Arsip Tag: metode mengajar TPQ

Mengajar Ngaji Orang Tua TPQ Dewasa, Kesulitan Tantangan & Petuah

Mengajar ngaji orang tua TPQ Dewasa, kesulitan tantangan dan petuah, bukan hanya anak-anak yang memerlukan bimbingan supaya bisa mengaji al-Qur’an dengan lancar baik dan benar, begitu pula orang tua ingin belajar supaya bisa mengaji.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, yang namanya hidayah datangnya orang juga tidak bisa memperkirakan saat kecil muda dewasa atau pada saat sudah berumur tua alias mbah-mbah.

mengajar ngaji orang tua

Lha ukurannya orang tua apa? Biasanya seumuran orang yang sudah pensiun, ya kisaran usia 58 keatas.

Meski usia 40 an ada juga ibu-ibu rumah tangga yang juga ingin bisa membaca.

Bagaimana jika ingin bisa belajar agama? Sholat mengaji misalnya? Maka paling lazim yaitu dengan bertanya kepada yang lebih bisa, konsultasi dan minta untuk diajari.

Tentunya orang yang diminta untuk mengajari akan dengan suka cita menyambut keinginan untuk belajar agama.

Seperti penuturan teman kerja saya, saat ada nenek yang ingin salat.

Singkatnya tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun berkenaan dengan doa dan bacaan salat.

Kemudian teman saya memberitahu kepada nenek supaya mengikuti saja gerakan imam. Membaca sebisanya, misalnya basmalah atau bismillahirrohmaanirrohiim.

Kejadian lucu, pada saat sedang salat, anak-anak pada ramai gojeg (bercanda dengan teman saat salat).

Sang nenek menegurnya “, sssttt, ojo rame-rame, nembe podo sholat!” (sstttt, jangan ramai-ramai, sedang pada salat.

Temen saya ngempet ngguyu mendengar teguran nenek ini pada anak anak yang bercanda. Masalahnya sang nenek menegur anak anak pada saat dia sedang sholat.

Mengajar ngaji orang tua, Kesulitan mengajari mengaji & bacaan salat

Yang jelas kesulitan utama mengajar orang tua adalah para beliau yang ingin belajar agama atau mengaji ini adalah LUPA.

Yaitu mudah lupa apa yang diajarkan sebelumnya, misalnya bacaan hafalan salat atau huruf hijaiyah dan cara membacanya.

Ya seperti itulah kesulitan utama para ustadz ustadzah mengajar orang tua simbah simbah kakek nenek yang ingin mempelajari agama utamanya ngaji dan salat.

Yang kedua, relatif jarang terjadi yaitu mutung mengikuti kajian atau pengajian.

misanlya karena tersinggung dengan ucapan atau perkataan orang lain, entah yang mengajar atau sesama orang tua yang belajar agama.

Menurut saya tantangan mengajarkan bacaan salat dan mengaji orang tua ya dua hal ini, apabila ada yang lain silakan anda tambahkan.

tuan rumah acara pengajian yasinan

Renungan tentang orang tua yang belajar mengaji dan sulit mengingat materi pembelajaran

Pada saat lebaran di Kampung halaman Bapak ibu saya, paman saya (entah lik Toha atau Lik Lih) menceritakan tentang begitu pelupanya orang tua saat belajar ngaji atau bacaan salat.

Tidak semudah mengajarkan menghitung uang dan mengingat pemasukan pendapatan belanja.

Kemudian paman saya menceritakan komentar kakak pertamanya memberikan tanggapan mengenai orang tua yang sangat sulit mengingat bacaan salat atau mengaji.

Tanggapannya begini,

Wong tuwo kuwi nek gelem mangkat sinau ngaji wis apik banget, dadine orasah mikir wonge isoh opo ora nangkep sik diwulang.

Artinya; orang tua, misalnya pensiunan, bahkan pejabat, mau datang mendatangi tempat untuk belajar mengaji atau belajar agama itu sudah sangat top, alhamdulillah banget.

Jadi urusan kemampuan menangkap pelajaran tidaklah pusing untuk dipikirkan para pengajarnya.

Hanya Datang Ke Pengajian, Pulang tanpa Membawa Pulang Ilmu

Situasi seperti ini mengingatkan saya pada waktu menghadiri kegiatan kumpul orang tua wali murid madrasah diniyah takmiliyah daerah Jugo Ngargoyoso Karanganyar.

Pertemuan sampai larut malam, jam 12 sepertinya baru selesai.

Setelah acara kegiatan rampung, saya ngobrol dengan mas Sriyanta, pegawai KUA Kecamatan Ngargoyoso, ngalor ngidul.

Beliau menceritakan banyaknya kumpulan pengajian yang ada pada daerah Jugo Jatirejo Ngargoyoso, merupakan hal biasa sampai larut malam, pada ngantuk di tempat pengajian, bahkan tidur pulas.

Lah saya bertanya, kalau banyak begitu, dan pada tidur saat pengajian, bagaimana menambah ilmu atau menangkap isi kajian yang menjadi materi ngaji?

hadirin kegiatan khataman dan pengajian di PP Banu Salamah
hadirin kegiatan khataman dan pengajian di PP Banu Salamah

Ya beliau menjawab, wallahu a’lam, tapi setidaknya para hadirin jamaah yang sregep pengajian ini mengharap barakah dengan mendatangi majelis taklim.

