Arsip Tag: TQA

Perbedaan TPA dan TQA Menurut Juklak Kemenag

Informasi perbedaan TPA dan TQA Taman Pendidikan Al-Qur’an dengan Ta’limul Qur’an lil Aulad ditinjau dari segi definisi, tujuan pembelajaran, usia santri, mengacu kepada Keputusan dirjen Pendis dan persamaannya dalam Keputusan Pemerintah dan Peraturan Menteri Agama.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, wilujeng enjang semuanya, selamat pagi pada tanggal 9 Dzulhijjah 1441 ini semoga semuanya dalam keadaan diberikan kesehatan berkah rahmah kemudahan dan keselamatan dari Allah SWT serta kelancaran dalam aktivitas.

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) merupakan lembaga pendidikan Islam yang paling dikenal dikalangan masyarakat bersama dengan lembaga pendidikan Islam yang lain yaitu Pondok Pesantren, kemudian menyusul dibelakangnya Madrasah Diniyah Takmiliyah (madin), dan akhir akhir ini yang sedang naik daun yaitu rumah Tahfidz.

Nasib kurang sip diterima oleh lembaga Ta’limul Qur’an Lil aulad, yaitu suatu lembaga yang masih satu rumpun dengan TPQ dalam LPQ (Lembaga Pendidikan Al-Qur’an) yang dalam hal popularitas kalah jauh dengan TPQ serta Rumah Tahfidz.

Baca : Pengertian TPQ menurut para Ahli

Hanya kalangan tertentu yang mengenal baik lembaga ini yaitu dari kalangan pegawai di lingkungan Kemenag khususnya keluarga besar PD Pontren/Pakis dan kalangan penggiat LPQ yang ingin beranjak peningkatan lembaganya.

Tentunya ada perbedaan antara TPQ dengan LPQ sehingga lembaga ini memiliki nomor statistik yang berbeda dan juga adanya definisi tersendiri dari Kemenag yang tertuang dalam SK Dirjen no 91 tahun 2020.

Untuk lebih praktisnya bisa hamparkan beberapa perbedaan pokok antara TQA dan TPQ

Perbedaan TPA dan TQA segi definisi dari Kemenag

Menurut Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an terdapat bab umum yang menerangkan berbagai informasi yang ada dalam juknis dimaksud.

Termasuk didalamnya adalah menerangkan apa yang dimaksud dengan TPQ (taman Pendidikan Al-Qur’an) dan TQA (Ta’limul Qur’an Lil Aulad). Adapun dalam juknis ini yang dimaksud dengan keduanya adalah sebagai berikut;

ta’limul Qur’an Lil aulad adalah jenis pendidikan keagamaan Islam nonformal yang bertujuan agar peserta didik mampu membaca dengan tartil, menghafal, menerjemahkan dan memahami Al-Qur’an, serta mempelajari ilmu tajwid dan ulumul Qur’an.

Berbeda dengan TPQ yang dalam SK Dirjen Pendis ini diberikan pengertian atau yang dimaksud dengan Taman pendidikan Al-Qur’an adalah jenis pendidikan keagamaan Islam nonformal yang bertujuan agar peserta didik mampu membaca, menulis,, menghafal dan mengamalkan kandungan al-Qur’an.

Perbedaan penekanan dalam tujuan pendidikan

Mengacu dari SK Dirjen Pendis diatas tentang apa itu yang dimaksud dengan TPQ dan TQA, selanjutnya dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan pendidikan kedua lembaga ini memiliki penekanan yang berbeda dalam pembelajaran al-Qur’an.

Untuk lebih praktisnya perbedaan penekanan tujuan pembelajaran dapat dilihat pada bagan dibawah ini.

TPQTQA
Mampu MembacaMembaca secara Tartil
menulis huruf ArabMenghafal
MenghafalMenerjemah
PengamalanMemahami al-Qur’an dan Ulumul QUr’an
beda TPQ dan TQA dalam penekanan tujuan pembelajaran

Pada TPQ, tujuan pembelajaran adalah mengenalkan huruf al-Qur’an sampai dengan anak didik mampu membaca al-Qur’an, menulis serta menghafal dan pengamalan dalam kehidupan sehari hari, sedangkan pada TQA lebih merupakan upgrade kemampuan siswa yang sebelumnya sudah bisa membaca ditingkatkan pada taraf membaca secara tartil.

Pada bidang hafalan tentunya meneruskan kuantitas dan kualitas dari hafalan santri atau anak didik.

Baca : mengenal lebih dekat tentang TQA

Dibidang penulisan huruf arab diupgrade menjadi kemampuan dalam hal terjemah dan pemahaman al-Qur’an termasuk dalam ilmu tajwid dan ulumul Qur’an.

Dengan ulasan maksud dari tujuan pembelajaran diatas maka TQA merupakan jenjang yang lebih tinggi daripada Taman Pendidikan Al-Qur’an atau pendidikan lanjutan untuk TPQ.

Masa Pendidikan

Bagi Taman Pendidikan Al-Qur’an, masa pendidikan santri dilaksanakan antara 2-4 tahun, sedangkan masa pendidikan untuk anak didik Ta’limul Qur’an Lil Aulad adalah 3 tahun.

