Sebaik Baik Perkara adalah yang Pertengahan

teks arab khoirul umur artinya mahfudzot
Share

sebaik baik perkara adalah yang pertengahan dalam mahfudzot pepatah Arab dan kata wasath dalam al-Qur’an sebagai dalil yang diambil mengenai Islam Wasathiyah meskipun memiliki berbagai macam penafsiran yang tidak selalu sama.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, tentunya sampean mengetahui bahwasanya perlunya menjauhi ifrath maupun tafrith.

Apa itu ifrath?

Ifrath adalah melampaui batas dalam beribadah dan beramal tanpa ilmu.

Sedangkan tafrith adalah kebalikan dari ifrath, yaitu melalaikan dan meremehkan ibadah bahkan menentang Kebenaran yang telah diketahui.

Dengan demikian berada dalam pertengahan dalam hal apapun termasuk perbuatan merupakan sikap yang bijak.

Mahfudzot sebaik baik perkara adalah yang pertengahan

Adapun bunyi mahfudzot tentang sebaik perkara adalah yang ditengah-tengah yaitu khoirul umuri ausathuhaa.

Tulisan teks arab gundul petuah bijak negeri padang pasir yaitu sebagai berikut;

خير الأمور أوساطها

Sedangkan teks berharakat lengkap dengan syakal yang bisa anda copy paste seperti ini;

خَيْرُ الْأُمُوْرِ أَوْسَاطُهَا

Yang perlu mendapat perhatian dari kata ini adalah anggapan beberapa orang awam kalimat ini merupakan hadits. Padahal sebenarnya hanya merupakan kata bijaksana dalam bahasa Arab, bukan merupakan Hadits Nabi.

Menurut wardah.or.id bahwasanya Ini bukanlah Hadits namun dari ucapan Mutharrif bin Abdullah dan Yazid bin Murrah AlJu’fi, juga diriwayatkan dari ucapan Abu Qilabah dan Ali radhiyallahu’anhu. ( lihat hal. 37 ,Hadits no. 136 )

Dalil Islam Wasathiyah

Berkenaan dengan gencar dan ramainya orang membahas mengenai Islam Wasathiyah, maka banyak yang mengetengahkan dalil sebagai penguat argumen.

Dalam hal ini surat Al Baqarah ayat 143 yang didalamnya ada lafadz wasath menjadi landasan favorit dalam berargumen.

Bagaimana dan kenapa ayat ini menjadi landasan berarguman tentang Islam wasathiyah?

petikan ayat 143 surah Al-Baqarah/2, di mana Allah berfirman:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ

“Demikian juga aku ciptakan kamu sekalian sebagat umat yang wasath agar supaya menjadi saksi kepada ummat manusia dan supaya rasul menjadi saksi kepada kamu sekalian.” (QS. al-Baqarah: 143).

Contoh Islam Wasathiyah dalam kehidupan sehari hari

Tengah-tengah ada banyak artiannya, bisa bersikap netral tidak cenderung kekiri atau kekanan. Dan lain sebagainya dalam hal tengah tengah.

Contoh perilaku Islam wasathiyah dalam kehidupan sehari hari misalnya dalam mensikapi menu makanan bipang ambawang.

makan minum halalan thoyyiban an nahl ayat 114

Sebagaimana kita ketahui bahwasanya sebagai muslim ini merupakan makanan yang jelas keharamannya karena berbahan babi, makanan khas berasal dari Kalimantan.

Meskipun kita mendapatkan tawaran dan promosi, kita bersikap netral yaitu sebagai muslim tidak terpengaruh untuk mengkonsumsinya, meskipun yang mempromosikan adalah tetangga kita sendiri.

Dan juga membiarkan saja kalangan non muslim untuk memakannya tanpa perlu memberikan ceramah bahwa makanan ini haram berdosa jika mengonsumsinya. Karena memang seorang Islam dan non Islam memiliki kepercayaan yang berbeda mengenai keharaman atau larangan makan bipang ambawang.

Tapi promosi gencarnya saat orang-orang hendak berangkat salat Idul Adha, apa tidak ada waktu tepat lainnya untuk berpromosi?

Jika anda mencari ketentuan waktu berpromosi kapan larangan dan kapan boleh tentu anda akan mentok.

Jadi ya anda bisa menyimak siapa saja yang mempromosikan dan siapa saja yang mendukungnya, tentu peristiwa yang begitu menyakitkan hati sebagian orang beragama Islam ini ada yang tidak ingin terulang kembali.

Meskipun adapula orang yang mengaku sebagai Islam sejati akan tetapi hatinya fine-fine saja.

Oh iya, berkenaan dengan waktu melancarkan promosi, perlu juga melihat lokasi tempat dan peristiwa yang mengiringinya.

Misalnya sampean berjualan siang hari menggunakan speaker di pulau Bali pada waktu perayaan hari Nyepi. Tentu akan menjadi masalah buat anda.

Nah demikianlah sekilas mengenai sebaik baik perkara adalah pertengahan mahfudzot Arab serta dalil yang sering menjadi landasan untuk Islam wasathiyah, salam kenal dan wassalaamu’alaikum.

Sumber dari:

https://wahdah.or.id/ungkapan-yang-sering-dianggap-hadits/
Sumber : http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/tafrith-dan-ifrath.html


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *