Arsip Tag: pondok pesantren tahfidz

Pondok Pesantren Tahfidz Gratis di Karanganyar Program 1 Desa 1 Hafidz

Informasi tentang mondok tahfidz gratis di pesantren berdasarkan misi ke-5 Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018-2023 dengan nama program kegiatan “Satu Desa/Kelurahan, satu Hafidz” yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren di Kabupaten Karanganyar.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Eh sudah pada tahu apa belum ada program pondok pesantren tahfidz gratis di Karanganyar?

Bagaimana program ini dikatakan sebagai pondok pesantren gratis?

Dalam keterangan disebutkan bahwa Dana pendidikan, akomodasi dan uang saku selama pendidikan berlangsung ditanggung oleh pemerintah.

baca : Syarat Legalisir Akte Kelahiran di Dusdukcapil Karanganyar, cepat dan Gratis

Ditambahkan lagi keterangan bahwa uang saku adalah sebesar Rp. 450.000,-/bulan (empat ratus lima puluh ribu rupiah setiap bulannya.

Weleh weleh, kesempatan bagi para santri ataupun siapapun dia yang berminat untuk mendaftarkannya.

Syarat dan Ketentuan

Apa saja syarat dan ketentuan?

Dalam surat Bupati Karanganyar kepada Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Karanganyar yang beredar di grup-grup whatsapp tertera syarat dan ketentuannya.

bupati Karanganyar Juliyatmono
Bupati Karanganyar (no 3 dari Kiri) dalam pemberangkatan santri Program Satu Desa/Kelurahan satu Hafidz Kab Karanganyar tahun 2020

Dalam surat ini kepada Kepala Desa atau Lurah diminta untuk mengirimkan calon santri dimana setiap desa atau kelurahan mengirim 2 orang untuk diseleksi dan kemudian dididik menjadi hafidz al-Qur’an.

Berikut adalah syarat dan ketentuan yang berlaku bagi siswa siswi yang hendak mengikuti program ini.

  1. Muslim/beragama Islam;
  2. Sudah lancar membaca al-Qur’an;
  3. Surat rekomendasi dari kepala desa/lurah setempat/sesuai domisili;
  4. Lulus SLTP/sederajat dengan bukti FC ijazah/SKHUN 1 lembar atau sedang menempuh pendidikan SMA/sederajat. Kepala Sekolah/Madrasah dimohon memberikan rekomendasi persetujuan untuk siswa yang ingin ikut program ini.
  5. Surat pernyataan kesanggupan untuk menghafal al-Qur’an, dan bersedia mengikuti program sekolah tahfidz selama kurang lebih 3 tahun.
  6. Surat keterangan persetujuan orang tua
  7. Memasukkan berkas ke dalam map kuning meliputi;
    • Foto berwarna ukuran 3×4 sebanyak 5 lembar
    • Fotocopy alte kelahiran 1 lembar
    • Fotocopy Kartu keluarga 1 lembar
  8. Untuk persyaratan angka 3 sampai 7 berkas pendaftaran paling lambat diterima pada tanggal 28 Oktober 2020.
  9. Didaftaran pada bagian Kesra setda Kabupaten Karanganyar yang beralamat di Jl. Lawu nomor 385 B Karanganyar (tepatnya sebelah selatan alun-alun). Telp 0271 – 495039 pesawat 222
  10. Akhir tahun santri akan mendapatkan ijazah SMA atau sederajat.
  11. Dana pendidikan, akomodasi dan uang saku selama pendidikan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Nah begitulah kira kira informasi yang ada dalam surat tentang rekrutmen atau pendaftaran sekolah tahfidz gelombang II.

Baca : Pengalaman Bayar Pajak PBB di Kantor Pos Besar Karanganyar

Kemudian surat ini ditembuskan kepada

  • Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  • Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Kepala Kantor Kementerian Agama
  • Camat
  • Kepala Desa/Kelurahan

Yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Tempat Calon Santri Mengajukan Diri sebagai Peserta Program 1 Desa/Kelurahan 1 Hafidz

Logikanya, bagi para orang tua yang berminat dengan program ini bisa mengajukan putera puteri nya ke Desa atau kelurahan setempat untuk dites kelayakan yang selanjutnya pemerintah desa atau kelurahan mengajukan ke Bagian Kesra mengikuti program ini.

