Mashdar, pembagian, wazan rumusan fi’il tsulatsi, Contohnya

Share

mashdar pembagian wazan contohnya. Mashdar, pembagian, wazan rumusan fi’il tsulatsi. Yang dimaksud dengan mashdr adalah isim yang menunjukkan arti tertentu dan tidak terikat dengan waktu atau masa.

pontren.com assalaamu’alaikum, membahas mashdar pembagian wazan contohnya.

Pembagian mashdar terbagi menjadi dua.

Yang pertama adalah mashdar sharih atau mashdar yang berbentuk lafaznya sudah jelas.

Mashdar sharih

Contohnya sebagai berikut;

أُريْدُ كِتَابَةَ الرِّسَالَةَ

Uriidu kitaabata-r risaalata artinya = saya ingin menulis surat

سِيْتَا تُحِبُّ تَصْوِيْرَ الْأَزْهَارِ

Siitaa tuhibbu tashwiiro-l azhaari artinya sita suka memfoto bunga-bunga

أُرِيْدُ مُقَاببَلَتَكَ

Uriidu muqoobalataka arinya saya ingin menemui anda.

جَلَسْتَ لِلْاِسْتِرَاحَةِ

Jalasta lil-istiroohati artinya kamu duduk untuk beristirahat

mashdar pembagian wazan dan contohnya

Pada dasarnya untuk mengetahui mashdar sharih hanya bisa dengan mendengarkan langsung lewat penuturnya (sima’i) atau lewat kamus Bahasa Arab.

Meskipun ada juga yang pembentukannya dengan memakai pola atau wazan tertentu.

Mashdar Muawwal (mashdar pembagian wazan contohnya)

mashdar pembagian wazan contohnya. Yang kedua adalah Mashdar Muaawwal

maksud mashdar muawwal ialah susunan kalimat yang terdiri dari huruf mashdariyah.

Diantaranya adalah أَن, dan ل + jumlah ismiyah maupun jumlah ismiyah.

Silakan anda simak contohnya sebagaimana berikut;

أُرِيْدُ أَنْ أَكْتُبَ الرِّسِالَةَ

Uriidu an aktuba ar risaalata artinya saya hendak menulis surat

سِْيْتَا تُحِبُّ أَنْ تُصَوِّرَ الْأَزْهَارَ

Siitaa tuhibbu an tushawwira al azhaara artinya Sita suka memfoto bunga-bunga.

أُرِيْدُ أَنْ أُقَابِلَكَ

Uriidu an uqoobilaka artinya saya hendak menemui kamu.

جَلَسْتَ لِتَسْتَرْيْحَ

Jalasta litastariiha artinya Kamu duduk untuk beristirahat.

sebagian wazan atau rumusan mashdar fi’il tsulatsi adalah sebagai berikut ini.

Wazan فِعَالَةٌ digunakan untuk membentuk mashdar yang menunjukkan pengertian profesi atau keahlian tertentu.

Contoh :

زِرَعَةٌ (pertanian) yang berasal dari زَرَعَ (menanam)
كِتَابَةٌ (penulisan) berasal dari kata كتَبَ (menulis)

Wazan فَعَلَانُdigunakan untuk membentuk mashdar yang menunjukkan pengertian gerakan atau guncangan.

Contoh;

فَيَضَانٌ (aliran) beasal dari kata فَاضَ (mengalir)
رَجَفَانٌ (guncangan) yang berasal dari kata رَجَفَ (berguncang)

Wazan ل ع ف digunakan untuk membentuk mashdar yang berasal dari fi’il tsulatsi tansitif (الفعل الثالني المتعدي)

Contoh;

ضَرْبٌ (memukul) berasal dari kata ضَرَبَ (memukul)
فَهْمٌ (pemahaman) berasal dari kata فَهِمَ (memahami)

Wazan فُعُوْلٌ digunakan untuk membentuk mashdar yang berasal dari fi’il tsulatsi intransitif (فعل الثلاث اللازم).

Contoh;

جُلُوْسٌ (duduk) berasal dari kata جَلَسَ (duduk); dan
نُهُوْضٌ (kebangkitan) berasal dari kata نَهَضَ (bangkit).

Wazan فَعَلٌ digunakan untuk membentuk mashdar yang berasal dari fi’il tsulatsi intransitif (فعل الثلاث اللازم)

Contoh;

تَعَبٌ (kelelahan) yang berasal dari kata تَعِبَ (lelah)
مَرَضٌ (sakit) berasal dari kata مَرِضَ (sakit).


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.