Saya jadi menyadari, bahwasanya memang dengan mendatangi majelis taklim ini sudah merupakan kebagusan.

yaitu tindakan yaitu mencari ilmu, dan saya yakin banyak barakahnya dengan mendatanginya.

Nah itulah cerita mengenai mengajar ngaji maupun sholat para senior.

mungkin njenengan mempunyai pandangan atau kiat dalam mengajar TPQ Dewasa Kakek Nenek Orang tua ini supaya selain ngalap berkah mangkat ngaji juga lebih bisa menambah pengetahuan secara hafalan maupun bisa membaca al-Qur’an.

Wilujeng dalu, selamat malam, wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Doa mengaji Metode Tilawati Pembukaan dan Penutupan

Urutan doa pembukaan dan penutupan metode tilawati dalam bahasa arab teks latin dilengkapi arti dan terjemah dalam bahasa Indonesia dapat dicopy paste dan cetak maupun ditulis sendiri bagi yang hendak menyalinnya.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, wilujeng enjang para penggiat pembelajaran baca tulis al-Qur’an di segala penjuru dunia dari ujung kulon sampai ujung timur, semoga sehat selalu semuanya.

Sebenarnya saya hendak menulis artikel ini beberapa bulan yang lalu, akan tetapi karena keterbatasan informasi saya pending sampai mendapatkan keterangan yang valid tentang panduan untuk lafal doa metode tilawati.

Baca : Doa pembukaan dan penutupan metode ummi

Doa metode tilawati ini kami susun mulai dari awal pembukaan kemudian dilanjutkan dengan doa penutup, tidak lupa dalam versi teks arab dan latin lengkap dengan artinya.

Dapat Informasi dari Pakar Tilawati Kabupaten Wonogiri

TCW Wonogiri (sumber : FB Ekki Arifin)

Alhamdulillah saya bertemu via facebook dengan salah satu pakar tilawati di Kabupaten Wonogiri, Ekki tajul Arifin namanya, ya setidaknya beliau jauh lebih pakar daripada saya dalam hal BTQ metode tilawati.

Saat ini (di bulan September 2020) beliau memiliki salah satu kesibukan yaitu pembangunan Padepokan Tilawati Cabang Wonogiri, Semoga dimudahkan Allah SWT Aamiin, tentunya selain tugas beliau sebagai Penyuluh Agama Islam Fungsional di Wonogiri.

Dari beliau lah saya dapatkan bagaimana panduan dalam membuka dan menutup pembelajaran mengaji dengan metode tilawati yang lebih spesifik untuk penggunaan doa.

Baca : Doa Belajar sebelum mengaji untuk TPQ

Kemudian beliau memberikan arahan dan mencarikan sumber informasi yang detil supaya tulisan yang sampai kepada para pembaca dapat lebih tepat sasaran dan terhindar dari berita hoax dan melenceng.

Langsung saja, berikut informasinya

Doa pembukaan metode tilawati

Dalam pembukaan, urutan bacaan yang dibaca adalah;

  • Surat al fatihah
  • Do’a

Dalam permulaan, pembukaan metode tilawati dimulai dengan al fatihah, untuk seperti apa tulisan arab teks latin beserta terjemahnya anda dapat mencari di internet, ada ratusan sumber yang bisa anda download.

Kemudian dilanjutkan dengan doa yang akan anda lihat dibawah ini dengan menggunakan atau memakai irama rost.

Walah opo kuwi rost? Saya bingung, kemudian saya tanyakan kepada empunya, dijawab itu adalah irama tilawati.

Seperti apa doanya, check it out.

رَّبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ

Rabbighfirli wa liwaalidayya wa lil mukminiina Aamiin
Artinya : Ya Allah Ampunillah Aku, dan kedua orang tuaku dan kaum muslimiin, aamiin.

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي
يَفْقَهُوا قَوْلِي

Teks latin;
Robbish syrokhlii shodrii
wa yassirlii amrii
wahlul nguqdatan min lisaani
yafqohuu qoulii

artinya;
Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku
dan mudahkanlah untukku urusanku.
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku.
supaya mereka mengerti perkataanku.

رَبِّ زدْنيِ عِلْماً
وَ رْزُقْنيِ فَهْماً

Teks latin ;
Robii Zidnii ‘ilmaa
warzuqnii fahmaaa,

artinya;
Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu.
Berilah aku karunia agar dapat memahaminya

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا حِكْمَتَكَ
وَانْشُرْ عَلَيْنَا رَحْمَتَكَ
مِنْ خَزَائِنِ رَحْمَتِكَ
يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Teks latin lafal Arab;
Allahummaftah lanaa hikmatak
wansur ‘alaina rahmatak
min khozaini rahmatik
yaa arhamarroohimiin aamiin

arti dalam bahasa Indonesia
Ya Allah, bukakanlah ke atas kami hikmah-Mu
dan limpahilah ke atas kami rahmat-Mu
dari khazanah-khazanah rahmatMu,
wahai yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

begitulah doa pembukaan metode tilawati yang ditulis dalam teks arab dan latin serta arti dan terjemah kedalam Bahasa Indonesia yang dapat anda copy paste seenaknya di internet ataupun pada microsoft word.

Dan untuk memudahkan membacanya kami lampirkan pula harakat tanda syakal, bukan model arab gundul.

Doa Penutup metode tilawati

(C) Faizal Riza

Apabila pembelajaran mengaji dengan menggunakan metode tilawati telah usai, maka pelajaran atau belajar membaca tulis al-Qur’an ini ditutup.

Penutupan pembelajaran juga dengan doa.

Untuk metode tilawati, doa yang dipergunakan adalah sebagai berikut;

  • Doa kaffaratul majelis dan;
  • Doa senandung al-Qur’an.

Berikut adalah teks lafal tulisan doa kaffaratul majelis dan senandung al Qur’an dalam tulisan arab teks latin dan artinya

Doa kaffaratul Majelis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu anllaa ilaaha illaa Anta astaghfiruka wa atuubu ilaik
Artinya :
Mahasuci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu

Doa senandung al-Qur’an

اَللّهُمَّ ارْحَمْنَا بالْقُرْانِ
وَاجْعَلْهُ لَنَا اِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًى وَ رَحْمَةً
اَللّهُمَّ ذَكّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِيْنَا
وَعلّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا
وَارْزُقْنَا تِلاَوَتَهُ اَنَاءَ الَّيْلِ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ
وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً
يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

teks latin lafadz arab;
Allaahummar hamnaa bil qur’aan.
Waj’alhuu lanaa imaaman wa nuuron wa hudan wa rahmah
Allaahumma Dzakkirnaa minhuu maa nasiinaa
wa ‘allimnaa Minhu maa jahiltu
Warzuqnaa tilaawatahu aana al laili wa athroofan nahaar
Waj’alhu lii hujjatan
Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

Artinya :

“Ya Allah, rahmatilah kami dengan Al-Qur’an
dan jadikanlah Al-Qur’an untuk kami sebagai ilmu dan cahaya dan petunjuk dan rahmat.
Ya Allah, ingatkan kami darinya apa yang kami lupa
dan ajarilah kami darinya apa-apa yang aku tidak tahu
dan berilah rizki kepadaku dengan membacanya tengah malam dan penghujung siang
dan jadikanlah dia untukku sebagai pembela.
Wahai Tuhan semesta alam.”

Akhir kata, terima kasih kepada Mas Guru Ekki Tajul Arifin, semoga padepokan Tilawati Cabang Wonogiri (TCW) segera rampung bangunannya, dan dikabulkan doa permohonane mas Ekki.

Wilujeng siang, selamat menikmati pekerjaan bagi yang sedang kerja, selamat libur untuk yang mendapatkan liburan.
Wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Kiat Mengajar TPQ yang menyenangkan supaya anak tidak Bosan

Rangkuman tentang tips dan kiat dalam mengajar iqro atau metode di TPQ yang lain supaya menyenangkan dan anak anak tidak bosan mengikuti kegiatan belajar yang disampaikan guru ustadz ustadzah TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an).

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sudah lama saya mencari referensi tentang cara mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an yang menyenangkan.

Hal ini dimaksudkan supaya dalam kegiatan pembelajaran TPQ saat mengajar iqro lebih menyenangkan dan menjauhkan anak anak dari rasa bosan.

Akhirnya setelah browsing kesana kemari menemukan artikel yang dimuat di situs berita nasional republika yang memberitakan informasi tentang kiat dan cara menyenangkan dalam mengajar TPQ supaya anak anak santri di TPA tidak bosan.

Metode atau cara ini bisa berjalan dengan baik apabila dilakukan dengan cermat dan mumpuni oleh pengajar atau ustadz ustadzahnya.

baca : macam macam metode Pembelajaran TPQ

Untuk mencapai taraf kemampuan yang mumpuni dalam pengajaran di TPQ yang menyenangkan diperlukan latihan dan pembelajaran dengan teliti dan seksama.

Latihan diperlukan dan yang paling utama yaitu praktek dari ilmu serta latihan yang telah dilakukan.

Jangan khawatir disaat pertama kali anda gagal membuat suasana menjadi hidup, namanya juga ujicoba pertama dalam praktek.

Kegagalan demi kegagalan diawal anda mencoba ilmu menyenangkan dalam mengajar akan terbayar nanti saat anda sudah lihai dan mahir membuat suasana yang happy di TPQ.

Materi Berasal dari Pihak yang Berkompeten

Langsung saja, berikut adalah kiat kiat dan cara mengajar yang disampaikan oleh Hj Sunarsih Wijaya SE, Ketua Dewan Direksi Lembaga Pembinaan Generasi Dini Muslim Ri’ayatul Ummah (LPGDM-RU) dan Ustaz Tasyrifin MPd, Direktur Nasional Badan Koordinasi Pendidikan Alquran dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI).

Acara kegiatan tersebut dilaksanakan di di Hotel Puncak Raya Cisarua, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu-Jumat, 12-14 November 2014.