Jadi bagi yang berminat jangan langsung datang ke Kesra, akan tetapi silakan mengunjungi kantor desa atau kelurahan untuk mendapatkan informasi dan mengajukan diri atau ananda guna di seleksi terlebih dahulu di desa atau kelurahan.

harap di ingat, batas akhir pendaftaran adalah 28 Oktober 2020, sebelumnya sampean mesti sudah beres secara syarat dan teknis untuk mendaftar.

Jangan lupa untuk melihat syarat dan ketentuan yang berlaku.

Sebagai penguat informasi, kami lampirkan file dalam format PDF tentang surat yang beredar di grup whatsapp dan mungkin juga pada FB mengenai salah satu program Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar yang bernama “Satu Desa/Kelurahan, satu Hafidz”

Demikian informasi pagi ini berkaitan dengan pondok pesantren gratis program tahfidz yang di inisiasi oleh Pemda Kabupaten Karanganyar, semoga lancar dan barakah bermanfaat khususnya untuk wilayah Kabupaten Karanganyar dan Jawa Tengah serta Bangsa Indonesia pada umumnya.

Wilujeng enjang, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an SK Dirjen Pendis no 91 th 2020

Informasi dan keterangan tentang tujuan dari penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an mengacu kepada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, selamat pagi para pengasuh lembaga pendidikan Al-Qur’an ataupun para mahasiswa dan akademisi yang memiliki minat terhadap penelitian dan juga sedang mengerjakan tugas akhir skripsi maupun paper di fakultas Tarbiyah utamanya Pendidikan Agama Islam.

Secara definisi, menurut YAYASAN TRISAKTI Tujuan merupakan kunci untuk menentukan atau merumuskan apa yang akan dikerjakan, ketika pekerjaan itu harus dilaksanakan dan disertai pula dengan jaringan politik, prosedur, anggaran serta penentuan program.

Ada 3 tujuan dalam penyelenggaraan satuan pendidikan Al Qur’an.

Apa sih yang dimaksud dengan satuan pendidikan Al-Qur’an?

pentingnya pendidikan Al-Qur'an

Satuan Pendidikan Al-Qur’an adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis, menghafalkan, memahami, menafsirkan dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an.

Baca; Posisi Strategis Pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian dari Pendidikan Islam

Penyelenggaraan satuan pendidikan Al-Qur’an bertujuan untuk;

Pertama; Menanamkan kepada peserta didik untuk memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kata iman menurut bahasa berarti membenarkan التصديق ,
sedangkan menurut syara’ adalah membenarkan dengan hati بالقلب التصديق dalam arti menerima dan tunduk pada apa yang diketahui bahwa hal tersebut dari agama Nabi Muhammad.

secara istilah, Menurut Ibnu Taimiyah, “Takwa adalah seseorang beramal ketaatan pada Allah atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya (petunjuk) dari Allah karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan mendekatkan diri pada Allah selain dengan menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Aku cintai. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.”

Inilah hadits shahih yang disebut dengan hadits qudsi diriwayatkan oleh Imam Bukhari.” (Al Majmu’ Al Fatawa, 10: 433)

Baca : SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an

Kedua; Mengembangkan kemampuan peserta didik (murid atau santri lembaga pendidikan Al-Qur’an) dalam membaca, menulis, menghafalkan, memahami, dan menafsirkan Al-Qur’an serta mengamalkan kandungannya.

Dalam hal maksud membaca dan menulis adalah tentang membaca dan menuliskan huruf hijaiyah yang dipakai dalam al-Qur’an.

Sedangkan menghafalkan termasuk bacaan salat maupun doa doa dan utamanya adalah ayat-ayat dan surat dalam al-Qur’an.

doa-dan-harapan-di-akhir-ramadan

Pengertian memahami menurut KBBI adalah 1 mengerti benar (akan); mengetahui benar 2 memaklumi; mengetahui.

