Hari Sabtu Minggu Ngargoyoso Kemuning Ramai Kadang Macet

lalu lintas ngargoyoso kemuning
Share

Saat ini menyeberang jalan Karangpandan – Kemuning tak semudah 10 tahun yang lalu, apalagi saat saya masih kecil masa anak-anak SD Girimulyo sekolah yang usumnya jalan kaki dari rumah menuju sekolahan.

pontren.com – assalaamu’alaikum, sebagaimana saya rasakan siang hari tadi (19 Desember 2021). Yaitu pada saat hendak ke ATM BRI Kemuning untuk isi gopay konsumen dalam rangka mbayar hosting dan ngisi internet kartu tri yang habis masa pemakaian data nya.

Jam 11.10 (sebelas lebih sepuluh menit) saya keluar dari rumah menuju Kemuning, menggunakan jalan alternatif tengah kampung, lewat depan rumah Pak Tarno (Ketua RT 02 RW 13 Dusun Gadungan).

Sampai di perempatan nirmala, disitulah padat arus lalu lintas pengunjung berwisata bisa saya rasakan.

Perempatan nirmala bagi anak muda millenial mungkin agak kurang paham.

Yaitu perempatan sebelum kalianda (kalo dari arah dusun Gadungan), yaitu perempatan dekat rumahnya pak Haji Iskandar dan Pak Warsito, atau dulu lebih kita kenal dengan warungnya hardi.

Sebutan ini kondang di kalangan angkudes saat menurunkan penumpang yang menuju arah dusun Tlukan (gadungan etan) atau penduduk dusun Branti.

kemuning ngargoyoso macet
macet sebentar di depan Bank BRI Unit Ngargoyoso di Kemuning

Dulu kalau mau menyeberang atau melintasi perempatan jalan ini Cuma nengok kiri kanan, ada motor atau angkot yang lewat atau tidak, banyak sepinya, tinggal bablas menuju arah tujuan.

Namun pagi tadi, saya sudah nengok bola bali, ada saja kendaraan pribadi yang melintas baik motor atau mobil bahkan bis besar rombongan pelancong, plus kendaraan tangki pengangkut air.

Sejenak saya susah mencari celah untuk sekedar melintas menyeberang ke arah kiri, mungkin sekitar satu menit dua menit waktu yang saya perlukan untuk mengikuti arus.

Hari Sabtu Minggu Ngargoyoso Kemuning Ramai Kadang Macet Lalu lintas yang ramai Lancar dan Padat Merayap

Setelah bisa menyeberang, drama juga belum usai.

Kondisi lalu lintas dari lapangan dusun gadungan sampai dengan pasar kemuning padat merayap karena banyaknya mobil dan juga kendaraan besar semisal Bus dan juga tangki air.

Kebanyakan menuju ke arah atas, hanya sesekali kendaraan yang turun karena saat itu masih siang hari.

Kondisi lalu lintas ini semakin menakjubkan ribetnya karena setelah kalianda jalannya berupa tanjakan dan agak bergelombang aspalnya. Apalagi ndilalah didepan ada truk dan bus serta mobil tangki air.

macet menuju kebun teh kemuning
perjalanan tersendat karena ramainya lalu lintas dan simpangan bis besar dekat parkiran wisata Kemuning

Mau overlap memakai motor tua supra fit juga kurang mumpuni karena tenaganya yang hanya 100 cc sehingga dengan sabar mencari celah untuk menyalibnya.

Ada kesempatan melewati sederet kendaraan gede ini kemudian gassss poool supaya tidak larut dalam kondisi lalu lintas padat merayap.

Kalau sedang bejane awak, bisa saja tidak padat merayap, namun tetap saja masih ramai meski lancar perjalanan. Kalau istilah lebaran sering kita dengar dengan sebutan ramai lancar.

Sampai di Bank BRI Kemuning untuk transaksi online, saya sempat nengok ke arah jalan raya.

Ternyata mobil-mobil malah berhenti karena macet.

Meski tidak terlalu lama juga, kayaknya ada simpangan dua buah bus besar yang pada kelokan sehingga salah satu perlu mengalah supaya lainnya bisa lewat.

Hal inilah yang membuat kondisi sesaat macet.

Setelah dua bus besar berhasil simpangan, tetap saja kondisi lalu lintas jam 11.30 an siang ini padat merayap karena banyaknya kendaraan.

Issue nya akan ada pemberlakuan Ganjil Genap hari Sabtu Minggu karena bahaya Covid-19

Itulah pengalaman naik motor pada hari minggu di daerah Kemuning Ngargoyoso yang sekarang sudah ramai banyak pengunjung.

Bahkan berita solopos online menyebutkan bahwa dinas yang mengurusi ini sudah mengajukan kepada Bupati Karanganyar untuk memberlakukan plat ganjil genap untuk hari sabtu dan minggu.

Pemberlakuan untuk area Tawangmangu dan Ngargoyoso, perihal pemberlakuannya menunggu persetujuan Bupati sebagaimana berita pada solopos yang tadi pagi saya baca.

Salah satu pertimbangan pemberlakuan ini adalah meminimalisir keramaian dalam rangka antisipasi atau mitigasi virus corona covid-19.

Wis ora jamane cah saiki koyo mbiyen sik mlayu mlayu bengok-bengok ngoyak – oyak dan berteriak “bis gede liwat, bis gedhe liwaaat” sambil membaui aroma solar yang keluar dari knalpot bus. Wilujeng sonten, wassalaamu’alaikum.


Share

Oleh Mumtaz Hanif

salam blogger

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.