Ketentuan diatas mengacu dalam SK Dirjen Pendis no 91 th 2020 tentang Juklak juknis LPQ Bab II Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an Huruf c angka 2 dan 3.

Bunyi secara lengkapnya adalah sebagai berikut;

Masa pendidikan TPQ diselenggarakan selama 2 (dua) sampai 4 (empat) tahun.
Masa pendidikan TQA diselenggarakan selama 3 (tiga) tahun.

Perbedaan usia santri

Masih dalam bab yang sama pada huruf G angka 1 dan 2 menyebutkan tentang usia santri peserta didik LPQ yang didalamnya termasuk informasi usia santri TPQ dan santri TQA.

Dalam angka 2 disebutkan bahwa santri Taman Pendidikan Al-Qur’an berusia 7 tahun keatas.
Pada angka 3 menyebutkan bahwa usia santri Ta’limul Qur’an Lil Aulad adalah 12 tahun keatas.

Beda kode nomor statistik Lembaga

kode kabupaten provinsi nomor statistik kementerian agama
rumus penulisan statistik lembaga dibawah naungan Dirjen Pendis

Meskipun sama sama dalam rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an, TPQ dan TQA memiliki kode tersendiri sebagai pembeda dalam pemberian nomor statistik dan data pada Education Management information System (EMIS).

Baca : Juknis pelaksanaan Lembaga Pendidikan Al-Quran SK Dirjen Pendis no 91 th 2020

Untuk kode TPQ adalah 411 sedangkan kode TQA yaitu 421 dan dilanjutkan dengan rumusan kode selanjutnya yang sudah diatur sedemikian rupa dari Kemenag Jakarta Pusat.

Persamaan TPQ dan TQA

Jika diatas diulas mengenai perbedaan TPA dan TQA, selanjutnya akan disampaikan apa saja persamaan dari lembaga ini.

Yang pertama yaitu sama sama fokus dalam mempelajari Al-Qur’an, dimana dapat dilihat dari pengkategorian kelembagaan yang masuk pada rumpun LPQ.

Kedua, sama sama menyasar anak didik usia wajib belajar yaitu antara anak SD sampai dengan SLTP.

Ketiga, kedua lembaga ini (TQA dan TPQ) sama sama termuat dalam pasal 50 dalam PP nomor 53 tahun 2007 pasal 24 ayat 2 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan menyatakan bahwa Pendidikan Al-Qur’an terdiri dari Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA/TKQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ), Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA), dan bentuk lainnya yang sejenis.

Keempat, memiliki ketentuan yang sama dalam pengajuan pendaftaran lembaga ke Kemenag dan juga ketentuan standar serta sarana prasarana lembaga pendidikan Al-Qur’an pengecualian dalam ketersediaan type macam ruangan. Lebih jelasnya silakan dilihat dalam SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020.

Begitulah perbedaan antara TQA dan TPQ serta beberapa hal yang sama pada lembaga ini, semoga menambah wawasan khazanah keilmuan dalam pengetahuan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an, wilujeng enjang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Tujuan TQA Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Tujuan pendidikan TQA Ta’limul Qur’an lil aulad mengacu kepada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an.

pontren.com – assalaamu’alaikum kangmas mbaku, lembaga TQA tidaklah sepopuler TPQ (biasanya orang menyebut dengan TPA) di kalangan lingkungan masyarakat.

tujuan pendidikan TQA

Meskipun begitu, Lembaga TQA tetap memiliki ketentuan tersendiri dari segi nomor statistik yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama melalui aplikasi EMIS.

Sebelum mengetahui tujuan pembelajaran TQA, ada baiknya kita mengingat sejenak apa itu yang dimaksud dengan TQA.

Ta’limul Qur’an Lil Aulad merupakan salah satu pendidikan nonformal yang mengajarkan pembelajaran alqur’an dengan usia 12 tahun keatas.

Apa saja tujuan dari pendidikan TQA?

Berikut tujuannya.

Tujuan Pendidikann Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Dalam Kepdirjen no 91 tahun 2020 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 7 Januari 2020 pada huruf F Ketentuan Umum nomor 8 bahwasanya yang disebut dengan TQA adalah;

Taklimul Qur’an Lil Aulad yang kemudian disebut dengan TQA adalah jenis pendidikan keagamaan Islam nonformal yang bertujuan agar peserta mampu membaca dengan tartil, menghafal, menerjemah dan memahami al-Qur’an, serta mempelajari ilmu tajwid dan ulumul Qur’an.

baca : Beda TPQ dan TQA

Dari penjabaran TQA oleh Kepdirjen diatas ada beberapa kata kunci mengenai tujuan TQA yaitu;

  • Santri mampu membaca dengan tartil, menghafal, menerjemahkan dan memahami alquran
  • Mempelajari ilmu tajwid
  • Mempelajari ulumul qur’an.

Dengan begitu maka dapat diketahui bahwasanya tujuan keberadaan dari pendidikan Taklimul Qur’an lil aulad adalah sebagaimana tiga hal diatas.

Problem dan Hambatan TQA mencapai tujuan

Tenaga Administrasi Lembaga TQA

Pada dasarnya untuk tujuan yang pertama yaitu santri dapat membaca dengan tartil, menghafal dan menerjemahkan mempunyai masalah yang sama dengan tujuan nomor dua dan tiga.

Apa itu problematika yang dihadapi?

