Arsip Tag: TPQ

Beda TPA dan TPQ, Istilah Resmi Kemenag dan Kebiasaan Masyarakat

Perbedaan beda TPA dan TPQ dalam sebutan secara resmi dan yang beredar di kalangan masyarakat umum ustadz ustadzah serta santri Taman Pendidikan Al-Qur’an serta pengurus takmir masjid termasuk masyarakat Islam pada umumnya.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, pada lingkungan yang banyak beragama islam dan ada pendidikan al-Qur’an biasanya akan menyebut lembaga sekolah sore belajar mengaji dengan sebutan TPQ atau TPA.

beda TPA dan TPQ sebutan Istilah pengajian anak

Memangnya apa perbedaan antara TPA dengan TPQ? Apa yang membedakannya?

Untuk menjawab hal ini kita bisa menyimak kebiasaan masyarakat serta merujuk kepada petunjuk pelaksanaan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an dari Kementerian Agama.

Bukan sembarang juklak LPQ (Lembaga Pendidikan Al-Qur’an) untuk mengetahui apa perbedaan antara TPA dan TPQ, akan tetapi tentu merujuk kepada aturan yang terbaru atau paling baru.

Serta menganalisa apa saja perbedaan TPA dan TPQ serta bisa saja ini merupakan lembaga yang sama akan tetapi hanya kebiasaan masyarakat saja yang menyebutnya berbeda.

Beda TPA dan TPQ, Istilah Resmi dalam Juklak Kemenag dan Kebiasaan Masyarakat

Apabila anda mengamati seksama, yang menyebut dengan TPA Pengajian alias ngaji sore bagi santri muslim ini seringnya orang tua wali murid, guru ustadz ustadzah dan kalangan masyarakat Islam pada umumnya.

Jadi menyebut tempat ngaji Taman Pendidikan Al-Qur’an dengan TPA merupakan bahasa Lisan pada masyarakat yang sudah menjadi kebiasaan dari semenjak dahulu kala.

Bahkan saat saya ngaji sewaktu kecil usia SD orang-orang familiar menyebutnya dengan TPA.

Insentif Guru TPQ
Ustadzah TPQ (ilustrasi)

Adapun maksud orang menyebut dengan TPA ini maksudnya adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an yang sebutan resmi pada Juklak LPQ Kemenag disebut dengan TPQ.

Jadi kesimpulannya adalah TPA dan TPQ perbedaannya hanya terletak dalam kebiasaan masyarakat secara bahasa Lisan saja, akan tetapi maksudnya adalah TPQ.

Kenapa TPQ? Karena singkatan secara resmi kementerian Agama untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an adalah TPQ. Artinya TPA yang merujuk kepada tempat mengaji santri belajar al-Qur’an adalah sama saja dengan TPQ.

Masyarakat memukul rata pendidikan mengaji TKQ TPQ dan TQA dengan sebutan TPA

Bagi yang pernah membaca tentang aturan lembaga pendidikan Islam maka akan mengetahui bahwa rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) setidaknya ada 6 lembaga yaitu;

  • TKQ (Taman Kanak-Kanak al-Qur’an)
  • TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an)
  • TQA (Ta’limul Qur’an Lil Aulad)
  • Rumah Tahfidz Al-Qur’an (RTQ)
  • Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an (PAUDQu)
  • Pesantren Tahfidz Al-Qur’an

Kemudian masuk kategori LPQ untuk lembaga pendidikan yang sejenis yang mengajarkan al-Qur’an apapun itu namanya.

baca : Kepanjangan TPQ, Cara Penulisan yang benar

Pada kalangan masyarakat awam, untuk nomor 1 sampai dengan 3 (TKQ, TPQ, dan TQA) biasanya tidak memperhatikan perbedaannya.

Mereka menganggap yang namanya sekolah sore mengaji dengan sebutan TPA.

ilustrasi santri TPQ Senior (C) Faizal Riza
ilustrasi santri TPQ Senior (C) Faizal Riza

Padahal secara teknis administrasi dan nomor statistik, ketiga lembaga ini mempunyai kode sendiri sendiri sesuai dengan jenisnya.

Untuk itulah setidaknya bagi ustadz ustadzah maupun santri dan juga pengelola lembaga.

Khususnya TKQ TPQ dan TQA perlu mengetahui spesifikasi perbedaan ketiga lembaga ini.

Yang lambat laun masyarakat akan memahami bahwasanya secara kelembagaan memiliki aturan tujuan dan ketentuan yang berbeda antara satu dengan yang lain.

Alasan lebih baik menyebut TPQ daripada TPA

Setidaknya ada 2 alasan lebih baik menggunakan istilah TPQ daripada anda menggunakan sebutan TPA.

Yang pertama, Taman Pendidikan Al-Qur’an secara resmi disingkat dengan TPQ.

Singkatan ini tercantum secara resmi dalam SK Dirjen Pendis nomor 91 tahu 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan Al-Qur’an.

Yang kedua, karena pemakaian TPA juga dipergunakan untuk menyingkat Tempat Pembuangan Akhir yang bermakna tempat sampah.

baca : Logo TPQ, Aturan dan Fungsi

Entah siapa yang sengaja membuat singkatan buruk rupa TPA ini.

Padahal sudah beredar pada kalangan masyarakat TPA itu ya Pengajian Ngaji.

Akan tetapi keberadaan singkatan TPA = Tempat Pembuangan Akhir merusak segala hal keindahan lembaga ini yang menjadi rancu antara keindahan dan tempat sampah.

Dasar siapa yang bikin singkatan TPA sebagai Tempat Pembuangan Akhir!!!

Apa tidak bisa memakai kata lain yang akronimnya selain TPA? Mungkin ada kesengajaan pihak yang benci dengan Islam? Entahlah.

Kesimpulan Perbedaan dan Persamaannya

Dari opini pribadi yang kami utarakan maka kesimpulannya adalah sebagai berikut;

  • Sebutan resmi untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an adalah TPQ
  • Kebiasaan masyarakat menyebut Taman Pendidikan Al-Qur’an dengan singkatan TPA
  • Antara TPQ dan TPA pengajian / ngaji maksudnya adalah sama yaitu Taman Pendidikan Al-Qur’an
  • Masyarakat biasa menyebut TKQ, TPQ, dan TQA secara sama rata dengan TPA
  • Menurut kami lebih baik menyebut TPQ daripada TPA karena Tempat Pembuangan Akhir juga memiliki singkatan TPA.

Demikianlah opini malam hari ini mengenai perbedaan dan persamaan antara penyebutan lembaga ini merujuk kepada kebiasaan masyarakat dalam menyebut lembaga pendidikan Al-Qur’an.

juga sebagai rujukan dan berdasarkan Juklak LPQ dari Kementerian Agama, instansi resmi yang menaungi lembaga ini.

Apabila anda memiliki opini mengenai sebutan ini jangan sungkan dan malu malu untuk menuliskan pada kolom komentar. Malu bertanya sesat dijalan, begitulah kata pepatah.

Akhirul kalam, wilujeng dalu, wassalamu’alaikum wa rahmatullah.

Perbedaan TPA dan TQA Menurut Juklak Kemenag

Informasi perbedaan TPA dan TQA Taman Pendidikan Al-Qur’an dengan Ta’limul Qur’an lil Aulad ditinjau dari segi definisi, tujuan pembelajaran, usia santri, mengacu kepada Keputusan dirjen Pendis dan persamaannya dalam Keputusan Pemerintah dan Peraturan Menteri Agama.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, wilujeng enjang semuanya, selamat pagi pada tanggal 9 Dzulhijjah 1441 ini semoga semuanya dalam keadaan diberikan kesehatan berkah rahmah kemudahan dan keselamatan dari Allah SWT serta kelancaran dalam aktivitas.

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) merupakan lembaga pendidikan Islam yang paling dikenal dikalangan masyarakat bersama dengan lembaga pendidikan Islam yang lain yaitu Pondok Pesantren, kemudian menyusul dibelakangnya Madrasah Diniyah Takmiliyah (madin), dan akhir akhir ini yang sedang naik daun yaitu rumah Tahfidz.

Nasib kurang sip diterima oleh lembaga Ta’limul Qur’an Lil aulad, yaitu suatu lembaga yang masih satu rumpun dengan TPQ dalam LPQ (Lembaga Pendidikan Al-Qur’an) yang dalam hal popularitas kalah jauh dengan TPQ serta Rumah Tahfidz.

Baca : Pengertian TPQ menurut para Ahli

Hanya kalangan tertentu yang mengenal baik lembaga ini yaitu dari kalangan pegawai di lingkungan Kemenag khususnya keluarga besar PD Pontren/Pakis dan kalangan penggiat LPQ yang ingin beranjak peningkatan lembaganya.

Tentunya ada perbedaan antara TPQ dengan LPQ sehingga lembaga ini memiliki nomor statistik yang berbeda dan juga adanya definisi tersendiri dari Kemenag yang tertuang dalam SK Dirjen no 91 tahun 2020.

Untuk lebih praktisnya bisa hamparkan beberapa perbedaan pokok antara TQA dan TPQ

Perbedaan TPA dan TQA segi definisi dari Kemenag

Menurut Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an terdapat bab umum yang menerangkan berbagai informasi yang ada dalam juknis dimaksud.

Termasuk didalamnya adalah menerangkan apa yang dimaksud dengan TPQ (taman Pendidikan Al-Qur’an) dan TQA (Ta’limul Qur’an Lil Aulad). Adapun dalam juknis ini yang dimaksud dengan keduanya adalah sebagai berikut;

ta’limul Qur’an Lil aulad adalah jenis pendidikan keagamaan Islam nonformal yang bertujuan agar peserta didik mampu membaca dengan tartil, menghafal, menerjemahkan dan memahami Al-Qur’an, serta mempelajari ilmu tajwid dan ulumul Qur’an.

Berbeda dengan TPQ yang dalam SK Dirjen Pendis ini diberikan pengertian atau yang dimaksud dengan Taman pendidikan Al-Qur’an adalah jenis pendidikan keagamaan Islam nonformal yang bertujuan agar peserta didik mampu membaca, menulis,, menghafal dan mengamalkan kandungan al-Qur’an.

Perbedaan penekanan dalam tujuan pendidikan

Mengacu dari SK Dirjen Pendis diatas tentang apa itu yang dimaksud dengan TPQ dan TQA, selanjutnya dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan pendidikan kedua lembaga ini memiliki penekanan yang berbeda dalam pembelajaran al-Qur’an.

Untuk lebih praktisnya perbedaan penekanan tujuan pembelajaran dapat dilihat pada bagan dibawah ini.

TPQTQA
Mampu MembacaMembaca secara Tartil
menulis huruf ArabMenghafal
MenghafalMenerjemah
PengamalanMemahami al-Qur’an dan Ulumul QUr’an
beda TPQ dan TQA dalam penekanan tujuan pembelajaran

Pada TPQ, tujuan pembelajaran adalah mengenalkan huruf al-Qur’an sampai dengan anak didik mampu membaca al-Qur’an, menulis serta menghafal dan pengamalan dalam kehidupan sehari hari, sedangkan pada TQA lebih merupakan upgrade kemampuan siswa yang sebelumnya sudah bisa membaca ditingkatkan pada taraf membaca secara tartil.

Pada bidang hafalan tentunya meneruskan kuantitas dan kualitas dari hafalan santri atau anak didik.

Baca : mengenal lebih dekat tentang TQA

Dibidang penulisan huruf arab diupgrade menjadi kemampuan dalam hal terjemah dan pemahaman al-Qur’an termasuk dalam ilmu tajwid dan ulumul Qur’an.

Dengan ulasan maksud dari tujuan pembelajaran diatas maka TQA merupakan jenjang yang lebih tinggi daripada Taman Pendidikan Al-Qur’an atau pendidikan lanjutan untuk TPQ.

Masa Pendidikan

Bagi Taman Pendidikan Al-Qur’an, masa pendidikan santri dilaksanakan antara 2-4 tahun, sedangkan masa pendidikan untuk anak didik Ta’limul Qur’an Lil Aulad adalah 3 tahun.

Ketentuan diatas mengacu dalam SK Dirjen Pendis no 91 th 2020 tentang Juklak juknis LPQ Bab II Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an Huruf c angka 2 dan 3.

Bunyi secara lengkapnya adalah sebagai berikut;

Masa pendidikan TPQ diselenggarakan selama 2 (dua) sampai 4 (empat) tahun.
Masa pendidikan TQA diselenggarakan selama 3 (tiga) tahun.

Perbedaan usia santri

Masih dalam bab yang sama pada huruf G angka 1 dan 2 menyebutkan tentang usia santri peserta didik LPQ yang didalamnya termasuk informasi usia santri TPQ dan santri TQA.

Dalam angka 2 disebutkan bahwa santri Taman Pendidikan Al-Qur’an berusia 7 tahun keatas.
Pada angka 3 menyebutkan bahwa usia santri Ta’limul Qur’an Lil Aulad adalah 12 tahun keatas.

Beda kode nomor statistik Lembaga

kode kabupaten provinsi nomor statistik kementerian agama
rumus penulisan statistik lembaga dibawah naungan Dirjen Pendis

Meskipun sama sama dalam rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an, TPQ dan TQA memiliki kode tersendiri sebagai pembeda dalam pemberian nomor statistik dan data pada Education Management information System (EMIS).

Baca : Juknis pelaksanaan Lembaga Pendidikan Al-Quran SK Dirjen Pendis no 91 th 2020

Untuk kode TPQ adalah 411 sedangkan kode TQA yaitu 421 dan dilanjutkan dengan rumusan kode selanjutnya yang sudah diatur sedemikian rupa dari Kemenag Jakarta Pusat.

Persamaan TPQ dan TQA

Jika diatas diulas mengenai perbedaan TPA dan TQA, selanjutnya akan disampaikan apa saja persamaan dari lembaga ini.

Yang pertama yaitu sama sama fokus dalam mempelajari Al-Qur’an, dimana dapat dilihat dari pengkategorian kelembagaan yang masuk pada rumpun LPQ.

Kedua, sama sama menyasar anak didik usia wajib belajar yaitu antara anak SD sampai dengan SLTP.

Ketiga, kedua lembaga ini (TQA dan TPQ) sama sama termuat dalam pasal 50 dalam PP nomor 53 tahun 2007 pasal 24 ayat 2 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan menyatakan bahwa Pendidikan Al-Qur’an terdiri dari Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA/TKQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ), Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA), dan bentuk lainnya yang sejenis.

Keempat, memiliki ketentuan yang sama dalam pengajuan pendaftaran lembaga ke Kemenag dan juga ketentuan standar serta sarana prasarana lembaga pendidikan Al-Qur’an pengecualian dalam ketersediaan type macam ruangan. Lebih jelasnya silakan dilihat dalam SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020.

Begitulah perbedaan antara TQA dan TPQ serta beberapa hal yang sama pada lembaga ini, semoga menambah wawasan khazanah keilmuan dalam pengetahuan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an, wilujeng enjang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Daftar Periksa Kesiapan Satuan Pendidikan Pondok Pesantren Madin TPQ

Informasi tentang panduang pengisian daftar periksa kesiapan satuan pendidikan pondok pesantren, madrasah diniyah takmiliyah dan lembaga pendidikan al-Qur’an dalam memasuki tahun ajaran baru di masa pandemik covid-19.

Baca;

Penyakit Kulit di Pesantren #
Penyakit Prurigo pada Santri Pondok #
Macam macam Ijazah Formal pada Pondok Pesantren #

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Dalam rangka persiapan penyelenggaraan tahun ajaran dan tahun akademik baru 2020/2021 kepada seluruh satuan pendidikan dibawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang termasuk didalamnya Ponpes, Madin, TPQ, LPQ, untuk mengisi daftar kesiapan satuan pendidikan melalui halaman web.

Maksud dari pengisian daftar periksa ini menjadi salah satu dasar pengambilan kebijakan bagi Dirjen Pendis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Kanwil Kemenag Provinsi dan Kankemenag dalam mempersiapkan penyelenggaraan pada tahun ajaran baru dan tahun akademik baru di masa pandemic covid-19.

Batas waktu akhir pengisian oleh setiap lembaga satuan pendidikan selambat lambatnya tanggal 05 Juli 2020 pukul 23.59 wib.

Langkah langkah mengisi dan panduan pengisian daftar periksa kesiapan satuan pendidikan

cantik baik hati dan rajin menabung

Yang pertama adalah mengakses halaman web milik Kementerian Agama yaitu di tautan http://emisdep.kemenag.go.id/e-tc19/

Login dengan menggunakan EMIS admin EMIS Kemenag Kabupaten atau Kota dengan username dan password yang telah dimiliki.

Mengisi daftar pertanyaan yang terdiri dari 4 bagian menu yaitu;

  1. Ketersediaan sanitasi
  2. Ketersediaan fasilitas kesehatan
  3. Pemetaan warga satuan pendidikan
  4. Kesepakatan

Kemudian dari pihak admin EMIS Kemenag kab atau kota untuk mengunduh formulir dari 4 komponen diatas sebagaimana yang ada dalam file pdf panduan yang beredar di kalangan JFU PD Pontren atau Seksi PAKIS.

Selanjutnya file dari lembaga yang sudah mengisi data selanjutnya dijadikan satu kemudian diunggah atau diupload oleh sang petugas alias raja pengemis di tingkat Kabupaten atau Kota.

Download Panduan Pengisian

Dalam Surat dari Dirjen Pendis nomor sekian yang ditujukan kepada Kanwil Kemenag Provinsi UP Bidang PD Pontren/Pakis/TOS di Seluruh Indonesia terdapat lampiran mengenai ketentuan dalam pengunduhan file maupun upload data.

Berikut model file PDF yang bisa disimpan pada blog ini.

Demikian informasi berkenaan dengan tambahan data yang dibebankan kepada para pengelola lembaga TPQ, Madrasah Diniyah Takmiliyah dan juga Pondok Pesantren selain data entry reguler EMIS yang sudah menjadi fardhu ‘ain bagi lembaga dibawah naungan PD Pontren di Seluruh Indonesia.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Masa Berlaku SK Tanda Daftar LPQ TPQ Rumah Tahfidz

Informasi mengenai masa berlaku Tanda Terdaftar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an TPQ, TQA, maupun rumah Tahfidz (RTQ) yang oleh kalangan masyarakat disebut dengan izin operasional lembaga berdasarkan petunjuk pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an yang ditetapkan pada tanggal 7 Januari 2020.

Baca;

Contoh Proposal Pengajuan pendaftaran TPQ ke Depag #
Form Blangko Pengajuan Tanda Daftar Rumah Tahfidz
Prosedur dan Langkah pengajuan Nomor Statistik & Tanda Daftar RTQ dan TPA

Pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sugeng dalu para penyimak perkembangan dunia pendidikan Islam utamanya dalam rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an (Paud-Q), Taman Kanak Kanak Al-Qur’an (TKQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Taklimul Qur’an Lil Aulad (TQA), Rumah Tahfidz Al-Qur’an (RTQ), termasuk pesantren takhassus tahfidz ataupun lembaga yang sejenis.

Dengan keberadaan SK Dirjen Pendis nomor 91 tahun 2020 tentang Juklak Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an maka mulai dengan ditetapkan Surat Direktur Jenderal Pendidikan Islam ini terdapat pembatasan masa berlaku dari tanda daftar Lembaga yang termasuk dalam rumpun LPQ.

Pembatasan ini juga tertuang dalam SK Penetapan Tanda Daftar yang diberikan kepada Lembaga dimana pada poin bawah disebutkan berapa lama berlakunya SK Tanda Daftar ini (orang biasa menyebut dengan izin operasional) dan kapan mulai dihitung sebagai patokan dalam menentukan expired nya SK dan nomor statistik.

Untuk mengetahui ketentuan mengenai masa berlaku tanda daftar lembaga baik itu TPQ TQA Paud Al-Qur’an maupun rumah tahfidz yang dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau kota, berikut kami ringkaskan ketentuan yang mengatur masa berlaku tanda terdaftar beserta penghitungan kapan dimulai sebagai patokan nanti akhir dari SK Kankemenag.

Berikut keterangannya.

Sejak Kapan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an resmi terdaftar

Dalam SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 Bab III tentang Pendaftaran dan Penutupan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an pada huruf E perihal Masa Berlaku Tanda Daftar di angka satu (1) disebutkan bahwa Pendaftaran Satuan LPQ berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Tanggal penetapan ini dapat dilihat pada bagian bawah SK Tanda Daftar yang ditanda tangani oleh Ka. Kankemenag maupun di Piagam yang tercantum nomor statistik lembaga. Nah disitulah tertera tanggal penetapan sebagai mulai belaku Pendaftaran Satuan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an baik TPQ, TQA, Rumah Tahfidz Al-Qur’an maupun Paud Al-Qur’an.

Pendaftaran Satuan Pendidikan LPQ Berlaku sejak tanggal ditetapkan.

SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 Bab III Huruf E angka 1

Masa Berlaku Tanda Daftar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (TPQ Rumah Tahfidz ataupun lembaga sejenis).

masa berlaku tanda daftar LPQ TPQ Rumah Tahfidz

Dalam ketentuan ini agak susah mengatakan berapa tahun sebenarnya masa berlaku lembaga, kesusahan terjadi karena dalam ketentuan ini tidak disebutkan dengan pasti mengenai ketentuan masa berlaku izin operasional berakhir.

Dalam ketentuan hanya disebutkan bahwa tanda daftar TPQ TQA Rumah tahfidzz ataupun lembaga sejenis yang berada dalam rumpun LPQ akan dievaluasi setelah jangka 5 tahun terhitung sejak tahun pelajaran pertama dikeluarkan tanda daftar.

Kalau dipahami, apabila tanda daftar lembaga dievaluasi dari Kementerian Agama dan tidak ada kendala atau masalah, otomatis izin operasional akan tetap berlaku tanpa perlu pembaharuan SK atau pengajuan permohonan perpanjangan SK Tanda Daftar.

Agak ambigu juga bagaimana menentukan suatu tanda daftar lembaga ini kapan berakhirnya.

Akan tetapi ada ketentuan yang mengatur mengenai penutupan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang akan ditulis pada artikel yang lain.

Kesimpulannya bagaimana? Admin pontren berpendapat bahwa secara umum masa berlaku izin operasional lembaga adalah 5 tahun, akan tetapi jika dievaluasi tidak ada kendala maka secara otomatis akan diperpanjang tanpa perlu adanya pengajuan proposal perpanjangan yang baru ataupun penerbitan SK Tanda Daftar yang diperbaharui.

Dalam SK Tentang Penetapan Tanda Daftar LPQ pada ketetapan kedua disebutkan bahwa tanda daftar diberikan dalam jangka 5 tahun sejak pelajaran pertama ditetapkan dan selanjutnya dapat diperpanjang sesuai ketentuan dan perundang undangan yang baru.

Tanda Daftar ini diberikan untuk jangka waktu lima (5) tahun terhitung sejak tahun pertama setelah ditetapkan keputusan ini dan selanjutnya dapat diperpanjang lagi sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan.

Surat Keputusan Tentang Penetapan tanda Daftar LPQ

Penghitungan awal mula 5 tahun Tanda Daftar

Jika anda perhatikan, ukuran usia SK Tanda daftar atau izin operasional ini berbeda dengan izin operasional pada pondok pesantren, bagi ponpes, yang menjadi dasar masa berakhir izin operasional adalah tanggal ditetapkan atau di sahkan izin operasionalnya.

Sedangkan untuk Lembaga pendidikan Al-Qur’an, penghitungan dimulai sejak tahun pelajaran pertama ditetapkan keputusan tanda daftar. Umumnya lembaga TPQ TQA ataupun rumah tahfidz memulai tahun pelajarannya pada bulan Juli bagi yang menggunakan kalender syamsiyah ataupun di bulan Syawal untuk lembaga yang memakai kalender sistem Qamariyah.

Entah apakah nantinya akan ada kepastian dalam durasi izin operasional ini atau memang dengan menggunakan metode bahwa SK berlaku terus sampai dengan adanya SK yang mencabut nomor statistik lembaga beserta tanda daftarnya.

Demikian, sugeng dalu, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Contoh Profil LPQ dari Kemenag

Informasi tentang profil TPQ, TKQ, TQA, Rumah Tahfidz Al-Qur’an Paud Q, dan pesantren takhassus tahfidz yang termasuk dalam rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an sebagai lampiran pendaftaran tanda terdaftar dan nomor statistik di Kementerian Agama berdasarkan SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan Islam yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 7 Januari pada tahun 2020.

Baca;

FORMAT SURAT PENGANTAR PROPOSAL PENDAFTARAN LPQ
FORMULIR PENDAFTARAN LPQ
FORMAT TANDA TERIMA PROPOSAL PENDAFTARAN LPQ

pontren.com – informasi tentang contoh profil Taman Pendidikan Al-Qur’an, Taman Kanak-kanak al-Qur’an, RTQ (rumah tahfidz al-Qur’an, Taklimul Qur’an Lil Aulad dan lembaga lain yang berada dibawah naungan rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an sebagai salah satu lampiran dalam pengajuan proposal izin operasional lembaga yang disebut dengan SK Tanda Terdaftar dari Kepala Kankemenag Kabupaten atau kota.

Dalam format ini terdiri dari data umum berupa identitas lembaga, informasi organisasi pengelola, bagan pendidik dan tenaga kependidikan dan sarana prasarana lembaga berupa ruang dan peralatan dalam anak didik bermain.

contoh-profil-rumah-tahfidz

Lebih lengkapnya bagaimana bentuk data contoh profil TPQ TKQ TQA PAUD al-Qur’an yang dicontohkan dalam petunjuk pelaksanaan pendidikan Islam melalui SK Dirjen Pendis Kementerian Agama adalah sebagai berikut;

Format Profil Lembaga

Data Umum
a. Identitas Lembaga
1) Jenjang : PAUD Al-Qur’an/Dasar/Lanjut*
2) Jenis Satuan Pendidikan :
TPQ atau jenis lainnya
TQA atau jenis lainnya
RTQ atau jenis lainnya
3) Nama Lembaga :
4) Alamat Lembaga :
5) Provinsi :
6) Kab/Kota :
7) Kecamatan :
8) Desa/Kelurahan :
9) RT/RW atau jalan :
10) Kode pos :
11) Email :
12) Kepala :
13) No kontak :
14) Lembaga pembina : Maarif/Aisyiyah/LPPTKA/Badko TPQ/BKPaksi/Qiroati/Yanbu’a/An Nahdliyah/Tilawati/…………….*
15) Metode pembelajaran : Qiroati/Iqra/al barqi/Yanbu’a /Tilawati/An Nahdliyah/Al Jabari /……………..*
b. Organisasi Pengelola LPQ
1) Nama :
2) Alamat :
3) Provinsi :
4) Kab/Kota :
5) Kecamatan :
6) Desa/Kelurahan :
7) RT/RW atau Jalan :
8) Nomor Akta Yys :
9) NPWP :
10) Struktur :

No Nama Jabatan Alamat

NoNamaJabatanAlamat
1
2
3
4

2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan

NoNamaTgl LahirLulusanJabatan
1
2
3
4

3 Sarana Prasarana

Kelayakan
JenisJmlUkuranLayakKurangTidak
Ruang Belajar
Ruang Ibadah
Ruang Kantor
Ruang Bermain
Alat Permainan

Keterangan:
*(pilih salah satu)

Hanya 4 lembaga saja?