Secara etimologi, tafsir berarti menjelaskan (الايضاح), menerangkan (التبيين), menampakan (الاظهار), menyibak (الكشف) dan merinci (التفصيل)

Pengertian tafsir secara istilah menurut Pendapat Abd al-Azhim al-Zarqani dalam Manahil al-‘Irfan fi ‘Ulum al-Qur`an:

علم يبحث عن القران الكريم من حيث دلالته على مراد الله تعالى بقدر الطاقة البشرية

“ilmu yang membahas tentang al-Qur`an dari segi dilalah-nya berdasarkan maksud yang dikehendaki oleh Allah sebatas kemampuan manusia”

Baca : Pedoman penyelenggaraan Madrasah Diniyah Takmiliyah

Ketiga; Mengembangkan pribadi berakhlakul karimah bagi peserta didik yang memiliki kesalehan individual dan sosial dengan menjunjung tinggi jiwa keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, persaudaraan sesama umat islam (ukhuwah islamiyah), rendah hati, (tawadhu), toleran (tasamuh), keteladanan, (uswah), pola hidup sehat, dan cinta tanah air.

Pada tujuan penyelenggaraan pendidikan Islam yang ketiga ini melingkupi faktor penataan hati dan juga menjaga diri secara fisik (pola hidup sehat) dan bagaimana berperilaku terhadap orang lain (ukhuwah islamiyah) maupun kehidupan dalam bermasyarakat (tasamuh, tawadhu).

Termasuk menjadi pribadi yang dapat menjadi suri tauladan kepada pihak lain (uswah), dan yang terakhir yaitu cinta tanah air, yang bentuknya bisa bermacam macam.

ukuran-standar-bendera-merah-putih

Itulah tujuan dari penyelenggaraan pendidikan Islam yang ada 3 (mengacu kepada SK Dirjen Pendis nomor 91 tahun 2020) yaitu;

  1. Menanamkan kepada peserta didik untuk memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  2. Mengembangkan kemampuan peserta didik (murid atau santri lembaga pendidikan Al-Qur’an) dalam membaca, menulis, menghafalkan, memahami, dan menafsirkan Al-Qur’an serta mengamalkan kandungannya.
  3. Mengembangkan pribadi berakhlakul karimah bagi peserta didik yang memiliki kesalehan individual dan sosial dan cinta tanah air.

Yang selanjutnya dicarikan penafsiran dan uraian guna menjabarkan secara ringkas maksud dari tujuan penyelenggaraan pendidikan islam ini.

Sugeng enjang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Welcome PAUD Al Qur’an, Rumah Tahfidz, Pesantren Takhassus Tahfidz, Goodbye Majelis Taklim

Informasi tentang keberadaan lembaga baru di dalam rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an berdasarkan Surat keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, tak terasa bahwa Surat Kepdirjen Pendis no 91 th 2020 telah berjalan setengan tahun (6 bulan) ditanda tangani, tepatnya di Jakarta pada tanggal 7 Januari 2020. Kalau tidak percaya, coba anda rasakan kapan Juklak ini anda ketahui secara resmi dari instansi.

Baca; SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020

Sebagaimana dalam judulnya, SK Dirjen ini merupakan petunjuk dalam pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an.

Apa sih yang dimaksud dengan pendidikan al-Qur’an dalam Juknis ini?

Dalam petunjuk pelaksanakan disebutkan bahwa lembaga Pendidikan Al Qur’an (LPQ) adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan Al-Qur’an.

paud-al-qur'an

Dalam penyelenggaraan pendidikan alquran, memiliki tujuan. Disebutkan dalam juklak ada 3 tujuannya yaitu;

  1. Menanamkan kepada peserta didik (santri lembaga pendidikan Islam) untuk memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT;
  2. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis, menghafalkan, memahami, dan menafsirkan al-Qur’an, serta mengamalkan kandungan Al-Qur’an dan;
  3. Mengembangkan pribadi akhlakul karimah dan seterusnya. (akan dibahas di postingan yang lain).

Jenis Pendidikan Lembaga Pendidikan sebelumnya (berdasarkan EMIS mbiyen?)

Sebagaimana diketahui, lembaga pendidikan Islam dibawah Kementerian Agama memiliki tanggungan yang lumayan berat dan setiap 6 bulan sekali untuk melakukan entry data lembaga, guru, santri, sarana dan prasarana yang dimiliki.

Untuk sekedar mengingatkan beratnya entry emis, bisa satu siswa memuat 36 kolom yang harus di isi oleh pengelola lembaga.