Yaitu kekurangan guru yang mumpuni untuk memberikan pembelajaran membaca secara tartil, hafidz alqur’an serta menerjemahkan.

Sama terjadi pula dalam hal pembelajaran ilmu tajwid dan ulumul qur’an.

Yang mana keberadaan guru yang ahli dalam bidang ilmu tajwid secara mumpuni, bukan alakadarnya termasuk tidak banyak.

baca : Mengenal TQA Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Bahkan jikapun ada, belum tentu memiliki keinginan untuk mengajar TQA karena berbagai kesibukan pekerjaan atau memang malas mengajar lembaga TQA.

Terlebih lagi pada jenjang keilmuan ulumul Qur’an, semakin sedikit lagi ustadz ustadzah yang memiliki keilmuan mumpuni dan mendalam tentang ulumul qur’an.

Apabila ada yang ahli dibidang ini biasanya memiliki posisi terhormat secara strata sosial dan banyak kesibukan.

Kondisi ini membuat seorang ahli dalam ilmu ulumul qur’an tidak banyak yang terjun langsung mengajar anak anak Taklimul Qur’an Lil Aulad.

Demikian analisa pribadi mengenai tujuan dari keberadaan pendidikan TQA beserta problem adanya guru yang memprihatinkan.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Beberapa Lembaga Rumpun LPQ yang Kurang dikenal Masyarakat

Analisa tentang beberapa lembaga yang termasuk dalam rumpun Lembaga Pendidikan al-Qur’an yang relatif tidak terkenal pada kalangan masyarakat umum atau awam.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, wilujeng dalu para pemerhati lembaga pendidikan al-Qur’an di pelosok tanah air, semoga kesehatan dan keselamatan senantiasa dilimpahkan kepada anda semuanya.

Dengan adanya SK dirjen Pendis no 91 tahun 2020 dapat diketahui apa saja lembaga yang masuk dalam kategori rumpun LPQ.

Dalam SK dirjen dimaksud terdapat 6+ (enam plus) lembaga yang masuk dalam kategori rumpun LPQ.

Kenapa ada plusnya? Karena dalam juklak LPQ ini disebutkan secara jelas dan gamblang 6 nama lembaga dimaksud disertai dengan keterangan atau lembaga sejenis.

Jadi plusnya adalah lembaga lain yang sejenis.

Apa saja keenam lembaga tersebut?

Inilah dia 6 lembaga yang masuk dalam rumpun Lembaga Pendidikan al-Qur’an.

  1. PAUDQU = Pendidikan anak usia Dini al-Qur’an;
  2. TKQ = Taman Kanak-Kanak al-Qur’an;
  3. TPQ = Taman Pendidikan Al-Qur’an;
  4. TQA = Taklimul Qur’an Lil Aulad;
  5. RTQ = Rumah Tahfidz Al-Qur’an;
  6. Pesantren Tahfidz Al-Qur’an.

Dari keenam lembaga ini akan kami analisa mana saja lembaga yang menurut admin pontren masuk dalam kategori kurang dikenal pada masyarakat luas (versi pontren.com)

TQA Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Salah satu lembaga yang sudah lama malang melintang di dunia juknis maupun buku panduan yang diterbitkan oleh Kementerian Agama.

Sayangnya lembaga ini relatif tidak banyak dikelola oleh pihak pihak yang berkompeten baik kalangan yayasan maupun pondok pesantren.

Keberadaan madrasah diniyah takmiliyah sebagai lembaga tersendiri juga menggerus popularitas lembaga ini.

Kami pribadi melihat para penggiat pendidikan keagamaan lebih menyukai membuat lembaga madrasah diniyah takmiliyah dibandingkan TQA sebagai kelanjutan siswa siswi lulusan TPQ.

TKQ Taman Kanak Kanak Al-Qur’an

Nasibnya relatif lebih baik dalam dikenal oleh masyarakat, akan tetapi dalam pengelolaan yang bercampur dengan TPQ membuat nama lembaga ini tenggelam dan melebur bersama Taman Pendidikan al-Qur’an.

Meskipun pengelola sudah memisahkan lembaga TKQ dengan TPQ, akan tetapi saat masih dalam satu atap, para orang tua wali santri banyak yang beranggapan bahwa anaknya sekolah di TPQ atau minimal beranggapan sama saja antara TKQ dan TPQ.

Pada beberapa kasus bagi TKQ yang dikelola lebih baik akan mendapatkan popularitas tersendiri di masyarakat, misalnya yang dikelola oleh rekan saya di Jawa Barat yang mendesain TKQ sebagaimana TK formal.

RTQ Rumah Tahfidz Al-Qur’an

alumni TPQ setelah masa Kemerdekaan

Ini merupakan suatu lembaga yang unik, dimana popularitasnya mendahului juknis yang ada.

Maksudnya bagaiamana? Maksud kami bahwa rumah tahfidz sudah eksis di tengah tengah masyarakat akan tetapi belum ada ketentuan dari Kemenag yang mengaturnya.

Beberapa tahun yang lalu keberadaan rumah tahfidz ini sempat membuat bingung para pengelola EMIS di Kabupaten, hendak dimasukkan kemana rumah tahfidz ini, apakah dalam kategori Madrasah Diniyah Takmiliyah atau lembaga Pendidikan al-Qur’an semisal TPQ?