Dalam lampiran disebut bahwa form contoh profil lembaga ini adalah untuk Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang didalamnya mencakup setidaknya 6 lembaga (Paud-Q, TKQ, TPQ, TQA, Rumah Tahfidz Al-Qur’an, Pesantren takhassus Tahfidz),.

Meskipun begitu jika anda mencermati contoh proposal pengantar pengajuan dan form lainnya akan didapati hanya ada 4 lembaga saja yang disebut yaitu Taman Pendidikan Al-Qur’an, Taklimul Qur’an Lil Aulad, Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an dan Rumah Tahfidz Al-Qur’an.

Untuk sedangkan Taman Kanak kanak Al-Qur’an dan pesantren tahfidz al-Qur’an tidak tercantum secara jelas dalam contoh proposal.

Dengan adanya keterangan dalam juknis bahwa nanti akan ada peraturan yang mengatur lebih lanjut tentang ketentuan yang lain maka ditunggu saja bagaimana nanti dan akan seperti apa mau dibawa kemana berbagai lemabaga ini diarahkan.

Download Contoh Profil LPQ dari Kemenag

Berikut adalah contoh format profil lembaga TPQ TQA Rumah Tahfidz maupun Paud Al-Qur’an dari Kementerian Agama melalui SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 yang terdapat dalam lampiran sebagai salah satu kelengkapan proposal pengajuan izin operasional, atau lebih tepatnya pengajuan proposal untuk mendapatkan SK Tanda Daftar dari Kepala Kankemenag Kab/kota beserta nomor statistik.

Sebelum anda mengunduh file format doc ini ada baiknya sampean lihat tampilannya terlebih dahulu, saya suka untuk menyebutkan istilah online yaitu preloved.

File ini dibuat dalam format ms word dengan ukuran kertas F4 (bukan nama gank dari taiwan film fiksi yang dibintangi barbie hsu), tepatnya ukuran page layout yang dipergunakan adalah kertas ukuran 21,5 cm x 33,02 cm dan margin kiri kanan atas bawah 2,5 cm.

Anda bisa mengunduh atau download contoh profil rumah tahfidz ini secara langsung melalui tampilan preloved diatas atau jika ada kendala kami juga menyediakan tautannya sebagaimana dibawah ini;

Download file profil LPQ

Demikian informasi tentang form blangko profil lembaga pendidikan alquran yang didalamnya termaktub TPQ TQA PAUDQ dan Rumah Tahfidz Al-Qur’an mengacu kepada petunjuk pelaksanaan LPQ dalam SK Dirjen Pendis nomor 91 tahun 2020.

Sugeng enjang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Persyaratan Sarana Prasarana LPQ pendaftaran Ke Kemenag

Informasi ketentuan tentang syarat sarana prasarana (sarpras) yang mencakup lembaga TKQ, TPQ, PAUD Al-Qur’an dan Rumah Tahfidz al-Qur’an dalam Surat Keputusan Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan Islam yang ditetapkan dan tanda tangani di Jakarta pada tanggal 7 Agustus 2020 oleh Dirjen Kamaruddin Amin.

Baca;

Syarat administratif pendaftaran Lembaga Pendidikan Al-Qur’an #
Persyaratan Teknis mendaftarkan LPQ ke Kemenag #
Syarat Jumlah Guru dan Kompetensinya untuk mendaftarkan LPQ ke Kemenag #

pontren.com – Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, selamat pagi dan selamat beraktivitas bekerja mencari nafkah bagi anda yang sedang work from home maupun bekerja di kantor tempat anda bekerja saat ini.

Ketentuan mengenai sarpras (sarana prasarana) lembaga pendidikan al-Qur’an ini merupakan persyaratan terakhir dari syarat pokok yang dibuat oleh kementerian agama untuk persyaratan pendaftaran LPQ yang didalamnya terdapat lembaga PAUD Al-Qur’an, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Taklimul Qur’an Lil aulad dan Rumah Tahfidz.

Adapun 4 syarat pokok dalam pengajuan izin operasional yang berwujud Surat Keputusan Tanda Daftar LPQ yaitu;

  • Persyaratan administratif;
  • Persyaratan teknis;
  • Persyaratan Jumlah dan Kompetensi Pendidik & Tenaga Kependidikan; dan
  • Persyaratan sarana prasarana.

Untuk tiga persyaratan teratas sudah dibahas dalam edisi posting sebelumnya menyisakan tentang ketentuan syarat sarana prasarana dalam mendaftarkan lembaga ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau kota.

Dalam hal sarana prasarana ini berkutat tentang penyediaan lokasi tempat belajar yang mendukung untuk kegiatan belajar mengajar.

ruangan-tpq-sederhana
ruangan yang sederhana

Lebih jelasnya terdapat dalam SK Dirjen Pendis no 91 th 2020 Bab III Pendaftaran dan Penutupan Lembaga Pendidikan al-Qur’an huruf A nomor 4 disebutkan bahwa;

Tersedianya tempat dan sarana belajar yang representatif dan memadai berupa; gedung/masjid/mushalla/rumah dan atau tempat lainnya.

Catatan : untuk TPQ dipersyaratkan mempunyai ruang belajar, ruang guru, ruang kepala, ruang administrasi,ruang ibadah, ruang bermain dan tempat bersuci.

Kepdirjen no 91 tahun 2020

Menyimak keterangan diatas, persyaratan untuk lembaga selain TPQ memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi yaitu cukup menyediakan ruangan yang representatif guna kegiatan belajar mengajar, tentunya representatif ini bersifat fleksibel dan bisa jadi tidak diperdulikan seperti apa standar nya meskipun ada ungkapan kata “memadai”.

Dengan penyampaian informasi mengenai persyaratan sarana prasarana maka lengkap sudah apa saja yang harus dilengkapi kelengkapan pengajuan lembaga yang perlu diperhatikan oleh para pengelola lembaga khususnya Taman pendidikan al-Qur’an.

Demikian informasi mengenai ketentuan sarana prasarana lembaga sebagai salah satu persyaratan dalam mendaftarkan ke kemenag guna mendapatkan izin operasional LPQ (TPQ, TQA, PAUD Al-Qur’an dan Rumah Tahfidz) yang secara teknis bernama SK Tanda Terdaftar.

Sugeng enjang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Syarat pendaftaran LPQ jumlah kompetensi pendidik dan Tenaga Kependidikan

Informasi tentang persyaratan dalam pengajuan pendaftaran lembaga pendidikan Al-Qur’an yaitu PAUD Al-Qur’an, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Ta’limul Qur’an Lil Aulad, Rumah Tahfidz yang tercantum dalam SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan Islam yang ditetapkan ditandatangani di Jakarta pada tanggal 7 Agustus 2020 oleh Dirjen Kamaruddin Amin.

Baca;

Syarat administratif pendaftaran LPQ #
Persyaratan teknis pendaftaran Lembaga Pendidikan Al-Qur’an #
Syarat Sarpras untuk mendapatkan SK tanda Daftar LPQ #

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, melanjutkan tentang salah satu syarat bagi TPQ TQA Rumah Tahfidz dan uga PAUD Al-Qur’an dalam mengajukan Tanda Daftar Lembaga dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kab atau Kota yang nantinya akan mendapatkan juga nomor statistik jika lolos dalam verifikasi administrasi maupun faktual kunjungan cek lokasi.

Dalam hal persyaratan yang dibuat dari Kementerian Agama melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 pada BAB III Pendaftaran dan Penutupan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Huruf A Persyaratan, angka 3 yaitu mengulas umlah dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

Dalam ketentuan persyaratan kompetensi, untuk Kepala Lembaga adalah mempunyai kompetensi manajerial, sedangkan tenaga kependidikan (Tendik) memiliki kompetensi administrasi.

Kompetensi guru pengajar yang biasa disebut ustadz ustadzah bahkan pak kiai bu nyai adalah mempunyai kompetensi sebagai pendidik dengan bukti salinan ijazah, sertifikat kompetensi, atau buki lain yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

SK Pengangkatan Kepala TPQ

Perihal bagaimana standar kompetensi untuk kepala dan tendik serta seperti apakah bentuk ijazah sertifikat kompetensi tidak diulas dalam ketentuan ini, bisa terjadi akan diuraikan dalam peraturan lain yang nanti menyusul.

Perihal umlah pendidik, SK Dirjen Pendis memberikan rasio perbandingan antara guru dengan jumlah santri yang diajar. Berikut rasio guru dengan murid pada lembaga pendidikan al-Qur’an.

  • PAUD Al-Qur’an = 1 Guru : 15 santri
  • TPQ = 1 Guru : 20 santri
  • TQA = 1 guru : 20 santri
  • RTQ = 1 Guru : 15 santri

Demikian jika anda mendaftarkan lembaga anda yang memiliki 60 santri di kemenag maka setidaknya dalam susunan kelembagaan terdapat seorang Kepala, 3 orang guru dan 1 orang tenaga pendidik.

Akan tetapi apakah dimungkinkan seorang guru merangkap jabatan sebagai kepala dan yang lain merangkap sebagai tenaga administrasi sehingga bagi TPQ dengan 60 santri bisa didaftarkan dengan keberadaan 3 personel pengelola.

Demikian informasi mengenai syarat pendaftaran TPQ RTQ TQA maupun PAUD-Q dalam hal jumlah dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

Sugeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Persyaratan Teknis Pendaftaran Lembaga Pendidikan Al-Qur’an

Informasi tentang ketentuan persyaratan teknis dalam mendaftarkan lembaga pendidikan Al-Qur’an baik TKQ TPQ PAUD Al-Qur’an, TQA dan Rumah Tahfidz ke Kementerian Agama mengacu kepada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al Quran yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 7 Januari tahun 2020.

Baca;

Syarat administratif LPQ (TKQ TPQ TQA, Rumah Tahfidz, dkk) #
Syarat Jumlah dan Kompetensi Ustadz & Tenaga Kependidikan LPQ #
Syarat Sarpras mengajukan tanda daftar LPQ #

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, selamat siang sugeng istirahat untuk sampean sampean yang sedang rolasan istirahat siang hari dimasa covid corona 19 ini, semoga segera hilang virusnya dan disegerakan sehat wal afiat selalu khususnya para pengasuh lembaga TPQ TKQ TQA dan juga Rumah Tahfidz Al-Qur’an.

Merujuk kepada Kepdirjen Pendis no 91 tahun 2020 yang menjadi petunjuk dalam melaksanakan kegiata penyelenggaraan pendidikan al-Qur’n yang didalamnya termasuk Taman Kanak-kanak al-Qur’an, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an, Rumah Tahfidz Al-Qur’an dan lain lain terdapat 4 persyaratan pokok untuk mendapatkan SK Tanda daftar dari Kepala Kantor Kementerian Agama.

Adapun keempat syarat dimaksud adalah sebagai berikut;

  • Persyaratan Teknis;
  • Persyaratan Administratif;
  • Persyaratan Jumlah dan Kompetensi Pendidik & Tenaga Kependidikan; dan
  • Persyaratan sarana prasarana.

Setelah pada postingan sebelumnya telah disampaikan mengenai ketentuan persyaratan administratif yang harus dilengkapi oleh lembaga maupun pengelolanya, saat ini tibalah giliran informasi tentang syarat teknis dalam pendaftaran LPQ ke Kemenag.

pusing mikir syarat pendaftaran

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Online disebutkan bahwa maksud dari teknis adalah bersifat atau mengenai (menurut) teknik.

Dalam persyaratan teknis untuk mendaftarkan lembaga pendidikan al-Qur’an ini adalah mempersiapkan dokumen kurikulum sebanyak 1 set bagi setiap lembaga yang akan mengajukan permohonan tanda daftar dari Kemenag. Biasanya tanda daftar ini dipahami oleh kaum awam dengan kata “izin operasional”.

Lembaga apa saja yang diharuskan melampirkan 1 set dokumen kurikulum?

Dalam SK Dirjen Pendis ini terdapat 4 lembaga yang melampirkan dokumen kurikulum sebanyak 1 set untuk memenuhi syarat teknis pendaftaran lembaga pendidikan al-Qur’an.

Adapun yang dimaksud dokumen kurikulum dalam rangka syarat teknis pendaftaran LPQ adalah Dokumen kurikulum meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar evaluasi.

Adapun keempat lembaga dimaksud adalah;

  1. PAUD al-Qur’an;
  2. TPQ;
  3. TQA; dan
  4. RTQ

Itulah keempat lembaga yang perlu menyiapkan dokumen kurikulum dalam rangka melakukan pengajuan tanda daftar lembaga dari Kementerian Agama.

Semoga segera terlengkapi mengenai persyaratan teknis ini utamanya dalam hal standar kompetensi lulusan, isi, proses, dan evaluasi.

Demikian, sugeng siang. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Persyaratan Administratif LPQ termasuk TPQ Rumah Tahfidz TKQ

Informasi tentang ketentuan persyaratan administratif bagi lembaga pendidikan al-Qur’an yang terdiri dari PAUD Al-Qur’an, Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Taklimul Qur’an Lil Aulad (TQA), Rumah Tahfidz Al-Qur’an (RTQ), Pesantren Takhassus Tahfidz dan lembaga sejenis mengacu kepada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan Islam yang ditetapkan ditandatangani di Jakarta pada tanggal 7 Agustus 2020 oleh Dirjen Kamaruddin Amin.

Baca;

ketentuan Syarat Teknis LPQ TPQ Rumah tahfidz mendaftar di Kemenag #
Persyaratan Kompetensi dan Jumlah Tenaga Pendidik & Kependidikan LPQ #
Syarat Sarpras untuk LPQ TPQ dan Rumah Tahfidz #

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sugeng siang pakde, dengan keberadaan SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 ini terjadi penyesuaian tata cara pendaftaran lembaga pendidikan Islam baik itu TKQ, TPQ, dan juga TQA.

Juga dengan kedatangan 2 lembaga baru yang berupa pendidikan formal untuk PAUD Al-Qur’an dan pendidikan nonformal yaitu Rumah Tahfidz Al-Qur’an.

Kesemua lembaga ini berada dalam rumpun LPQ yang mana dalam hal perizinan dan persyaratannya mengacu kepada SK Dirjen ini.

Bagi masyarakat yang hendak melakukan permohonan izin operasional lembaga baik TKQ TPQ ataupun rumah tahfidz maka perlu diketahui bahwa secara teknis administrasi, pengakuan negara terhadap LPQ berupa SK Kankemenag Tentang Penetapan Tanda Daftar LPQ dan pemberian nomor statistik yang tercantum dalam piagam tanda daftar.

Pengelola yang hendak mengajukan tanda daftar lembaga untuk memperhatikan persyaratan yang dibuat oleh Kementerian Agama ini.

Syarat pokok pendaftaran LPQ ke Kemenag

Secara global ada 4 syarat umum yang kemudian didalamnya terperinci apa saja yang perlu dilengkapi.

Berikut keempat persyaratannya;

  1. Persyaratan administratif;
  2. Persyaratan teknis;
  3. Persyaratan jumlah dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
  4. Persyaratan Sarana dan Prasarana.

Untuk yang akan diulas kali ini adalah apa saja syarat administrasi atau administratif dalam pengajuan lembaga baik TPQ TKQ TQA maupun Rumah Tahfidz Al-Qur’an.

4 Syarat administratif pengajuan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an

Dalam persyaratan administratif pengajuan tanda daftar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Paud Al-Qur’an, TKQ, TPQ, TQA, Rumah Tahfidz, Pesantren Takhassus Tahfidz) diperinci menjadi 4 yaitu;

  1. Penyelenggara pendidikan merupakan organisasi berbadan hukum;
  2. Memiliki struktur organisasi pegelola lembaga sekurang-kurangnya berupa bagan struktur organisasi dan nama pengelola;
  3. Memiliki santri paling sedikit 15 (lima belas) orang anak didik; dan
  4. Mendapat rekomendasi dari pejabat yang berwenang pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Itulah persyaratan administrasi yang perlu dilengkapi oleh lembaga pendidikan Al-Qur’an yang hendak mengajukan izin operasional baik Paud Al-Qur’an, TKQ, TPQ, TQA, Rumah Tahfidz, Pesantren Takhassus Tahfidz.

Selain persyaratan administratif diatas harap diingat masih ada 3 persyaratan umum yang lain yang perlu untuk dipelajari.

Demikian, sugeng siang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.