Cara Kabur dari pondok Pesantren ala santri kaburan

cara kabur dari pondok pesantren
Share

Cara Kabur dari pondok Pesantren ala santri kaburan. Saya dahulu pernah mondok di salah satu pesantren Kabupaten Sukoharjo, lumayan tidak neko neko alias kuper dalam urusan melarikan diri dari penjara suci.

pontren.com – kenapa menulis cara kabur? Tau darimana caranya? Bukan ahli kabur kenapa membuat artikel cara lari dari pesantren? Nanti kalau ketangkep gimana? Mau nanggung akibatnya?

Tentunya yang menanggung akibatnya jika ketahuan kabur dari pesantren ya santri yang lompat atau jumping melewati pagar, bukan saya dong yang menulis artikel ini.

Saya tahu juga berdasarkan obrolan dengan kawan kawan saat reuni atau cerita pada grup mengenai pengalaman mengelabui bagian keamanan dan ustadz ustadzah pengawas santri yang berada pada ponpes.

Sekedar catatan, sampean kabur mau ngapain? Menghilangkan penat? Bosan berada di pesantren? Tidak kerasan alias tidak betah dengan pembelajarannya? Atau mbok mboken kangen orang tua bapak ibu?

Pikir masak masak dahulu apa tujuan anda kabur serta manfaat yang bisa anda peroleh?

Jangan karena hawa nafsu malah bisa merusak mentalitas sampean untuk menjadi orang yang baik dan soleh berbakti kepada orang tua. Pengen jadi anak yang sukses dan berbakti juga khan?

Langsung saja begini cara metode melarikan diri kabur dari pondok pesantren

1. Loncat pagar

Kebanyakan pesantren memiliki pagar keliling mengisolasi pesantren dari dunia luar dan mencegah santrinya keluar pesantren seenaknya.

Hanya ada 1 pintu keluar dengan penjagaan satpam atau bagian keamanan yang setiap saat siap menerima tamu yang datang sekaligus mengawasi santri yang lalu lalang dekat pos satpam.

kenakalan santri

Untuk melewati pagar ini caranya yaitu dengan melompati pagar pondok pesantren.

Saya meyakini setiap pesantren ada saja lokasi favorit santri untuk bisa keluar masuk pesantren yang favorit.

Sayangnya lokasi favorit melompati pagar asrama ini sudah menjadi rahasia umum dan tentu bagian keamanan pesantren juga sudah faham kelakuan anak buahnya.

Maka hati hati jika melakukan metode ini, jangan sampai saat pulang dari kabur keluar dan masuk pesantren anda berhadapan dengan senyum sinis bagian keamanan menangkap basah anda yang keluar pesantren tanpa izin.

2. Menyelinap lewat pagar besi yang sudah dipotong (cara kabur dari pondok pesantren)

Salah satu kerugian pagar besi yaitu bolong yang lebar bisa menyelinap orang untuk keluar masuk. Lho memangnya tidak didesain rapat?

Desain awal pagarnya memang rapat, akan tetapi dengan kegigihan santri untuk berusaha kabur keluar membuat mereka membeli gergaji besi untuk memotong beberapa titik sebagai akses keluar masuk.

Metode ini sama resikonya dengan lompat pagar, tentu bagian keamanan dan ustadz juga paham lokasi mana saja yang bocor untuk kabur.

Biasanya santri kabur ada yang model mandiri sendirian dan beberapa orang.

Apabila beberapa santri biasanya ada anak yang bertugas untuk mengawasi keadaan sekitar, apakah aman atau mengurungkan niat jika kondisinya dipandang sedang dalam pengawasan.

3. Libur bablas tidak balik ke pesantren

Biasanya santri mendapatkan jatah libur sehari dalam satu minggu, lazimnya hari jum’at, atau hari minggu untuk beberapa pesantren.

Kaburnya tidak perlu usaha yang sulit, karena memang jadwal keluar untuk bisa libur.

Yang menjadi tantangan adalah kembali ke pesantren dan absen sore pada waktu kedatangan.

Ada yang mensiasati dengan cara mengajak orang tua saat kembali ke pesantren.

Adapula yang sudah siap mendapatkan hukuman karena menyadari kaburnya bakalan ketahuan.

Heran saja kenapa kabur ya?

Bisa jadi untuk melepaskan syahwat ingin berada diluar pesantren karena ingin sejenak bebas menghirup udara luar.

Tapi ingat ya konsekuensinya, bisa digundul, suruh bersihin kamar mandi sampai pada taraf dikeluarkan dari pesantren.

Tergantung aturan dan perjanjian yang telah dibuat dan disepakati.

4. Ikut Mobil orang tua

Nah ada saja orang tua yang mendukung anaknya untuk sekedar keluar pesantren beberapa hari, padahal mereka sudah paham aturan bahwa anak tidak boleh keluar pondok.

Apa lacur anaknya juga pengen dan orang tuanya juga kangen.

Akhirnya setelah menjenguk anak dengan membawa kendaraan roda empat, sang anak turut dalam kendaraan orang tuanya sehingga bisa keluar melenggang kangkung aman keluar pesantren.

doa naik mobil

Jadi ada baiknya parkiran orang tua letaknya jangan berada dalam satu asrama tempat tinggal santri, bisa memakai metode ini untuk kabur keluar.

5. Pura pura izin keluar sejenak berobat atau beli sesuatu (cara kabur dari pondok pesantren)

Adakalanya santri memiliki keperluan untuk membeli sesuatu yang sedernaha diluar pesantren, atau untuk berobat.

Dengan mendapatkan izin sebentar keluar menjadi alasan untuk kabur dari pesantren beberapa hari, dan kemudian balik lagi ke asrama setelah puas berada diluar.

Sayangnya ada absensi kelas.

Apabila pesantren memonitor dengan baik santrinya tentu akan mengusut siapa saja yang tidak masuk kelas tanpa alasan yang jelas.

Kecuali kaburnya sudah dirancang dengan cermat, urusan alasan izin disiapkan oleh temennya serta pembina asrama juga sudah dikondisikan. Kemungkinan kabur dari pesantren akan bisa sukses kembali tanpa ketahuan.

6. Melarikan diri saat pelajaran olahraga keluar kompleks

Biasanya ada mata pelajaran olahraga yang perlu dilakukan diluar kompleks asrama pondok pesantren.

Sampean bisa memanfaatkan waktu ini untuk kabur sejenak meninggalkan pesantren.

Mestinya anda perlu menyiapkan perbekalan berupa uang dan pakaian, ga asyik juga khan berkeliaran memakai seragam olahraga.
Jadi saat pelajaran olahraga sampean menyiapkan tas yang didalamnya baju ganti dan sandal untuk kostum saat melanglangbuana keluar pesantren.

Jika ditanya guru atau ustadz, jawab saja berisi minuman bekal nanti kalau haus.

Sampean bisa memisahkan diri dari rombongan saat perjalanan menuju lokasi atau meminta izin kebelakang dan kemudian lari secepatnya supaya tidak ketahuan.

Semoga sukses yaa…

7. Nebeng mobil ustadz yang lugu dan tawadhu, cara kabur dari pondok pesantren

Nah cara ini agak rumit juga, saya sendiri pernah melakukannya saat berada pada jenjang pendidikan SMA, bersama teman saya yang setelah itu melanjutkan pendidikan s1 ke al Azhar Mesir.

Ceritanya pada saat ustadz Rusydan yang sudah sepuh hendak pulang ke rumah bersama istrinya selepas mengajar.

Beliau masuk mobil, dan kami mendekat sambil bertanya” ustadz, boleh ikut sampai pasar nusukan? Kami ada keperluan kesana”.

Ustadz yang baik hati ini dengan senyum dan mempersilakan, mari mari sini sekalian nanti kami lewat Pasar nusukan.

Kira kira begitulah saya agak lupa bagaimana beliau ngendikan ( berbicara).

Kemudian kami berdua bisa melewati pos satpam dengan riang gembira tanpa ada hambatan berarti. Mana ada satpam yang nyegat mobil ustadz senior.

Kabur tidak ingin balik lagi ke pesantren

Ada sebagian kecil anak yang tidak memiliki mentalitas untuk belajar di pesantren, dalam hatinya pokoknya engga ingin sekolah di pondok. Bisa jadi karena tidak kuat dengan pelajarannya (padahal yang lain fine fine saja lho ya) atau jadi korban bullying.

Ujung-ujungnya dia tidak betah berada di pesantren.

Untuk hal ini kabur bukan pilihan yang baik, mendingan mengurus surat pindah ke sekolahan lain daripada anda bolak balik kabur.

Sampaikan kepada orang tua bahwa anda ingin belajar pada lembaga yang bukan pondok pesantren.

Dengan menyampaikan argumen yang masuk akal dan bisa diterima oleh orang tua.

Jika sampean kabur maka akan membuat repot orang tua dan malu saat mengurus kepindahan anda ke sekolahan yang lain.

Nah demikian pengalaman menganalisa berbagai cara untuk kabur dari pesantren.

Semoga sampean masuk dalam kategori santri yang soleh solihah berbakti kepada orang tua dan sukses dunia akhirat.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *