Arsip Tag: Madrasah Diniyah Takmiliyah

Mitra Kerja Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Jenis kemitraan

Informasi tentang apa yang dimaksud dengan pengertian mitra kerja Madin MDT (madrasah Diniyah Takmiliyah), lembaga apa saja yang menjadi mitra kerjanya mengacu kepada buku panduan tata kelola kemitraan Madrasah Diniyah Takmiliyah yang diterbitkan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta 2016.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, singkat saja langsung menukik kepada pembahasan tentang pengertian mitra kerja, lembaga yang menjadi mitra Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam kegiatan belajar mengajar.

Dalam buku ini memberikan pengertian istilah Madrasah Diniyah Takmiliyah yang kemudian disingkat MDT adalah satuan pendidikan keagamaan Islam non formal yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam sebagai pelengkap pengetahuan agama Islam bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.

Adapun yang dimaksud dengan kerjasama dalam hal ini yaitu kesepakatan kerja sama antara lembaga MDT dengan MDT lainnya, lembaga pendidikan lainnya, dunia usaha, industri ataupun pihak lain, baik negeri maupun swasta, di dalam maupun di luar negeri.

Mitra Kerja Madin yang Dominan

Dalam salah satu hasil penelitian pada tahun 2015 tentang “implementasi pelaksanaan madrasah diniyah takmiliyah dalam rangka pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) di tiga Provinsi, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, salah satu temuan penelitian adalah;

Ditemukannya beberapa lembaga organisasi yang dominan menjadi mitra kerja Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Setidaknya bagi organisasi dibawah ini yang eksis tentunya menjadi mitra kerja yang dominan bagi lembaga Madin.

Lembaga tersebut adalah :

  1. Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKDT)
  2. Kelompok Kerja Madrasah Diniyah (KKM)
  3. Musyawarah Kerja Kepala Diniyah Takmiliyah (MK2DT)

Jenis dan Bentuk Kemitraan

Jenis Kemitraan dapat berwujud pengembangan bidang akademik dan non akademik

Kemitraan dapat dilakukan antar Madin ataupun antara Madrasah Diniyah Takmiliyah dengan dunia usaha mapun pihak lain.

Contoh Kemitraan antar Madin dalam bidang akademik misalnya;

  • Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Pengabdian kepada Masyarakat
  • Penugasan Guru atau ustadz yang berpengelaman sebagai pembina pada MDT yang memerlukan
  • Pertukaran ustadz atau santri
  • Pemanfaatan bersama Sumber daya
  • Pengembangan pusat kajian keislaman dan kenegaraan
  • Penerbitan majalah atau booklet maupun karya ilmiah
  • Magang ataupun praktek
  • Menyelenggarakan seminar bersama dan atau
  • Hal lain yang perlu

Sedangkan bentuk kemitraan lembaga madin dnegan dunia usaha atau pihak lain dalam hal bidang akademik contohnya;

  • Pengembangan SDM
  • Penelitian/pengabdian masyarakat;
  • Pemanfaatan bersama Sumber daya;
  • Penerbitan jurnal yang berkala;
  • Penyelenggaraan kegiatan seminar secara bersama;
  • Layanan keahlian praktis oleh tenaga atau tutor tamu/kalangan ahli/praktisi yang berasal dari dunia usaha;
  • Pemberian beasiswa ataupun bantuan biaya pendididikan; dan
  • Lain sebagainya yang kiranya sampean pandang perlu.

Dalam hal kemitraan bidang non akademik antar Madrasah diniyah takmiliyah, dapat dilakukan dengan cara;

  • Pendayagunaan aset;
  • Penggalangan dana
  • Jasa dan royalti hak kekayaan intelektual; dan atau
  • Bentuk lainnya yang dipandang perlu

Kemitraan bidang non akademik antara MDT dengan dunia usaha atau pihak yang lainnya misalnya adalah;

  • Pendayagunaan aset;
  • Penggalangan dana
  • Jasa dan royalti hak kekayaan intelektual;
  • Pengembangan SDM;
  • Koordinator Kegiatan;
  • Pemberdayaan Masyarakat dan atau;
  • Model lain yang dipandang perlu.

Yang dimaksud dengan Dunia Usaha dan Pihak lain

Dalam ulasan diatas disebutkan tentang dunia usaha dan pihak lain, siapa yang dimaksud dengan dunia Usaha? Siapa itu pihak lain?

Dalam hal ini yang dimaksud dengan dunia usaha adalah orang perseorangan dan atau badan usaha baik yang berbadan hukum maupun tidak yang melakukan kegiatan dengan mengerahkan tenaga dan pikiran untuk mencapai tujuan mencari laba.

Sedangkan yang dimaksud dengan pihak lain adalah orang perseorangan, perkumpulan, yayasan, dan atau institusi pemerintah atau swasta, bak berbadan hukum ataupun tidak yang melakukan kegiatan dengan mengerahkan tenaga dan pikiran untuk mencapai tujuan kemanusiaan, sosial, dan keagamaan yang bersifat nirlaba.