Baca ; mengelola TPQ menjadi maju dan berkualitas

Coba saja murid TPQ anda 100. Anda perlu menuliskan data satu santri 36 kolom kali 100 santri = 3.600 kolom, belum lagi kendala biaya internet dan server yang kadang membuat frustasi para operator emis. Semoga kedepan kolom kolom ini jumlahnya lebih memudahkan operator, ya 5-8 kolom sepertinya masuk akal.

Kembali lagi ke lembaga pendidikan sebelumnya ada 4 yaitu;

  1. Taman Kanak Kanak Al-Qur’an;
  2. Taman Pendidikan Al Qur’an;
  3. Taklimul Qur’an Lil Aulad; dan
  4. Majelis Taklim.

Dengan kedatangan SK Dirjen ini maka diucapkan selamat datang ke keluarga besar Lembaga Pendidikan Al Qur’an yaitu LPQ dimana sebelumnya hanya TPQ saja yang nampak gaungnya.

Untuk TKQ lumayan eksis dan penggembira pelengkap TPQ sedangkan TQA cenderung tidak terdengar kabarnya yang entah bagaimana panduan kurikulum ataupun juklak juknis sebagai pedoman para pengelola.

RTQ-Rumah-Tahfidz-Al-Qur'an

Bagaimana dengan majelis taklim? Keberadaannya ternyata terlempar dari LPQ walaupun ada juga yang sedikit terseret eksistensinya sebagai LPQ. Hal ini dapat dilihat dalam Bab II Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an Huruf B. Bentuk, Jenjang, Jalur dan Jenis Pendidikan.

Pada angka 6 (enam) disebutkan bahwa program pembelajaran salah satunya adalah pengajian al-Qur’an, biasanya pengajian alquran di kalangan bapak ibu disebut dengan majelis taklim, akan tetapi jangan khawatir, disini tidak terakomodasi dalam LPQ, karena sudah ada ketentuannya tersendiri. Goodbye Majelis Taklim dari Rumpun LPQ.

Lembaga Baru LPQ

Apa saja sih ketiga lembaga baru tersebut koq tetiba muncul ke permukaan?

Ketiga Lembaga pendidikan al-Qur’an yang baru dalam SK Dirjen tersebut adalah;

  1. Pendidikan Al Qur’an Usia Dini (PAUD Al-Qur’an);
  2. Rumah Tahfidz Al Qur’an (RTQ); dan
  3. Pesantren Takhassus Al Qur’an.

Pendidikan anak usia dini al-Qur’an disebut dengan PAUD Al-Qur’an, adalah jenis pendidikan keagamaan Islam formal jenjang anak usia dini yang bertujuan untuk mengenalkan baca, tulis, tahfidz, dan pengamalan kandungan Al-Qur’an melalui pembiasaan perilaku sehari-hari.

pesantren-tahfidz-takhassus

Rumah Tahfidz Al Qur’an disebut dengan RTQ adalah satuan pendidikan keagamaan Islam nonformal yang mengkhususkan untuk menghafal Al-Qur’an, mengamalkannya, dan membudayakan nilai nilainya dalam sikap hidup sehari-hari yang berbasis hunian, lingkungan dan komunitas;

Pesantren tahfidz al-Qur’an adalah satuan pendidikan pesantren yang mengkhususkan pembelajaran baca tulis tahfidz, tafsir dan ulumul Qur’an serta seni Al Qur’an.

Itulah ketiga lembaga baru dan pengertiannya mengacu kepada SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020, kami ucapkan welcome kepada PAUD Al Qur’an, Rumah Tahfidz dan Pesantren Tahfidz dalam keluarga Besar LPQ (Lembaga Pendidikan Al Qur’an) dan sayonara kepada Majelis Taklim.

Sugeng dalu saudara-saudari semuanya, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Posisi Strategis Pendidikan Al Qur’an sebagai Bagian Pendidikan Islam

Informasi tentang bagaimana posisi Pendidikan Al Qur’an (TPQ, TKQ, Rumah Tahfidz dll) sebagai bagian pendidikan Islam mengacu tulisan Bab I Pendahuluan dalam Latar Belakang pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, dengan keberadaan SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 07 Januari 2020 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Kamaruddin Amin dapat dilihat bagaimana kebijakan pengembangan Pendidikan Islam oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

3 Aspek Pengembangan Pendidikan Islam

Dalam pengembangan pendidikan Islam oleh Ditjen Pendis Kementerian Agama mencakup 3 (tiga) aspek yaitu;

  1. Aspek perluasan akses;
  2. Peningkatan mutu dan daya saing; dan
  3. Tata kelola pendidikan.

Dalam hal perluasan akses dapat dilihat dari peningkatan jumlah partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan.