Akhirnya dengan keberadaan SK Dirjen no 91 ini kemudian menjadi jelas dan terang benderang bagaimana posisi Rumah Tahfidz (al-Qur’an) secara administrasi di Kementerian Agama.

Setidaknya rumah tahfidz memiliki posisi lebih mapan dan baik dalam dikenal oleh masyarakat karena menawarkan fokus pendidikan yang kongkrit dan terukur.

Maksudnya kongkrit yaitu berupa hafalan santri dimana orang tua dapat langsung mengetahui sampai dimana kualitas hafalan anak anak yang belajar pada RTQ dimaksud.

Kurang terkenal RTQ di kalangan masyarakat terletak pada bagaimana dan seperti apa administrasi kelembagaannya serta ketentuan dan aturan mengenai kelengkapan administrasi di Kementerian Agama.

PAUDQU Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an

nah untuk lembaga ini baru saya ketahui setelah beberapa bulan terbitnya SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020.

merupakan salah satu lembaga yang agak berbeda dalam rumpun LPQ.

perbedaannya terletak pada bentuk lembaga ini yang formal, sedangkan lembaga lain semisal TPQ TQA Rumah Tahfidz dimasukkan dalam kategori pendidikan Madrasah nonformal.

saya agak mencurigai, keberadaan PAUDQU adalah reaksi atas keberadaan dari PAUD TPQ yang berada dibawah Kemendiknas atau Kemendikbud.

moso Kemendikbud punya lembaga yang diakui formal dengan nama PAUD TPQ dibawah organisasi Badko, sedangkan Kemenag sendiri tidak mempunyai lembaga formal sejenis,

makanya respon dari Dirjen Pendis kemudian membuat yang namanya PAUDQU yang berada di rumpun LPQ yang kemudian ditempatkan pada Direktorat PD Pontren (mestinya).

Popularitas TPQ mengalahkan keterkenalan lembaga Induknya

tema hari santri

Orang di desa atau dikota yang beragama Islam tentunya akan segera paham jika ditanya tentang TPQ atau TPA sebagai tempat belajar ngaji anak di sore hari.

Saking kondangnya TPQ (masyarakat biasa menyebut dengan TPA) bahkan mampu menenggelamkan LPQ sebagai induk dari lembaga ini.

Seperti popularitas Bali yang mengalahkan Indonesia, atau populernya Diego Armando Maradona yang lebih terkenal dibanding Napoli sebagai klubnya, atau Tawangmangu yang lebih dikenal daripada Kabupaten Karanganyar.

Jika dalam dunia maya internet atau teknologi, seperti popularitas google yang lebih familiar di muka bumi ini dibandingkan perusahaan alphabet sebagai induk perusahaannya.

Hal ini juga berlaku bagi lembaga pondok pesantren khusus tahfidz, hampir bisa dikatakan keterkenalan lembaga pesantren tahfidz berkali kali lipat lebih dikenal oleh masyarakat dibandingkan dengan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ).

Dan alhamdulillah sejak lama saya sudah mengenal LPQ karena beberapa tahun saya mengajar di LPQ “Yo” yang merupakan singkatan dari Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Yogyakarta.

Saat ini malah saya jadi bingung, kalau namanya LPQ yo, selanjutnya di emis masuk kategori apa? TPQ? TQA? Atau rumah Tahfidz?

Akan tetapi melihat bagaimana pola mengajar dan sistemnya juga mata pelajaran yang diajarkan saya pribadi mengkategorikan LPQ Yo di Warungboto UH 4 (Umbul Harjo 4) Yogyakarta ini masuk dalam kategori TPQ.

Kemudian saya paham kenapa namanya bisa LPQ dimasa itu (kisaran tahun 2004), ternyata salah satu suami pengurusnya adalah Kepala Seksi di PD Pontren atau Pakis Kota Yogyakarta sehingga paham betul dengan pembagian lembaga.

Beliau memiliki anak kembar putra putri yang bernama Nurul Hafidzah Suria Saputri dan yang laki laki namanya Imamuddin suria Saputra, dipanggil Uta dan Uti oleh ibunya yang berasal dari Padang.

Saat ini si Nurul Hafidzah Suria Saputri (sepertinya) sudah menjadi seorang Dokter.

Malah ngelantur kemana mana hehe, teringat zaman dahulu kala saat mengajar di LPQ Yogyakarta dan TPQ Masjid Sebelas Maret yang terletak di Glagah (kalau gak salah).

Itulah obrolan mengenai lembaga yang sekuter alias selebritis kurang terkenal di lingkungan TPQ dan begitu kuatnya Brand TPQ di masyarakat.
Wilujeng dalu, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Kepanjangan TQA

Informasi tentang Kepanjangan TQA sebagai salah satu lembaga pendidikan Al-Qur’an yang termasuk dalam rumpun LPQ yang berada dibawah naungan Kementerian Agama pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tepatnya di Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren).

Pontren.com – assalamu’alaikum bagi para pengelola lembaga pendidikan dimanapun anda berada, saat ini kebanyakan masyarakat lebih mengenal Taman Pendidikan Al-Qur’an yang disingkat dengan TPQ, akan tetapi pada dataran di jamaah lebih banyak disebut dengan TPA.

