Arsip Tag: Taman Pendidikan Al Qur’an

Usia Santri TKQ TPQ TQA

ilustrasi santri TPQ mengaji
ilustrasi santri TPQ mengaji

Pontren.com – update informasi 6 Des 2020 informasi mengenai umur atau usia anak didik pada Lembaga Pendidikan AlQur’an (TKQ/TPQ/TQA) berdasarkan buku pedoman dari Kementerian Agama Republik Indonesia dan SK Dirjen Pendis no 9 tahun 2020 tentang Juklak Pendidikan LPQ.

Sebelum membahas tentang umur santri, ada baiknya untuk diketahui apa itu TKQ, apa itu TPQ dan apa yang dimaksud dengan TQA. Secara kepanjangan, TKQ adalah Taman Kanak-kanak Alquran, untuk TPQ saya rasa sudah pada mafhum apa kepanjangannya, sedangkan TQA adalah Ta’limul Qur’an Lil Aulad.

Ketiga lembaga tersebut merupakan bagian dari Lembaga Pendidikan AlQur’an (LPQ). Yang membedakan yaitu jenjang atau tingkatan. Dalam hal ini, LPQ termasuk dalam pendidikan diniyah nonformal berdasarkan nomenklatur lembaga keagamaan pada Kemenag.

Pada masing masing Jenjang Tersebut (TKQ TPQ TQA) memiliki level pendidikan. Untuk TKQ memiliki 2 level yaitu A dan B, TPQ mempunyai 3 level (A, B, dan C) sedangkan TQA ada 2 Level (A & B)

Salah satu faktor pembagian dari TKQ TPQ maupun TQA adalah umur anak didik yang belajar pada lembaga dimaksud. Dengan pemetaan umur ini diharapkan mempermudah dalam kegiatan belajar. Berikut adalah ukuran usia anak santri sesuai dengan jenis lembaga pendidikan.

Usia anak TKQ

Bagi peserta didik Taman Kanak Kanak Al Qur’an ini berusia antara umur 5-7 tahun. Dengan asumsi untuk TKQ level A berumur 5-6 tahun dan Level B untuk anak usia 6-7 tahun

Usia anak TPQ

Taman Pendidikan Al Qur’an Sebagai jenjang kelanjutan, dengan 3 level tingkatan yang didesain, maka umur santri TPQ berada pada kisaran 6-10 tahun. Dengan asumsi sebagai berikut;

  • Level A : 7-8 Tahun
  • Level B : 8-9 Tahun
  • Level C : 9-10 Tahun

Usia Anak TQA

nomor statistik TPQ
ilustrasi santri Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Pada Jenjang Tertinggi pada Lembaga Pendidikan Al Qur’an yaitu Ta’limul Qur’an Lil Aulad, memiliki 2 jenjang, secara idealis umur anak didik yaitu

Level A : 10-11 Tahun
Level B : 11-12 Tahun

Kesimpulan tentang Usia anak TKQ TPQ TQA

Sebenarnya usia anak ini bisa di konversi dengan jenjang pendidikan santri pada pendidikan formal. Adapun konversi yang bisa dilakukan yaitu;

TKQ Level A = TK A
TKQ Level B = TK B

TPQ Level A = 1 MI/Sederajat
TPQ Level B = 2 MI/Sederajat
TPQ Level C = 3 MI/Sederajat

TQA level A = 4 MI/Sederajat
TQA Level B = 5 MI/Sederajat

Usia Santri TPQ dalam Juklak LPQ SK Dirjen Pendis no 9 tahun 2020

Pada bulan Januari tahun 2020 tepatnya pada tanggal 7  ditetapkan tentang petunjuk pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan al Qur’an.

Dalam juklak tersebut tercantum tentang peserta didik yang didalamnya menjelaskan usia santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan juga Ta’limul Qur’an Lil Aulad yang biasa disingkat TQA.

Seperti apa pembagian umur atau usia santri? Berikut informasinya

Usia Santri PAUDQU (Paud Al-Qur’an adalah 4-6 tahun
Usia Santri TPQ adalah 7-12 tahun; dan
Usia santri TQA adalah berusia 12 tahun keatas.

Bagaimana dengan usia santri TKQ?

Mestinya sama dengan pendidikan PAUDQU dimana lembaga ini sama dengan TKQ dari segi usia dan juga jenjang pendidikan.

Demikian tambahan informasi sebagai update artikel. Wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Penutup

Itulah standar pembagian umur santri secara ideal dalam pelaksanaan KBM TPQ ataupun pembagian kelas berdasarkan jenjang level pendidikan anak. Akan tetapi adakalanya acuan ideal dengan kenyataan di lapangan adalah sesuatu yang berbeda.

dan dalam update juga ditambahkan usia santri berdasarkan SK Dirjen Pendis no 9 tahun 2020 sebagai petunjuk pelaksanaan lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang didalamnya termasuk TKQ TPQ dan TQA.

Utamanya di daerah gersang agama akan menyulitkan pengasuh TPQ jika menggunakan standar umur dalam pembagian kelas dimana masih ditemukan anak kelas 4 5 6 sekolah dasar yang belum bisa iqra 1 atau buku ummi.

Untuk itu silakan para guru mendesain formula terbaik guna kesuksesan dalam mendidik santri. Salah satu caranya yaitu dengan banyak belajar dan membaca serta bergerak dan mempraktekkan ilmu yang telah diperolah.

Salam mengajar TPQ. yuuuuhu.

Kepanjangan TQA

Informasi tentang Kepanjangan TQA sebagai salah satu lembaga pendidikan Al-Qur’an yang termasuk dalam rumpun LPQ yang berada dibawah naungan Kementerian Agama pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tepatnya di Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren).

Pontren.com – assalamu’alaikum bagi para pengelola lembaga pendidikan dimanapun anda berada, saat ini kebanyakan masyarakat lebih mengenal Taman Pendidikan Al-Qur’an yang disingkat dengan TPQ, akan tetapi pada dataran di jamaah lebih banyak disebut dengan TPA.

Sebenarnya masih ada beberapa jenis lembaga pendidikan al-Qur’an yang sudah ada ketentuan secara undang undang maupun aturan lain semisal Peraturan Menteri Agama, akan tetapi karena begitu kuatnya merk generik TPA membuat hampir semua lembaga pendidikan al-Qur’an dipukul rata dengan sebutan TPA (padahal yang lebih pas disingkat dengan TPQ).

Hanya madin dan pondok pesantren saja saat ini yang secara penamaan mampu menyaingi kepopuleran TPQ, dan merangkak lembaga baru yang memiliki trade mark khusus dan sedang menanjak trend yaitu rumah tahfidz, yang baru baru ini diakomodasi keberadaannya dalam rumpun LPQ secara resmi melalui KMA, bersamaan dengan lembaga Paud Al-Qur’an dan Pesantren khusus tahfidz.

Baca ; mengenal lebih dekat Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Nasib berbeda dialami oleh TQA, yaitu suatu lembaga pendidikan al-Qur’an yang dalam strata jenjang memiliki tingkatan level lebih tinggi dari TPQ, akan tetapi secara kepopuleran kalah telak dengan Madrasah Diniyah Takmiliyah, sampai sampai ada beberapa orang yang penasaran bertanya, apa sih kepanjangan dari TQA?

Kepanjangan TQA adalah

Baiklah, berikut adalah Kepanjangan dari TQA adalah Ta’limul Qur’an Lil Aulad, jika di terjemahkan kedalam bahasa indonesia adalah pendidikan Al-Qur’an untuk anak anak.

Dengan begitu terjawab sudah apa singkatan TQA (lebih tepatnya kepanjangan TQA) sebagaimana disebutkan diatas yaitu Ta’limul Qur’an Lil Aulad.

Untuk lebih menguatkan lagi kepanjangan TQA diatas telah tercantum dalam Peraturan Pemerintah.

Baca ; Lulusan TPQ lanjut ke Madin atau TQA?

Berasarkan Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 2007 pasal 24 ayat 2 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan menyatakan bahwa Pendidikan Al-Qur’an terdiri dari Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA/TKQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ), Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA), dan bentuk lainnya yang sejenis.

Selanjutnya dalam pasal 50 Peraturan Menteri Agama no 13 tahun 2014 tentang pendidikan Keagamaan Islam disinggung juga mengenai lembaga pendidikan Al-Qur’an yang didalamnya termasuk Ta’limul Qur’an Lil Aulad.

Dari keterangan diatas bahkan dalam peraturan pemerintah disebutkan bahwa Ta’limul Qur’an Lil Aulad masuk dalam kategori Pendidikan Al-Qur’an.

Informasi Tambahan Tentang TQA

calon santri TQA
calon santri Ta’limul Qur’an Lil Aulad ditemani ibunya bermain ayunan

Sebagai informasi tambahan, dalam Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al Quran SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 memberikan pengertian tentang ta’limul Qur’an Lil aulad adalah jenis pendidikan keagamaan Islam nonformal yang bertujuan agar peserta didik mampu membaca dengan tartil, menghafal, menerjemahkan dan memahami Al-Qur’an, serta mempelajari ilmu tajwid dan ulumul Qur’an.

Berbeda dengan TPQ yang dalam SK Dirjen Pendis ini diberikan pengertian atau yang dimaksud dengan Taman pendidikan Al-Qur’an adalah jenis pendidikan keagamaan Islam nonformal yang bertujuan agar peserta didik mampu membaca, menulis,, menghafal dan mengamalkan kandungan al-Qur’an.

Adapun secara administrasi, secara kelembagaan, TPQ dan TQA masuk dalam kategori LPQ, akan tetapi memiliki kode tersendiri untuk masing masing lembaga, yang nantinya akan menjadi identitas lembaga yang disebut dengan nomor statistik.

Dalam penyusunan nomor statistik lembaga Pendidikan Islam dibawah Dirjen Pendis, Bagi lembaga Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) kode lembaga = 411, sedangkan untuk Ta’limul Qur’an lil ’Aulad (TQA) kode lembaga = 421.

Demikian informasi tentang kepanjangan dari TQA yang seperti anda ketahui adalah Ta’limul Qur’an Lil Aulad dan termasuk dalam rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an mengacu kepada Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri Agama, dan juga SK Dirjen Pendis. Wilujeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Kalender Pendidikan TPQ TPA Taman Pendidikan Alquran 2020/2021

assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Menyusun Kaldik untuk TPQ, alasan fungsi dan manfaat serta faktor internal dan eksternal sebagai pertimbangan pembuatan kalender pendidikan

Kalender pendidikan umumnya dibuat dalam satu tahun sekali. Dimulai dari awal pendaftaran dan diakhiri dengan liburan panjang setelah penerimaan raport semester dua.
pontren.com – Didalamnya termuat rancangan agenda kegiatan dalam satu tahun dimulai masa pendaftaran, kegiatan rutin, kegiatan insidental, pelaksanaan ujian, pembagian raport dan waktu liburan bagi siswa.

menyusun Kalender Pendidikan TPQ
ilustrasi ustadzah Pengajar TPQ (C) Faizal Riza

Fungsi Kalender Pendidikan untuk TPQ

Berfungsi sebagai acuan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar selama satu tahun. Keberadaan kaldik ini akan menjadi penuntun guru dalam memperkirakan kapan pelajaran di sampaikan dan target yang harus dicapai dalam satu tahun pengajaran.

Membuat agenda pendidikan yang tertata rapi dengan rancangan sedemikian rupa sehingga fokus pendidikan TPQ dapat berjalan maksimal. Keteraturan kegiatan membuat suatu TPQ menjadi lebih berkualitas karena sudah ada alokasi waktu yang jelas dalam perekrutan murid baru, persiapan ujian dan pembagian raport

Pertimbangan dalam membuat Kalender Pendidikan

Sebagai pendidikan non formal tentunya TPQ harus beradaptasi dengan agenda KBM yang dibuat oleh pendidikan formal yaitu Sekolah SD SMP ataupun Madrasah tingkat MI maupun MTs.

Dengan begitu kalender pendidikan untuk anak TPQ dibuat supaya bisa selaras dengan waktu masuk, libur maupun pelaksanaan ujian pada Pendidikan Formal.

Selain mengacu pertimbangan KBM pendidikan formal, bulan ramadhan juga perlu dipertimbangkan dalam agenda penyusunan kaldik TPQ karena sifat bulan ramadhan yang istimewa bagi umat Islam.

Jumlah personel dan kekuatan dewan pengasuh TPQ juga diperhatikan untuk parameter kegiatan yang bersifat insidentil semisal piknik, ujian bersama, lomba antar santri maupun yang lainnya.

Isi Kalender Pendidikan Taman Pendidikan Alquran

Suatu Kalender pendidikan untuk TPA setidaknya memuat kapan pelaksanaan ujian semester, pembagian raport dan kegiatan bulan puasa di bulan ramadhan.

ilustrasi pengajar Taman Pendidikan Alquran (C) Faizal Riza
ilustrasi pengajar Taman Pendidikan Alquran (C) Faizal Riza

Sedangkan yang lain bisa menyesuaikan dengan menimbang kekuatan personel ustadz ustadzah, jumlah santri serta pendanaan yang ada. Beberapa hal yang bisa dimasukkan dalam Kaldik TPQ misalnya :

  • Darma wisata tahunan
  • Libur Hari Raya Islam
  • Mid semester
  • Anjang sana ke tempat TPQ yang bagus
  • Pesta kebun dan give away
  • Wisuda Santri
  • Penerimaan santri baru
  • Dan lain lain

Rumusan Alokasi waktu penyesuaian Kaldik TPQ dengan sekolah formal

Seperti disampaikan diatas bahwasanya TPQ harus beradaptasi dan menyelaraskan dengan jadwal pendidikan formal. Untuk hal yang bersifat pokok dan rutin yaitu ujian semesteran dan pembagian raport maka pemilihan waktu yang disarankan adalah sebagai berikut

Waktu ujian Semester Kalender Pendidikan TPQ

ilustrasi lulusan Taman Pendidikan alquran (C) Faizal Riza
ilustrasi lulusan Taman Pendidikan alquran (C) Faizal Riza

Meluangkan waktu untuk ujian semester relatif susah susah gampang, hal ini mengacu pada status TPQ sebagai pendidikan non formal. Akan tetapi jika ingin sebuah TPA maju dan berkualitas, maka ujian semester merupakan salah satu tolak ukur TPQ tersebut ecek-ecek atau memang dikelola dengan profesional.

Pemilihan waktu untuk ujian, rekomendasinya adalah pada saat hari tenang setelah sekolah formal melakukan ujian dan sebelum pembagian raport.

Pada sekolah formal ujian selesai beberapa hari sebelum pembagian raport. Waktu pasca ujian dan sebelum penerimaan raport pada SD atau MI bisa dimanfaatkan untuk pelaksanaan ujian semesteran pada TPQ.

Baca :

Contoh Struktur Organisasi TPQ beserta Susunan Kepengurusan

Matriks Pembelajaran TPQ Tingkat Awal (Level A)

Pengaturan Pembagian Kelas TPQ

Pertimbangannya adalah orang tua bisa mendampingi anak menghadapi ujian dan santri tidak terbebani dengan pelaksanaan THB di sekolah.

Kenapa tidak dilaksanakan pada saat liburan sekolah? asumsi bahwa pada saat libur setelah ujian sekolah ada sebagian santri yang liburan keluar kota baik ke tempat saudara ataupun piknik keluar kota.

Dengan begitu tidak maksimal kehadiran murid pada saat pelaksanaan ujian semesteran pada TPQ. Berbeda jika ujian dilaksanakan pada hari tenang sebelum rapotan SD atau MI dimungkinkan kehadiran siswa lebih tinggi.

Pemilihan waktu pembagian raport

ambil raport TPQ
ilustrasi wali santri TPQ ambil raport dengan jalan kaki

Tentunya akan mepet sekali jika penerimaan raport disamakan dengan jadwal penerimaan hasil pembelajaran pada SD/MI. Terkait ini kepala sekolah bisa memilih waktu masuk hari pertama sekolah formal.

Pertimbangannya adalah waktu tersebut anak yang liburan sudah kembali ke rumah, para guru bisa membuat nilai dengan lebih tenang karena alokasi waktu yang memadai.

Contoh Kalender Pendidikan TPQ tahun 2020/2021

Dibawah ini akan kami contohkan kalender pendidikan TPQ yang sederhana. Dibuat mengacu kepada kalender pendidikan Syamsiyah dan mempertimbangkan kegiatan belajar mengajar pada sekolah formal.

Kalender Pendidikan TPQ tahun pelajaran 2018/2019
Kalender Pendidikan TPQ tahun pelajaran 2018/2019

Adapun unsur yang dimasukkan pada contoh kalender pendidikan ini adalah:

  • 22 Agustus 2018 : Idul Adha
  • 11 September 2018 : Tahun Baru Hijriyah
  • 24-27 September 2018 : Ujian Mid Semester Ganjil TPQ
  • 28-29 September 2018 : Libur Jeda setelah Ujian
  • 20 November 2018 : Maulud Nabi Muhammad saw
  • 10-13 Desember 2018 : Ujian Semester Ganjil tahun pelajaran 2018/2019
  • 14-15 Desember 2018 : Libur Jeda setelah Ujian
  • 02 Januari 2018 : Penerimaan raport semester Ganjil tahun 2018/2019
  • 12-15 Maret 2019 : Ujian Mid Semester Genap TPQ
  • 03 April 2019 : Isro & Mi’raj
  • 7 Mei-4 Juni 2019 : Prakiraan Puasa Ramadhan 1440 H
  • 5-6 April 2019 : idul Fitri 1440 H
  • 16-20 Juni 2019 : Ujian Semester Genap TPQ
  • 21-22 Juni 2019 : Libur Jeda setelah Ujian
  • 30 Juli 2019 : Wisuda Santri yang sudah lulus TPQ
  • 1-13 Juli 2019 : Penerimaan santri Baru
  • 13 Juli 2019 : Pembagian raport Semester Genap

ilustrasi santri TPQ Senior (C) Faizal Riza
ilustrasi santri TPQ Senior (C) Faizal Riza

Itulah beberapa agenda kegiatan yang dimasukkan dalam contoh kalender pendidikan bagi TPQ tahun ajaran 2018/2019 kali ini.