Untuk peningkatan mutu dan daya saing merupakan usaha sungguh sungguh dalam peningkatan kualitas pendidikan Islam sehingga mampu memiliki daya saing dengan lembaga pendidikan yang lain

Sedangkan tata kelola pendidikan Islam adalah hal yang berkaitan dengan penataan kelembagaan, manajemen pengelolaan dan regulasi pendidikan.

Baca : SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an

Kengan keberadaan 3 aspek kebijakan pengembangan pendidikan Islam oleh Direktorat Pendidikan Islam, pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian dari pendidikan Islam memiliki posisi yang strategis.

Posisi yang strategis dari pendidikan Al-Qur’an dalam Pendidikan Islam ini tidak terlepas dengan adanya kenyataan bahwa;

  • Di dalam Al-Qur’an terdapat kurang lebih 750 (tujuh ratus lima puluh) ayat rujukan yang berkait dengan ilmu, sehingga semua lembaga pendidikan keagamaan Islam pasti mengajarkan Al-Qur’an;
  • Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an sangat penting karena Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran islam dan pedomab hidup bagi setiap Muslim. Al-Qur’an bukan hanya memuat petunjuk hubungan manusia dengan Tuan (hablum minallah) tetapi juga mengatur hubungan dengan sesama manusia (hablum min-nas) serta manusia dengan alam sekitarnya. Untuk memahami ajaran Islam secara sempurna (Kaffah) diperlukan pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an dan pengamalannya dalam kehidupan sehari hari secara sungguh-sungguh dan konsisten;
  • Pendidikan Al-Qur’an menjadi pondasi seluruh kurikulum di dunia Islam, karena Al-Qur’an merupakan yiar agama yang mampu menguatkan akidah dan mengokohkan keimanan.

Dengan demikian, pendidikan Al-Qur’an merupakan ruh utama dari pendidikan Islam karena Al Qur’an merupakan petunjuk hidup.

Baca : Pengertian rumah tahfidz, usia santri dan pendidikan inti

Oleh karena itu pendidikan Al-Qur’an tidak sekedar pada pembelajaran membaca dan menghafal akan tetapi harus dikembangkan lagi pada level pembelajaran memahami sehingga mampu dalam pengamalannya dengan baik sesuai pesan Ilahiyah.

Maksud Lembaga Pendidikan Al Qur’an

Setelah diulas tentang pentingnya pendidikan Al Qur’an sebagai bagian dalam pendidikan Islam, selanjutnya adalah mengetengahkan lembaga sebagai wadah atau sarana tempat pembelajaran yang ada dalam ketentuan umum pada SK Dirjen Pendis nomor 91 tahun 2020 ini.

urgensi-pendidikan-Al-Qur'an

Yang disebut dengan Lembaga Pendidikan Islam, kemudian disebut dengan LPQ adalah lembaga Pendidikan Keagamaan Islam yag menyelenggarakan Pendidikan Al-Qur’an.

Ada 6 jenis lembaga (sebelumnya 4 jenis) yaitu;

  1. Pendidikan Anak Usia Dini Al Qur’an;
  2. Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ);
  3. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ);
  4. Taklimul Qur’an Lil Aulad (TQA);
  5. Rumah Tahfidz Al-Qur’an; dan
  6. Pesantren Tahfidz Al-Qur’an.

Itulah keenam lembaga yang termasuk dalam LPQ, dimana pada nomenklatur penomoran dan entry data emis sebelumnya hanya ada 4 lembaga saja yaitu;

  1. Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ);
  2. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ);
  3. Taklimul Qur’an Lil Aulad (TQA); dan
  4. Majelis Taklim.

Dengan keberadaan Surat Keputusan Dirjen yang menjadi Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an kami ucapkan selamat datang kepada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an, Rumah Tahfidz Al Qur’an, dan Pesantren Tahfidz dan juga diucapkan selamat jalan kepada lembaga majelis taklim dari LPQ.