Sebenarnya masih ada beberapa jenis lembaga pendidikan al-Qur’an yang sudah ada ketentuan secara undang undang maupun aturan lain semisal Peraturan Menteri Agama, akan tetapi karena begitu kuatnya merk generik TPA membuat hampir semua lembaga pendidikan al-Qur’an dipukul rata dengan sebutan TPA (padahal yang lebih pas disingkat dengan TPQ).

Hanya madin dan pondok pesantren saja saat ini yang secara penamaan mampu menyaingi kepopuleran TPQ, dan merangkak lembaga baru yang memiliki trade mark khusus dan sedang menanjak trend yaitu rumah tahfidz, yang baru baru ini diakomodasi keberadaannya dalam rumpun LPQ secara resmi melalui KMA, bersamaan dengan lembaga Paud Al-Qur’an dan Pesantren khusus tahfidz.

Baca ; mengenal lebih dekat Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Nasib berbeda dialami oleh TQA, yaitu suatu lembaga pendidikan al-Qur’an yang dalam strata jenjang memiliki tingkatan level lebih tinggi dari TPQ, akan tetapi secara kepopuleran kalah telak dengan Madrasah Diniyah Takmiliyah, sampai sampai ada beberapa orang yang penasaran bertanya, apa sih kepanjangan dari TQA?

Kepanjangan TQA adalah

Baiklah, berikut adalah Kepanjangan dari TQA adalah Ta’limul Qur’an Lil Aulad, jika di terjemahkan kedalam bahasa indonesia adalah pendidikan Al-Qur’an untuk anak anak.

Dengan begitu terjawab sudah apa singkatan TQA (lebih tepatnya kepanjangan TQA) sebagaimana disebutkan diatas yaitu Ta’limul Qur’an Lil Aulad.

Untuk lebih menguatkan lagi kepanjangan TQA diatas telah tercantum dalam Peraturan Pemerintah.

Baca ; Lulusan TPQ lanjut ke Madin atau TQA?

Berasarkan Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 2007 pasal 24 ayat 2 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan menyatakan bahwa Pendidikan Al-Qur’an terdiri dari Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA/TKQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ), Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA), dan bentuk lainnya yang sejenis.

Selanjutnya dalam pasal 50 Peraturan Menteri Agama no 13 tahun 2014 tentang pendidikan Keagamaan Islam disinggung juga mengenai lembaga pendidikan Al-Qur’an yang didalamnya termasuk Ta’limul Qur’an Lil Aulad.

Dari keterangan diatas bahkan dalam peraturan pemerintah disebutkan bahwa Ta’limul Qur’an Lil Aulad masuk dalam kategori Pendidikan Al-Qur’an.

Informasi Tambahan Tentang TQA

calon santri TQA
calon santri Ta’limul Qur’an Lil Aulad ditemani ibunya bermain ayunan

Sebagai informasi tambahan, dalam Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al Quran SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 memberikan pengertian tentang ta’limul Qur’an Lil aulad adalah jenis pendidikan keagamaan Islam nonformal yang bertujuan agar peserta didik mampu membaca dengan tartil, menghafal, menerjemahkan dan memahami Al-Qur’an, serta mempelajari ilmu tajwid dan ulumul Qur’an.

Berbeda dengan TPQ yang dalam SK Dirjen Pendis ini diberikan pengertian atau yang dimaksud dengan Taman pendidikan Al-Qur’an adalah jenis pendidikan keagamaan Islam nonformal yang bertujuan agar peserta didik mampu membaca, menulis,, menghafal dan mengamalkan kandungan al-Qur’an.

Adapun secara administrasi, secara kelembagaan, TPQ dan TQA masuk dalam kategori LPQ, akan tetapi memiliki kode tersendiri untuk masing masing lembaga, yang nantinya akan menjadi identitas lembaga yang disebut dengan nomor statistik.

Dalam penyusunan nomor statistik lembaga Pendidikan Islam dibawah Dirjen Pendis, Bagi lembaga Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) kode lembaga = 411, sedangkan untuk Ta’limul Qur’an lil ’Aulad (TQA) kode lembaga = 421.

Demikian informasi tentang kepanjangan dari TQA yang seperti anda ketahui adalah Ta’limul Qur’an Lil Aulad dan termasuk dalam rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an mengacu kepada Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri Agama, dan juga SK Dirjen Pendis. Wilujeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Alasan Prosedur Penutupan Pencabutan Tanda Daftar LPQ

Ketentuan pencabutan izin operasional Teman Pendidikan Al-Qur’an dan lembaga sejenis (TQA, Rumah Tahfidz, Paud AlQur’an dan lain-lain) yang termasuk dalam rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an mengacu kepada Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 yang ditetapkan di Jakarta tanggal 7 Januari 2020.

Baca;

Prosedur Pendaftaran Rumah Tahfidz dan TPQ ke Kemenag #
Blangko pengajuan Pendaftaran TPQ dan lembaga Sejenis #
Masa berlaku tanda daftar izin operasional TPQ #

Pontren.com – Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, ada pendaftaran, adapula pencabutan tanda daftar lembaga mengacu kepada Juklak penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an.