Demikianlah informasi tentang mitra kerja yang dominan pada madarasah diniyah takmiliyah serta seperti apa model bentuk kemitraan antar MDT maupun dengan pihak lain atau dunia usaha. Wilujeng dalu, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Juknis Bantuan Insentif Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah

Berikut adalah file PDF juknis bantuan insentif guru Madin MDT tahun 2020 dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Berikut adalah teks juknis tentang bantuan untuk ustadz ustadzah pengelola madrasah diniyah takmiliyah di Indonesia yang di convert dari file format PDF yang selanjutnya diubah ke dalam bentuk words dan di upload pada blog ini. dengan adanya juknis ini diharapkan para guru yang mengajukan dana insentif bisa membuat proposal yang sesuai dengan ketentuan serta syarat yang berlaku. selanjutnya membuat laporan pertanggungjawaban yang diserahkan kepada seksi PD Pontren Kota atau Kabupaten ataupun seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS)

Baca :

berikut adalah beberapa alasan pertimbangan dalam penerbitan juknis dan pemberian insentif bagi guru madrasah diniyah takmiliyah

Menimbang

bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada Madrasah Diniyah Takmiliyah melalui peningkatan kesejahteraan Guru/ Ustadz, perlu diberikan bantuan Insentif Guru/ Ustadz Madrasah Diniyah Takmiliyah;

bahwa dalam rangka pengelolaan bantuan Insentif Guru/Ustadz Madrasah Diniyah Takmiliyah secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan, dipandang perlu adanya petunjuk teknis;

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Petunjuk Teknis Bantuan Insentif Guru/ Ustadz Madrasah Diniyah Takmiliyah Tahun Anggaran 2019;

Mengingat

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 22017 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran 2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 233, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor b128 a ;

Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Nomor 4496) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Nomor 5670a ;

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769);

Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 103, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5423);

Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara;

Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang Kementerian Agama;

Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama;

Peraturan Menteri Agama Nomor 13 tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam;

Peraturan Menteri Agama Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pejabat Perbendaharaan Negara Pada Kementerian Agama sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 63 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pejabat Perbendah_ornon Pada Kementerian Agama;

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK. 05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian /Lembaga sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173/PMK 05/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan menteri keuangan Nomor 168/PMK 05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran bantuan Pemerintah Pada Kementerian

downlonad juknis insentif guru MDT Madrasah Diniyah Takmiliyah

santri Madrasah Diniyah Takmiliyah sedang belajar (ilustrasi)
santri Madrasah Diniyah Takmiliyah sedang belajar (ilustrasi)

dibawah ini adalah file berbentuk PDF terkait tentang juknis penyaluran, kriteria dan syarat serta contoh proposal pengajuan insentif guru madin.

selamat mendownload file.

Download juknis insentif Guru Madin 2018

Download Juknis insentif guru madin tahun 2019

Download Petunjuk insentif guru madrasah diniyah takmiliyah tahun 2020

Daftar Periksa Kesiapan Satuan Pendidikan Pondok Pesantren Madin TPQ

Informasi tentang panduang pengisian daftar periksa kesiapan satuan pendidikan pondok pesantren, madrasah diniyah takmiliyah dan lembaga pendidikan al-Qur’an dalam memasuki tahun ajaran baru di masa pandemik covid-19.

Baca;

Penyakit Kulit di Pesantren #
Penyakit Prurigo pada Santri Pondok #
Macam macam Ijazah Formal pada Pondok Pesantren #

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Dalam rangka persiapan penyelenggaraan tahun ajaran dan tahun akademik baru 2020/2021 kepada seluruh satuan pendidikan dibawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang termasuk didalamnya Ponpes, Madin, TPQ, LPQ, untuk mengisi daftar kesiapan satuan pendidikan melalui halaman web.

Maksud dari pengisian daftar periksa ini menjadi salah satu dasar pengambilan kebijakan bagi Dirjen Pendis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Kanwil Kemenag Provinsi dan Kankemenag dalam mempersiapkan penyelenggaraan pada tahun ajaran baru dan tahun akademik baru di masa pandemic covid-19.

Batas waktu akhir pengisian oleh setiap lembaga satuan pendidikan selambat lambatnya tanggal 05 Juli 2020 pukul 23.59 wib.

Langkah langkah mengisi dan panduan pengisian daftar periksa kesiapan satuan pendidikan

cantik baik hati dan rajin menabung

Yang pertama adalah mengakses halaman web milik Kementerian Agama yaitu di tautan http://emisdep.kemenag.go.id/e-tc19/

Login dengan menggunakan EMIS admin EMIS Kemenag Kabupaten atau Kota dengan username dan password yang telah dimiliki.

Mengisi daftar pertanyaan yang terdiri dari 4 bagian menu yaitu;

  1. Ketersediaan sanitasi
  2. Ketersediaan fasilitas kesehatan
  3. Pemetaan warga satuan pendidikan
  4. Kesepakatan

Kemudian dari pihak admin EMIS Kemenag kab atau kota untuk mengunduh formulir dari 4 komponen diatas sebagaimana yang ada dalam file pdf panduan yang beredar di kalangan JFU PD Pontren atau Seksi PAKIS.

Selanjutnya file dari lembaga yang sudah mengisi data selanjutnya dijadikan satu kemudian diunggah atau diupload oleh sang petugas alias raja pengemis di tingkat Kabupaten atau Kota.

Download Panduan Pengisian

Dalam Surat dari Dirjen Pendis nomor sekian yang ditujukan kepada Kanwil Kemenag Provinsi UP Bidang PD Pontren/Pakis/TOS di Seluruh Indonesia terdapat lampiran mengenai ketentuan dalam pengunduhan file maupun upload data.

Berikut model file PDF yang bisa disimpan pada blog ini.

Demikian informasi berkenaan dengan tambahan data yang dibebankan kepada para pengelola lembaga TPQ, Madrasah Diniyah Takmiliyah dan juga Pondok Pesantren selain data entry reguler EMIS yang sudah menjadi fardhu ‘ain bagi lembaga dibawah naungan PD Pontren di Seluruh Indonesia.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Seluruh TPQ Madin Ponpes Kab Pekalongan sudah berbadan Hukum, Keren dan Inspiratif

Informasi tentang hebat dan kerennya lembaga Taman Pendidikan Al Qur’an, Madrasah Diniyah Takmiliyah, pondok pesantren dan organisasi Pendidikan Islam di Kabupaten Pekalongan yang mampu mengkondisikan kepemilikan BHI (Badan Hukum Indonesia) sehingga tidak mempermasalahkan jika TPQ diharuskan berada dibawah organisasi yang berbadan hukum.

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sugeng enjang pakde bude, ditengah kegalauan beberapa penggiat pendidikan keagamaan khususnya untuk Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) dimana saat ini persyaratan pendaftaran dan juga pemberian nomor statistik mensyaratkan TPQ berada dibawah naungan organisasi yang berbadan hukum.

Ketentuan tentang keharusan berbadan hukum sebagai syarat pendaftaran ini dapat dilihat dalam Surat Keputusan Direktur Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan Islam yang ditetapkan ditandatangani di Jakarta pada tanggal 7 Agustus 2020 oleh Dirjen Kamaruddin Amin.

Dan seandainya pun ada ketentuan (seandainya) yang berlaku surut mengenai ketentuan BH Indonesia ini bagi lembaga TPQ maka dengan gagah dan dan berwibawa Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan secara pede melalui ketentuan ini.

TPQ harus berbadan hukum

Dan diyakini tidak ada satupun lembaga Taman Pendidikan Al Qur’an yang terpental dari catatan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan karena memang kepemilikan Badan Hukum Indonesia ini sudah terkondisikan sejak beberapa tahun sebelumnya.

Jangan jangan jumlah lembaga yang terdaftar di Kankemenag Kab. Pekalongan hanya berjumlah puluhan saja?

Ini yang perlu diberikan kesalutan dari kabupaten atau kota lain yang lembaganya banyak yang belum mempunyai Badan Hukum Akta Notaris dengan SK Kemenkumham.

Baca; pentingnya pendidikan Al Qur’an sebagai bagian dalam pendidikan Islam

Berdasarkan data, bahwa jumlah lembaga Taman Pendidikan Al Qur’an berjumlah lebih dari 1.000 (seribu) lembaga, Madrasah diniyah Takmiliyah sejumlah 500 lebih dan Pondok Pesantren yang mencapai 88 (delapan puluh delapan) pesantren. Angka TPQ dan Madin ditulis globalnya karena data yang bersifat dinamis yang bertambah dari waktu ke waktu.

Kekompakan pengelola TPQ, Madin dan Pondok Pesantren dalam mengurus Badan Hukum Akta Notaris yang ber SK Kemenkumham ini tidak terlepas dengan keberadaan bantuan dari bupati dikala itu yang menggelontorkan dana bagi lembaga sebesar @ 2.000.000,- dan untuk masing-masing guru sebesar Rp. 500.000,-.

Ahmad-Zayadi-Direktur-PD-Pontren
Ahmad Zayadi (Direktur PD Pontren Kala itu) saat mengunjungi PP PDF Walindo acara roan Akbar

Dikala itu keberadaan dari ketentuan Kemendagri yang mensyaratakan keberadaan sk ini membuat lembaga dikala tersebut beramai ramai mengurus SK Kemenkumham.

Dalam hal penghematan pembuatan SK Kemenkumham sebagai persyaratan lembaga yang berbadan hukum, banyak lembaga yang menjatuhkan pilihan kepada perkumpulan dibandingkan dengan yayasan. Untuk dicatat, selisih biaya dalam mengurusnya mencapai berjuta – juta rupiah.

Baca; SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020

Berdasarkan penuturan Kindro Dwi Raharjo, S.Pd., salah satu punggawa PD Pontren di Kabupaten Pekalongan menyebutkan bahwa dengan usaha yang luar biasa dari berbagai pihak yang ada, Badan hukum kelompok ini bisa kelar dalam waktu satu minggu saja, dengan biaya untuk mengurusnya kisaran satu sampai dua juta rupiah.

Apapun itu, kebersamaan dan sinergi antara pengelola lembaga pendidikan (TPQ, Madin, Ponpes dll), Kankemenag, PD Pontren dengan Kepala Seksi Hbusaeri, MH, Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan sangat perlu dicontoh dan diapresiasi dengan keberhasilan melakukan sapu bersih pengadaan Badan Hukum bagi lembaga Pendidikan Islam.

santriah roudlotul mubtadiin
santriah roudlotul mubtadiin

Sebenarnya saya yakin juga masih ada TPQ yang belum memiliki Badan Hukum di Kabupaten Pekalongan, akan tetapi karena begitu sedikitnya yang tidak punya (entah karena tidak mau mengurus atau merasa hanya TPQ keluarga saja) maka tetaplah sangat sukses Kabupaten Pekalongan dalam hal edukasi kepemilikan SK Kemenkumham untuk lembaga Pendidikan Islam.

Salut salut dan sekali lagi salut, semoga lembaga yang lain bisa segera menyusul dan memiliki Badan Hukum entah itu berupa yayasan maupun kelompok.

Demikian reportase yang dapat menginspirasi kita guna mengurus SK Kemenkumham yang biasanya berfungsi dalam mengurus perizinan dan syarat menerima bantuan dari instansi pemerintah.