Selanjutnya diliput oleh Republika Online dengan judul Guru TPQ Dilatih Mengajar Menyenangkan yang dirilis pada hari Jumat 21 Nov 2014 11:00 WIB.

Untuk Hj Sunarsih Wijaya SE lebih menekankan dalam kiat supaya mengajar yang menyenangkan.

Sedangkan Ustadz Tasyrifin, MPD lebih membicarakan bagaimana supaya menjadi guru TPQ yang menyenangkan (akan dibahas di postingan yang lain.

Santri mengalami lelah secara fisik dan Pikiran

santri di kelas
ilustrasi santri sekolah

Sebelum menjelaskan tentang pembelajaran Iqro yang menyenangkan pada Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), diungkapkan bahwa santri hanya membawa sisa tenaga dan kemampuan otak sisa sisa dari pembelajaran umum.

Kesimpulannya santri anak didik TPQ telah mengalami kelelahan secara fisik dan otak/mental setelah sekolah.

Sehingga dari situasi tersebut perlu dibuat formula pembelajaran yang enteng di pikiran dan sifatnya lebih menghibur di hati para santri, bukan model pendidikan di sekolahan yang bersifat lebih serius memeras pikiran.

Langkah mengajar TPQ Menjadi Menyenangkan

Umi Ninie menyebutkan ada langkah untuk mengajar jadi menyenangkan.

Cara yang pertama dengan menyanyikan lagu dan syair yang merupakan bahan ajar.

Kemudian melakukan integrasi atau memasukkan materi pelajaran yang lain untuk memunculkan pemahaman serta kemampuan dalam praktek sehari hari.

baca : menjadi Guru TPQ yang baik

Metode yang kedua, dengan melakukan pengamatan sikap seseorang yang dimaksudkan menimbulkan rasa ingin tahu dan menghubungkannya dengan materi pelajaran, misalnya aqidah akhlak atau fiqih, dan lain sebagainya yang pernah diajarkan.

Harapannya nanti para santri bisa melanjutkan dengan menganalisa dan menalar kemudian memunculkan rasa ingin yang kuat untuk berakhlak sebagai muslim yang sejati.

Saatnya Belajar, Latihan dan Praktek

menjadi guru yang hebat

Sekedar informasi, materi ini disampaikan pada Pelatihan Pengembangan Kompetensi Guru TKQ-TPQ yang diadakan oleh Direktorat Pondok Pesantren Kementerian Agama, jadi bisa dikatakan kualitas nasional.

Meskipun begitu, tidak cukup anda hanya membaca saja, diperlukan latihan dan jangan takut untuk praktek.

Setidaknya para guru TPQ bisa memilih dan memilah lagu dan syair yang bermuatan materi, carilah lagu-lagu yang sangat bermuatan materi pembelajaran, misalnya lagu abatatsa, rukun Islam, rukun Iman, sukur-sukur ada lagu tentang ilmu tajwid.

Setelah mendapati rangkuman dari seminar nasional yang diadakan oleh Kemenag di tahun 2014 diatas, maka segeralah mencoba mempraktekkannya.

Karena kata paman saya, rencana yang kecil dan dilaksanakan jauh lebih bermanfaat dan berharga daripada cita cita yang tinggi dan besar tanpa pelaksanaan.

Langkah pertama untuk mengajar TPQ yang menyenangkan bisa dimulai pengumpulan bahan ajar dan lagu serta syair, kemudian berlatihlah menyanyi supaya hafal, jangan lupa praktekkan di kegiatan KBM.

Bisa jadi pertama kali mempraktekkan ilmu ini gagal, jika anda mundur karena kegagalan pertama berarti anda gagal selamanya, tokh tidak ada yang tahu selain teman dan anak – anak.

Demikian rangkuman dari kiat mengajar TPQ yang menyenangkan, yang insyaallah akan disusul dengan artikel tentang menjadi guru TPQ yang menyenangkan.

Wilujeng sonten, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Berbagai Cara dan Metode Pembelajaran pada TPQ

Rangkuman berbagai macam metode pembelajaran yang diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar pada Taman Pendidikan Al-Qur’an yang disadur dari J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 Juli-Desember 2018 yang berjudul MODEL-MODEL PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN BTQ DI TPQ/TPA DI INDONESIA oleh Yuanda Kusuma Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia.

Pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, dalam tulisannya disebutkan bahwa Metode-metode pembelajaran TPQ sangat bervariasi.

Model variasi ini dilihat dari segi prinsip, karakteristik, metode serta tahapannya.

Dengan berbagai macam metode, lembaga Taman Pendidikan dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan serta karakter santri yang belajar di TPA.

Variasi dan keberagaman metode ini dianggap dapat bersifat saling memberikan kelengkapan satu dengan lainnya, menutup kekurangan yang tidak tercover oleh metode yang lain.

Pada prinsipnya, metode pembelajaran TPQ mempunyai konsep serupa dalam pembelajaran yaitu;

  • Pembelajaran huruf
  • Pelafalan huruf
  • Sifat huruf
  • Pembelajaran kata
  • Hukum tajwid
  • Pembelajaran kalimat
  • Cara membaca bacaan Ghoroibul qur’an

Adapunyang akan dibahas tentang macam macam metode yang dipergunakan BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) yang diaplikasikan dalam pembelajaran TPQ adalah sebagai berikut

Metode Baghdadi

Dalam metode ini (metode Baghdadi) termuat dalam kitab qowaid baghdadiyah ma’a juz amma terdapat beberapa tahapan.

