Ujian Akhir Pendidikan Kesetaraan Pesantren karena Batal UN


ujian-TPQ

Ujian Akhir pendidikan kesetaraan Pesantren 2020 karena batal UN

Informasi mengenai ketentuan tentang pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) di semua tingkatan untuk kelulusan baik ula wustha maupun ulya.

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, analisa tentang tata cara pelaksanaan ujian kelulusan bagi santri pada pondok pesantren yang mengikuti program pendidikan kesetaraan pada pondok pesantren salafiyah tahun 2020.

Pelaksanaan ujian dengan metode yang seperti pada edaran dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ini terjadi karena adanya pembatalan Ujian nasional tahun 2020.

Penyebabnya adalah penyebaran virus covid-2020 yang merata di provinsi seluruh Indonesia.

Adapun ketentuan mengenai pelaksanaan ujian untuk kelulusan santri pada jenjang ula wustha maupun ulya adalah sebagai berikut;

Larangan test ujian dengan pengumpulan santri

juknis-ujian-sekolah-pendidikan-kesetaraan-pondok-pesantren

Bagi pondok pesantren dilarang menggunakan metode ujian atau tes dengan cara mengumpulkan sejumlah santri dalam satu ruangan.

Hal ini dilakukan guna mitigasi atau pencegahan penularan virus covid-19 yang dikenal luas oleh masyarakat dengan nama corona.

Bentuk ujian Akhir PKPPS Pada Pondok Pesantren

Bentuk ujian akhir dapat berbentuk portofolio, nilai rapor serta prestasi yang pernah diraih santri, penugasan, tes daring/jarak jauh, dan atau bentuk assesment jarak jauh lainnya.

Opo tho kuwi koq istilahe anyar anyar?

Portofolio

Berdasarkan tulisan Jailani Dosen Dosen FKIP Universitas Serambi Mekkah (USM) Banda Aceh dengan judul RANCANGAN MODEL PENILAIAN PORTOFOLIO DI SEKOLAH Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA Februari 2012 VOL. XII NO. 2, 232-244 disebutkan bahwa ;

Portofolio adalah suatu kumpulan atau berkas pilihan yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian.

Kumpulan atau hasil kerja tersebut berisi pekerjaan siswa selama waktu tertentu yang dapat memberi informasi bagi suatu penilaian yang objektif, yang menunjukkan apa yang dapat dilakukan siswa dalam lingkungan dan suasana belajar yang alami.

Hasil kerja dimaksud menjadi ukuran tentang seberapa baik tugas yang diberikan kepada siswa telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ada dalam kurikulum.

Penilaian portofolio didasarkan pada koleksi atau kumpulan pekerjaan yang diberikan guru kepada siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran

Unsur Penilaian

Dalam hal portofolio, terdapat 3 unsur dalam penilaiannya yaitu;

  • pengumpulan,
  • pemilihan, dan
  • penetapan dari suatu tugas.

Contoh tugas portofolio untuk santri

tema hari santri

Dibawah ini ada berbagai model tugas portofolio bagi santri maupun siswa pondok pesantren khususnya sebagai ujian untuk akhir di tahun 2020 di semua jenjang.

Dapat juga di adaptasi guna penilaian mata pelajaran reguler maupun tugas.

Berikut contoh dan model tugas perintah portofolio

  1. Hasil proyek, penyelidikan atau praktik santri
  2. Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa
  3. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan
  4. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah
  5. Laporan hasil penyelidikan
  6. Penyelesaian soal–soal terbuka
  7. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas
  8. Laporan kerja kelompok
  9. Hasil Kerja santri
  10. Dll

Nilai raport dan prestasi santri

Nah ini bentuk penilaian ujian akhir santri paling praktis yaitu melakukan akumulasi nilai raport ditambah dengan prestasi santri selama di pesantren (jika punya), misalnya maju mewakili pondok lomba, menjadi juara pidato se pesantren maupun nilai plus bagi santri dalam pelajaran tertentu.

Entah ini memang ada di dunia nyata atau hanya prasangka saya yang tidak sip terhadap lembaga, adakalanya lembaga memberikan nilai yang intuitif kepada santri alias dirapel pada saat akan ujian akhir atau nasional.

Penugasan

Dengan cara memberikan tugas yang spesifik kepada santri yang nantinya dapat menjadi pedoman guru ustadz ustadzah guna ujian akhir santri pendidikan kesetaraan pada pondok pesantren salafiyah.

Tentunya dalam penugasan ini tetap mengacu pada edaran yang berbunyi

“Ujian dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan kurikulum secara menyeluruh”.

Tes daring/jarak jauh

syarat-bantuan-insentif-guru-TPQ-madin-pondok-pesantren

Ujian ini dapat berupa tes tertulis dengan cara mengisi atau menjawab ujian yang telah dibuat secara online.

Yang paling populer dengan memanfaatkan google form yang nanti dapat direkap hasil jawaban para santri dengan format excel.

Banyak tutorial yang memberikan panduan membuat soal melalui google form ini dari awal sampai dengan yang rumit sekalipun.

Metode yang lain dengan cara mengirimkan video santri bagi pelajaran yang memerlukan praktek atau hafalan semisal tahfidz maupun praktek pidato bahasa indonesia arab maupun inggris.

Hasil rekaman ini dikirimkan kepada guru pengampu melalui whatsapp pada umumnya dan tidak menutup kemungkinan dengan media yang lain (email, youtube, telegram, dan lain sebagainya).

assesment jarak jauh lainnya.

Menurut (AS Hornby, 1986), Assessment adalah Suatu upaya untuk menentukan nilai atau jumlah.

Dari pengertian ringkas ini yang dimaksud dengan assessment adalah usaha guru untuk mendapatkan nilai santri dalam rangka ujian akhir dengan penilaian jarak jauh.

Selain portofolio ataupun ujian daring yang lain guru atau ustadz dapat berinovasi untuk mendapatkan penilaian siswa sebagaimana dalam edaran yang terdapat kata “assessmen lainnya”.

Cara penentuan kelulusan santri Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Ula Wustha dan Ulya.

beasiswa UIN Semarang

Dalam menentukan seorang santri lulus atau tidak, mengacu kepada nilai raport. Ada perbedaan acuan nilai raport bagi santri Ula dengan Wustha dan Ulya.

Untuk santri Ula, Kelulusan ditentukan berdasarkan nilai rapor lima semester terakhir (tingkat 4, tingkat 5, dan tingkat 6 semester gangsal). Nilai semester genap tingkat 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Sedangkan pada jenjang Pendidikan Kesetaraan Wustha dan Ulya, kelulusan ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir.

Nilai semester genap tingkat 9 dan 12 dapat digunakan sebagai nilai tambahan kelulusan

Itulah tentang ujian akhir bagi santri pondok pesantren yang mengikuti program kesetaraan semua jenjang beserta cara penentuan kelulusannya.

Sugeng dalu, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

monggo silakan komen atau tanya

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: