Arsip Tag: peraturan pesantren

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Pondok Pesantren

Informasi tentang penjaminan mutu pendidikan pada pondok pesantren mengacu kepada Undang undang nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren sebagai panduan pihak pihak yang mengelola ponpes supaya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Sugeng siang pakde bude, utamanya poro kyai dan ustadz yang memiliki ataupun sebagai pengelola pondok pesantren.

Baca;
Bentuk Izin Terdaftar Pondok Pesantren berdasarkan UU Pesantren;
Pendidikan formal dan nonformal pada Pondok Pesantren;
Pesantren dalam Fungsi Pendidikan mengacu UU no 18 tahun 2019

Mari belajar lagi tentang undang undang pesantren, khususnya dalam hal penjaminan mutu pesantren.

Ketentuan ini dapat dilihat dalam paragraf 2 pasal 25 dan 26

Bagaimanakah cara menjaga mutu pendidikan pada pesantren? Caranya adalah pihak pesantren melakukan penyusunan kurikulum.

Hal ini tertuang dalam pasal 25 uu pesantren yang berbunyi;

Dalam menjaga mutu pendidikan, Pesantren menyusun kurikulum.

Maksud Penjaminan Sistem Penjaminan Mutu Pesantren

Selanjutnya guna menjamin mutu pendidikan di pontren, disusunlah system penjaminan mutu ini.

Ada 3 maksud dari system penjaminan mutu ini, Adapun ketiga maksud dari system penjaminan mutu berguna untuk;

  1. melindungi kemandirian dan kekhasan Pendidikan Pesantren;
  2. mewujudkan pendidikan yang bermutu; dan
  3. memajukan penyelenggaraan Pendidikan Pesantren

Aspek yang diarah dalam Sistem Penjaminan Mutu Pesantren

Dalam UU Pesantren disebutkan ada 3 aspek kemana penjaminan mutu ini diarahkan.

Adapun ketiga aspek ini adalah;

  1. peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya Pesantren;
  2. penguatan pengelolaan Pesantren; dan
  3. peningkatan dukungan sarana dan prasarana Pesantren.

Dalam system penjaminan mutu sebagaimana dimaksudkan dalam undang undang pestren ini disusun oleh Majelis Masyayikh yang selanjutnya perihal rumusannya ditetapkan oleh Menteri (tentunya Menag atau Menteri Agama).

Apa dan Siapakah dewan Masyayikh?

langgar sederhana
kyai Asy’ari

Untuk mengetahui tentang Dewan Masyayikh maka perlu merujuk kepada UU Pesantren Paragraf 3 tentang Dewan Masyayikh pada Pasal 27.

Pada ayat 1 disebutkan bahwa guna melakukan penjaminan mutu internal pesantren, ponpes melakukan pembentukan dewan Masyayikh.

Dewan ini dipimpin oleh seorang Kiai.

Selanjutnya dalam tugas yang diemban oleh dewan masyayikh paling sedikit memiliki 5 tugas.

Adapun kelima tugas dewan masyayikh adalah sebagai berikut;

  1. Membuat atau menyusun kurikulum Pondok Pesantren;
  2. melaksanakan kegiatan pembelajaran;
  3. melakukan meningkatkan kompetensi dan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan;
  4. melaksanakan ujian untuk menentukan kelulusan Santri berdasarkan kriteria mutu yang telah ditetapkan; dan
  5. menyusun dan membuat serta menyampaikan data Santri yang lulus kepada Majelis Masyayikh.

Apakah itu majelis Masyayikh? Majelis Masyayikh merupakan perwakilan dari Dewan Masyayikh.

Adapun tugas dari Majelis masyayikh ini setidaknya ada 6.

Berikut 6 tugas dewan masyayikh;

  1. menetapkan kerangka dasar dan struktur kurikulum Pesantren;
  2. memberi pendapat kepada Dewan Masyayikh dalam menentukan kurikulum Pesantren;
  3. merumuskan kriteria mutu lembaga dan lulusan Pesantren;
  4. merumuskan kompetensi dan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan;
  5. melakukan penilaian dan evaluasi serta pemenuhan mutu; dan
  6. memeriksa keabsahan setiap syahadah atau rjazah Santri yang dikeluarkan oleh Pesantren.

Selanjutnya disebutkan bahwa Ketentuan mengenai tata cara pembentukan Majelis Masyayikh diatur dengan Peraturan Menteri. Yang tentunya adalah berupa PMA alias Peraturan Menteri Agama.

Demikian informasi tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Pondok Pesantren yang didalamnya melibatkan ketokohan Kiai sebagai Pemimpin dewan.

Sugeng siang, selamat melanjutkan aktivitas, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Hukuman di pondok pesantren

bagian amn 2016.jpg
bagian keamanan pondok pesantren Assalaam tahun 2015/2016 (sumber wordpres OP3MIA Putri)

Dalam perjalanan pengelolaan pondok pesantren umumnya ada kejadian kejadian yang dilakukan santri melanggar aturan pondok pesantren. Bagaimana bisa santri melanggar aturan pesantren? Baiklah, untuk diketahui bahwa umumnya pondok pesantren mengasuh ratusan sampai dengan ribuan santri, dengan berbagai karakter, latar belakang, motivasi.

Berdasarkan keinginan, mondok di pesantren  terkait keinginan orang tua/wali dan anak :

  1. Keinginan orang tua dan anak.
  2. Keinginan anak
  3. Keinginan orang tua
  4. Keinginan orang tua karena terpaksa (anak yang nakal sehingga angkat tangan atau tidak bisa memantau dengan baik sang anak)

Pada poin c dan d lebih rawan melakukan kegiatan yang melanggar aturan, walaupun tidak tertutup kemungkinan poin a dan b juga melanggar aturan.

Baca JugaAlasan santri pindah dari pondok pesantren

Baca jugaKenakalan santri di Pondok Pesantren

baca juga : Persiapan menyekolahkan anak ke Pondok Pesantren

Secara umum pelanggaran santri antara lain :

  1. Melanggar bahasa (pada pondok pesantren tertentu yang menerapkan aturan bahasa asing)
  2. Melanggar ta’lim (makan berdiri, berkata jorok, makan tidak habis, menghina, dan yang lain)
  3. Telat datang ke pondok pesantren
  4. Keluar tanpa izin dari kompleks pondok pesantren/jumping
  5. Surat-suratan dengan lawan jenis (pacaran)
  6. Nonton film bioskop
  7. Bolos sekolah
  8. Merokok
  9. Menyimpan peralatan elektronik (bagi pondok tertentu)
  10. Berakhlak kurang baik (misalnya teriak teriak, bermain olahraga tidak pada tempatnya seperti sepakbola dalam kamar, pingpong di kelas dan yg lain)
  11. Meninggalkan kegiatan pondok, seperti muhadloroh, pramuka, kebersihan lingkungan.
  12. Bermain kartu remi
  13. Mencuri
  14. Sidang gelap (menyidang santri lain oleh santri secara ilegal)

hukuman di pondok pesantrenSelanjutnya dengan adanya pelanggaran diberlakukan juga aturan aturan yang bersifat preventif maupun bersifat sanksi. Aturan yang bersifat preventif berupa kegiatan kegiatan yang bermuara positif menjauhkan dari hal negatif. Sedangkan aturan berupa sanksi bagi para pelanggar bisa jadi berbeda antara satu pondok dengan pondok lainnya.

Untuk contoh beberapa sanksi pelanggar aturan pondok pesantren antara lain

Baca Juga Santri Melamar Anak Kyai berdasarkan nama surat

  1. Dipanggil oleh pengurus pondok pesantren

Pelanggaran ini umumnya pelanggaran ringan seperti melanggar bahasa, melanggar ta’lim, kebersihan kamar kurang terjaga, dan kesalahan ringan yang lain

  1. Di panggil ustadz

Bagi santri yang di panggil pengasuh pondok pesantren karena pelanggaran merupakan hal yang tidak mengenakkan, banyak faktor pelanggaran bisa di panggil oleh ustadz pesantren. Semua pelanggaran berpotensi dipanggil ustadz, secara umum pemanggilan terkait misalnya bolos sekolah, menggunakan uang SPP untuk jajan, mencontek, nilai belajar yang menurun drastis.

  1. Push up/skot jump

push-25783_1280
push up

Pada sanksi ini diperuntukkan pelanggaran ringan seperti telat ke masjid, pelanggaran bahasa, pelanggaran ta’lim, tidak ikut muhadloroh, telat masuk kelas, telat kembali dari pesantren dari libur hari biasa.

  1. Boxing (pake kemoceng, selang, sajadah dll)

brush-15931_1920Secara umum penerapan ini diberikan kepada pelanggaran seperti pelanggaran diatas

  1. Putar mengelilingi bangunan/gedung

Sama seperti pelanggaran di atas dan juga kadang juga pada kasus pencurian dihukum untuk mengelilingi suatu bangunan dengan membawa barang hasil pencurian, kadang juga dikeluarkan dari pondok

  1. Bros (potong pendek kiri kanan)

IMG-20150201-WA0000
ini potong rambut yang belum selesai. bukan bross

Umumnya karena terlambat masuk ke pondok pesantren selepas libur panjang.

  1. Gundul/pakai kerudung warna tertentu (misalnya warna hijau cerah)

IMG-20130925-WA0003Biasanya karena keluar kompleks pesantren tanpa izin, menonton film bisokop, merokok, mencuri, bermain kartu remi, menyimpan gambar atau kontent asusila.

  1. Di keluarkan dari pondok pesantren

Baca Juga Profesi lulusan pesantren

Biasanya pelanggaran berat yang sudah tidak bisa di tolerir seperti pencurian, pelanggaran berulang ulang seperti keluar kompleks berkali kali, atau sering ketahuan merokok (bagi pondok tertentu), dan pelanggaran berat yang bisa dipidanakan.

Saat ini mungkin sudah jauh lebih lunak dalam pelanggaran fisik karena ketakutan pesantren dari tekanan HAM, dikhawatirkan dilaporkan ke polisi untuk dipidanakan.

Dengan adanya sanksi yang hanya bersifat verbal menjadikan aturan rawan dilanggar dan sulit ditegakkan, entah apa solusi dari para penggiat HAM guna penegakan disiplin para santri maupun murid sekolah, sebagai contoh ketika murid disuruh potong rambut akan tetapi hanya bilang iya dan iya dan tetap tidak mau potong rambut padahal secara verbal sudah capek di arahkan, anda penggiat HAM, silakan beri solusi guna peningkatan disiplin generasi anak dan generasi muda.