Tahapan ini ditetapkan untuk dapat dipelajari siswa supaya mampu membaca al-Qur’an dengan baik dan lancar.

Tahapan dimulai dengan mengenal huruf hijaiyah dan diteruskan dengan menyambungnya.

Berikut tahapan tahapan metode baghdadi

  • Tahap pengenalan huruf hijaiyah
  • Tahap pengenalan huruf dan harakat
  • Tahap pengenalan huruf sambung
  • Tahap pengenalan juz ‘ama

Itulah tahapan dalam metode baghdadi mengacu kepada tulisan di jurnal Pendidikan Agama Islam.

Metode Al Barqy

Metode ini pertama di sosialisasikan pada tahun 1991 meskipun pada tahun 1983 telah di praktekkan.

Yang mencetuskan metode ini adalah Drs. Muahdjir Sulthon.

Metode al Barqy menyesuaikan dengan bahasa yang sesuai dengan pelafalan pada tingkat anak anak karena lebih menekankan bagaimana penggunaan struktur kata ataupu kalimat yang tidak mengikuti bunyi mati (sukun).

Contoh : Jalasa dan kataba, a da ra ja, ma ha ka ya, ka ta wa na, sa ma la ba.

Penerapan metode ini secara teoritis dapat diaplikasikan pada tingkatan umur dengan minimal jam pelajaran yang berbeda.

Tahapan metode al Barqy diantaranya;

  • Fase analitik
  • Fase sintetik
  • Fase Penulisan
  • Fase Pengenalan bunyi a-i-u
  • Fase pemindahan
  • Fase pengenalan tanwin
  • Fase pengenalan mad
  • Fase pengenalan syaddah
  • Fase pengenalan huruf
  • Fase pengenalan qasidah huruf hijaiyah
  • Fase pengenalan huruf yang tidak dibaca atau dilewati

Metode Iqro

metode mengajar TPQ

Merupakan metode yang berbentuk syaufiyah yang dirancang bagi anak sekolah.

Metode ini terdiri dari 6 jilid, dimulai jilid 1 sampai dengan jilid terakhir yaitu 6.

Disusun oleh KH As’ad Human yang ringgal di Yogyakarta.

Merupakan metode paling populer saat ini yang dipergunakan oleh TPQ di seluruh Indonesia sebagai metode yang dipakai dalam kegiatan belajar mengajar oleh lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an.

Metode iqro merupakan suatu metode membaca al-Qur’an yang lebih menekankan pada latihan membaca secara langsung.

Dimulai dari tingkatan paling sederhana kemudian bertahap selanjutnya pada jenjang yang lebih tinggi.

Harapannya para santri anak didik mampu membaca dengan baik, menghafal dengan lancar serta tepat dalam ilmu tajwid.

Garis besar metode iqro adalah sebagai berikut;

Buku Iqra tediri dari 6 jilid dengan penekanan pada latihan membaca secara langsung, dimulai dari tingkatan sederhana pada tingkatan paripurna.

Buku Iqra dapat diaplikasikan segala umur mulai anak PAUD TK sampai dengan dewasa dan orang tua.

Mengacu kepada pengalaman, seorang santri atau siswa bisa merampungkan 6 jilid pelajaran iqra dengan cara pembelajaran privat dengan alokasi 1 jam sehari, berikut estimasi waktunya.

  • TK 4-10 bulan
  • SD 3-6 bulan
  • SMP 1-22 bulan
  • SMA/Dewasa 15 – 20 kali pertemuan.

Metode Tartil

Metode tartil diyakini merupakan salah satu cara pembelajaran al-Qur’an (TPQ) yang lebih praktis serta lebih cepat dalam membantu santri belajar membaca al-Qur’an.

Pada tahun 1988 metode ini di sosialisasikan oleh Hj. Gazali, S.MIQ.

Awal mulanya metode ini memiliki nama “Metode Cepat dan Praktis Membaca al-Qur’an”.

Metode ini terdiri dari 2 siri yaitu tartil I dan tartil II.

Tartil I adalah panduan peserta didik mengenal huruf, membaca huruf berbasis satu, sukun, musyaddadah dan tanwin.

Tartil II panduan untuk santri mempelajari mad, ghunnah, waqaf wal ibtida’.

Metode Ummi

Metode ummi muncul pada awal tahun 2011 dimana Ummi foundation memperkenalkan metode ummi beserta sistem dan mutunya (hasunah & jannah 2017).

Strategi yang berbeda membuat metode ummi dikenal dengan metode yang mudah cepat dan berkualitas.

Metode Qiroati

kurikulum TPQ kemenag
ilustrasi pengajar tpq menikmati suasana pantai

Merupakan metode pembelajaran membaca al-Qur’an yang langsung memasukkan tanpa membaca dan mempraktekkan bacaan tartil sesuai dengan kaidah dalam ilmu tajwid.

Ada 2 pokok dasar yang perlu diperhatikan dalam metode ini yaitu;

  1. Membaca alqur’an secara langsung; dan
  2. Membiasakan dalam membaca al-Qur’an dengan tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

Metode ini pertama disusun pada tahun 1963 dan masih bersifat sederhana. Dari metode ini akhirnya muncul metode membaca al-Qur’an seperti al Barqy, iqro’ tilawati dan sebagainya.

Awal penyusunannya, metode ini terdiri dar 6 jlid, kemudian ada tambahan 1 jilid untuk persiapan (pra) dan 2 buku pelengkap sebagai kelanjutan pelajaran yang sudah dirampungkan yaitu juz 27 beserta gharib musykilat.

Metode Yanbu’a

Merupakan metode yang terdapat didalamnya panduan baca tulis serta menghafal al-Qur’an.

Disusun oleh tim dengan ketua Kiai Haji Ulil Albab Arwani, seorang putra dari ahli Al-Qur’an Kiai Haji M. Arwani Amin.

Dinamakan dengan nama Yanbu’a sesuai dengan nama pesantren Tahfidz al-Qur’an di Kudus yang bernama Yanba’ul Qur’an (sumber al-Qur’an).

Di tahun 2014 metode ini berkembang kemudian disusun berdasarkan tingkat pembelajaran al-Qur’an.

Diawali dari mengetahui, kemudian membaca, kemudian menulis huruf hijaiyah, serta memahami kaidah membaca al-Qur’an yang baik dan benar.

Terdiri dari jilid Pra TK sampai dengan jilid 7.

Selain metode membaca, metode yanbu’a juga mengajarkan cara menulis al-Qur’an dengan penggunaan rasm Utsmani (mushaf yang ditulis pada masa khalifah Utsman bin Affan).

Sedangkan bacaan metode ini menggunakan riwayat imam Abu Hafs, serang ulama Qiraat yang berasal dari kuffah dan perawi Imam ‘Asim

Sumber : MODEL-MODEL PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN BTQ DI TPQ/TPA DI INDONESIA oleh Yuanda Kusuma Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia, J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 Juli-Desember 2018

KBM TPQ Dikritik seperti Mengajar Anak TK

KBM TPQ dikritik seperti Mengajar anak TK

Pontren.com – assalamu’alaikum para pengajar TPQ di seluruh Indonesia, pada saat saya melakukan wawancara dengan alumni mesir tentang terjemah atau arti Taman Pendidikan Al Qur’an dalam Bahasa Arab, terselip pembicaraan mengenai pendidikan alquran di negara pharaoh ini.

Dalam percakapan itu menceritakan disana juga terdapat informasi  bahwa di mesir pun terdapat pendidikan alquran yang mengajarkan baca tulis serta materi pendidikan keislaman.

Baca;
APLIKASI PENGAJARAN AL-QUR’AN PADA TKA/TPQ DAN TPA/TPQ DALAM RANGKA MENCAPAI TARGET
Masalah yang di Hadapi dalam Pembelajaran Al Qur’an
Cara Terbaik Mengelola TPQ adalah dengan praktek ilmu yang didapat

Yang membedakan bahwa para pengajar ini memiliki kualifikasi keilmuan yang mumpuni, sedangkan di Indonesia memiliki kualitas pengajar yang iklhas dan semangat daya juang tinggi.

Salah satu yang disampaikan beliau adalah mencermati tentang cara atau metode pembelajaran TPQ yang bisa dikatakan adaptasi dari cara mengajar di TPQ, ditandai dengan model tepuk, bernyanyi dan bermain serta happy – hapy untuk anak didik.

Apakah kritikan ( cara pembelajaran TPQ  sama seperti mengajar anak TK) ini salah? Itu tergantung dari sudut mana kita melihat dan mengupasnya, bisa juga kritik ini salah karena memang seperti itu cara mengajar TPQ, atau kritik ini masuk dikatakan benar dikala anak-anak yang sudah usia lebih besar malah diajak bermain semisal anak TK.

Baiklah mari kita melihat dari sudut pandang metode pembelajaran yang di sarankan oleh Kementerian agama melalui beberapa buku panduan yang diterbitkan oleh Ditpdpontren Kemenag RI Jakarta.

Dalam buku panduan Kemenag membagi proses kegiatan belajar mengajar dalam bentuk klasikal dan privat, dimana klasikal lebih pada pemberian materi pelajaran semisal ilmu tajwid, dinul islam dan pelajaran lainnya.

Metode privat dilakukan dalam rangka menyimak bacaan santri satu persatu dimana metode sorogan dipakai santri membaca buku iqra atau ummi didepan ustadz, meskipun model privat, jika terdapat kelebihan santri dibanding pengajar maka seorang guru bisa menyimak sekaligus 2 orang santri.

ilustrasi santri pontren tanpa biaya

Posisi mengajar adalah disaat model klasikal dimana satu kelas santri diberikan materi pembelajaran yang sama dan adakalanya diselingi dengan berbagai tepuk maupun lagu guna membuat suasana kondusif dan menyenangkan hati santri.

Metode ini dikenal dengan BBM, yang merupakan singkatan dari Bermain Bercerita dan Menyanyi. Jadi secara teknis, lembaga yang mengajar TPQ seperti anak TK tidaklah menyalahi acuan dalam kegiatan Belajar Mengajar ada TPQ.

Akan tetapi juga harap dilakukan pemilahan, bagi santri yang sudah berada pada jenjang kelas 5 dan 6 SD atau Madrasah Ibtidaiyah mestinya metode ini sebaiknya dilakukan hanya sesekali mengingat umur anak yang sudah menginjak lebih jauh dibandingkan dengan TK, meskipun ice breaking tetap diperlukan guna minat anak sekolah pada TPQ.

Diperlukan pengurangan kegiatan bermain bercerita dan menyanyi pada anak usia yang lebih besar ini diharapkan dapat memberikan materi pelajaran yang lebih banyak karena terbatasnya waktu kegiatan belajar mengajar pada TPQ (umumnya durasi KBM TPQ antara 1 jam sampai 1,5 jam pembelajaran dari pembukaan sampai penutupan).

back to TPQ
back to TPQ

Dengan melakukan pemilahan yang tepat kapan santri diberikan model BBM dengan metode yang klasikal semisal lembaga pendidikan formal maka tujuan yang diinginkan yaitu adanya transformasi ilmu yang maksimal dari guru pengajar kepada para santri anak didik pada Lembaga Pendidikan Al Qur’an atau LPQ.

Dengan demikian kesimpulan mengenai adanya komentar bahwa cara mengajar TPQ seperti anak TK memang benar karena seperti itulah metode yang dianjurkan melalui model BBM, akan tetapi perlu dilakukan pemilahan umur kepada siapa metode ini ditekankan.

Dan jika dikurangi kegiatan BBM bagi santri yang lebih besar dalam rangka mencapai pembelajaran maksimal tentunya akan lebih baik dilaksanakan karena mengingat umur anak usia 11-12 tahun sudah meninggalkan bangku TK sekitar 5 sampai 6 tahun yang lalu.

Itulah hasil ngobrol yang lain dengan salah satu lulusan al azhar mesir mengenai lembaga Pendidikan Al Qur’an Khususnya TPQ dan menukik tentang ulasan kegiatan Belajar Mengajar pada TPQ.

Sugeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa baraktuh.

Metode Baghdadiyah

metode-baghdadiyah

Metode Baghdadiyah
Pontren.com – Assalamu’alaikum para pembaca internet, bertemu kembali dalam blog sederhana ini, kali ini kami akan menyampaikan mengenai suatu metode cara membaca huruf hijaiyah atau al Qur’an yang sudah sangat senior dan malang melintang perkembangannya di Indonesia.

Saking sudah sangat senior atau lama menjadi cara membaca / metode baca alquran, sampai saat ini tidak dapat terdeteksi kapan metode ini di temukan, hanya nama metode Baghdadiyah yang dapat memberikan secercah informasi bahwa metode ini berasal dari zaman khalifah abbasiyah yang di nisbatkan kepada kota Baghdad di Irak.

Selanjutnya dalam tulisan ini akan di sampaikan mengenai sejarah, pengertian, cara pembelajaran metode, serta kekurangan dan kelebihan dari metode baghdadiyah ini. Tulisan ini secara umum merujuk hasil karya dari Nur Nissa Nettiyawati, SS yang berjudul metode Baghdadiyah yang disusun untuk bahan pembelajaran.

Yang pada tahun 2013 Nur Nissa Nettiyawati, SS merupakan Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Program Studi Pendidikan Islam Konsentrasi Pendidikan Bahasa Arab.

Berikut beberapa hal yang bisa digali informasi dari paper hasil tulisan Mahasiswi S2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sejarah Metode Baghdadiyah

Dalam paper ini disebutkan bahwa metode Baghdadiyah merupakan metode masa lampau yang telah teruji keberkahannya (suatu hal yang abstrak?) dari waktu ke waktu.

Disimpulkan berasal dari masa kekhalifahan Bani Abbasiyah. yang saking begitu lama metode ini dipakai dan digunakan sampai tidak dapat terdeteksi siapakah orang yang menemukan atau menyusun metode ini dan digunakan dalam pembelajaran membaca alquran atau huruf hijaiyah.

Menurut tulisan nona Nur Nissa dalam paper, disebutkan bahwa metode ini telah seabad lebih berkembang merata di Indonesia (hmmm, kira kira tahun 1900 an?).

Itulah sejarah metode Baghdadiyah yang karena begitu lama metode ini digunakan sehingga catatan penemu atau penyusun metode ini tidak dapat diketemukan dan kapan secara pasti mulai dipergunakan secara sistematis dalam pembelajaran membaca huruf hijaiyah.

Pengertian Metode Baghdadiyah

Secara analisa kenyataan penggunaan metode ini, disebut dengan metode “eja” yaitu mengeja huruf yang ada dalam turutan baghdadiyah. Pengejaannya secara dikdaktik dan materi yang diajarkan diurutkan dengan;

  • Dari yang kongkrit ke abstrak
  • Dari yang mudah ke sulit atau susah atau sukar
  • Dari materi yang bersifat umum ke yang bersifat khusus terperinci

Adapun secara global, metode ini memerlukan 17 langka, dimana 30 huruf hijaiyah selalu ditampakkan pada setiap langkah. Dengan begitu seakan akan ke tigapuluh huruf hijaiyah tadi menjadi tema pusat walaupun menggunakan berbagai macam variasi.

Dalam pengajarannya, metode ini dapat dilakukan dengan cara privat ataupun secara berkelompok/klasikal.

Cara pembelajaran dengan menggunakan metode Baghdadiyah

cara-mengajar-metode-al-baghdadiyah
cara mengajar metode al Baghdadiyah

Ada 5 cara yang dipergunakan dalam metode ini, adapun kelima cara dimaksud adalah;

(1)Hafalan

Sebelum para siswa atau murid mengaji mendapatkan materi, para anak didik diharuskan menghafal huruf alif sampAai dengan ya plus huruf hamzah dan lam alif

(2)Eja atau Mengeja

Seperti disampaikan diatas, bahwasanya metode ini lekat sekali dengan mengeja, contohnya adalah alif fathah a ba kasrah bi, dimana disebutkan nama huruf serta harakat yang ada.

(3)Modul

Bagi santri yang sudah bisa atau paham dan menguasai materi pembelajaran (huruf huruf misalnya) dapat melanjutkan materi atau halaman lanjutan dengan tidak menunggu rekannya yang lain yang belum mencapai seperti dia.

(4)Tidak Variatif

Dalam metode baghdadiyah, tidak dipecah pecah atau dibagi menjadi beberapa jilid buku, dalam tulisannya nur disebutkan bahwa metode ini hanya memiliki 1 jilid buku.

(5)Pemberian contoh yang mutlak atau absolut

Seorang guru ngaji atau pengajar membaca alquran bagi santri dengan metode Baghdadiyah, dalam melakukan bimbingan membaca adalah memberikan contoh terlebih dahulu (mengejanya atau mengucapkannya) selanjutnya santri atau para santri menirukan.

Menurut penulis paper bahwasanya tidak diperlukan keaktifan dari santri.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Baghdadi

metode-al-baghdadi
kelebihan kekurangan baghdadiyah

Yang namanya metode, ada saja kelebihan dan kekurangannya jika diteliti secara mendalam dan mendetail. Adapun dalam hal metode al Baghdadi ini menurut Nur Nissa Nettiyawati memiliki 7 kelebihan. Berikut kelebihan dan kekurangannyar

Kelebihan Metode Al Baghdadi

  1. Santri mudah dalam pembelajaran karena sebelum pemberian materi para murid sudah hafal huruf hijaiyah;
  2. Santri dengan kemampuan baik bisa segera selesai tanpa terpancang dengan rekannya yang berbeda tingkat kemampuan;
  3. Bahan materi metode ini disusun secara sekuensif;
  4. Adanya penyusunan wazan atau pola bunyi secara rapi;
  5. 30 huruf hijaiyah di setiap jenjang secara utuh dan menjadi tema pokok pembelajaran ini;
  6. Daya tarik tersendiri dalam ketrampilan mengeja yang dikembangkan;
  7. Materi Tajwid yang terintegrasi pada setiap langkah pembelajaran;

Kekurangan

Setelah disebutkan mengenai keunggulan dari metode baghdadiyah ini, terdapat 7 buah kekurangan yang disampaikan oleh Mahasiswi pasca sarjana ini dalam karya tulis singkatnya. Ketujuh hal dimaksudkan yaitu;

  1. Memerlukan waktu yang luama;
  2. Santri kurang aktif karena metode mengekor ucapan dari pengajar;
  3. Kurang variatif karena hanya menggunakan 1 jilid;
  4. Belum diketahui qaidah baghdadiyah yang asli dan metode ini diyakini telah memiliki perubahan atau modifikasi minor / kecil;
  5. Penyajian materi yang membosankan/menjemukan karena begitu begitu saja;
  6. Penampilan huruf yang mirip bisa berakibat siswa mengalami kesulitan;
  7. Diperlukan waktu yang relatif lama guna dapat membaca alquran dengan metode ini.

Itulah tadi tentang metode baghdadiyah, suatu metode yang relatif lama dan mungkin kita kesulitan menemukan pembelajaran metode alquran sebagaimana ini karena sudah tergantikan oleh metode Iqra.

Walaupun begitu, jasa metode ini juga tidak bisa dipandang remeh karena sudah berapa ribu atau jutaan orang yang bisa membaca alquran melalui cara belajar membaca dengan metode al Baghdadi.

Bisa dikatakan akhir kejayaan di Indonesia sebelum digantikan dengan metode iqra adalah sebelum tahun 1990 dimana masyarakat pada masa itu banyak yang menggunakan turutan untuk belajar mengajar membaca alquran pada surau surau atau masjid dan dengan meja bundar.

Demikian semoga menambah wawasan dan menimbulkan kenangan bagi yang pernah diajarkan baca alquran dengan metode ini.

Dan satu lagi jika anda pernah diajar dengan metode ini bisa dikatakan anda adalah orang yang berumur dewasa, bukan remaja atau ABG heheheee…..

Salam metode al Baghdadi

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh