Cerita Barangkat Sekolah Naik Bus di Karanganyar

Cerita Barangkat Sekolah Naik Bus di Karanganyar

Ini cerita dari salah satu siswa SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar tentang berangkat sekolah menggunakan kendaraan umum dari Tawangmangu ke Karanganyar.

pontren.com – Jadi ini bisa menjadi gambaran atau pembanding bagi yang dulu pernah sekolah naik bus umum nglajo dari rumah menuju sekolahan dan pulang untuk belajar di SMP atau SMA.

Umumnya di Kabupaten Karanganyar yang nglajo sekolah naik bus maupun kendaraan umum adalah murid jenjang pendidikan SMP SMA maupun yang sederajat.

Kalau masih SD kebanyakan diantar orang tua atau ada mobil jemputan.

Adapun bus yang melayani jalur Trayek Tawangmangu – Solo adalah Langsung Jaya, Setia Usaha, Rukun Sayur, juga ada yang namanya putra Lawu.

Kalau era sebelum tahun 2000 nan semua adalah bus besar, karena turunnya jumlah penumpang saat ini trayek Solo – Tawangmangu juga ada bus ukuran 3/4.

Lanjut kisah, Jadi salah satu siswa yang tinggal di Dusun Ngunut Kidul Tawangmangu menceritakan keseharian berjalan dari rumah ke terminal Tawangmangu untuk naik bis.

Berangkat Sekolah Naik Bus di Kabupaten Karanganyar

Pukul 05.30 WIB alias setengah enam pagi keluar dari rumah, perjalanan kaki kira kira 10 – 15 menit. Setelah itu naik bis jurusan Tawangmangu solo menuju ke lokasi paling dekat dengan sekolahannya.

Sampai di lokasi penurunan penumpang, biasanya pukul 06.30 (setengah tujuh) apabila bus berjalan santai.

Namun apabila oyak-oyakan atau ngebut bisa sampai di tempat penurunan 10 menit lebih awal alias pukul 06.20 WIB.

Pagi hari bus-bus ini hanya berhenti seperlunya saja. Maksudnya dia tidak ngetem lama di Terminal Karangpandan. Jadi hanya lewat, naik turun seperlunya kemudian lanjut lagi perjalanan.

Setelah sampai di lokasi penurunan, kemudian mereka berjalan kaki menuju ke sekolahan masing-masing.

Lumayan banyak juga penumpang anak sekolah yang naik bus dari arah timur menuju ke Karanganyar.

Banyak siswa yang mengendarai angkutan umum ini misalnya murid SMP 3 Karanganyar, SMK Penda, SMK Muhammadiyah 2, SMP Darul Arqom, santri MAN, MTs Karanganyar, SMK Bhakti Karya, Wikarya, SMK Negeri 1, SMK Muh 1 dan lain sebagainya.

Kebanyakan anak anak ini turun di SMP 3 Karanganyar, Kemudian kreteg gantung untuk SMK Muhda gedung 2, MTs 2 Karanganyar. Adapula yang berhenti di masjid Mukarromah bangjo dekat Mulyo. Adapula yang turun di taman pancasila.

Hal ini bergantung sekolahan dan selera mereka untuk sedikit berjalan kaki dari jalan raya menuju ke sekolahan masing masing.

Berapa tarif pelajar untuk bus di Karanganyar. Agak fleksibel juga. Jadi biaya naik bis bagi pelajar antara 3.000 – 4.000 (tiga ribu sampai empat ribu rupiah).

Kenapa berbeda? Kata anak-anak bergantung keneknya, kalau sudah kenal katanya saat bayar pakai uang 4000 dijujuli seribu rupiah.

Untuk penumpang pada jam sibuk berangkat sekolah memang anak-anak mendominasi sebagai penumpang kendaraan umum ini. Namun yang berangkat dari terminal tawangmangu nyaris pasti dapat tempat duduk,

Berbeda apabila sudah nyegat setelah terminal Karangpandan, ada potensi berdiri atau bahkan nggandul apabila banyak bus disewa untuk piknik atau acara keluarga.

Barengan pelajar sekolah ini umumnya yaitu para pekerja atau buruh pabrik yang juga

Pulang Sekolah Naik Bus di Karanganyar

tegese bala pecah buntut urang tembung camboran wutuh
Siswi di salah satu sekolah setingkat SLTA di Karanganyar

Umumnya jam pulang siswa SMA sederajat adalah setelah asar. untuk MTs jam 2 siang.

Untuk kepulangan, ceritanya agak lain. Jadi karena jalur bus tidak lewat jalan yang tadi (Matesih sampai ke Jungke) maka anak-anak perlu naik angkot menuju ke halte di depan polres Karanganyar. Tarif angkot untuk pelajar adalah Rp. 2000 (dua ribu rupiah).

Nah angkot ini agak mubet-mubet juga jalannya. Karena lokasinya merupakan kompleks sekolahan. Jadi kalau belum penuh biasanya belum berangkat.

Perjalanan angkot menuju halte umumnya jam 15.30 alias setengah empat sore. Setelah menunggu sekian purnama kemudian mereka mendapatkan bus menuju arah tawangmangu.

Tentu menunggu bus tidak bisa memastikan berapa lama. Kebanyakan antara 15 – 30 menit kemudian bus datang.

Jadi dari Karanganyar (kalau dari Barat, sebelum bangjo pegadaian) anak-anak menunggu di halte dan kisaran jam 4 sore mereka mendapatkan bus untuk membawa pulang ke rumah masing-masing.

Pada saat pulang, yang nyegat di pegadaian ada kemungkinan berdiri. karena para siswa dari SMP Warga solo juga sedang pulang, sehingga adakalanya yang nyegat bis di halte depan polres atau dekat pegadaian tidak uman kursi tempat duduk.

Selain para siswa, pada sore hari biasanya penumpang bus adalah buruh pabrik ataupun ibu-ibu yang pulang dari pasar.

Menurut kisah, kendaraan terakhir dari golongan bus umum berada di Karanganyar kisaran pukul 18.30 WIB alias jam setengah tujuh malam.

Jadi normalnya magrib (mungkin) anda masih bisa menuju ke Karangpandan dengan naik bis.

Jadi para pelajar yang sekolah di Karanganyar dan nglajo naik bis (baik dari Tawangmangu, Karangpandan, Ngargoyoso) kira kira biaya transportas sekali jalan adalah 8.000 – 10.000 (delapan ribu sampai sepuluh ribu rupiah).

Kenapa? Jadi saat berangkat 3000 atau 4000, biaya pulang = naik angkot 2000 dan naik bus pulang 3000 atau 4000 sehingga jumlahnya antara 8000 sampai 10.0000

Bisa saja ini masih ada biaya tambahan apabila anak itu dari Ngargoyoso yang ganti kendaraan, perlu anggaran tambahan mungkin sekali jalan 3000 atau 4000 rupiah.

Itulah cerita anak zaman now yang nglajo dari Ngargoyoso Tawangmangu Karangpandan yang sekolah ke Karanganyar.

Setidaknya tidak seperti masa lalu yang ada drama rebutan naik bus karena banyaknya pelajar yang menggunakan moda transportasi umum. Semoga saja mereka dimudahkan dalam mencari ilmu, mendapatkan rizki pekerjaan dan barakah fid dunya wal Akhirat, aamiin.

Narasumber : Kharisma Yessy Noviana

Tentang

salam blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*