10 Sifat Buku Iqro dan Penjelasannya sebagai acuan para guru ustadz ustadzah pengajar pada TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an) atau biasa kita menyebutnya dengan TPA, maupun para mahasiswa mahasiswi dalam membuat karya ilmiah paper tugas skripsi tesis disertasi.
pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, dalam Bahasa Indonesia, kata sifat memiliki arti rupa dan keadaan yang tampak pada suatu benda; tanda lahiriah.
Namun berkenaan dengan metode mengajar mengaji pada al Qur’an yang sifatnya abstrak ini tentu pengertian sifat dalam KBBI tidak cocok untuk sifat buku iqro ini.

Apa sajakah kesepuluh sifatnya? Adapun 10 sifat buku iqro adalah;
- Bacaan Langsung
- Santri Belajar Aktif
- Privat/Klasikal
- Modul
- Asistensi
- Paktis
- Sistematis
- Variatif
- Komunikatif; dan
- Fleksibel
Maksudnya apa dari kesepuluh sifat ini?
Berikut penjelasannya dari berbagai sumber sebagai landasan menjawab.
Bacaan langsung
Dalam istilah Bahasa Arabnya yaitu اَلطَّرِيْقَةُ الصَّوْتِيَّةُ (ath thariiqah ash shoutiyah) yang artinya yaitu cara secara langsung.
Metode iqro‟ ini mengacu kepada pengajaran Ath-Thoriqoh Shautiyah yaitu suatu cara pengajaran secara langsung atau terus pada bunyi, bukan dengan mengeja huruf. Karena metode ini sangat menekankan pada pembelajaran aktif seorang siswa sehingga lazim pembelajaran iqro bersifat individual atau privat.
Dalam file PPT pelatihan guru TPQ dalam mengajar metode iqro menjelaskan bahwa pengenalan bacaan huruf secara langsung, tidak dieja.
Contoh kongkritnya adalah huruf alif dan ba diajarkan dengan langsung bunyi ;
اَ = A bukan dibaca alif fathah “A”
بَ = BA bukan ba’ fathah dibaca”BA”
Santri Belajar Aktif
Metode ini menggunakan sistem Pembelajaran CBSA, yang merupakan singkatan dari Cara Belajar Siswa Aktif.
Dalam istilah CBSA dengan metode iqro‟, tidak ada istilah anak didik atau peserta didik atau siswa dan guru atau pendidik.
Namun istilahnya adalah ustadz atau ustadzah dan santri. alasannya kedua istilah istilah memberikan dorongan kepada para santri dan ustadz dalam kegiatan belajar mengajar.
Dalam hal ini Yang belajar adalah santri, bukan ustadznya sehingga santri harus mendapatkan dorongan untuk aktif dan ustadz hanya membimbingnya saja.
Dalam materi pelatihan, cara ini istilahnya adalah اَلطَّرِيْقَةُ بِرِيَاضَةِ الأَطْفَالِ (ath thariqah biriyadhatil athfaal).
Merupakan suatu prinsip dalam pengajaran yang ditandai dengan “belajar” daripada “mengajar” (CBSA).
Adapun hal ini dengan menerapkan prinsip 3 M yaitu;
- Mengenalkan; yaitu mengenalkan huruf maupun cara membaca suatu bacaan.
- Memantau ; selanjutnya ustadz pengajar memantau, mencermati dan mendampingi santri supaya benar dalam membaca; dan selanjutnya
- Memotivasi ; memberikan dorongan kepada santri supaya lebih baik lagi dalam belajar mengaji, baik dorongan secara spesifik maupun umum.
Privat/Klasikal

Merupakan cara belajar mengaji sebagaimana sistem dalam pondok pesantren yang berupa sorogan.
Lebih kongkritnya dalam praktek yaitu pada saat belajar iqro atau ngaji Al-Qur‟an, santri berhadapan langsung dengan ustadz.
Tujuan model pembelajaran seperti ini maksudnya supaya santri tahu betul bagaimana mengucapkan huruf-huruf yang sesuai dengan kaidah makhrojnya.
Untuk itulah santri disimak satu persatu dengan cara (privat).
Modul
Dalam kamus besar bahasa Indonesia modul memiliki banyak penjelasan apa itu modul.
Berikut modul dalam KBBI.
- standar atau satuan pengukur;
- satuan standar yang bersama-sama dengan yang lain digunakan secara bersama;
- satuan bebas yang merupakan bagian dari struktur keseluruhan;
- komponen dari suatu sistem yang berdiri sendiri, tetapi menunjang program dari sistem itu;
- unit kecil dari satu pelajaran yang dapat beroperasi sendiri
Berkenaan dengan sifat buku iqro yang ketiga ini maksudnya yaitu Santri dalam menyelesaikan materi iqro tergantung dari kemampuan dan usahanya sendiri, bukan berdasarkan kemampuan kelas atau rekannya. Mereka yang cerdas dan rajin akan lebih cepat selesai.
Singkatnya, kenaikan jilid pada TPQ sifatnya tidaklah berkelompok, namun secara individual.
Asistensi
Berasal dari kata asisten yang berarti orang yang bertugas membantu orang lain dalam melaksanakan tugas profesional. Dalam hal ini adalah membantu mengajar ustadz ustadzah dalam menyimak bacaan santri lainnya.
Jadi apabila terpaksa kekurangan ustadz ataupun ada yang berhalangan maka bisa menunjuk santri terpilih untuk menjadi pengganti ustadz.
Pastinya pemilihan santri ini yang sudah mumpuni dalam bacaan untuk jilid Iqro yang tinggi, misalnya 5 atau 6.
Dan yang mereka simak adalah anak-anak pemula yang masih kecil dan pada taraf membaca iqro jilid 1 atau 2.
Praktis
Dalam penyusunannya buku iqro ini sangat praktis, baik dari segi jilid tingkatan buku iqro sendiri beserta materi bacaannya.
- Bacaan-bacaan dalam Buku Iqro’ melalui tahapan-tahapan yang sesuai perkembangan jiwa anak
- Dalam buku iqro Bacaan-bacaannya sudah sesuai dengan kaidah tajwid
- Setelah khatam iqro’ 6 santri bisa membaca disembarang surat dan ayat dalam Al-Qur’an
Sistimatis
Buku iqro ini dirancang secara sistimatis, sehingga para santri tidak merasa terbebani dan susah dalam belajar, tanpa disadari santri ada peningkatan dalam membaca Al-Qur‟an tersebut.
lebih kelas kepraktisan dalam penyusunan metode iqro adalah;
- mulai dari hal yang kongkrit menuju abstrak
- dimulai dari yang mudah ke yang sulit;
- mulai dari hal yang sederhana menuju yang lebih kompleks
Variatif

Salah satu hal yang variatif adalah Buku Iqro sangat variatif dari tiap-tiap jilidnya baik dari segi warna dan juga materi dari tiap jilid yang tidak monoton.
Hal ini (berbeda warna masing-masing jilidnya) untuk menyesuaikan dengan kondisi perkembangan anak.
Kenapa begitu?
Yaitu Menekankan kepada perhatian dan selera anak yang cenderung selalu ingin berganti, begitulah alasannya.
Variasi lainnya adalah bergantinya pengajar dari satu ustadz ke ustazah yang lainnya.
Kemudahan pembelajaran atau mengajar dengan menggunakan metode iqro Memberi kesempatan untuk Pengajaran yang berganti-ganti dari satu jilid ke jilid lainnya dan dari satu Ustadz ke Ustadz lainnya.
Komunikatif
Dalam hal komunikatif, ada 3 poin pada materi pelatihan pembelajaran menggunakan metode iqro.
Poin-poin penting dalam sifat buku iqro yang komunikatif adalah;
- Menciptakan keakraban antara santri dan Ustadz
- Tidak membebani pada santri secara psikis
- Beberapa halaman dalam buku iqro’ terdapat rambu-rambu dengan menggunakan bahasa Indonesia yang menyentuh Misalnya: “Hati-hati keliru panjang pendek salah besar, jika masih salah ulang-ulangilah.”
- Ustadz langsung mengetahui kefasihan santri
Dalam penjelasan lainnya menyebutkan Misalnya Setiap huruf atau kata dibaca secara benar. Dalam hal ini ustadz jangan hanya diam, namun juga memberikan perhatian atau sanjungan atau penghargaan.
Seperti dengan katakata: bagus, betul, ya dan sebagainya.
Fleksibel
Apa saja sih fleksibilitas buku iqro?
Pertama, Buku iqro’ bisa dipakai oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja
Kedua, Buku iqro’ sesuai kebutuhan dan keingintahuan santri dalam proses pembelajaran
Ketiga, Bagi anak usia 4-6 tahun setiap kali pertemuan 15-30 menit dapat menyelesaikan iqro’ 6 jilid rata-rata 6 bulan, untuk usia remaja/dewasa rata-rata 3 bulan.
Menurut Syuaeb Kurdi dan Abdul Aziz,( 2012: 98) menyampaikan bahwa Buku iqro‟ ini boleh di pelajari oleh siapa saja, baik dari anak-anak usia pra sekolah, anak sekolah dasar, anak remaja dan juga ibu ataupun bapak yang kurang mahir dalam membaca Al-Qur’an.
Demikianlah informasi tentang 10 Sifat Buku Iqro dan Penjelasannya yang kami sarikan dari berbagai sumber. Maturnuwun sudah mampir, salam kenal dan wassalamu’alaikum.