Demikian tulisan tentang urgensi dan pentingnya posisi pendidikan al-Qur’an sebagai bagian dalam pendidikan Islam, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sumber : Bab I Pendahuluan pada Pengantar Kepdirjen Pendis no 91 tahun 2020

Pondok Pesantren Tahfidz alquran type dan macam

Pondok pesantren merupakan salah satu pendidikan yang sudah lama turut serta memberikan sumbangan pendidikan mencerdaskan anak bangsa. Bahkan pondok pesantren sudah eksis melakukan kegiatan belajar mengajar jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Ada beberapa konsentrasi atau keunggulan pondok pesantren yang dipilih lembaga sebagai hal pokok yang menjadi ciri khas lembaga. Misalnya pondok pesantren yang memilih penekanan dalam keahlian kitab kuning, dimana para alumni nya banyak jago dalam membaca serta memahami kitab klasik.santri pondok tahfidz

Biasanya pondok pesantren yang santri nya ahli dalam ilmu nahwu dan shorof berasal dari pondok pesantren salafiyah dan salafi. Dari pondok pesantren salaf seperti ponpes Matholiul falah di Pati, Al Anwar Sarang, dan lain sebagainya. Dan dari kalangan pontren salafy semisal Al Irsyad di Kabupaten Semarang serta Imam Bukhari yang berada di Kabupaten Karanganyar. Sedangkan pondok pesantren yang bersifat umum dalam artian tidak menggunakan identitas salafy atau salafiyah ataupun organisasi semisal NU maupun Muhammadiyah seperti PP Hadil Iman di Surakarta (MAPK MAN 1 Surakarta)

Selain itu ada pondok pesantren yang penekanan kepada penguasaan pendidikan umum dan orientasi kelanjutan ke perguruan tinggi s1 yang bersifat umum ataupun ke Timur Tengah. Biasanya pondok seperti ini adalah pondok pesantren modern atau ma’had ‘asriy. Semisal pondok pesantren Assalaam di Sukoharjo, Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Pondok Pesantren Nurul Islam di Tengaran dan termasuk boarding school yang sekarang menjamur dimana boarding school punya kecenderungan tidak pede atau tidak mau disebut sebagai pesantren akan tetapi merupakan pendidikan berasrama yang bernafaskan Islam. Dengan banyak kegiatan keislaman serta tambahan pelajaran keagamaan akan tetapi punya kecenderungan kurang dalam pelajaran baca kitab klasik.

Selain kedua model penekanan dalam orientasi hasil diatas, ada satu lagi kekhususan yang diambil lembaga sebagai tujuan utama dalam pendidikan yaitu pondok pesantren tahfidz qur’an. dengan tujuan mencetak penghafal alquran juga banyak tersebar di pulau Jawa, serta ada juga beberapa yang ada di pulau yang lain.

Dalam penekanan hafalan bagi para santri, ada tingkatan penekanan bagi para santri dalam pencapaian target hafalan dan sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan.Macam tipe pondok pesantren tahfidz al quran di Indonesia

Dalam kop surat atau nama resmi pondok pesantren, sering di awali atau di cantumkan kalimat Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an ….. . contohnya pondok pesantren tahfidzul qur’an Darus Salam, Imam Bukhari, Isy Karima, dan masih banyak yang lain. Akan tetapi walaupun sama-sama mencantumkan kata pesantren tahfidz atau pondok penghafal alquran, kadang terdapat perbedaan dalam tolak ukur pencapaian santri dalam hafalan jika ditinjau dari parameter kelulusan.

Menurut pontren dot com, kegiatan hafalan pada pondok pesantren dibagi menjadi 3 macam jika didasarkan kepada orientasi, eksekusi pendidikan, serta hafalan sebagai tolak ukur santri dalam kelulusan dari pondok pesantren. Pembagian ini berdasarkan hafalan santri dan pengaruhnya terhadap kelulusan atau naik tingkat. Bukan berdasarkan type hafalan yang didasarkan kepada model pembelajaran tahfidz atau organisasi yang menaungi apalagi madzhab yang dianut. Adapun macam pondok pesantren dalam hafalan alquran yaitu :

  1. Hafalan alquran sebagai tolak ukur utama dan mutlak kelulusan atau kenaikan tingkat santri
  2. Hafalan alquran menempati porsi besar dalam kegiatan belajar mengajar akan tetapi bukan faktor utama/mutlak penentuan kelulusan/kenaikan tingkat
  3. Hafalan alquran sebagai suplemen atau pelajaran wajib akan tetapi hanya bersifat seperti pelajaran yang lain.

