweni wateg tumindak kang ora becik ngrugekake wong liya. Karepe wong ala iku nggambarake tumindake, dudu ala rupane utawa cacade awak.
Maksud dari kata wong ala dalam saloka ini adalah buruk atau jelek (jahat) perbuatannya, perilakunya, tindakannya. Contohnya melakukan perampokan, pembegalan, pemalakan, pencurian, dan lain sebagainya.
Atekad pati tegese utawa karepe yaiku nalikane dheweke tumindak ala kayata ngrampok, mbrgal, maling lan liya-liyane wis diniyati toh nyawa dilabuhi tekan pati.
Arti atekad pati adalah bertekad mati. Maksudnya yaitu bertekad sampai mati (mempertaruhkan nyawanya) dalam melakukan kejahatan.
Adapun kata durjana memiliki makna yang sama dengan durjana dalam bahasa Indonesia. Perbedaannya hanya dalan hal pengucapannya saja.
Dalam bahasa Jawa menggunakan huruf “O” sehingga pengucapannya yaitu durjono (sebagaimana huruf o pada kara orong-orong).
Durjana tegese yaiku wong kang nistha, artinya yaitu orang yang nista. Tegese nistha yaiku ala, tumindhak asor, kleru lan sakpiturute.
Menawa mati raga tegese yaiku ragane mati amarga oncating nyawa.
Maksudnya matiraga dalam ungkapan ini adalah sampai raganya mati yaitu keluarnya nyawa atau roh dari badannya.