Diharapkan setiap tahun akan dibuat kaldik ini secara periodik pada awal bulan juli sehingga jika ada pengelola TPQ bisa menjadikan kaldik ini parameter dalam melaksanakan KBM

Download Kalender Pendidikan Format Doc / excell

Berikut adalah dokumen kaldik TPQ yang bisa di download dalam format excell sehingga bagi pengasuh TPQ atau kepala sekolah, ustadz, bagian tata usaha bisa melakukan modifikasi, penggantian KOP ataupun mengedit jadwal agenda kegiatan, menambah mengurangi dan lain sebagaianya.

Link Download Kalender Pendidikan TPQ Tahun Ajaran 2018/2019

Download Kaldik TPQ tahun ajaran 2020/2021

ternyata sebelumnya ada tautan yang rusak, alhamdulillah konangan sehingga untuk saat ini file kaldik tpq 2020/2021 dapat diunduh. Untuk kritik dan saran mohon dituliskan pada kolom komentar sebagai peningkatan kualitas konten.
Semoga bermanfaat.

Masa Pendidikan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an

Informasi tentang masa pendidikan dalam tahun untuk lembaga lembaga yang berada dibawah LPQ (Lembaga Pendidikan Al-Qur’an) yang berdasarkan Surat Keputusan Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Al Qur’an yang ada enam yaitu;
1) Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an;
2) Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an;
3) Taman Pendidikan Al-Qur’an;
4) Taklimul Qur’an Lil Aulad;
5) Rumah Tahfidz Al-Qur’an; dan
6) Pesantren Takhassus Tahfidz.

Baca;

Surat Keputusan Dirjen Pendis no 91 tahun 2020;
Pendaftaran Lembaga TPQ Harus dibawah organisasi berbadan hukum;
Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Selamat siang para muslimin muslimat utamanya yang mengelola lembaga pendidikan al-Qur’an, dalam Kepdirjen nomor 91 tahun 2020 yang mengulas tentang pelaksanaan pendidikan al-Qur’an terdapat petunjuk tentang masa pendidikan santri anak didik dengan durasi tahun.

Lembaga LPQ yang ada ketentuan Masa Pendidikannya

Dalam SK ini hanya ada 4 lembaga yang diberikan kisi kisi atau pedoman masa pendidikan lembaga yang berada dalam ruang lingkup Lembaga Pendidikan Al-Qur’an.

Adapun keempat lembaga yang ada masa pedoman pendidikannya yaitu;

  1. PAUD Al Qur’an;
  2. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ);
  3. Taklimul Qur’an Lil Aulad (TQA); dan
  4. Rumah Tahfidz Al Qur’an (RTQ).

Itulah keempat lembaga yang ada ketentuan tentang masa pendidikannya.

Untuk 2 lembaga yang lain (Taman Kanak-kanak Al-Qur’an/TKQ dan Pesantren Takhassus Tahfidz) dalam SK Dirjen ini tidak disebutkan ketentuan atau pedoman masa pendidikannya.

Masa Pendidikan Santri pada Lembaga

RTQ-Rumah-Tahfidz-Al-Qur'an

Untuk lebih detil mengenai berapa tahun masa pendidikan santri pada lembaga al-Qur’an, berikut detil ketentuannya.

PAUD Al-Qur’an

Masa Pendidikan pada PAUD al-Qur’an diselenggarakan selama 2 (dua) tahun, analisa dari admin maka lembaga PAUD Al-Qur’an ini bisa dibuat menjadi 2 jenjang.

TPQ

Masa Pendidikan pada Al-Qur’an diselenggarakan selama 2 (dua) sampai 4 (empat) tahun, pada buku terbitan dari Jakarta untuk TPQ ternyata dibagi menjadi 3 jenjang atau level. Pada bagian ini tentunya akan disampaikan ketentuan susulan sebagaimana termakub pada SK Pendis ini.

TQA

Masa Pendidikan pada TQA (Taklimul Qur’an Lil Aulad) diselenggarakan selama 3 (tiga) tahun, logika masuk akal pembagian kelas tingkatannya menjadi 3 tingkatan.

RTQ (Rumah Tahfidz Al-Qur’an)

Masa pendidikan pada RTQ diselenggarakan menyesuaikan dengan program penjenjangan yang ada. Karena belum ada ketentuan yang jelas mengenai RTQ maka penjenjangan ini logikanya dibuat oleh pengelola masing masing lembaga.

Begitulah informasi tentang masa pendidikan di lingkungan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang mencakup 4 lembaga yaitu PAUD Al-Qur’an, TPQ, TQA, dan RTQ yang menjadi pedoman kelembagaan dalam pengaturan jenjang maupun lamanya pendidikan.

Demikian, semoga menambah khazanah informasi tentang berapa tahun lama pendidikan pada TPQ Paud Al-Qur’an TQA dan Rumah Tahfidz. Sugeng siang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Seluruh TPQ Madin Ponpes Kab Pekalongan sudah berbadan Hukum, Keren dan Inspiratif

Informasi tentang hebat dan kerennya lembaga Taman Pendidikan Al Qur’an, Madrasah Diniyah Takmiliyah, pondok pesantren dan organisasi Pendidikan Islam di Kabupaten Pekalongan yang mampu mengkondisikan kepemilikan BHI (Badan Hukum Indonesia) sehingga tidak mempermasalahkan jika TPQ diharuskan berada dibawah organisasi yang berbadan hukum.

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sugeng enjang pakde bude, ditengah kegalauan beberapa penggiat pendidikan keagamaan khususnya untuk Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) dimana saat ini persyaratan pendaftaran dan juga pemberian nomor statistik mensyaratkan TPQ berada dibawah naungan organisasi yang berbadan hukum.

Ketentuan tentang keharusan berbadan hukum sebagai syarat pendaftaran ini dapat dilihat dalam Surat Keputusan Direktur Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan Islam yang ditetapkan ditandatangani di Jakarta pada tanggal 7 Agustus 2020 oleh Dirjen Kamaruddin Amin.

