Arsip Tag: kbm tqa

Tujuan TQA Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Tujuan pendidikan TQA Ta’limul Qur’an lil aulad mengacu kepada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an.

pontren.com – assalaamu’alaikum kangmas mbaku, lembaga TQA tidaklah sepopuler TPQ (biasanya orang menyebut dengan TPA) di kalangan lingkungan masyarakat.

tujuan pendidikan TQA

Meskipun begitu, Lembaga TQA tetap memiliki ketentuan tersendiri dari segi nomor statistik yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama melalui aplikasi EMIS.

Sebelum mengetahui tujuan pembelajaran TQA, ada baiknya kita mengingat sejenak apa itu yang dimaksud dengan TQA.

Ta’limul Qur’an Lil Aulad merupakan salah satu pendidikan nonformal yang mengajarkan pembelajaran alqur’an dengan usia 12 tahun keatas.

Apa saja tujuan dari pendidikan TQA?

Berikut tujuannya.

Tujuan Pendidikann Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Dalam Kepdirjen no 91 tahun 2020 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 7 Januari 2020 pada huruf F Ketentuan Umum nomor 8 bahwasanya yang disebut dengan TQA adalah;

Taklimul Qur’an Lil Aulad yang kemudian disebut dengan TQA adalah jenis pendidikan keagamaan Islam nonformal yang bertujuan agar peserta mampu membaca dengan tartil, menghafal, menerjemah dan memahami al-Qur’an, serta mempelajari ilmu tajwid dan ulumul Qur’an.

baca : Beda TPQ dan TQA

Dari penjabaran TQA oleh Kepdirjen diatas ada beberapa kata kunci mengenai tujuan TQA yaitu;

  • Santri mampu membaca dengan tartil, menghafal, menerjemahkan dan memahami alquran
  • Mempelajari ilmu tajwid
  • Mempelajari ulumul qur’an.

Dengan begitu maka dapat diketahui bahwasanya tujuan keberadaan dari pendidikan Taklimul Qur’an lil aulad adalah sebagaimana tiga hal diatas.

Problem dan Hambatan TQA mencapai tujuan

Tenaga Administrasi Lembaga TQA

Pada dasarnya untuk tujuan yang pertama yaitu santri dapat membaca dengan tartil, menghafal dan menerjemahkan mempunyai masalah yang sama dengan tujuan nomor dua dan tiga.

Apa itu problematika yang dihadapi?

Yaitu kekurangan guru yang mumpuni untuk memberikan pembelajaran membaca secara tartil, hafidz alqur’an serta menerjemahkan.

Sama terjadi pula dalam hal pembelajaran ilmu tajwid dan ulumul qur’an.

Yang mana keberadaan guru yang ahli dalam bidang ilmu tajwid secara mumpuni, bukan alakadarnya termasuk tidak banyak.

baca : Mengenal TQA Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Bahkan jikapun ada, belum tentu memiliki keinginan untuk mengajar TQA karena berbagai kesibukan pekerjaan atau memang malas mengajar lembaga TQA.

Terlebih lagi pada jenjang keilmuan ulumul Qur’an, semakin sedikit lagi ustadz ustadzah yang memiliki keilmuan mumpuni dan mendalam tentang ulumul qur’an.

Apabila ada yang ahli dibidang ini biasanya memiliki posisi terhormat secara strata sosial dan banyak kesibukan.

Kondisi ini membuat seorang ahli dalam ilmu ulumul qur’an tidak banyak yang terjun langsung mengajar anak anak Taklimul Qur’an Lil Aulad.

Demikian analisa pribadi mengenai tujuan dari keberadaan pendidikan TQA beserta problem adanya guru yang memprihatinkan.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Syarat pendaftaran LPQ jumlah kompetensi pendidik dan Tenaga Kependidikan

Informasi tentang persyaratan dalam pengajuan pendaftaran lembaga pendidikan Al-Qur’an yaitu PAUD Al-Qur’an, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Ta’limul Qur’an Lil Aulad, Rumah Tahfidz yang tercantum dalam SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan Islam yang ditetapkan ditandatangani di Jakarta pada tanggal 7 Agustus 2020 oleh Dirjen Kamaruddin Amin.

