Basa Rinengga Tembung unen unen saloka kang ateges utawa tegese yaiku Wong kang oleh jodho kang mathuk banget aten-atene salokane yaiku tumbu oleh tutup yang artinya adalah orang yang mendapatkan jodoh yang sangat cocok.
Pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, dalam hal ini maksudnya jodoh bukan hanya berupa pernikahan antara seorang pria dengan wanita yang dia cintai.
Namun juga bisa pada bidang pekerjaan, hobi, kesenangan maupun mengerjakan sesuatu sendau gurau dan lain sebagainya.
Dalam dalam bahasa Jawa ini menggambarkan sebuah tumbu (sebuah wadah) yang bentuknya seperti senik, berbentuk persegi dan memiliki penutup.
Berasal dari anyaman bambu dengan kerangka bagian atas supaya kuat saat membawa barang.
Jadi tumbu dan tutupnya adalah merupakan pasangan.
Untuk itulah dalam ungkapan bahasa Jawa, menemukan orang yang klop dalam sesuatu (perjodohan, pertemanan, kanca dolan, rekan kerja dan lain sebagainya) tembung salokane yaiku tumbu ketemu tutup.
Wong kang oleh Jodho kang Mathuk Banget Aten-atene salokane yaiku tumbu oleh Tutup
Sebagaimana kita ketahui oleh jodho artinya adalah mendapatkan jodoh, bisa pernikahan, dapat pula pasangan rekan kerja.
Sedangkan mathuk banget tegese yaiku banget anggone cocok, klop, klik dan kata lain semisal matching, bukan hanya sekedar cocok, namun sangat kompak dan klop.
Aten-atene, nah ini yang saya agak bingung menerjemahkannya kedalam Bahasa Indonesia, maupun pengertian Basa jawanya. Karena keterbatasan saya dalam mencari bausastra kata kata padanannya.
Sepanjang yang saya tahu, maksudnya tembung aten-atene adalah cara menanganinya, bagaimana bersinergi, kerjasama dan lain sebagainya.
Misalnya ada orang yang ganteng berpangkat serta gagah bertemu jodoh dengan wanita cantik yang kaya raya, serta hatinya sudah klop, ungkapan ini bisa masuk dalam kategori contoh kongkrit saloka ini.
Atau misalnya ada orang yang mendapatkan rekan kerja yang saling melengkapi, bisa saling mendukung dan menutupi kekurangan satu dengan lainnya.
Gawea tuladha ukara lan tegese contoh kalimat dan artinya.
Misalnya adalah sebegai berikut;
Raden Kamajaya rabi karo Dewi ratih kaya tumbu oleh tutup. Artinya raden Kamajaya (tokoh pewayangan yang paling ganteng) menikah dengan Dewi Ratih (wanita yang sangat cantik dalam wayang), seperti wadah senik mendapatkan penutup.
Demikian informasi tembung saloka Basa Jawa kali ini, semoga menambah khazanah sastra Jawa. Maturnuwun sudah mampir, wassalamu’alaikum.