Dan seandainya pun ada ketentuan (seandainya) yang berlaku surut mengenai ketentuan BH Indonesia ini bagi lembaga TPQ maka dengan gagah dan dan berwibawa Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan secara pede melalui ketentuan ini.

TPQ harus berbadan hukum

Dan diyakini tidak ada satupun lembaga Taman Pendidikan Al Qur’an yang terpental dari catatan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan karena memang kepemilikan Badan Hukum Indonesia ini sudah terkondisikan sejak beberapa tahun sebelumnya.

Jangan jangan jumlah lembaga yang terdaftar di Kankemenag Kab. Pekalongan hanya berjumlah puluhan saja?

Ini yang perlu diberikan kesalutan dari kabupaten atau kota lain yang lembaganya banyak yang belum mempunyai Badan Hukum Akta Notaris dengan SK Kemenkumham.

Baca; pentingnya pendidikan Al Qur’an sebagai bagian dalam pendidikan Islam

Berdasarkan data, bahwa jumlah lembaga Taman Pendidikan Al Qur’an berjumlah lebih dari 1.000 (seribu) lembaga, Madrasah diniyah Takmiliyah sejumlah 500 lebih dan Pondok Pesantren yang mencapai 88 (delapan puluh delapan) pesantren. Angka TPQ dan Madin ditulis globalnya karena data yang bersifat dinamis yang bertambah dari waktu ke waktu.

Kekompakan pengelola TPQ, Madin dan Pondok Pesantren dalam mengurus Badan Hukum Akta Notaris yang ber SK Kemenkumham ini tidak terlepas dengan keberadaan bantuan dari bupati dikala itu yang menggelontorkan dana bagi lembaga sebesar @ 2.000.000,- dan untuk masing-masing guru sebesar Rp. 500.000,-.

Ahmad-Zayadi-Direktur-PD-Pontren
Ahmad Zayadi (Direktur PD Pontren Kala itu) saat mengunjungi PP PDF Walindo acara roan Akbar

Dikala itu keberadaan dari ketentuan Kemendagri yang mensyaratakan keberadaan sk ini membuat lembaga dikala tersebut beramai ramai mengurus SK Kemenkumham.

Dalam hal penghematan pembuatan SK Kemenkumham sebagai persyaratan lembaga yang berbadan hukum, banyak lembaga yang menjatuhkan pilihan kepada perkumpulan dibandingkan dengan yayasan. Untuk dicatat, selisih biaya dalam mengurusnya mencapai berjuta – juta rupiah.

Baca; SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020

Berdasarkan penuturan Kindro Dwi Raharjo, S.Pd., salah satu punggawa PD Pontren di Kabupaten Pekalongan menyebutkan bahwa dengan usaha yang luar biasa dari berbagai pihak yang ada, Badan hukum kelompok ini bisa kelar dalam waktu satu minggu saja, dengan biaya untuk mengurusnya kisaran satu sampai dua juta rupiah.

Apapun itu, kebersamaan dan sinergi antara pengelola lembaga pendidikan (TPQ, Madin, Ponpes dll), Kankemenag, PD Pontren dengan Kepala Seksi Hbusaeri, MH, Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan sangat perlu dicontoh dan diapresiasi dengan keberhasilan melakukan sapu bersih pengadaan Badan Hukum bagi lembaga Pendidikan Islam.

santriah roudlotul mubtadiin
santriah roudlotul mubtadiin

Sebenarnya saya yakin juga masih ada TPQ yang belum memiliki Badan Hukum di Kabupaten Pekalongan, akan tetapi karena begitu sedikitnya yang tidak punya (entah karena tidak mau mengurus atau merasa hanya TPQ keluarga saja) maka tetaplah sangat sukses Kabupaten Pekalongan dalam hal edukasi kepemilikan SK Kemenkumham untuk lembaga Pendidikan Islam.

Salut salut dan sekali lagi salut, semoga lembaga yang lain bisa segera menyusul dan memiliki Badan Hukum entah itu berupa yayasan maupun kelompok.

Demikian reportase yang dapat menginspirasi kita guna mengurus SK Kemenkumham yang biasanya berfungsi dalam mengurus perizinan dan syarat menerima bantuan dari instansi pemerintah.

Sugeng enjang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an SK Dirjen Pendis no 91 th 2020

Informasi dan keterangan tentang tujuan dari penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an mengacu kepada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, selamat pagi para pengasuh lembaga pendidikan Al-Qur’an ataupun para mahasiswa dan akademisi yang memiliki minat terhadap penelitian dan juga sedang mengerjakan tugas akhir skripsi maupun paper di fakultas Tarbiyah utamanya Pendidikan Agama Islam.

Secara definisi, menurut YAYASAN TRISAKTI Tujuan merupakan kunci untuk menentukan atau merumuskan apa yang akan dikerjakan, ketika pekerjaan itu harus dilaksanakan dan disertai pula dengan jaringan politik, prosedur, anggaran serta penentuan program.

Ada 3 tujuan dalam penyelenggaraan satuan pendidikan Al Qur’an.

Apa sih yang dimaksud dengan satuan pendidikan Al-Qur’an?

pentingnya pendidikan Al-Qur'an

Satuan Pendidikan Al-Qur’an adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis, menghafalkan, memahami, menafsirkan dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an.

Baca; Posisi Strategis Pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian dari Pendidikan Islam

Penyelenggaraan satuan pendidikan Al-Qur’an bertujuan untuk;

Pertama; Menanamkan kepada peserta didik untuk memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kata iman menurut bahasa berarti membenarkan التصديق ,
sedangkan menurut syara’ adalah membenarkan dengan hati بالقلب التصديق dalam arti menerima dan tunduk pada apa yang diketahui bahwa hal tersebut dari agama Nabi Muhammad.

secara istilah, Menurut Ibnu Taimiyah, “Takwa adalah seseorang beramal ketaatan pada Allah atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya (petunjuk) dari Allah karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan mendekatkan diri pada Allah selain dengan menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Aku cintai. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.”

