Arsip Tag: pondok muadalah

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN MUADALAH

IMG_20160125_194701
santri pesantren setingkat wustha

Jenjang Satuan pendidikan muadalah terdiri atas satuan pendidikan muadalah setingkat pendidikan dasar dan menengah. Satuan pendidikan muadalah setingkat pendidikan dasar sebagaimana dimaksud diatas setingkat MI dan MTs. Satuan pendidikan muadalah setingkat pendidikan menengah adalah setingkat MA.

Satuan Muadalah setingkat MI diselenggarakan dengan ketentuan diselenggarakan selama 6 (enam) tahun dan bukan satuan MI/Sekolah Dasar (SD)/Paket A/sederajat. Sedangkan setingkat MTs diselenggarakan selama 3 tahun dan bukan satuan MTs/Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Paket B I sederajat. Sedangkan Satuan muadalah setingkat MA (Madrasah Aliyah) diselenggarakan 3 tahun dan bukan satuan MA/Sekolah Menengah Atas (SMA)/Paket C/sederajat.

baca juga Jenis, nama, dan Penyelenggaraan Pendidikan Muadalah

anak belajarAda yang spesial dari pendidikan muadalah yaitu Satuan pendidikan muadalah setingkat MA dapat diselenggarakan dengan menggabungkan satuan pendidikan muadalah setingkat MTs dan setingkat MA selama 6 (enam) tahun secara berkesinambungan. satuan pendidikan muadalah tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud diatas maka akan ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

Kurikulum Muadalah

Dalam Pasal 10 KMA nomor 14 tahun 2014 disebutkan bahwa Kurikulum satuan pendidikan muadalah terdiri atas kurikulum keagamaan Islam dan kurikulum pendidikan umum.

Yang dimaksud Kurikulum keagamaan Islam dikembangkan berdasarkan kekhasan masing-masing penyelenggara dengan berbasis pada kitab kuning atau dirasah islamiyah dengan pola pendidikan mu ‘allimin.

Kurikulum pendidikan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat paling sedikit:

  1. pendidikan kewarganegaraan (al-tarbiyah al-wathaniyah);
  2. bahasa Indonesia (al-lughah al-indunisiyah);
  3. c . matematika (al-riyadhiyat); dan
  4. d.ilmu pengetahuan alam (al-ulum al-thabi’iyah).

Kurikulum bermuatan pendidikan umum sebagaimana dimaksud disusun oleh penyelenggara satuan pendidikan muadalah dengan berpedoman pada standar pendidikan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

Proses Pembelajaran

buku kacamataProses pembelajaran pada satuan pendidikan muadalah dilaksanakan dengan memperhatikan aspek ketercapaian kompetensi, sumber dan sarana belajar, konteks/lingkungan, dan psikologi peserta didik. Secara singkatnya tidak harus tatap muka setiap saat, bisa dilaksanakan seperti pendidikan kesetaraan. Proses pembelajaran dirumuskan dalam perencanaan pembelajaran dan penilaian.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pendidik pada satuan pendidikan muadalah harus memenuhi kompetensi sesuai bidang keilmuan yang diampunya. Pendidik pada satuan muadalah mempunyai hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sehingga pendidik pada satuan muadalah bisa juga mendapatkan sertifikasi seperti guru pada sekolah atau madrasah.

baca juga PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN MUADALAH PADA PONDOK PESANTREN

Tenaga kependidikan pada satuan pendidikan muadalah terdiri atas pengawas pendidikan Islam, kepala satuan pendidikan muadalah, wakil kepala satuan pendidikan muadalah, tenaga perpustakaan, tenaga administrasi, tenaga laboratorium, dan tenaga lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran.

Ketentuan lebih lanjut mengenai tenaga kependidikan ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

Peserta Didik

  1. Peserta didik pada satuan pendidikan muadalah setingkat MI harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  2. tidak sedang mengikuti satuan pendidikan MI/SD/Paket A/sederajat
  3. aktif mengikuti k egiatan pembelajaran di pesantren; dan
  4. bertempat tinggal/mukim di pesantren.

Untuk Peserta didik pada satuan pendidikan muadalah setingkat MTs harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. memiliki ijazah MI/SD/Paket A/  satuan pendidikan muadalah setingkat MI
  2. tidak sedang mengikuti satuan pendidikan MTs/ SMP/Paket B/sederajat
  3. aktif mengikuti kegiatan pembelajaran di pesantren; dan
  4. bertempat tinggal/mukim di pondok pesantren.

Peserta didik pada satuan pendidikan muadalah setingkat MA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. memiliki ijazah MTs/SMP/Paket B/satuan pendidikan muadalah setingkat MTs;
  2. tidak sedang mengikuti satuan pendidikan MA/ SMA/ Paket C j sederajat. dalam pasal 117 disebutkan bahwa ada pengecualian dari ketentuan memiliki ijazah MTs/SMP/Paket B/satuan pendidikan muadalah setingkat MTs sebagaimana dimaksud.
  3. aktif mengikuti kegiatan pembelajaran di pesantren; dan
  4. bertempat tinggal/mukim di pondok pesantren.

berjalanPeserta didik sebagaimana dimaksud pada satuan muadalah yang menamatkan pendidikannya selama 6 (enam) tahun ajaran dapat diakui setingkat MA. Bagaimana jika di tengah perjalanan anak pindah sekolah atau keluar? Pesetra didik pendidikan muadalah 6 tahun yang tidak mencapai 6 (enam) tahun ajaran dihargai sesuai kelas pada jenjangnya dengan bukti yang cukup. Ketentuan lebih lanjut mengenai bukti yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam

Bagaimanakah jika lulusan Muadalah ingin melanjutkan pendidikan ke sekolahan lain atau ke jenjang lebih tinggi di luar pondok pesantren? Peserta didik yang dinyatakan lulus pada satuan pendidikan muadalah berhak melanjutkan ke jenjang dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi baik yang sejenis maupun tidak sejenis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Demikian semoga bermanfaat.

Jenis, nama, dan Penyelenggaraan Pendidikan Muadalah


belajar menulisSecara umum Jenis satuan pendidikan muadalah terdiri atas salafiyah dan mu’allimin. Satuan pendidikan muadalah salafiyah adalah satuan pendidikan muadalah berbasis kitab kuning.Sedangkan satuan pendidikan muadalah mu’allimin adalah satuan pendidikan muadalah berbasis dirasah islamiyah dengan pola pendidikan muallimin.

Dalam Penamaan   satuan   pendidikan   muadalah  dapat   menggunakan   nama sebagai berikut :

  1. Madrasah Salafiyah,
  2. Madrasah Mu ‘allimin,
  3. Kulliyat al-Mu ‘allimin al-Islamiyah (KMI),
  4. Tarbiyat al-Mu ‘allimin al-Islamiyah (TMI),
  5. Madrasah al-Mu’allimin al-Islamiyah (MMI),
  6. Madrasah al-Tarbiyah al-Islamiyah (MTI) atau
  7. nama lain yang diusulkan oleh lembaga pengusul dan ditetapkan oleh Menteri.

belajar santri 2Ketentuan lebih lanjut mengenai penamaan sebagaimana dimaksud diatas ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam

Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Muadalah, satuan pendidikan muadalah terbagi menjadi beberapa tingkatan. Satuan pendidikan muadalah terdiri dari satuan pendidikan muadalah setingkat pendidikan dasar dan satuan pendidikan muadalah setingkat pendidikan menengah.

Satuan pendidikan mua dalah setingkat pendidikan dasar sebagaimana dimaksud diatas terdiri atas setingkat MI dan MTs. Satuan pendidikan muadalah setingkat pendidikan menengah adalah setingkat MA

baca juga : PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN MUADALAH PADA PONDOK PESANTREN

Satuan pendidikan muadalah setingkat MI diselenggarakan dengan ketentuan diselenggarakan selama 6 (enam) tahun dan bukan satuan MI/Sekolah Dasar (SD)/Paket A/sederajat.

Satuan pendidikan muadalah setingkat MTs diselenggarakan dengan ketentuan  diselenggarakan selama 3 (tiga) tahun dan bukan satuan MTs/Sekolah Menengah Pertama (SMP) /Paket B

Satuan pendidikan muadalah setingkat MA diselenggarakan dengan ketentuan diselenggarakan selama 3 (tiga) tahun; dan bukan satuan MA/Sekolah Menengah Atas (SMA)/Paket C.

foto Sekolah Menengah AtasSatuan pendidikan muadalah setingkat MA dapat diselenggarakan dengan menggabungkan satuan pendidikan muadalah setingkat MTs dan setingkat MA selama 6 (enam) tahun secara berkesinambungan. selanjutnya dalam hal satuan pendidikan muadalah tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal 8, maka akan ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN MUADALAH PADA PONDOK PESANTREN

BenQ Corporation

Dengan pertimbangan bahwa satuan pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan oleh pondok pesantren dengan mengembangkan sistem pendidikan pesantren memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembangunan bangsa dan telah mendapatkan pengakuan penyetaraan (muadalah) dari lembaga pendidikan luar negeri sehingga lulusan dari satuan pendidikan keagamaan Islam tersebut dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kedua bahwa dalam rangka pengakuan penyetaraan satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren dengan satuan pendidikan formal di lingkungan Kementerian Agama diperlukan aturan yang lebih kuat maka dikeluarkanlah Penetapan Menteri Agama NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG SATUAN PENDIDIKAN MUADALAH PADA PONDOK PESANTREN. (file KMA bisa di unduh di bagian bawah tulisan ini).

Baca jugaJenis, nama, dan Penyelenggaraan Pendidikan Muadalah

Apakah yang dimaksud dengan satuan Pendidikan Muadalah?

satuan pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan oleh dan berada di lingkungan pesantren dengan mengembangkan kurikulum sesuai kekhasan pesantren dengan basis kitab kuning atau dirasah islamiyah dengan pola pendidikan muallimin secara berjenjang dan terstruktur yang dapat disetarakan dengan jenjang pendidikan dasar dan menengah di lingkungan Kementerian Agama.

PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN MUADALAH

santri assalaam
santri selesai sholat

Dalam pasal 13 bagian kesatu tentang pendirian Pendirian satuan pendidikan muadalah wajib memperoleh izin dari Menteri Agama dan Satuan pendidikan muadalah didirikan dan dimiliki oleh pesantren.

Terkait Izin dari Menteri Agama harus memenuhi persyaratan pesantren penyelenggara pendidikan, satuan pendidikan muadalah, dan penilaian khusus paling sedikit meliputi :

A. Syarat Pesantren yang mengajukan menjadi Penyelenggara Muadalah :

  1. memiliki tanda daftar pesantren dari Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota;
  2. oganisasi nirlaba yang berbadan hukum;
  3. memiliki struktur organisasi pengelola pesantren; dan
  4. memiliki santri mukim paling sedikit 300 (tiga ratus) orang yang belum mengikuti layanan pendidikan formal atau program paket A, paket B, dan paket C.

B. Persyaratan satuan pendidikan muadalah paling sedikit:

  1. bukan satuan pendidikan formal atau paket A, paket B, dan paket C;
  2. wajib diselenggarakan oleh dan berada di dalam pesantren; dan
  3. penyelenggaraan satuan pendidikan muadalah diatas telah berlangsung paling sedikit :
  • 5 (lima) tahun berturut-turut untuk pengusulan setingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI);
  • 2 (dua) tahun berturut-turut sebelum pengusulan perizinan satuan pendidikan muadalah, untuk pengusulan setingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan setingkat Madrasah Aliya (MA); dan
  • 5 (lima) tahun berturut-turut untuk pengusulan setingkat MA dengan menggabungkan setingkat MTs dan MA selama 6 (enam) tahun sekaligus.
  • mendapat rekomendasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi setempat.

Penilaian khusus sebagaimana dimaksud keterangan diatas meliputi:

  1. kurikulum satuan pendidikan muadalah;
  2. jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan yang memadai;
  3. sarana dan prasarana kegiatan pembelajaran yang berada di dalam pesantren;
  4. sumber pembiayaan untuk kelangsungan pendidikan paling sedikit untuk 1 (satu) tahun ajaran berikutnya;
  5. sistem evaluasi pendidikan;
  6. manajemen dan proses pendidikan yang akan diselenggarakan; dan
  7. peserta didik dan calon peserta didik yang cukup .

Ketentuan lebih lanjut mengenai penilaian khusus sebagaimana dimaksud ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

Demikianlah tentang Satuan pendidikan muadalah dan syarat pendirian Satuan Pendidikan Muadalah pada pondok pesantren. semoga bermanfaat.

download KMA no 18 tahun 2014