Sugeng enjang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Buku Pedoman Penyelenggaraan Madin Madrasah Diniyah Takmiliyah

Download Buku pedoman penyelenggaraan Madrasah Diniyah Takmiliyah softcopy format PDF yang merupakan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : 7131 Tahun 2014 sebagai revisi dari SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM NO.2347 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sebenarnya apa yang ada dalam file softcopy ini sudah (seingat admin) dituliskan semua dalam blog ini. Kenapa saya tulis di blog? Karena pada saat itu (kisaran tahun 2016/2017 saya hanya punya dalam bentuk buku aslinya (yang sekarang malah dipegang orang kabupaten).

Penyebab kala itu yang berbentuk buku bukan dalam file softcopy atau PDF membuat admin menunlis secara satu persatu mulai dari awal sampai dengan berbagai hal yang sekiranya diperlukan oleh khalayak.

Beberapa bulan yang lalu, salah seorang pegawai di lingkungan Kemenag yang bernama Gus Kendro ternyata memiliki softcopy mengenai pedoman madin ini, admin berpikir tidak terlalu penting juga untuk upload di blog ini karena tokh semuanya sudah ditulis secara komprehensif (menurutnya).

Tetapi dengan keberadaan para akademisi baik penelitian maupun juga kepentingan tugas akhir bagi para mahasiswa strata 1 2 ataupun 3 yang memerlukan sumber secara jelas melunturkan kemalasan ini guna upload file berbentuk softcopy.

Termasuk diantaranya keberadaan beberapa email dan juga komentar pada kolom dibawah gambar buku dan kelangkaan buku tentang madin pada Kankemenag Kab atau kota selanjutnya dicari carilah softcopy dan diupload pada postingan ini.

Apa saja sih sebenarnya yang termuat dalam buku ini?

Berikut adalah hal hal yang ada dalam buku panduan.

Isi Buku Panduan Madin

buku pedoman penyelenggaraan madrasah diniyah takmiliyah
panduan Madin

Dalam buku ini terdapat 7 (tujuh) bab yang mana menguraikan tentang hal yang berkait dengan madrasah diniyah takmiliyah.

Ketujuh Bab tersebut adalah;

BAB I, pendahuluan berisi latar belakang, dasar hukum, tujuan penyusunan, sistematika dan ruang lingkup.

BAB II, pengertian, kedudukan, tujuan dan fungsi Madrasah Diniyah Takmiliyah.

BAB III, prosedur pendirian dan perizinan Madrasah Diniyah Takmiliyah yang berisi persyaratan dan mekanisme pendirian Madrasah Diniyah Takmiliyah.

BAB IV, kurikulum, kompetensi lulusan, proses belajar mengajar, dan penilaian Madrasah Diniyah Takmiliyah termasuk ijazah.

BAB V, sistem administrasi Diniyah Takmiliyah, prinsip umum manajemen, ruang lingkup manajemen, guru dan tenaga kependidikan, santri, dan struktur organisasi dan tata laksana.

BAB VI, supervisi, monitoring, evaluasi dan pelaporan.

BAB VII, penutup

Dengan pembagian bab ini anda dapat mencari informasi berkaitan dengan madin anda dapat menuju dalam bab yang memuatnya.

Dalam juknis ini kemudian ada tambahan informasi yaitu mengenai hal-hal teknis dan operasional yang terkait dengan penyelenggaraan Madrasah Diniyah Takmiliyah diatur melalui ketentuan dan peraturan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Biasanya Kabupaten atau Kota jarang sekali yang membuat ketentuan dan peraturan tentang madrasah diniyah takmiliyah.

Kalau ada Kankemang yang membuat hal teknis dan operasional, mohon untuk berbagi informasi supaya menambah kekayaan khazanah keilmuan tentang madrasah diniyah.

Hal yang tidak ada dalam Juknis Madin / Buku Pedoman dan Panduan Madrasah Diniyah

Dalam KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : 7131 Tahun 2014 sebagai revisi dari SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM NO.2347 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH ini seperti pada tahunnya dibuat tahun 2014.

Sudah agak lama juga yaitu sekitar 6 tahun yang lalu (jika dihitung per tahun 2020).

Dimasa masa selanjutnya terdapat juga berbagai informasi tambahan yang datang dari jakarta dimana keberadaannya belum terakomodasi pada ketentuan ini.

Menurut yang admin ketahui setidaknya ada 3 hal yang pokok.

Adapun (ini pendapat subyektif atau pribadi, bisa dikoreksi) hal yang dimaksud admin adalah;

Ketentuan Madrasah Diniyah Takmiliyah AlJamiah

guru-Madin

Dalam panduan atau buku pedoman madrasah diniyah takmiliyah ini hanya memuat 3 jenjang madin yaitu awwaliyah wustha dan ulya.

Pada saat yang lalu keberadaan madin aljamiah termasuk eksis dengan adanya ma’had aly.

Entah bagaimana ketentuan yang mengaturnya semoga saja ada pembaca yang baik hati memberikan informasi tentang juknis madin tingkat aljamiah yang lebih detil dalam pelaksanaannya.

Ketentuan Madrasah Diniyah Takmiliyah tanpa Jenjang

Pada tahun 2019 terbit tentang juknis ijazah madrasah diniyah takmilyah. Disitu diterangkan dengan kompresensif mengenai piagam contoh blangko dan sistematika penulisan dan penomoran ijazah.

mdt-diselenggarakan-secara-tidak-berjenjang

Pada salah satu paragraf dituliskan bahwa madin ada 2 model yaitu madin dengan jenjang dan madrasah diniyah takmiliyah tanpa jenjang.