Untuk lebih lanjut penjelasan pembagian hafalan alquran pada pondok pesantren menurut saya seperti ini.

Pondok Pesantren tahfidz Alquran yang mutlak kenaikan serta kelulusan dipengaruhi hafalan alquran.

Pada tipe pondok pesantren ini, menjadikan hafalan alquran sebagai tujuan utama serta tolak ukur kenaikan tingkat atau kelulusan santri, dimana santri yang tidak hafal 30 juz alquran alias khatam menghafal dianggap belum lulus pendidikan di pondok pesantren. Atau pada beberapa lembaga pendidikan yang menargetkan jumlah hafalan pada masing masing tingkat, jika tidak mencapai tingkat yang ditentukan maka santri tinggal kelas atau tidak naik kelas. Misalnya target hafalan untuk santri kelas 1 aliyah adalah 10 juz, dimana jika ada santri yang tidak mencapai hafalan 10 juz maka dia tidak dinaikkan kelas karena tidak tercapai target pembelajaran, walaupun nilai akademik sekolah tercukupi.

pondok pesantren tahfidz Banu Salamah
pondok pesantren tahfidz Banu Salamah

Model pesantren tahfidz seperti ini menuntut konsentrasi yang termasuk tinggi, umumnya pondok pesantren tahfidz yang full menargetkan 30 juz sebagai standar kelulusan pendidikan, banyak tidak mengambil pendidikan formal yang terintegrasi dengan pondok pesantren. Walaupun ada juga pondok pesantren yang memilih pendidikan formal yang terintegrasi dengan pondok pesantren.

Hal ini dimaklumi karena menghafal alquran diperlukan konsentrasi dan semangat yang tinggi. Sehingga bagi santri yang umum (secara kemampuan memory/kecerdasan) akan memiliki beban berat untuk melakukan pembelajaran jika dia juga mengambil pendidikan formal atau umum.

Berdasarkan cerita dari alumni UIN Sunan Kalijaga yang mondok di Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta. Beliau menceritakan bahwasanya mahasiswa yang menghafal alquran sekaligus kuliah, cenderung untuk fokus ke salah satu pendidikan, apakah itu fokus kepada tahfidz atau kuliah. Sangat jarang mereka yang secara bersamaan bisa hafal dan lulus kuliah dengan cepat dan bersamaan (wisuda dan hafal 30 juz). Semisal bisa lulus kuliah dan hafal alquran 30 juz dalam 3,5 – 4 tahun (7-8 semester)

hafidz hafidzah alumni al munawwir krapyak
pasangan hafidz hafidzah alumni al munawwir krapyak yogyakarta

Maka tidak tidak mengherankan jika pondok pesantren tahfidz tidak sedikit yang mengambil pendidikan wajardikdas ula maupun wustha, termasuk paket A, B, C guna memberikan ijazah formal kepada santri karena dengan ini dirasa beban santri lebih rasional. Atau malah ada yang mengkhususkan diri pada hafalan alquran dengan tidak mau direpotkan pendidikan ijazah yang di akui oleh Negara. Dimana kebutuhan ijazah formal/non formal yang di akui oleh Negara diserahkan kepada masing masing santri untuk mencarinya (walau ada juga pesantren yang memilih jalur formal sebagai pendamping pendidikan hafalan).

Beberapa contoh pondok pesantren tipe seperti ini adalah Pondok Pesantren al Munawwir Krapyak Yogyakarta (untuk tingkat tahfidz s1 para santri dipersilakan mencari ijazah sendiri), Pondok Pesantren Banu Salamah Jenawi Karanganyar (pesantren menggunakan wajardikdas ula & wustha sebagai ijazah Negara), Pondok pesantren Isy Karima Karangpandan Karanganyar (memiliki Ijazah aliyah sebagai ijazah formal. Akan tetapi diceritakan bahwa santri yang tidak mencapai target hafalan maka akan tinggal kelas).