Ada 3 hal sebagai pertimbangan dalam pencabutan Tanda Daftar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yaitu;

  1. Lembaga penyelenggara tidak aktif menyelenggarakan pendidikan selama 2 (dua) tahun berturut-turut.
  2. Lembaga Pendidikan Al-Qur’an berubah menjadi satuan pendidikan lain; dan
  3. Terbukti mengajarkan ajaran yang menyimpang atau perilaku yang mengarah pada disintegrasi bangsa dan negara.

Akan tetapi lembaga tersebut tidak serta merta langsung dicabut daftar lembaganya.

Dalam prosedur penutupan LPQ pada angka 2 disebutkan bahwa apabila Lembaga Pendidikan Al-Qur’an terindikasi dan terbukti melakukan pelanggaran seperti ketiga hal diatas maka terlebih dahulu dijatuhi sanksi administratif dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

ilustrasi guru TPQ menata administrasi Donatur bagi lembaga
ilustrasi guru TPQ menata administrasi Donatur bagi lembaga

Dalam hal pencabutan izin operasional, dilakukan setelah adanya verifikasi faktual dengan adanya indikasi terjadi kondisi sebagai dasar petimbangan pencabutan.

Dalam hal dasar pertimbangan pencabutan daftar LPQ dapat berasal dari

  1. Lembaga Pembina dan atau
  2. Pengaduan masyarakat.

Dengan adanya indikasi sebagai pertimbangan tanda daftar LPQ, Kepala Seksi atas nama Kankemenag memberikan tugas kepada tim untuk melakukan verifikasi faktual dengan ketentuan berikut ini;

  1. Kepala Seksi menunjuk dan menugaskan tim di lingkungan Kankemenag.
  2. Jika dipandang peru dapat menyertakan mitra kerja atau lembaga pembina, dan unsur masyarakat sebagai bagian dari Tim.
  3. Tugas tim melakukan verifikasi faktual atas indikasi kondisi yang menjadi pertimbangan pencabutan tanda daftar LPQ
  4. Verifikasi faktual dilakukan dengan cara observasi langsung ke lokasi penyelenggaraan LPQ dan wawancara dengan pengawas, penyuluh agama/tokoh masyarakat, pengurus/ustadz penyelenggara, pengelola, santri dan tenaga pendidik dan kependidikan LPQ.
  5. Tim dapat memberi masukan atau bimbingan teknis terkait pemenuhan ketentuan khusus dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki manajemen.
  6. Tim menyusun laporan pelaksanaan tugas dengan materi berupa penelaahan terhadap indikasi terjadinya kondisi yang menjadi dasar pertimbangan pencabutan tanda daftar LPQ.
  7. Laporan pelaksanaan tugas menjadi bahan bagi kepala Seksi untuk menetapkan lembaga yang dicabut tanda daftar LPQ, melalui rapat pertimbangan pencabutan tanda daftar LPQ.
  8. Kepala Seksi melaporkan hasil Rapat Pertimbangan Pencabutan Tanda Daftar LPQ kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota.

Hasil pertimbangan pencabutan tanda daftar LPQ menjadi dasar Ka. Kankemenag untuk menetapkan keputusan pencabutan Tanda Daftar LPQ.

Kepala Kankemenag Kabupaten atau Kota menyampaikan Keputusan Pencabutan Tanda Daftar LPQ kepada penyelenggara.

Begitulah alasan apa saja sebagai dasar pencabutan izin operasional TPQ dan juga langkah dan ketentuan pencabutan tanda daftar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang didalamnya terdapat TPQ, TQA, Paud Al-Qur’an, Rumah Tahfidz dan juga lembaga sejenis.

Sugeng siang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Masa Berlaku SK Tanda Daftar LPQ TPQ Rumah Tahfidz

Informasi mengenai masa berlaku Tanda Terdaftar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an TPQ, TQA, maupun rumah Tahfidz (RTQ) yang oleh kalangan masyarakat disebut dengan izin operasional lembaga berdasarkan petunjuk pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an yang ditetapkan pada tanggal 7 Januari 2020.

Baca;

Contoh Proposal Pengajuan pendaftaran TPQ ke Depag #
Form Blangko Pengajuan Tanda Daftar Rumah Tahfidz
Prosedur dan Langkah pengajuan Nomor Statistik & Tanda Daftar RTQ dan TPA

Pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sugeng dalu para penyimak perkembangan dunia pendidikan Islam utamanya dalam rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an (Paud-Q), Taman Kanak Kanak Al-Qur’an (TKQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Taklimul Qur’an Lil Aulad (TQA), Rumah Tahfidz Al-Qur’an (RTQ), termasuk pesantren takhassus tahfidz ataupun lembaga yang sejenis.

Dengan keberadaan SK Dirjen Pendis nomor 91 tahun 2020 tentang Juklak Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an maka mulai dengan ditetapkan Surat Direktur Jenderal Pendidikan Islam ini terdapat pembatasan masa berlaku dari tanda daftar Lembaga yang termasuk dalam rumpun LPQ.

Pembatasan ini juga tertuang dalam SK Penetapan Tanda Daftar yang diberikan kepada Lembaga dimana pada poin bawah disebutkan berapa lama berlakunya SK Tanda Daftar ini (orang biasa menyebut dengan izin operasional) dan kapan mulai dihitung sebagai patokan dalam menentukan expired nya SK dan nomor statistik.

Untuk mengetahui ketentuan mengenai masa berlaku tanda daftar lembaga baik itu TPQ TQA Paud Al-Qur’an maupun rumah tahfidz yang dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau kota, berikut kami ringkaskan ketentuan yang mengatur masa berlaku tanda terdaftar beserta penghitungan kapan dimulai sebagai patokan nanti akhir dari SK Kankemenag.

Berikut keterangannya.

Sejak Kapan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an resmi terdaftar

Dalam SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 Bab III tentang Pendaftaran dan Penutupan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an pada huruf E perihal Masa Berlaku Tanda Daftar di angka satu (1) disebutkan bahwa Pendaftaran Satuan LPQ berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Tanggal penetapan ini dapat dilihat pada bagian bawah SK Tanda Daftar yang ditanda tangani oleh Ka. Kankemenag maupun di Piagam yang tercantum nomor statistik lembaga. Nah disitulah tertera tanggal penetapan sebagai mulai belaku Pendaftaran Satuan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an baik TPQ, TQA, Rumah Tahfidz Al-Qur’an maupun Paud Al-Qur’an.

Pendaftaran Satuan Pendidikan LPQ Berlaku sejak tanggal ditetapkan.

SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 Bab III Huruf E angka 1

Masa Berlaku Tanda Daftar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (TPQ Rumah Tahfidz ataupun lembaga sejenis).

masa berlaku tanda daftar LPQ TPQ Rumah Tahfidz

Dalam ketentuan ini agak susah mengatakan berapa tahun sebenarnya masa berlaku lembaga, kesusahan terjadi karena dalam ketentuan ini tidak disebutkan dengan pasti mengenai ketentuan masa berlaku izin operasional berakhir.

Dalam ketentuan hanya disebutkan bahwa tanda daftar TPQ TQA Rumah tahfidzz ataupun lembaga sejenis yang berada dalam rumpun LPQ akan dievaluasi setelah jangka 5 tahun terhitung sejak tahun pelajaran pertama dikeluarkan tanda daftar.

Kalau dipahami, apabila tanda daftar lembaga dievaluasi dari Kementerian Agama dan tidak ada kendala atau masalah, otomatis izin operasional akan tetap berlaku tanpa perlu pembaharuan SK atau pengajuan permohonan perpanjangan SK Tanda Daftar.

Agak ambigu juga bagaimana menentukan suatu tanda daftar lembaga ini kapan berakhirnya.

Akan tetapi ada ketentuan yang mengatur mengenai penutupan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang akan ditulis pada artikel yang lain.

Kesimpulannya bagaimana? Admin pontren berpendapat bahwa secara umum masa berlaku izin operasional lembaga adalah 5 tahun, akan tetapi jika dievaluasi tidak ada kendala maka secara otomatis akan diperpanjang tanpa perlu adanya pengajuan proposal perpanjangan yang baru ataupun penerbitan SK Tanda Daftar yang diperbaharui.

Dalam SK Tentang Penetapan Tanda Daftar LPQ pada ketetapan kedua disebutkan bahwa tanda daftar diberikan dalam jangka 5 tahun sejak pelajaran pertama ditetapkan dan selanjutnya dapat diperpanjang sesuai ketentuan dan perundang undangan yang baru.

Tanda Daftar ini diberikan untuk jangka waktu lima (5) tahun terhitung sejak tahun pertama setelah ditetapkan keputusan ini dan selanjutnya dapat diperpanjang lagi sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan.

Surat Keputusan Tentang Penetapan tanda Daftar LPQ

Penghitungan awal mula 5 tahun Tanda Daftar

Jika anda perhatikan, ukuran usia SK Tanda daftar atau izin operasional ini berbeda dengan izin operasional pada pondok pesantren, bagi ponpes, yang menjadi dasar masa berakhir izin operasional adalah tanggal ditetapkan atau di sahkan izin operasionalnya.

Sedangkan untuk Lembaga pendidikan Al-Qur’an, penghitungan dimulai sejak tahun pelajaran pertama ditetapkan keputusan tanda daftar. Umumnya lembaga TPQ TQA ataupun rumah tahfidz memulai tahun pelajarannya pada bulan Juli bagi yang menggunakan kalender syamsiyah ataupun di bulan Syawal untuk lembaga yang memakai kalender sistem Qamariyah.

Entah apakah nantinya akan ada kepastian dalam durasi izin operasional ini atau memang dengan menggunakan metode bahwa SK berlaku terus sampai dengan adanya SK yang mencabut nomor statistik lembaga beserta tanda daftarnya.

Demikian, sugeng dalu, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Contoh Profil LPQ dari Kemenag

Informasi tentang profil TPQ, TKQ, TQA, Rumah Tahfidz Al-Qur’an Paud Q, dan pesantren takhassus tahfidz yang termasuk dalam rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an sebagai lampiran pendaftaran tanda terdaftar dan nomor statistik di Kementerian Agama berdasarkan SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan Islam yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 7 Januari pada tahun 2020.