Pada pedoman ini hanya menerangkan madin dengan jenjang dari awwaliyah wustha dan ulya, tidak ada keterangan tentang apa itu madrasah diniyah takmiliyah tanpa jenjang.

Warna Warni Bingkai Blangko Ijazah Madin

Hal ini sebenarnya tidak terlalu urgen karena sudah ada juknis ijazah madrasah diniyah takmiliyah dimana ada perbedaan warna bagi ijazah madrasah diniyah pada masing masing jenjang.

warna-bingkai-ijazah-madin

Yang agak bikin mengeryitkan dahi penyebutan jenjang awwaliyah pada juknis ijazah ini disebut dengan ula. Akan tetapi penyebutannya bukanlah merubah maksud atau makna yang diinginkan (menurut admin).

Yang ada atau dicontohkan dalam buku ini adalah contoh blangko ijazah madrasah diniyah takmiliyah yang polos tanpa ada bingkai maupun keterangan warna dan peruntukannya alias dipukul rata sebagai contoh semua jenjang.

Mestinya lembaga jeli dalam ijazah untuk mengacu kepada juknis ijazah madin.

Download buku pedoman penyelenggaraan madin

Buku ini bisa juga disebut sebagai juknis pelaksanaan dan pengelolaan madrasah diniyah takmiliyah yang sampai saat ini merupakan petunjuk teknis terbaru paling mutakhir bagi lembaga MDT baik MDTA MDTW MDTU.

Berikut contoh tampilan preloved atau review nya.

Anda dapat mengunduh atau download buku panduan madin secara langsung dari gambar diatas.

Jika ada kendala atau problem dalam pengunduhan, kami sediakan tautan atau link dibawah ini guna memudahkan anda mengunduh sebagai dasar penelitian, tugas akhir, skripsi, tesis maupun disertasi dimana merupakan buku panduan yang resmi dari kemenag.

Download Buku Panduan Madin

Akhir kata, mohon maaf atas keterlambatan upload file ini yang seharusnya sudah dirilis beberapa bulan yang lalu.

Terima kasih gus Kendro untuk file softcopy nya, sugeng dalu, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sebutan untuk Madrasah Diniyah Takmiliyah dari Masyarakat yang bermacam macam

Informasi tentang sebutan untuk lembaga pendidikan Islam nonformal Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam berbagai nama yang dikenal pada masyarakat maupun di kalangan pengelola lembaga ini serta dalam penamaan secara organisasi dan sebutan dalam keputusan Direktur Jenderal.

Pontren.com – Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi  wa barakatuh, selamat sore jamaah blog reader dimanapun anda berada, semoga semakin jaya dalam ekonomi maupun cinta keberkahan secara lahiriah dan batiniyah. Singkatnya sehat secara jiwa dan raga.

Selain Taman Pendidikan Al Qur’an yang biasa disingkat TPQ, akan tetapi pada masyarakat awam dan anak anak disebut dengan TPA (saya pribadi kurang sreg dengan penyebutan TPA karena memiliki kepanjangan lain Tempat Pembuangan Akhir yang artinya tau sendirilah), ada juga lembaga yang lumayan eksis pada masyarakat.

Lembaga ini memiliki nama Madrasah Diniyah Takmiliyah yang mengacu kepada Peraturan Menteri Agama nomor 13 tahun 2014 .

Karena nama lembaga pendidikan Islam nonformal ini relatif panjang dan memiliki 3 suku kata, termasuk belibet atau tidak praktis dalam penggunaan secara lisan ataupun kedalam bahasa tulisan.

Berlombanya kalangan memberikan nama praktis ini memunculkan keanekaragaman penamaan atau penyebutan bagi satu buah lembaga yaitu madrasah diniyah takmiliyah, apa saja sebutan yang familiar untuk lembaga ini? Berikut daftarnya.

Sekolah Arab / Sekolah Sore / Sekolah Diniyah

Sekolah Arab / Sekolah Sore / Sekolah Diniyah

Lulusan sekolah sore

Teman saya yang berprofesi bidan di wilayah Kudus menyampaikan bahwa sang anak buah hati sedang sekolah arab di waktu sore hari.

Pada daerah tertentu utamanya wilayah yang memiliki budaya belajar pendidikan islam telah memiliki penamaan lembaga yang mengajarkan tambahan pelajaran agama ini diluar jam sekolah.

Dinamakan sekolah arab karena materi banyak yang memakai tulisan arab bahkan adapula yang diajarkan pembelajaran kitab dan bahasa arab secara intens.

Sama juga sekolah sore, meskipun merujuk kepada waktu yang bersifat umum, sekolah sore ini identik dengan pembelajaran pendidikan Islam, adakalanya juga dipanggil dengan sekolah diniyah.

Nasib Sekolah Sore di Jawa Tengah untuk Jenjang SMA bisa dikatakan tertumpas habis. Tertumpasnya sekolah arab bagi anak setingkat SMA ini karena pemberlakuan 5 hari sekolah yang membuat lembaga Sekolah Sore tidak mendapatkan waktu di sore hari. Singkatnya wis tingkes.

Untuk Jenjang sekolah SD hal musnahnya sekolah diniyah sore juga dapat terasa di Kota Semarang maupun kabupaten Kota yang menyelenggarakan pendidikan umum sampai sore hari.