Baca;

Syarat administratif pendaftaran LPQ #
Persyaratan teknis pendaftaran Lembaga Pendidikan Al-Qur’an #
Syarat Sarpras untuk mendapatkan SK tanda Daftar LPQ #

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, melanjutkan tentang salah satu syarat bagi TPQ TQA Rumah Tahfidz dan uga PAUD Al-Qur’an dalam mengajukan Tanda Daftar Lembaga dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kab atau Kota yang nantinya akan mendapatkan juga nomor statistik jika lolos dalam verifikasi administrasi maupun faktual kunjungan cek lokasi.

Dalam hal persyaratan yang dibuat dari Kementerian Agama melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 pada BAB III Pendaftaran dan Penutupan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Huruf A Persyaratan, angka 3 yaitu mengulas umlah dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

Dalam ketentuan persyaratan kompetensi, untuk Kepala Lembaga adalah mempunyai kompetensi manajerial, sedangkan tenaga kependidikan (Tendik) memiliki kompetensi administrasi.

Kompetensi guru pengajar yang biasa disebut ustadz ustadzah bahkan pak kiai bu nyai adalah mempunyai kompetensi sebagai pendidik dengan bukti salinan ijazah, sertifikat kompetensi, atau buki lain yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

SK Pengangkatan Kepala TPQ

Perihal bagaimana standar kompetensi untuk kepala dan tendik serta seperti apakah bentuk ijazah sertifikat kompetensi tidak diulas dalam ketentuan ini, bisa terjadi akan diuraikan dalam peraturan lain yang nanti menyusul.

Perihal umlah pendidik, SK Dirjen Pendis memberikan rasio perbandingan antara guru dengan jumlah santri yang diajar. Berikut rasio guru dengan murid pada lembaga pendidikan al-Qur’an.

  • PAUD Al-Qur’an = 1 Guru : 15 santri
  • TPQ = 1 Guru : 20 santri
  • TQA = 1 guru : 20 santri
  • RTQ = 1 Guru : 15 santri

Demikian jika anda mendaftarkan lembaga anda yang memiliki 60 santri di kemenag maka setidaknya dalam susunan kelembagaan terdapat seorang Kepala, 3 orang guru dan 1 orang tenaga pendidik.

Akan tetapi apakah dimungkinkan seorang guru merangkap jabatan sebagai kepala dan yang lain merangkap sebagai tenaga administrasi sehingga bagi TPQ dengan 60 santri bisa didaftarkan dengan keberadaan 3 personel pengelola.

Demikian informasi mengenai syarat pendaftaran TPQ RTQ TQA maupun PAUD-Q dalam hal jumlah dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

Sugeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Persyaratan Teknis Pendaftaran Lembaga Pendidikan Al-Qur’an

Informasi tentang ketentuan persyaratan teknis dalam mendaftarkan lembaga pendidikan Al-Qur’an baik TKQ TPQ PAUD Al-Qur’an, TQA dan Rumah Tahfidz ke Kementerian Agama mengacu kepada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al Quran yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 7 Januari tahun 2020.

Baca;

Syarat administratif LPQ (TKQ TPQ TQA, Rumah Tahfidz, dkk) #
Syarat Jumlah dan Kompetensi Ustadz & Tenaga Kependidikan LPQ #
Syarat Sarpras mengajukan tanda daftar LPQ #

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, selamat siang sugeng istirahat untuk sampean sampean yang sedang rolasan istirahat siang hari dimasa covid corona 19 ini, semoga segera hilang virusnya dan disegerakan sehat wal afiat selalu khususnya para pengasuh lembaga TPQ TKQ TQA dan juga Rumah Tahfidz Al-Qur’an.

Merujuk kepada Kepdirjen Pendis no 91 tahun 2020 yang menjadi petunjuk dalam melaksanakan kegiata penyelenggaraan pendidikan al-Qur’n yang didalamnya termasuk Taman Kanak-kanak al-Qur’an, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an, Rumah Tahfidz Al-Qur’an dan lain lain terdapat 4 persyaratan pokok untuk mendapatkan SK Tanda daftar dari Kepala Kantor Kementerian Agama.

Adapun keempat syarat dimaksud adalah sebagai berikut;

  • Persyaratan Teknis;
  • Persyaratan Administratif;
  • Persyaratan Jumlah dan Kompetensi Pendidik & Tenaga Kependidikan; dan
  • Persyaratan sarana prasarana.

Setelah pada postingan sebelumnya telah disampaikan mengenai ketentuan persyaratan administratif yang harus dilengkapi oleh lembaga maupun pengelolanya, saat ini tibalah giliran informasi tentang syarat teknis dalam pendaftaran LPQ ke Kemenag.

pusing mikir syarat pendaftaran

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Online disebutkan bahwa maksud dari teknis adalah bersifat atau mengenai (menurut) teknik.

Dalam persyaratan teknis untuk mendaftarkan lembaga pendidikan al-Qur’an ini adalah mempersiapkan dokumen kurikulum sebanyak 1 set bagi setiap lembaga yang akan mengajukan permohonan tanda daftar dari Kemenag. Biasanya tanda daftar ini dipahami oleh kaum awam dengan kata “izin operasional”.

Lembaga apa saja yang diharuskan melampirkan 1 set dokumen kurikulum?

Dalam SK Dirjen Pendis ini terdapat 4 lembaga yang melampirkan dokumen kurikulum sebanyak 1 set untuk memenuhi syarat teknis pendaftaran lembaga pendidikan al-Qur’an.

Adapun yang dimaksud dokumen kurikulum dalam rangka syarat teknis pendaftaran LPQ adalah Dokumen kurikulum meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar evaluasi.

Adapun keempat lembaga dimaksud adalah;

  1. PAUD al-Qur’an;
  2. TPQ;
  3. TQA; dan
  4. RTQ

Itulah keempat lembaga yang perlu menyiapkan dokumen kurikulum dalam rangka melakukan pengajuan tanda daftar lembaga dari Kementerian Agama.

Semoga segera terlengkapi mengenai persyaratan teknis ini utamanya dalam hal standar kompetensi lulusan, isi, proses, dan evaluasi.

Demikian, sugeng siang. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Pembinaan dan Evaluasi LPQ PAUD Al-Qur’an TKQ TPQ RTQ TQA

Informasi dalam pembinaan dan evaluasi lembaga pendidikan al-Qur’an yang didalamnya termasuk Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an (PAUD Al-Qur’an), Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an, TPQ yang biasa dikenal masyarakat dengan TPA dan juga Rumah Tahfidz mengacu kepada Surat Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan Islam yang ditetapkan ditandatangani di Jakarta pada tanggal 7 Agustus 2020 oleh Dirjen Kamaruddin Amin.

Baca;

Pengelolaan Rumah Tahfidz #
Ketentuan Kurikulum Rumah Tahfidz dan LPQ #
Ketentuan Ruangan Rumah Tahfidz dan LPQ #

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, pembinaan lembaga pendidikan Al-Qur’an baik itu TKQ, Paud Al-Qur’an, TPQ, TQA, Rumah Tahfidz maupun pesantren takhassus hafalan Qur’an dilakukan dalam rangka penjaminan mutu dan akuntabilitas pemberian tanda terdaftar lembaga ini.

Pembinaan serta evaluasi ini dilakukan secara berjenjang oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis), Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi (Kanwil Kemenag Prov), dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota (Kankemenag), baik secara langsung maupun melalui bantuan mitra kerja LPQ yang ditunjuk (bisa Badko TPQ, FKDT, maupun lembaga lainnya).

Dalam hal pembagian tugas atau tusi lembaga ini, berikut penjelasan dalam SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020

Direktora Jenderal Pendidikan Islam

Satu, melakukan pembinaan melalui kegiatan pembiaan teknis dan sosialisasi kebijakan dan peraturan terkait penyelenggaraan pendidikan al-Qur’an.

Dua, melakukan pengawasan secara berkala terhadap pelaksanaan proses pemberian tanda daftar LPQ oleh Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten atau Kota.

Kanwil Kemenag Provinsi

ali-ansori-ida-kusumantidiah-vinalia-putri

Satu, melakukan pembinaan melalui pembinaan teknis dan sosialisasi kebijakan dan peraturan terkait penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota.

Dua, Melakukan pembinaan dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) yang terdiri dari enam lembaga dalam SK Dirjen ini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota

pegawai Kemenag
pegawai Kemenag Seksi PD Pontren

Pertama, melakukan pembinaan melalui kegiatan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan dan peraturan terkait penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an kepada masyarakat/organisasi penyelenggara/lembaga mitra kerja.

Melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap standar-standar penyelenggaraan pendidikan al-Qur’an secara berkala terhadap perkembangan LPQ.

Pengawas

menikmati liburan cuti tahunan

Untuk pengawas, dahulu admin pernah ngobrol dengan salah satu pengawas yang didalamnya terdapat istilah ramadin, entah seperti apa kontribusi pengawas terhadap Lembaga Pendidikan Al-Qur’an.

Berikut adalah tugas pengawas dalam hal Lembaga Pendidikan Al-Qur’an.

Pertama, melakukan pembinaan melalui kegiatan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan dan peraturan terkait penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an Pembinaan.

Dua, melakukan pembinaan dan pendampingan dalam rangka pengembangan standar-standar penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an secara berkala.

Itulah informasi tentang ketentuan pembinaan dan evaluasi yang melibatkan Ditjen Pendis, Kanwi Kemenag, Kankemenag serta pengawas yang tertuang dalam Bab II Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an huruf M mengenai pembinaan dan evaluasi.

Semoga para pengawas mampu memberikan pendampingan bahkan contoh kurikulum termasuk RPP dan juga kalender pendidikan sehingga memudahkan lembaga dalam mengajukan nomor statistik dan Surat Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota tentang Penetapan tanda terdaftar LPQ yang didalamnya terdapat PAUD Al-Qur’an, TKQ, TPQ, TQA dan Rumah Tahfidz alias RTQ.

Sugeng dalu, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Alasan Talimul Qur’an Lil Aulad tak sekondang Madrasah Diniyah

pontren.com – assalamu’alaikum, selamat malam warganet yang semoga selalu mendapatkan keberkahan dan kemudahan. Kali ini kami hendak beropini mengenai TQA yang tidak berkembang jumlahnya sebagaimana madrasah diniyah takmiliyah.

TQA merupakan Lembaga pendidikan Islam nonformal yang masuk kedalam rumpun Lembaga Pendidikan Alqur-an. Tepatnya merupakan lanjutan dari jenjang TPQ.Untuk lebih detil anda dapat membaca pada pengertian tentang TQA.

Sedangkan madrasah diniyah takmiliyah adalah suatu lembaga pendidikan yang dirancang sebagai pelajaran keagamaan Islam yang bersifat sebagai komplemen atau pelengkap pendidikan agama yang dilaksanakan pada sekolah formal baik yang berada dibawah Kemenag atau Kemendiknas.

Memiliki 4 level dimulai dari awaliyah, wustha, ulya dan AlJami’ah. Lebih jelasnya tentang madin dapat anda simak di pengertian Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Kembali ke pokok bahasan mengenai nyungsepnya popularitas TQA di masyarakat maupun pengelola lembaga pendidikan Islam, diantaranya adalah ;

Tidak ada Sosialisasi yang Memadai Tentang TQA

masyarakat dan pengelola lembaga pendidikan Islam banyak yang belum menyadari keberadaan jenjang TQA karena memang belum ada sosialisasi dari pihak yang berkompeten mengenai lembaga ini.

Dengan ketiadaan informasi mengakibatkan tidak banyak orang yang membuat lembaga ini karena kurang informasi apa dan harus bagaimana mengelolanya.

Bantuan Pemerintah biasanya untuk TPQ, Madin atau Pondok Pesantren

Bantuan TPQ

Ini termasuk pemicu lebih dikenal luas madrasah diniyah dibandingkan dengan TQA karena keberadaan anggaran yang menyebut bantuan untuk lembaga TPQ, Madin atau ponpes.

Padahal seharusnya untuk TPQ disebut dengan LPQ yang didalamnya terdapat 4 lembaga pendidikan yaitu;

  1. TKA atau TKQ
  2. TPA atau TPQ
  3. TQA
  4. Majelis Ta’lim

Karena umumnya bantuan hanya menyebut lembaga TPQ menyebabkan ketiga lembaga yang lain menjadi tak teranggap sebagai bagian dari LPQ.

untuk 2 lembaga masih mending dikenal masyarakat yaitu majelis ta’lim dan TKQ, sedangkan TQA hanya dikenal oleh kalangan yang sangat terbatas. Itupun hanya sebatas mengenal, belum tentu mengelola.

Tertutup oleh Popularitas TPQ dan Madrasah Diniyah

Hampir tidak ada orang yang tinggal di Indonesia dan melaksanakan sholat tidak kenal dengan TPA yang secara resmi dalam administrasi bernama TPQ, selanjutnya akhir akhir ini trend madrasah diniyah juga terkerek naik dengan adanya kegiatan dan kontroversi fullday school.

Sayangnya hal ini tak terjadi dengan TQA, dimana semakin larut dalam keheningan karena banyak yang berlomba mendirikan madrasah diniyah walaupun kenyataan sebenarnya lebih cocok disebut dengan TQA.

Lho koq bisa?

Ya bisa saja, karena dalam madin jelas tertera jam pelajaran dalam 1 minggu sebanyak 18 jam. Kenyataan di lapangan masih banyak madin yang masuk 3-4 kali dalam seminggu yang kalkulasi logis tidak bisa memenuhi syarat disebut dengan Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Terlalu sibuk Mengurus TPQ, tak ada waktu membuat TQA

Mengelola TPQ merupakan hal yang bersifat sosial, sehingga secara kasat mata tak ada keutungan secara materi.

Kondisi ini membuat sedikitnya orang yang dapat mengurus TPQ dengan full time ata all aut. Dengan begitu mengurus lembaga yang populer pun bisa dikatakan masih kekurangan personel, apalagi mengurus suatu lembaga yang jenjang pendidikannya lebih tinggi.

Kurangnya SDM sebagai tenaga Mengajar

Pengajar TQA

Karakter TQA yang merupakan pendidikan lanjutan untuk santri yang lulus TPQ memerlukan kedalaman ilmu yang lebih baik ketimbang hanya sekedar dapat membaca tulis huruf hijaiyah.

Pada lembaga ini telah intensif dalam pembelajaran keagamaan baik itu pelajaran fiqih, aqidah, tarikh, kaligrafi dan materi lain yang dapat dimasukkan pada pembelajaran TQA.

dengan kedalaman keilmuan yang lebih luas daripada standar guru TPQ, maka semakin sedikit jumlah pengajar yang dirasa mampu menjadi pendidik pada TQA.

dampaknya adalah semakin kecil terbentuknya TQA karena keberadaan ustadz pengajar yang lebih sedikit dan bersedia berkecimpung dalam kegiatan belajar mengajar TQA.

Ketiadaan Juknis Yang Memudahkan Pengelola Mendirikan TQA

maksudnya bukan petunjuk teknis pengajuan ijin operasional yang berbentuk piagam terdaftar dari Kemenag, akan tetapi petunjuk berupa materi pembelajaran, silabus maupun isi dari pelajaran yang diajarkan.

Misalnya pihak Kemenag memberikan kelonggaran dalam materi atau kurikulum, tokh akanlah tetap baik jika ada contoh materi yang dapat diberikan lembaga TQA dari pihak Kemenag, walaupun ada catatan tidak harus mengikuti materi yang dicontohkan jika mempunyai kurikulum sendiri.

Itulah opini malam ini mengenai tenggelamnya popularitas Talimul Quran Lil aulad ditengah moncernya Madrasah Diniyah Takmiliyah di tengah masyarakat.