Baca;

FORMAT SURAT PENGANTAR PROPOSAL PENDAFTARAN LPQ
FORMULIR PENDAFTARAN LPQ
FORMAT TANDA TERIMA PROPOSAL PENDAFTARAN LPQ

pontren.com – informasi tentang contoh profil Taman Pendidikan Al-Qur’an, Taman Kanak-kanak al-Qur’an, RTQ (rumah tahfidz al-Qur’an, Taklimul Qur’an Lil Aulad dan lembaga lain yang berada dibawah naungan rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an sebagai salah satu lampiran dalam pengajuan proposal izin operasional lembaga yang disebut dengan SK Tanda Terdaftar dari Kepala Kankemenag Kabupaten atau kota.

Dalam format ini terdiri dari data umum berupa identitas lembaga, informasi organisasi pengelola, bagan pendidik dan tenaga kependidikan dan sarana prasarana lembaga berupa ruang dan peralatan dalam anak didik bermain.

contoh-profil-rumah-tahfidz

Lebih lengkapnya bagaimana bentuk data contoh profil TPQ TKQ TQA PAUD al-Qur’an yang dicontohkan dalam petunjuk pelaksanaan pendidikan Islam melalui SK Dirjen Pendis Kementerian Agama adalah sebagai berikut;

Format Profil Lembaga

Data Umum
a. Identitas Lembaga
1) Jenjang : PAUD Al-Qur’an/Dasar/Lanjut*
2) Jenis Satuan Pendidikan :
TPQ atau jenis lainnya
TQA atau jenis lainnya
RTQ atau jenis lainnya
3) Nama Lembaga :
4) Alamat Lembaga :
5) Provinsi :
6) Kab/Kota :
7) Kecamatan :
8) Desa/Kelurahan :
9) RT/RW atau jalan :
10) Kode pos :
11) Email :
12) Kepala :
13) No kontak :
14) Lembaga pembina : Maarif/Aisyiyah/LPPTKA/Badko TPQ/BKPaksi/Qiroati/Yanbu’a/An Nahdliyah/Tilawati/…………….*
15) Metode pembelajaran : Qiroati/Iqra/al barqi/Yanbu’a /Tilawati/An Nahdliyah/Al Jabari /……………..*
b. Organisasi Pengelola LPQ
1) Nama :
2) Alamat :
3) Provinsi :
4) Kab/Kota :
5) Kecamatan :
6) Desa/Kelurahan :
7) RT/RW atau Jalan :
8) Nomor Akta Yys :
9) NPWP :
10) Struktur :

No Nama Jabatan Alamat

NoNamaJabatanAlamat
1
2
3
4

2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan

NoNamaTgl LahirLulusanJabatan
1
2
3
4

3 Sarana Prasarana

Kelayakan
JenisJmlUkuranLayakKurangTidak
Ruang Belajar
Ruang Ibadah
Ruang Kantor
Ruang Bermain
Alat Permainan

Keterangan:
*(pilih salah satu)

Hanya 4 lembaga saja?

Dalam lampiran disebut bahwa form contoh profil lembaga ini adalah untuk Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang didalamnya mencakup setidaknya 6 lembaga (Paud-Q, TKQ, TPQ, TQA, Rumah Tahfidz Al-Qur’an, Pesantren takhassus Tahfidz),.

Meskipun begitu jika anda mencermati contoh proposal pengantar pengajuan dan form lainnya akan didapati hanya ada 4 lembaga saja yang disebut yaitu Taman Pendidikan Al-Qur’an, Taklimul Qur’an Lil Aulad, Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an dan Rumah Tahfidz Al-Qur’an.

Untuk sedangkan Taman Kanak kanak Al-Qur’an dan pesantren tahfidz al-Qur’an tidak tercantum secara jelas dalam contoh proposal.

Dengan adanya keterangan dalam juknis bahwa nanti akan ada peraturan yang mengatur lebih lanjut tentang ketentuan yang lain maka ditunggu saja bagaimana nanti dan akan seperti apa mau dibawa kemana berbagai lemabaga ini diarahkan.

Download Contoh Profil LPQ dari Kemenag

Berikut adalah contoh format profil lembaga TPQ TQA Rumah Tahfidz maupun Paud Al-Qur’an dari Kementerian Agama melalui SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 yang terdapat dalam lampiran sebagai salah satu kelengkapan proposal pengajuan izin operasional, atau lebih tepatnya pengajuan proposal untuk mendapatkan SK Tanda Daftar dari Kepala Kankemenag Kab/kota beserta nomor statistik.

Sebelum anda mengunduh file format doc ini ada baiknya sampean lihat tampilannya terlebih dahulu, saya suka untuk menyebutkan istilah online yaitu preloved.

File ini dibuat dalam format ms word dengan ukuran kertas F4 (bukan nama gank dari taiwan film fiksi yang dibintangi barbie hsu), tepatnya ukuran page layout yang dipergunakan adalah kertas ukuran 21,5 cm x 33,02 cm dan margin kiri kanan atas bawah 2,5 cm.

Anda bisa mengunduh atau download contoh profil rumah tahfidz ini secara langsung melalui tampilan preloved diatas atau jika ada kendala kami juga menyediakan tautannya sebagaimana dibawah ini;

Download file profil LPQ

Demikian informasi tentang form blangko profil lembaga pendidikan alquran yang didalamnya termaktub TPQ TQA PAUDQ dan Rumah Tahfidz Al-Qur’an mengacu kepada petunjuk pelaksanaan LPQ dalam SK Dirjen Pendis nomor 91 tahun 2020.

Sugeng enjang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.