Selamat jalan sekolah sore. Setidaknya ada kenangan cerita orang tua bagaimana pendidikan agama di waktu sore hari yang saat ini sudah banyak musnah karena peran yang berkuasa.

Madin

Nama ini yang jamak dipergunakan oleh masyarakat awam bahkan pengelola lembaga. Madin merupakan singkatan dari madrasah diniyah. Jika ada orang yang menyebut nama madin maka yang dimaksudkan adalah lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Jika mengacu kepada ilmu bahasa Arab, kata kata madin ini adalah kata luas yang berarti sempit.

Maksudnya gimana?

Sebenarnya diksi atau kata madin (Madrasah Diniyah) adalah kata kata umum yang mencakup semua pendidikan Islam baik itu pesantren, TPQ, dan juga Madrasah Diniyah Takmiliyah, menjalar Juga Madrasah Umum seperti MI MTs MA.

Kemudian dari Madrasah Diniyah ini dibagi menjadi 3 macam pendidikan yaitu;

Madrasah Diniyah formal, seperti MI MTs MA.

Madin nonformal, semisal TPQ, Madrasah Diniyah Takmiliyah, Majelis Taklim

Madin informal, seperti Pembelajaran semaan alquran oleh orang tua terhadap anaknya dirumah

Kalau melihat hal diatas, saya sendiri koq menjadi kurang sreg menyebut madrasah Diniyah Takmiliyah dengan madin, karena jika dalam karya ilmiah, madin merupakan sebutan tersendiri diluar Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Singkatan MDT DT MDTA MDTW MDTU

Singkatan MDT DT MDTA MDTW MDTU

San

Penyebutan lembaga ini dengan menyingkat kata dalam lembaga Madrasah Diniyah ini. Berikut yang biasa disingkat dan dijadikan sebutan untuk madrasah diniyah takmiliyah.

MDT = Madrasah Diniyah Takmiliyah

DT = Diniyah Takmiliyah

MDTA = Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah

DTA = Diniyah Takmiliyah Awaliyah

Dan seterusnya sampai wustha ulya maupun aljamiah

Ada beberapa singkatan yang menghilangkan huruf M (Madrasah) mengacu kepada lembaga yang menaungi Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Apakah lembaga yang dimaksud? Yaitu FKDT, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah, anda tidak akan menemukan kata Madrasah pada Kepanjangan dari FKDT yang menjadi forum dari lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah.

PMDT

Nah ini merupakan suara baru ditelinga saya. Terlacaknya sebutan Madrasah Diniyah Takmiliyah ini dengan keberadaan juknis penerbitan Ijazah dari lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Apa kepanjangan dari PMDT? Yaitu Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Entah kenapa saya lebih menyukai sebutan PMDT ini jika mengacu kepada administrasi.

Penyebutannya pun juga luwes jika disambung dengan jenjang yang diselenggarakan, misalnya;

PMDT Awaliyah

PMDT Wustha

PMDT Ulya

PMDT Al Jamiah

Sayangnya dari waktu kewaktu kerancuan penyebutan lembaga ini tidak ada titik temu secara adat yang menurut saya menjadikan promosi lembaga PMDT ini tidak maksimal, orang perlu dijelaskan terlebih dahulu apa itu Madrasah Diniyah Takmiliyah karena adanya perbedaan istilah penyebutan.

Kalau ditempat anda disebut apa? Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Posisi Madrasah Diniyah Takmiliyah pada Pendidikan di Indonesia

pontren.com – mengupas tentang posisi Madin / MDT / dalam pendidikan di Indonesia mengacu kepada Undang undang nomor 20 tahun 2004 dalam pasal 3 sebagai dasar meletakkan posisi madin sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang secara administrasi berada dibawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Lama tidak menulis tentang madin karena alasan keterbatasan informasi dan sumber untuk disampaikan kepada para pengamat, peneliti, mahasiswa yang sedang membuat skripsi maupun para pengelola madin baik pengurus maupun guru ustadz ustadzahnya.

Atas budi baik seorang pegawai di Grobogan yang bernama Bapak Sudarto, akhirnya postingan ini dapat diturunkan sebagai tambahan informasi mengenai kedudukan madrasah diniyah takmiliyah dalam pendidikan nasional di Indonesia.

Tulisan ini disadur atau diambil dari kata pengantar pada PEDOMAN KELOMPOK KERJA GURU DAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH yang diterbitkan oleh DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPLUBIK INDONESIA pada TAHUN 2013.

Berikut kata pengantar dimaksud.

Posisi Kedudukan Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam Sisdiknas

Madrasah Diniyah Takmiliyah merupakan bagian dari pendidikan keagamaan yang diselenggarakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang dijabarkan dalam pasal 3 undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, yakni;

“…Tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk berkambangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, bermutu, cakap, kreatif, dan menjadi warga negara demokratis dan bertanggungjawab”.

UU no 20 Tahun 2003 pasal 3

Dari pokok tulisan diatas dapat diurai bahwasanya Lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah;

termasuk dalam pendidikan keagamaan
madrasah diniyah takmiliyah diselenggarakan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Tujuan pendidikan nasional adalah agar anak didik memiliki sifat hablum minallah dan hablum minan nas yang mulia serta warga negara yang baik.

Itulah kesimpulan mengenai posisi madin dalam sisdiknas.