Baca : pesantren al Munawwir berdasarkan penuturan alumninya

baca : Pondok Pesantren banu Salamah Jenawi Karanganyar, profil dan aturan kepondokan

Pondok Pesantren yang menjadikan hafalan alquran sebagai penekanan akan tetapi bukan faktor mutlak kelulusan atau kenaikan tingkat

Ini merupakan kondisi dimana sering pondok pesantren mencantumkan nama pondok pesantren tahfidzul qur’an di depan nama pesantren. Walaupun tidak semuanya seperti itu. Type pesantren ini dimana hafalan memiliki porsi yang sangat besar dalam tujuan pendidikan. Tetapi tidak menjadi tolak ukur dalam kenaikan tingkat atau kelulusan siswa siswi anak anak yang belajar pada lembaga tersebut.

Biasanya dari awal masuk sampai dengan lulus santri yang belajar pada pesantren type ini di targetkan kisaran 10-20 juz. Dan kebanyakan mereka waktu lulus juga hafal antara 10-20 juz. Dengan model tahfidz yang tidak menjadikan ukuran mutlak kenaikan kelas dan kelulusan pendidikan, pondok pesantren seperti ini bisa memberikan penekanan pada pendidikan yang lain. Misalnya dalam membaca dan memahami kitab atau penekanan dalam bidang bahasa, entrepreneur, pelajaran umum dan lain sebagainya.pondok pesantren imam bukhari

Untuk contoh pondok pesantren tahfidz menggunakan pendekatan seperti ini misalnya pondok pesantren tahfidzul quran Imam Bukhari di Gondangrejo Karanganyar, Pondok Pesantren Tahfidz Alquran (PPTQ) Darus Salam Ngobaran Pojok Mojogedang karanganyar,

Baca : Kisah kehidupan sehari-hari santri Pondok Pesantren Imam Bukhari

Hafalan sebagai suplemen pendidikan dengan porsi seperti pelajaran lain.

Ini merupakan hal yang lumrah diberlakukan pondok pesantren pada umumnya yang tidak melakukan penekanan hafalan alquran sebagai tujuan utama pendidikan. Dalam hal ini posisi hafalan alquran kadang bersifat ekstrakurikuler yang bersifat wajib atau masuk dalam pelajaran pagi hari.

Biasanya hafalan dimulai dari juz 30 (juz ‘amma) pada kelas 1, kemudian kelas 2 dilanjut juz 1 dan kelas 3 untuk menghafal juz 2. Normalnya, santri pondok pesantren yang menjaga hafalan ketika di pondok pesantren akan memiliki 3 juz serta ayat ayat pilihan atau surat tertentu, semisal ayat kursi, surat yasin sebagai oleh oleh pulang dari pondok pesantren. Tapi jangan heran jika ada banyak yang sudah lupa dengan hafalannya karena sudah banyak yang dipikirkan dan kurang meluangkan waktu menjaga hafalan semasa di pesantren.

santri assalaam sukoharjo 2017
santri assalaam sukoharjo 2017

Contoh model pesantren yang menjadikan hafalan sebagai suplemen ataupun komplemen dalam pendidikan pondok pesantren adalah PPMI Assalaam di Sukoharjo, Pondok Pesantren Hadil Iman di Bonoloyo Surakarta (MAPK MAN 1 Surakarta)

baca : kisah santriah menimba ilmu di PP Hadil Iman Surakarta

Begitulah pembagian tipe pondok pesantren berdasarkan tingkatan target pembelajaran hafalan alquran versi pontren dot com. Dari ketiganya semua mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing. Tergantung santri dan orang tua dalam menginginkan hal mana yang diinginkan. Dengan banyaknya pilihan dan tipe hafalan yang ada maka memudahkan santri dan wali untuk menentukan pilihan sekiranya ingin melanjutkan pendidikan di Pesantren.

Terkait mana yang lebih baik, alumni manakah dari tiga tipe pondok pesantren diatas, tidak bisa dipukul rata karena mempunyai kekhususan masing masing. Akan tetapi seperti umumnya keberhasilan seseorang terkadang juga semangat dan usaha santri (ikhtiar) juga bisa menjadi faktor dalam kesuksesan seseorang.Jika anda memiliki pendapat yang berbeda dipersilakan untuk menambahkan atau memberikan argumen atau membantah pada kolom komentar dibawah.