Inilah hadits shahih yang disebut dengan hadits qudsi diriwayatkan oleh Imam Bukhari.” (Al Majmu’ Al Fatawa, 10: 433)

Baca : SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an

Kedua; Mengembangkan kemampuan peserta didik (murid atau santri lembaga pendidikan Al-Qur’an) dalam membaca, menulis, menghafalkan, memahami, dan menafsirkan Al-Qur’an serta mengamalkan kandungannya.

Dalam hal maksud membaca dan menulis adalah tentang membaca dan menuliskan huruf hijaiyah yang dipakai dalam al-Qur’an.

Sedangkan menghafalkan termasuk bacaan salat maupun doa doa dan utamanya adalah ayat-ayat dan surat dalam al-Qur’an.

doa-dan-harapan-di-akhir-ramadan

Pengertian memahami menurut KBBI adalah 1 mengerti benar (akan); mengetahui benar 2 memaklumi; mengetahui.

Secara etimologi, tafsir berarti menjelaskan (الايضاح), menerangkan (التبيين), menampakan (الاظهار), menyibak (الكشف) dan merinci (التفصيل)

Pengertian tafsir secara istilah menurut Pendapat Abd al-Azhim al-Zarqani dalam Manahil al-‘Irfan fi ‘Ulum al-Qur`an:

علم يبحث عن القران الكريم من حيث دلالته على مراد الله تعالى بقدر الطاقة البشرية

“ilmu yang membahas tentang al-Qur`an dari segi dilalah-nya berdasarkan maksud yang dikehendaki oleh Allah sebatas kemampuan manusia”

Baca : Pedoman penyelenggaraan Madrasah Diniyah Takmiliyah

Ketiga; Mengembangkan pribadi berakhlakul karimah bagi peserta didik yang memiliki kesalehan individual dan sosial dengan menjunjung tinggi jiwa keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, persaudaraan sesama umat islam (ukhuwah islamiyah), rendah hati, (tawadhu), toleran (tasamuh), keteladanan, (uswah), pola hidup sehat, dan cinta tanah air.

Pada tujuan penyelenggaraan pendidikan Islam yang ketiga ini melingkupi faktor penataan hati dan juga menjaga diri secara fisik (pola hidup sehat) dan bagaimana berperilaku terhadap orang lain (ukhuwah islamiyah) maupun kehidupan dalam bermasyarakat (tasamuh, tawadhu).

Termasuk menjadi pribadi yang dapat menjadi suri tauladan kepada pihak lain (uswah), dan yang terakhir yaitu cinta tanah air, yang bentuknya bisa bermacam macam.

ukuran-standar-bendera-merah-putih

Itulah tujuan dari penyelenggaraan pendidikan Islam yang ada 3 (mengacu kepada SK Dirjen Pendis nomor 91 tahun 2020) yaitu;

  1. Menanamkan kepada peserta didik untuk memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  2. Mengembangkan kemampuan peserta didik (murid atau santri lembaga pendidikan Al-Qur’an) dalam membaca, menulis, menghafalkan, memahami, dan menafsirkan Al-Qur’an serta mengamalkan kandungannya.
  3. Mengembangkan pribadi berakhlakul karimah bagi peserta didik yang memiliki kesalehan individual dan sosial dan cinta tanah air.

Yang selanjutnya dicarikan penafsiran dan uraian guna menjabarkan secara ringkas maksud dari tujuan penyelenggaraan pendidikan islam ini.

Sugeng enjang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Welcome PAUD Al Qur’an, Rumah Tahfidz, Pesantren Takhassus Tahfidz, Goodbye Majelis Taklim

Informasi tentang keberadaan lembaga baru di dalam rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an berdasarkan Surat keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, tak terasa bahwa Surat Kepdirjen Pendis no 91 th 2020 telah berjalan setengan tahun (6 bulan) ditanda tangani, tepatnya di Jakarta pada tanggal 7 Januari 2020. Kalau tidak percaya, coba anda rasakan kapan Juklak ini anda ketahui secara resmi dari instansi.

Baca; SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020

Sebagaimana dalam judulnya, SK Dirjen ini merupakan petunjuk dalam pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an.

Apa sih yang dimaksud dengan pendidikan al-Qur’an dalam Juknis ini?

Dalam petunjuk pelaksanakan disebutkan bahwa lembaga Pendidikan Al Qur’an (LPQ) adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan Al-Qur’an.

paud-al-qur'an

Dalam penyelenggaraan pendidikan alquran, memiliki tujuan. Disebutkan dalam juklak ada 3 tujuannya yaitu;

  1. Menanamkan kepada peserta didik (santri lembaga pendidikan Islam) untuk memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT;
  2. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis, menghafalkan, memahami, dan menafsirkan al-Qur’an, serta mengamalkan kandungan Al-Qur’an dan;
  3. Mengembangkan pribadi akhlakul karimah dan seterusnya. (akan dibahas di postingan yang lain).

Jenis Pendidikan Lembaga Pendidikan sebelumnya (berdasarkan EMIS mbiyen?)

Sebagaimana diketahui, lembaga pendidikan Islam dibawah Kementerian Agama memiliki tanggungan yang lumayan berat dan setiap 6 bulan sekali untuk melakukan entry data lembaga, guru, santri, sarana dan prasarana yang dimiliki.

Untuk sekedar mengingatkan beratnya entry emis, bisa satu siswa memuat 36 kolom yang harus di isi oleh pengelola lembaga.

Baca ; mengelola TPQ menjadi maju dan berkualitas

Coba saja murid TPQ anda 100. Anda perlu menuliskan data satu santri 36 kolom kali 100 santri = 3.600 kolom, belum lagi kendala biaya internet dan server yang kadang membuat frustasi para operator emis. Semoga kedepan kolom kolom ini jumlahnya lebih memudahkan operator, ya 5-8 kolom sepertinya masuk akal.

Kembali lagi ke lembaga pendidikan sebelumnya ada 4 yaitu;

  1. Taman Kanak Kanak Al-Qur’an;
  2. Taman Pendidikan Al Qur’an;
  3. Taklimul Qur’an Lil Aulad; dan
  4. Majelis Taklim.

Dengan kedatangan SK Dirjen ini maka diucapkan selamat datang ke keluarga besar Lembaga Pendidikan Al Qur’an yaitu LPQ dimana sebelumnya hanya TPQ saja yang nampak gaungnya.

Untuk TKQ lumayan eksis dan penggembira pelengkap TPQ sedangkan TQA cenderung tidak terdengar kabarnya yang entah bagaimana panduan kurikulum ataupun juklak juknis sebagai pedoman para pengelola.

RTQ-Rumah-Tahfidz-Al-Qur'an

Bagaimana dengan majelis taklim? Keberadaannya ternyata terlempar dari LPQ walaupun ada juga yang sedikit terseret eksistensinya sebagai LPQ. Hal ini dapat dilihat dalam Bab II Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an Huruf B. Bentuk, Jenjang, Jalur dan Jenis Pendidikan.

Pada angka 6 (enam) disebutkan bahwa program pembelajaran salah satunya adalah pengajian al-Qur’an, biasanya pengajian alquran di kalangan bapak ibu disebut dengan majelis taklim, akan tetapi jangan khawatir, disini tidak terakomodasi dalam LPQ, karena sudah ada ketentuannya tersendiri. Goodbye Majelis Taklim dari Rumpun LPQ.

Lembaga Baru LPQ

Apa saja sih ketiga lembaga baru tersebut koq tetiba muncul ke permukaan?

Ketiga Lembaga pendidikan al-Qur’an yang baru dalam SK Dirjen tersebut adalah;

  1. Pendidikan Al Qur’an Usia Dini (PAUD Al-Qur’an);
  2. Rumah Tahfidz Al Qur’an (RTQ); dan
  3. Pesantren Takhassus Al Qur’an.

Pendidikan anak usia dini al-Qur’an disebut dengan PAUD Al-Qur’an, adalah jenis pendidikan keagamaan Islam formal jenjang anak usia dini yang bertujuan untuk mengenalkan baca, tulis, tahfidz, dan pengamalan kandungan Al-Qur’an melalui pembiasaan perilaku sehari-hari.

pesantren-tahfidz-takhassus

Rumah Tahfidz Al Qur’an disebut dengan RTQ adalah satuan pendidikan keagamaan Islam nonformal yang mengkhususkan untuk menghafal Al-Qur’an, mengamalkannya, dan membudayakan nilai nilainya dalam sikap hidup sehari-hari yang berbasis hunian, lingkungan dan komunitas;

Pesantren tahfidz al-Qur’an adalah satuan pendidikan pesantren yang mengkhususkan pembelajaran baca tulis tahfidz, tafsir dan ulumul Qur’an serta seni Al Qur’an.

Itulah ketiga lembaga baru dan pengertiannya mengacu kepada SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020, kami ucapkan welcome kepada PAUD Al Qur’an, Rumah Tahfidz dan Pesantren Tahfidz dalam keluarga Besar LPQ (Lembaga Pendidikan Al Qur’an) dan sayonara kepada Majelis Taklim.

Sugeng dalu saudara-saudari semuanya, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Posisi Strategis Pendidikan Al Qur’an sebagai Bagian Pendidikan Islam

Informasi tentang bagaimana posisi Pendidikan Al Qur’an (TPQ, TKQ, Rumah Tahfidz dll) sebagai bagian pendidikan Islam mengacu tulisan Bab I Pendahuluan dalam Latar Belakang pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, dengan keberadaan SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 07 Januari 2020 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Kamaruddin Amin dapat dilihat bagaimana kebijakan pengembangan Pendidikan Islam oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

3 Aspek Pengembangan Pendidikan Islam

Dalam pengembangan pendidikan Islam oleh Ditjen Pendis Kementerian Agama mencakup 3 (tiga) aspek yaitu;

  1. Aspek perluasan akses;
  2. Peningkatan mutu dan daya saing; dan
  3. Tata kelola pendidikan.

Dalam hal perluasan akses dapat dilihat dari peningkatan jumlah partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan.

Untuk peningkatan mutu dan daya saing merupakan usaha sungguh sungguh dalam peningkatan kualitas pendidikan Islam sehingga mampu memiliki daya saing dengan lembaga pendidikan yang lain

Sedangkan tata kelola pendidikan Islam adalah hal yang berkaitan dengan penataan kelembagaan, manajemen pengelolaan dan regulasi pendidikan.

Baca : SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an

Kengan keberadaan 3 aspek kebijakan pengembangan pendidikan Islam oleh Direktorat Pendidikan Islam, pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian dari pendidikan Islam memiliki posisi yang strategis.

Posisi yang strategis dari pendidikan Al-Qur’an dalam Pendidikan Islam ini tidak terlepas dengan adanya kenyataan bahwa;

  • Di dalam Al-Qur’an terdapat kurang lebih 750 (tujuh ratus lima puluh) ayat rujukan yang berkait dengan ilmu, sehingga semua lembaga pendidikan keagamaan Islam pasti mengajarkan Al-Qur’an;
  • Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an sangat penting karena Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran islam dan pedomab hidup bagi setiap Muslim. Al-Qur’an bukan hanya memuat petunjuk hubungan manusia dengan Tuan (hablum minallah) tetapi juga mengatur hubungan dengan sesama manusia (hablum min-nas) serta manusia dengan alam sekitarnya. Untuk memahami ajaran Islam secara sempurna (Kaffah) diperlukan pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an dan pengamalannya dalam kehidupan sehari hari secara sungguh-sungguh dan konsisten;
  • Pendidikan Al-Qur’an menjadi pondasi seluruh kurikulum di dunia Islam, karena Al-Qur’an merupakan yiar agama yang mampu menguatkan akidah dan mengokohkan keimanan.

Dengan demikian, pendidikan Al-Qur’an merupakan ruh utama dari pendidikan Islam karena Al Qur’an merupakan petunjuk hidup.

Baca : Pengertian rumah tahfidz, usia santri dan pendidikan inti

Oleh karena itu pendidikan Al-Qur’an tidak sekedar pada pembelajaran membaca dan menghafal akan tetapi harus dikembangkan lagi pada level pembelajaran memahami sehingga mampu dalam pengamalannya dengan baik sesuai pesan Ilahiyah.

Maksud Lembaga Pendidikan Al Qur’an

Setelah diulas tentang pentingnya pendidikan Al Qur’an sebagai bagian dalam pendidikan Islam, selanjutnya adalah mengetengahkan lembaga sebagai wadah atau sarana tempat pembelajaran yang ada dalam ketentuan umum pada SK Dirjen Pendis nomor 91 tahun 2020 ini.

urgensi-pendidikan-Al-Qur'an

Yang disebut dengan Lembaga Pendidikan Islam, kemudian disebut dengan LPQ adalah lembaga Pendidikan Keagamaan Islam yag menyelenggarakan Pendidikan Al-Qur’an.

Ada 6 jenis lembaga (sebelumnya 4 jenis) yaitu;

  1. Pendidikan Anak Usia Dini Al Qur’an;
  2. Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ);
  3. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ);
  4. Taklimul Qur’an Lil Aulad (TQA);
  5. Rumah Tahfidz Al-Qur’an; dan
  6. Pesantren Tahfidz Al-Qur’an.

Itulah keenam lembaga yang termasuk dalam LPQ, dimana pada nomenklatur penomoran dan entry data emis sebelumnya hanya ada 4 lembaga saja yaitu;

  1. Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ);
  2. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ);
  3. Taklimul Qur’an Lil Aulad (TQA); dan
  4. Majelis Taklim.

Dengan keberadaan Surat Keputusan Dirjen yang menjadi Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an kami ucapkan selamat datang kepada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an, Rumah Tahfidz Al Qur’an, dan Pesantren Tahfidz dan juga diucapkan selamat jalan kepada lembaga majelis taklim dari LPQ.

Demikian tulisan tentang urgensi dan pentingnya posisi pendidikan al-Qur’an sebagai bagian dalam pendidikan Islam, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sumber : Bab I Pendahuluan pada Pengantar Kepdirjen Pendis no 91 tahun 2020

Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al Quran SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020

Download Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al Quran SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 format PDF sebagai acuan lembaga maupun pemangku kebijakan.

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Keberadaan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan nomor 91 tahun 2020 ini dalam rangka melaksanakan ketentuan pasal 50 Peraturan Menteri Agama no 13 tahun 2014 tentang pendidikan Keagamaan Islam.

Dengan pertimbangan diatas selanjutnya Dirjen Pendis merasa perlu menetapkan keputusan sebagai petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan Islam.

Sebagai latar belakang adalah kebijakan pengembangan pendidikan Islam Direktur Jenderal Pendis pada Kementerian agama yang mencakup 3 aspek.

Ketiga aspek dimaksud adalah ;

  1. Perluasan akses. Ditandai dengan meningkatnya angka partisipasi masyarakat di dunia pendidikan;
  2. Peningkatan mutu dan daya saing, merupakan usaha serius dalam peningkatan kualitas pendidikan Islam sehingga memiliki daya saing dengan lembaga pendidikan lainnya; dan
  3. Tata kelola pendidikan, berkait dengan penataan kelembagaan, manajemen pengelolaan dan regulasi pendidikan.

Tujuan keberadaan petunjuk pelaksanaan (kadang disebut juga petunjuk teknis)

Keputusan ini dimaksudkan sebagai acuan bagi para pemangku kepentingan dalam rangka pengaturan dan pengembangan kelembagaan pendidikan alquran.

Keputusan ini bertujuan untuk pengaturan kelembagaan pendidikan alquran supaya tertata dengan baik.

Yang dimaksud dengan Lembaga Pendidikan Al Qur’an

Berdasarkan SK Dirjen pendis no 9 tahun 2020 ini yang disebut dengan Lembaga Pendidikan Alquran, selanjutnya disingkat dengan LPQ adalah Lembaga pendidikan keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan alquran.

Apa saja jenis Lembaga pendidikan alquran ini?

Dalam SK Dirjen terdapat 6 (enam) lembaga sebagai penyelenggara pendidikan alquran. Berikut keenam lembaga yang dimaksud.

  1. Pendidikan Anak Usia Dini al Qur’an (istilah baru, entah apa singkatannya, PAUDQ?);
  2. Taman Kanak Kanak Alquran (TKQ);
  3. Taman Pendidikan Alquran (TPQ);
  4. Taklimul Qur’an Lil Auld (TQA);
  5. Rumah Tahfidz al Qur’an (RTQ) dan
  6. Pesantren Tahfidz Al Qur’an (PTQ?)

Sedangkan yang disebut dengan satuan pendidikan alquran adalah satuan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis, menghafalkan, memahami, menafsirkan dan mengamalkan kandungan al Qur’an.

cantik baik hati dan rajin menabung

Sebenarnya masih panjang dan berliku penjelasan dari dirjen pendis ini dimana pendaftaran lembaga menjadi lebih berat karena adanya keberadaan dokumen kurikulum, sedangkan dari pihak pihak terkait adakalanya tersenyum manis mengenai kurikulum.

Setidaknya lembaga dapat mengambil kurikulum TPQ maupun TKQ berdasarkan matriks pembelajaran yang telah ada buku nya setidaknya pada tahun 2013.

Download Juklak Penyelenggaraan Pendidikan Al Quran SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020

Sebelum anda mengunduh atau download dari tautan yang disediakan, anda dapat melakukan review dari file preloved yang dapat dilihat secara langsung tanpa harus mengunduhnya.

Tujuan dari preloved ini adalah seandainya anda hanya ingin membaca tidak hendak menyimpan file sampean bisa melihat lihat scroll atas bawah dan menghemat hard disk kapasitas komputer atau smartphone yang sampean miliki.

Berikut tampilannya.

Anda dapat mengunduh secara langsung dari tampilan gambar diatas, sekiranya terdapat kendala, sampean dapat mengikuti tautan atau link yang kami sediakan sehingga bisa mengunduh atau mendownload file juknis TPQ format PDF ini, berikut tautannya.

Download Juklak Juknis TPQ LPQ

Demikian informasi mengenai Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al Quran, semoga semakin memudahkan dalam memahami dan tidak pusing dengan aturan yang dibuat oleh para pembuatnya.

Selamat mengelola TKQ TPQ TQA Rumah Tahfidz maupun pondok pesantren tahfidz, sugeng dalu, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.