Kunci Pengembangan Potensi Peserta didik

ilustrasi santri madin

Salah satu kunci untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman kepada Tuhan Yang maha Esa seperti yang kita harapkan terletak pada peran guru Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah perlu terus menerus mengembangkan kompetensinya sejalan dengan tuntutan perubahan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga proses pembelajaran yang menjadi tanggungjawab berjalan dengan baik, serta tepat sasaran dan tujuan.

Pengembangan keempat potensi guru (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional) dapat dilakukan melalui wadah komunikasi dan kerjasama antar guru Madrasah Diniyah Takmiliyah. Dalam wadah ini, mereka bisa mengembangkan kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelatihan atau diskusi dan kerja kelompok.

Perlunya Pengembangan Kelompok Kerja Madin

ustadzah madrasah diniyah
guru Madrasah Diniyah Takmiliyah

Oleh sebab itu, diselenggarakan dan dikembangkannya Kelompok Kerja Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (KKG-DTA) ataupun Musyawarah Guru Mata Pelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah (MGMP-MDT) di setiap kecamatan menjadi sangat penting.

Mudah-mudahan, diterbitkannya buku Pedoman Penyelenggaraan dan Pengembangan KKG MDTA maupun MGMP MDT oleh Kementerian Agama dapat membantu para guru Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk memperkuat jaringan kerjasama, saling bertukar wawasan, pengetahuan dan keterampilan di antara mereka.

Penutup

Itulah informasi mengenai kedudukan madrasah dalam sisdiknas serta sedikit menyinggung tentang KKG DTA serta musyawarah guru mapel Madin yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam tulisan tugas makalah maupun pelaksanaan dan aplikasi kegiatan di lembaga yang dikelola.

Sugeng siang, selamat siap siap lunch, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Teks dan lirik Mars Madrasah Diniyah

Teks dan lirik Mars Madrasah Diniyah
pontren.com – teks atau lirik mars madrasah diniyah dapat di download dalam format doc microsoft office guna kemudahan menghafalkan serta mempelajari untuk para santri madin.

Dengan adanya file model doc microsoft office Mars Madrasah diniyah ini dapat diunduh oleh pengasuh Madrasah Diniyah baik ustadz ustadzahnya ataupun kepala lembaga ini.

Pengertian Mars

Sebagai tambahan informasi untuk pengajar pada Madrasah Diniyah Takmiliyah, berikut adalah keterangan tentang apa itu yang disebut dengan lagu mars.

Menurut kamus online, yang dimaksud mars adalah

  • gerakan yang teratur dan tetap, seperti tentara berbaris;
  • perjalanan jauh dari satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki;
  • irama musik dengan tempo setengah atau seperempat untuk mengiringi tentara berbaris.

Berdasarkan tulisan dari situs pengetahuan wikipedia, yang disebut dengan mars adalah komposisi musik dengan irama teratur dan kuat.

Musik dengan jenis seperti ini diciptakan secara khusus guna meningkatkan keteraturan dalam berbaris pada sebuah kelompok yang besar.

Lagu mars juga sering disebut dengan marcia, umumnya lagu mars memiliki irama yang teratur dan menggebu gebu.

Dalam syair isi lagu mars umumnya menggerakkan untuk bersemangat menumbuhkan optimisme serta membakar gairah kelompok atau orang yang menyanyikan atau terwakili oleh grup yang melantunkan lagu mars ini.

Dalam lagu mars Madrasah Diniyah Takmiliyah ini tidak dibedakan mana untuk MDTA atau MDTU MDTW sehingga lagu mars Madin ini dapat dipergunakan untuk jenjang awaliyah wustha maupun ulya.

Syair Teks serta Lyric Mars Madrasah Diniyah

mars TPQ
santri Madrasah Diniyah Menyanyi

Putra Putri Madrasah Diniyah
Tekun selalu menuntut ilmu
Meraih cita-cita insan yang berguna
Menjadi generasi yang cerdas dan bertaqwa
Taat Kepada Alloh dan Rosulnya
Cintai sesama

Dengan semangat ikhlas beramal
Tegakkan kebenaran
Madrasah Diniyah mengantarkan kita
Menjunjung tinggi martabat bangsa
Putra Putri Madrasah Diniyah

Tekun selalu menuntut ilmu
Meraih cita-cita insan yang berguna
Menjadi generasi yang cerdas dan bertaqwa
Taat Kepada Alloh dan Rosulnya
Cintai sesama

Dengan semangat ikhlas beramal
Tegakkan kebenaran
Madrasah Diniyah mengantarkan kita
Menjunjung tinggi martabat bangsa 2x

Download Teks Lagu Mars Madrasah Diniyah

Sebagaimana saya janjikan pada tulisan diatas, berikut adalah tautan atau link untuk mengunduh file mars Lagu Madin dalam format doc atau word.

Setelahnya anda dapat mencetak (print) guna dipelajari dan diajarkan kepada para anak didik santri Diniyah Takmiliyah. Atau saat zaman sudah modern anda tinggal save pada handphone pintar alias smartphone.

Download Tkes Mars Madrasah Diniyah

Demikian informasi tentang lagu untuk madrasah diniyah, dapat anda manfaatkan untuk menampilkan santri pada saat wisuda kelulusan atau penerimaan raport. Bisa juga jadi lomba pertandingan antar Madrasah Diniyah untuk menampung murid murid yang tidak terakomodasi menjadi peserta pada cabang lomba perorangan atau kelompok kecil.

Salam madin, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Madrasah Diniyah Takmiliyah Aljamiah Berbasis Perguruan Tinggi dan Kampus

madrasah-diniyah-takmiliyah-aljamiah

Pontren.com – informasi tentang MDT atau Madin AlJamiah yang berbasis pada Perguruan Tinggi di Indonesia lengkap dengan nama beserta nama kabupaten atau kota tempat lembaga ini eksis serta aturan umum yang menjadi acuan dalam pengelolaan Madin tingkat Kampus Universitas atau Institut.

Aturan Umum Madrasah Diniyah Takmiliyah

Jika ingin memahami mengenai ketentuan tentang Madin makaakan sulit untuk lepas dari PMA nomor 13 tahun 2014 TENTANG PENDIDIKAN KEAGAMAAN ISLAM utamanya pasal dan paragram yang membahas langsung tentang MDT.

Berikut inti (ingat ya, inti atau rangkuman, bukan bunyi) dari beberapa pasal dan ayat pada PMA no 13 tahun 2014 yang memberikan informasi mengenai Madrasah Diniyah Takmiliyah secara umum dan berlaku juga untuk tingkat alJamiah.

Pasal 45
Pendidikan diniyah nonformal dapat diselenggarakan dalam bentuk satuan pendidikan atau program.

Ayat (3) Pendidikan diniyah nonformal yang diselenggarakan dalam bentuk satuan pendidikan wajib mendapatkan izin dari Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota.

Ayat (4) Pendidikan diniyah nonformal yang diselenggarakan dalam bentuk dan memiliki peserta didik paling sedikit 15 (lima belas) orang harus mendaftarkan ke Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota.

Ayat (6) Pendidikan diniyah nonformal yang telah terdaftar pada Kemenag Kabupaten atau Kota berhak mendapatkan pembinaan dari Kementerian Agama dan pemerintah daerah.

Pasal 46
Ayat (1) Madrasah diniyah takmiliyah diselenggarakan untuk melengkapi, memperkaya, dan memperdalam pendidikan agama Islam pada MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA/ MAK/SMK, dan pendidikan tinggi atau yang sederajat dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah SWT.

Ayat (3) Jenjang Madrasah Diniyah Takmiliyah terdiri atas jenjang ula, wustha, ulya, dan al-jami’ah.

Ayat (7) Jenjang al-jami’ah diikuti oleh peserta didik pada pendidikan tinggi.

Rangkuman aturan dan korelasi dengan madin tingkat Perguruan Tinggi.

(c)-Хава-Сайтаева-ilustrasi-santri-MDT-AlJamiah
(c) Хава Сайтаева ilustrasi santri MDT AlJamiah

Dari PMA diatas maka secara ringkas dapat disimpulkan bahwa Madrasah Diniyah Takmiliyah merupakan pendidikan berjenjang dan kelanjutan dari Madin tingkat sebelumnya.

Madrasah diniyah Al Jamiah yang ingin mendaftarkan lembaganya di Kemenag minimal jumlah santri adalah 15 orang murid.

Keharusan MDT AL Jamiah mendaftarkan lembaganya di Kemenag Kab atau Kota bagi Madin yang memiliki anak didik minimal 15 santri.

Jika sudah terdaftar pada Kemenag, MDT Al Jamiah berhak mendapatkan pembinaan dari Kemenag dan Pemda/Pemkot/Pemprov.

MDT Aljamiah berfungsi sebagai pelengkap dan penambah rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah SWT bagi para mahasiswa di Kampus Universitas atau lembaga pendidikan yang sederajat.

Fungsi MDT AlJamiah

Dikutip dari instagram resmi serta website milik Kementerian Agama, Disampaikan Dirjen Pendis Kemenag Kamaruddin Amin bahwa Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Aljamiah bisa berfungsi sebagai pengarusutama moderasi beragama di kampus, sebagai antitesis radikalisme dan ekstrimisme.

Sekaligus menjadi rujukan dan konsultan keagamaan yang dapat memberi respon terhadap isu-isu keagamaan, bahkan isu sosial-politik di kampus”

Sedangkat Direktur PD Pontren, Ahmad Zayadi memiliki harapan bahwa lembaga ini dapat merawat tradisi serta mengawal inovasi dengan koridor moderat dan harmoni.

7 MDT AlJamiah Menerima SK Ijin Operasional dari Dirjen Pendis

Dibawah ini adalah nama nama Lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah/MDT Al-Jami’ah baru menerima Surat Keputusan dari Direktorat Pendidikan Agama Islam tentang Penetapan Izin Operasional MDT Al-Jami’ah tahun 2019, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun masyarakat:

  1. Madrasah Diniyah Takmiliyah Adi Aqaba, Bukittinggi, Sumatera Barat
  2. Ma’had Al-Jami’ah At-Takmiliyah At-Tahdzib, Jombang, Jawa Timur
  3. Darun Nahdlah, Gowa, Sulawesi Selatan
  4. Madraah Sahabat Al-Jami’ah, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
  5. Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
  6. Kampus Unpam Mengaji Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten
  7. Nurul Ilmi Politeknik Negeri Media Kreatif Makassar, Sulawesi Selatan

Demikian informasi tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah yang berbasis mahasiswa, baik yang berada di lingkungan kampus atau di kelola oleh masyarakat.

Ditilik kata sambutan dari Direktur Jenderal Pendis, MDT AlJamiah juga diharapkan aktif dalam merespon isu yang beredar di masyarakat, dengan begitu model pembelajarannya pun juga semisal di kampus laiknya diskusi seminar bukan hanya semisal MDT Ula Wustha Ulya yang bersifat kegiatan belajar mengajar ala anak SD SMP SMA.