Wong Kang Nemu Cilaka Marga Saka Guneme Salokane

Wong kang nemu cilaka amarga saka gunemane dewe salokane yaiku tekek mati ulune ulone, artinya orang yang mendapatkan celaka karena omongannya sendiri yaitu tokek tewas (karena) tenggorokannya.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, perkataan yang berasal dari lidah bisa sangat bermanfaat namun juga begitu berbahaya.

Apabila tidak menjaganya dengan baik malah dapat membawa bencana.

Hal ini sebagaimana ukara unen unen tembung saloka Basa Jawa tekek mati ulune tegese yaiku uwong sing nemahi cilaka amarga saka gunemane dhewe.

Contoh yang sangat kaloka (kondhang terkenal) dalam kisah wayang saitu cerita asal usul nama Patih Sengkuni.

Adapun nama lain Sengkuni adalah Trigantalpati, Harya Suman dan beberapa lainnya. Pada masa muda memiliki wajah yang tampan rupawan serta tubuh yang bagus.

Mendapatkan sebutan Sengkuni yang merupakan rangkaian dari kata saka lan uni.

Kenapa begitu?

Wong Kang Nemu Cilaka Marga Saka Guneme

Karena akibat dia memfitnah Patih Gandamana dan menimbunnya dalam luweng (sumur yang beracun) agar Gandamana mati dalam sumur itu.

Namun akhirnya Patih Gandamana bisa selamat dan kembali mencari Harya Suman (nama lain Sengkuni).

Setelah ketemu kemudian menghajar habis-habisan sehingga wajahnya rusak, tubuhnya cacat dan akhirnya mendapatkan sebutan Sangkuni atau Sengkuni yang artinya saka uni.

Yang maksudnya saka uni (dari perkataan) ini mengakibatkan rusak wajah dan fisiknya karena ucapannya sendiri.

Saloka kang ateges Wong Kang Nemu Cilaka Marga Saka Guneme

Sebagaimana kita sampaikan bahwa salokane ungkapan ini adalah tekek mati ulune.

Tokek merupakan hewan yang memiliki suara keras atau besar. Dalam penjelasan menyebutkan bawa mati ulone yaitu mati karena menelan makanan.

Apabila menelan makanan yang terlalu besar tokek bisa tersedak tidak mampu bersuara dan akhirnya mati.

Makanya artinya adalah orang yang mendapatkan celaka karena ucapannya sendiri.

Dalam Bahasa Jawa tekek yaiku bangsane cecak gedhe ulese blorok. Tokek merupakan sebangsa cicak wang warnanya blorok.

Mati artinya adalah merenggang nyawa, tewas, dalam hal ini maksudnya bisa celaka, mendapatkan kesengsaraan dan lain sebagainya.

Ulune asale saka tembung ulu, yaitu menelan, semisal ula ngulu pitik artinya ular menelan ayam.

Demikianlah informasi mengenai tembung saloka Basa Jawa, semoga bermanfaat, salam kenal dan wassalamu’alaikum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *