Tugas Guru TPQ ustadz/guru/pengajar pada lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an sebagai acuan untuk pelaksanaan Kegiatan Belajar mengajar maupun dalam hal penulisan karya tulis semisal tugas mata kuliah pendidikan, skripsi, disertasi ataupun tesis.
Ada yang menyebutnya dengan istilah Tupoksi Guru TPQ. Tupoksi adalah singkatan dari Tugas Pokok dan Fungsi. Namun saat ini yang berlaku sebenarnya adalah Tusi yaitu tugas dan fungsi. Karena tugasnya ya itu sehingga tidak perlu ada sebutan tugas pokok lagi.
pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu. Pengertian dari guru TPQ adalah seseorang yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajarkan suatu ilmu, mendidik, mengarahkan, dan melatih pada lembaga Pendidikan Keagamaan Islam nonformal yang bertujuan agar peserta didik mampu membaca, menulis, menghafal dan mengamalkan kandungan al-Qur’an.
Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwasanya tugas dari Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an ada 4 yaitu untuk membawa santri atau anak didik agar mampu;
- Membaca
- Menulis
- menghafal dan
- mengamalkan kandungan al-Qur’an.
Itu adalah tugas atau tujuan utama para guru dalam kegiatan mengajar pada TPA atau TPQ mengacu kepada SK Dirjen Pendis no 91 th 2020.
Namun begitu, apa saja tugas teknis dan kongkrit sebagai tenaga pengajar untuk ustadz – ustadzah pada saat mendapatkan amanah sebagai pendidik di TPQ / TPA?
Tugas Guru TPQ dalam Kegiatan Belajar Mengajar sebagai bagian dari pengelola Organisasi
Dalam struktur organisasi TPQ, Guru TPQ berada dibawah wali kelas dan kepala lembaga.
Untuk kepala dan wali kelas sudah memiliki tugas dan bagian pekerjaan masing-masing.
Merujuk kepada Buku lawas terbitan kemenag, bahwasanya ada pembagian tugas untuk Kepala, Wali Kelas dan Guru pada Taman Pendidikan Al-Qur’an (sayangnya foto buku itu sekarang tidak begitu jelas apa judulnya).
Adapun sebagai buru TPQ memiliki 4 tugas yaitu;
(1) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar dan memberikan pembinaan juga bimbingan terhadap siswa TPQ dengan arah tujuan hasil yang paling maksimal

Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an mestinya selalu bertemu dengan murid atau anak didik setiap kali masuk pembelajaran.
Pada saat pembelajaran inilah seorang ustadz ustadzah memiliki tugas untuk mengajar dengan baik agar bisa mencapai tujuan TPQ yaitu anak didik agar mampu; Membaca, Menulis, menghafal danmengamalkan kandungan al-Qur’an secara maksimal.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka guru juga harus memiliki (setidaknya);
- Kemampuan memahami psikologi anak sesuai usia yang dia ajar;
- Menguasai materi pembelajaran secara mumpuni;
- Memiliki keahlian untuk menyampaikan materi secara menyenangkan dan tidak membuat anak bosan.
(2) Membuat program harian, mingguan, maupun bulanan bahkan tahunan dibawah koordinasi wali kelas
Bagi lembaga TPQ yang sudah maju lazimnya memiliki buku jurnal pembelajaran setiap hari pertemuan atau jadwal masuk pembelajaran.
Maka alangkah baiknya jika pembelajaran kegiatan belajar mengajar tertata rapi dalam 1 semester dengan dukungan adanya program harian, mingguan, bulanan maupun tahunan.
Untuk progam harian tentunya adalah menyimak bacaan anak dan menyampaikan materi pembelajaran sesuai jadwal. Misalnya materi bacaan sholat, doa sehari-hari, dan lainnya.
Selanjutnya program mingguan, guru dapat membuat jadwal kegiatan misalnya adalah praktek sholat, setoran hafalan doa khusus, atau ide lainnya.
Adapun program bulanan, guru dapat membuat program berupa tambahan pelajaran khusus seperti bahasa Inggris, menggambar atau perlombaan antar santri yang masih berkaitan dengan pembelajaran.
Sedangkan program tahunan misalnya adalah pembuatan soal ujian semester, piknik, lomba antar TPQ, anjang sana, pengajian wali murid dan lain sebagainya.
(3) membuat pengelompokan klasifikasi belajar murid
Dalam KBM TPQ biasanya terbagi menjadi 2 metode yaitu privat dan klasikal.
Masing-masing sistem ini memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Privat lebih detil untuk masing-masing siswa namun perlu waktu, sedangkan klasikal lebih praktis penyampaian sekali banyak santri namun kurang efektif untuk semua karena beda pengetahuan, usia dan daya tangkap santri.
Untuk lebih memudahkan dalam penyampaian materi maka perlu seorang guru mengelompokkan santrinya.
Pengelompokan santri ini bisa mengacu kepada usianya atau berdasarkan kemampuan santri dalam jenjang jilid pembelajaran iqro, yanbua atau tilawati maupun metode lainnya.
(4) membuat catatan prestasi santri pada lembaran atau buku yang disediakan oleh sekolah atau TPQ
Ini merupakan pekerjaan yang sudah rutin dan saya kira semua guru TPQ bahkan asistennya (murid senior TPA yang sudah fasih membaca huruf hijaiyah) melakukannya.
Yaitu memberikan catatan pada buku lembar prestasi saat santri telah menyelesaikan semaan atau pembelajaran model sorogan di TPQ.
Biasanya yang sangat baik dan lancar akan mendapatkan nilai A. Adapun bagi santri yang mendapatkan nilai C maka dia mengulang lagi pada lembar yang sama untuk esok pertemuan selanjutnya.
Nah seperti itulah tugas guru TPQ bagi yang hendak mengetahuinya. Semoga bisa menjadi acuan pengelolaan lembaga dalam menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an. Maturnuwun sudah mampir, salam kenal dan wassalamu’alaikum.