Mengenal TQA Ta’limul Qur’an Lil Aulad

nomor statistik TPQ
ilustrasi santri Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Pontren.com – mengenal tentang Lembaga Pendidikan Al Qur’an yang bernama Ta’limul Qur’an Lil Aulad, suatu lembaga pendidikan nonformal dibawah Kementerian Agama yang satu rumpun dengan TKQ (Taman Kanak Kanak Alquran) dan TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an).

Ta’limul Qur’an dimasukkan dalam kategori Pendidikan Diniyah Nonformal. Dalam hal ini termasuk sebagai Pendidikan Al-Qur’an sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Agama nomor 13 Tahun 2014 Pasal 45 ayat (1) huruf b diselenggarakan oleh masyarakat.

Baca :

Pengertian TQA

Mengutip dari pengertian TPQ yang diungkap oleh Dhofier, maka pengertian dari TQA yaitu adalah Lembaga pedidikan Islam klasik yang mengajarkan ilmu-ilmu ke Islaman dengan pola tradisional yang merupakan kelanjutan dari TPQ.

Penyelenggara TQA

Dalam Hal pihak yang menyelenggarakan TQA (Ta’limul Qur’an Lil Aulad dapat diselenggarakan oleh pesantren, pengurus masjid, organisasi kemasyarakatan Islam, dan lembaga sosial keagamaan Islam lainnya.

Lokasi Tempat Penyelenggaraan

masjid agung karanganyarSebagaimana diatur dalam PMA diatas bahwasanya lokasi tempat pelaksanaan penyelenggaraan Ta’limul Qur’an Lil Aulad dapat terlaksana di masjid, mushalla, ruang kelas, atau ruang belajar lain yang memenuhi syarat.

Kurikulum TQA

Dalam hal kurikulum, dari pihak Kementerian Agama melalui PMA dimaksud tidak memperinci terkait kurikulum. Hanya memberikan garis besar mengenai bidang pengajaran kegiatan belajar tentang Pendidikan al Qur’an yang didalamnya adalah TQA. Adapun garis besar kurikulum dimaksud adalahmembaca, menulis dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, tajwid, serta menghafal doa-doa utama.

Kompetensi Pendidik ustadz ustadzah Pengajar

Dalam hal kompetensi tenaga pendidik, hal yang harus dimiliki oleh pengajar pada TQA yaitu keahlian dalam membaca alQuran dengan tartil serta menguasai teknik pengajaran al Qur’an.

Posisi TQA dalam Lembaga Pendidikan al Qur’an (LPQ)

Secara jenjang hirearki pendidikan, TQA menduduki posisi yang lebih senior daripada TPQ dan TKQ.
Dengan begitu Lembaga Pendidikan Ta’limul Qur’an merupakan jenjang strata kelanjutan bagi santri yang telah lulus pada Taman Pendidikan Alqur’an.
Jika pada TPQ terdiri dari 3 level (level A, B, dan C) maka untuk jenjang level tingkatan kelas untuk TQA hanya terdiri dari 2 jenjang level yaitu A dan B.

TQA di Masyarakat

Lembaga ini merupakan suatu pendidikan yang satu rumpun dengan TKQ dan TPQ, akan tetapi secara popularitas dan kemasyhuran sangat kalah telak dari TPQ. Hal ini karena ketidakmerataan informasi kepada masyarakat awam maupun para pengelola Lembaga Pendidikan Al Qur’an.

Manfaat dari TQA yaitu untuk mengikat para santri yang telah fasih membaca alquran supaya bisa melanjutkan pendidikan keagamaan Islam.

remaja masjid (ilustrasi)
remaja masjid (ilustrasi)

Hal umum yang terjadi jika santri telah dinyatakan lulus dari TPQ memiliki kecenderungan tidak lagi mengaji jika tidak ada madrasah diniyah terdekat. Padahal madin memiliki syarat dan ketentuan yang lumayan ribet.
Demikian tentang TQA, semoga menambah perbendaharaan keilmuan dalam pendidikan keagamaan diniyah nonformal.

Proses Pelaksanaan Kegiatan Belajar mengajar TPQ dan TKQ

Setelah mendapatkan kesepakatan dari semua yang terkait, khususnya POS (persatuan orang tua santri), maka langkah langkah berikut yang harus diambul untuk mewujidkan kelancaran kegiatan belajar mengajar ( KBM ) pada TPA atau TKA secara efektif dan efisien adalah :

  1. Membuat rencana kegiatan tahunan atau semester yang berkaitan dengan proses KBM di TKA TPA atau TKQ TPQ sesuai dengan kalender pendidikan
  2. Membuat atau merencanakan adanya target kurikulum yang di tuangkan dalam suatu alat yang besar (papan tulis) yang setiap saat bisa dilihat oleh para guru.
  3. Menyusun program bulanan, mingguan, harian
  4. Menyajikan materi hafalan dengan pola 90 s/d 120 menit belajar efektif dengan rincian sebagai berikut :
  • ammar-mengaji
    ammar

    10 s/d 15 menit klasikal awal (pertama) yaitu : 1) disajikan secara klasikal (berkelompok) dibawah koordinasi seorang wali kelas atau dapat dilaksanakan secara berkelompok TKA TQA TPA TPQ masing masing. 2) Terlebih dahulu guru harus dapat mengkondisikan perhatian santri. 3). Diisi dengan materi hafalan do’a pembuka ikrar dan paket hafalan yang disajikan dengan pendekatan BBM ( Bermain, bercerita, Menyanyi)

  • 10 s/d 15 menit klasikal kelompok, dimana guru didalam kelompoknya masing masing menjelaskan apa yang harus dipelajari dalam privat.
  • 60 s/d 70 meniy privat (perorangan) dengan cara bergantian
  • 10 s/d 15 menit klasikal akhir (kedua) dengan sajian materi cerita idola, menyanyi, pesan dan kesan maupun do’a penutup.

5. Kenaikan Jilid (EBTA) oleh kepala sekolah atau guru yang ditunjuk kepala sekolah karena dianggap mampu

6. Penamatan (target kurikulum dimungkinkan sudah tercapai) yaitu :

  • Telah tamat paket bahan ajar jilid 1-6 dan paket hafalan lainnya yang diebutkan level A (dasar)
  • Telah tamat tadarus al Qur’an 30 juz dan paket tajwid yang disebut level B (tadarus)

7. Setelah santri selesai (dinyatakan telah tamat) level A dan level B, maka santri berhak :

  • Mengikuti wisuda
  • Mendapatkan Ijazah
  • Mengikuti jenjang berikut, yaitu pada tingkat TQA (Ta’limul Qur’an Lil Aulad)

8. Kegiatan Kegiatan ekstra kurikuler mencakup kepada :

  • Tadabur alam (rekreasi)
  • Petuah (pesantren Sabtu – Ahad)
  • Ahad gembira
  • Forum Ukhuwah
  • Perlombaan antar unit/santri
  • Penampilan/show pada moment-moment penting yang bersifat religius
  • Tour dakwah pedesaan
  • Paket Spontanitas
  • Kegiatan lain sebagai hasil kreasi ustadz ustadzah

Keterangan

pedoman kurikulum TPQ
buku kurikulum TPQ

Walaupun kegiatan ekstra kurikuler hanya bersifat suplemen (tambahan), namun demikian dapat pula dikembangkan menjadi komplemen (bagian) dari KBM, manakala pelaksanaannya itu sendiri berorientasi pada materi-materi yang berkaitan erat dengan kurikulum. Dengan diaktifkannya kegiatan ekstrakurikuler pada TKA TKQ  & TPA TPQ dimasing masing, dimaksudkan :

  1. Lebih memberikan penyegaran dan variasi dalam KBM sehingga guru dan santri tidak mengalami kejenuhan
  2. Dapat membantu tercapainya target kurikulum
  3. Dapat memanfaatkan hari – hari libur, agar tidak terbuang percuma
  4. Keterangan lebih lanjut dari rincian penjelasan KBM ini dapat diikuti dalam Materi Panduan Kurikulum TKA/TKQ & TPA/TPQ

baca : Perlunya membuka TKA/TKQ dan TPA/TPQ dibawah koordinasi lembaga pembina

baca : Peraturan dan Tata Tertib TPQ TPA TKQ